batak itu keren

Oleh-oleh dari Medan….

Posted on: 26 November, 2007

Ini bukan cerita mengenai bika ambon, markisa atau bolu meranti. Ada lagi yang lebih sedaaappp….rrruaaarrr biasa!

Saat ini aku sedang berkunjung ke Medan. Aku tiba di kota ini Kamis yang lalu. Kebetulan banget aku satu flight dengan penyanyi dan pencipta lagu Tongam Sirait. Tapi pada Kamis sore itu dia langsung ke kampungnya, Parapat, katanya sudah kangen berat pada isteri dan anak-anaknya tercinta.

Maksud kedatanganku ke kota ini sebenarnya hampir nggak ada hubungannya dengan seni budaya. Tapi kenyataanya, aku malah lebih banyak memanfaatkan waktuku untuk bertemu dengan seniman-seniman hebat ibukota Sumatera Utara ini.

Sejak dari Jakarta memang sudah kuniatkan untuk mengunjungi perupa Grace Siregar di galerinya, Tondi. Perempuan batak yang menikah dengan pria kulit putih ini menarik minatku, bukan lataran aku pernah melihat karyanya, tapi terpengaruh reportase dan ulasan media massa mengenai perjalanan kesenimannya.

Singkat cerita, setelah taksi yang aku tumpangi berputar-putar mencari alamat yang benar, pada Sabtu sore tibalah aku di Tondi. Dan kau boleh iri kawan, baru saja aku keluar dari taksi, Grace yang perupa kaliber internasional itu sudah menyongsongku dengan sambutan yang hangat. Matanya berbinar-binar dan senyumnya mengembang manis.

Sorry kawan, aku stop dulu ceritaku disini. Nanti pasti kulanjutkan dengan detail. Ada beberapa bahan yang sudah terkumpul, tapi belum sempat kutulis, antara lain :

1.Grace Siregar Kursus Bahasa Batak…(sudah ditampilkan)

2.Grace Siregar, Membangun Galeri di Rumah Hantu

3.Siapa sih Yang butuh Seni di Medan ?

4. Ucok Munthe, Anak Medan yang jago nge-Rap….

5.Kare Mangga yang Rruaar Biasa Sedaaap buatan Bi Kasothi Tondi

6. Ketika Tongam Sirait Berfilsafat

7. Ulasan buku : Laskar Pelangi.

DON’T MISS IT

12 Tanggapan to "Oleh-oleh dari Medan…."

Bikkinlah raja nami, tetangga kita disebelah lagi vakansi, kaccau ini kalo dalam sehari ga tau perkembangan batak tercinta ini. Hehehehehe….
Ditunggu ceritanya tulang.

Oleh2 untuk ku mana??????????????????

@Tulang Marudut R.Napitupulu

Oke Tulang. Kuusahakan sebisaku. Senang hatiku fuang baca komentar Tulang,”kaccau kalau dalam sehari ga tau perkembangan batak tercinta ini.” Mantafff.

@My Sister Desy Hutabarat

Nanti kubawakan rapper Ucok Munthe. Dia orang batak keren made in Medan. Dizamin halal hehehe….

Wah berarti Lae bertemu langsung dengan Kak Grace Siregar, yang sangat ekspresif dan selalu semangat. Dulu dia di Tobelo Maluku Utara juga sempat membuat bergairah seni di Tobelo. Pernah pameran seni “instalasi” dan Kakak ini sangat membantu seniman-seniman lokal untuk lebih maju dan lebih berkreasi. Selalu hangat dan suara yang membahana hahahahah. Apa kabar ya Kak Grace, lama tidak berkabar ke Tobelo, Maluku Utara. Kalau masih kontak Lae dengan dia, pasahat tabe ya.. bilang saja si Tamba di Halmahera hahahahahah. Horas, saya tunggu catatan dan oleh-oleh dari Medan….

@Lae santrov

Ya, aku bertemu langsung dengan Grace. Sebelumnya aku mengenal dia melalui tulisan-tulisan di BBC News, The Jakarta Post, Kompas dan Blog Berita Dot Com. Sejak sekitar dua bulan lalu kami korespondensi lewat email.

Aku merasa beruntung bisa “copy darat” dengan perupa kaliber internasional yang enerjik ini. Saat tiba di galeri Tondi, dia menyambutku dengan kehangatan seorang kawan lama, sehingga aku tidak merasa sungkan bertemu dengannya–perupa yang sudah malang melintang di tingkat internasional.

Grace kalau sudah cerita seni seperti tak ada koma dan titiknya. Dengan cara bicara yang ekspresif, termasuk berkali-kali menggeser posisi duduknya, boru Siregar ini bercerita mengenai Tobelo, petualangannya selama delapan tahun tinggal di Amsterdam–termasuk kisah putus cinta yang dituturkan sambil tergelak-gelak.

Ya, Grace sangat hidup dalam menekuni seni, dengan totalitas yang mengagumkan. Aku merasa tertular semangatnya yang berapi-api, ketika cerita mengenai anak-anak Cina di Medan ini yang kaget bersinggungan dengan dunia seni, bahkan salah seorang di antaranya mengatakan bahwa bapaknya sanggup membeli galeri itu. Dasar keturunan pedagang hehehe….

Wah, pokoknya Grace itu sangat inspiring. Nantilah aku tulis sebuah artikel tersendiri mengenai itu. Btw, terima kasih Lae atas apresiasinya. Horas.

halo santrov, saya kenal sekali dengan ito yang satu ini 🙂 salam buat tamang-tamang di tobelo e? so lama tara baku dapa 🙂 torang so rindu pa dorang….

raja sahuta, nanti kalau pulang ke jakarta akan dibawa buat teman-teman lainnya BPK (Babi panggang Karo). kalau bpk medan yang paling top adalah bpk tesalonika (simpang selayang) dan ola kisat (jamin ginting), untuk masakan toba ada di lapo pamurnas jl, sei wampu.

itu dulu, kami tunggu cerita-cerita yang lainnya.

Orang batak harus baca tapian dan PERLU!

Horas jala gabe,

Grace Siregar

Amang raja hutaaa…amang raja biuss…heiii heiiii..ueeeeeee 😀
Aku titip kompil aja lae kalau ke medan lagi yah.

Raja Huta :

Bah, bah…zadi naek pangkatku menzadi raja bius. Tak mau aku. Lebih enak zadi raja huta, tak terlalu banyak parmitu mabok yang harus diurus hehehe…

Kompil, bah siapa takut? Sekalian union balbal pun aku bawa untuk Lae hehehe…

Horas Bang, Salam kenal dariku dinegeri seberang. Bagus sekali blog abang ini bah. Maju terus ya Bang, Kelak pulang aku langsung ke Toba Dream Cafe….GBU

Salam kenal juga agaperos. Di manakah negerimu yang di seberang itu kawan? Ceritalah kawan.

Terima kasih telah memuji blog yang menurutku masih sederhana ini. Belum ada foto-foto atau ilustrasinya.

Ok kawan, sempatkanlah nanti singgah di TobaDream Cafe. Thx. Horas.

Kapan kau pulang bang?Membawakan aku oleh2 yg sudah kau janjikan itu?Udah masihol aku sedikit marbada denganmu…
Horas

@Desy Hutabarat

Semalam aku mendarat di bandara Soekarno-Hatta, disambut hujan lebat. Baru bisa keluar dari bandara pukul 24.00. Well, siap-siaplah marbada muccung dengan abangmu ini…aku sudah latihan di pusatnya parbada muccung : Medan.

btw, aku merasa berhutang dek, karena nggak jadi mengunjungi Lae Jarar Siahaan di Balige, Lae Alvin Nasution di Siantar dan Tongam Sirait di Parapat. Yang bikin kheki, aku baru tau kalau sobat lamaku Arbain Rambey baru saja tiba di Medan, pas aku mau meninggalkan kota itu.”Ada seminar Kompas,”kata fotografer hebat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: