batak itu keren

Danau Toba di Mata Mahasiswa Malaysia

Posted by: tobadreams on: 18 Juni, 2009

Yang saya tahu penduduk di sini mayoritas adalah suku Batak. Mereka adalah penduduk asli yang tinggal di sekitar Danau Toba. Mereka ramah dan bersahabat.  Secara detail saya masih kurang mengenal kebudayaan mereka. Tapi masyarakat Batak terkenal dengan ulosnya.

toba

Oleh : MHD Darwinsyah Purba

DENGAN panjang 100 kilometer serta lebar 30 kilometer, Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Ditambah dengan keindahan alamnya, serta keunikan dari Pulau Samosir yang terletak di tengah danau, Danau Toba telah menjadi salah satu ikon objek wisata di Indonesia, khususnya untuk daerah Sumatera Utara.

Selain untuk menikmati keindahan alam, Danau Toba dan daerah di sekitarnya seringkali menjadi tujuan studi bagi para pelajar, baik dari dalam maupun luar negeri, yang ingin mempelajari kehidupan masyarakat masyarakat yang hidup di sekitar danau.

Hal itulah yang dilakukan 18 mahasiswa jurusan Travel and Tourism Management dari Genting International College, Malaysia, beberapa waktu yang lalu. Mereka mengunjungi daerah Danau Toba untuk mengamati proses belajar mengajar yang dilakukan penduduk yang hidup di sekitar Danau Toba. Kegiatan yang dinamakan tour training ini dilaksanakan pada 27-28 November 2008.

Berikut ini wawancara Waspada Online dengan beberapa mahasiswa Genting International College, Rose Dalina Hermiza (Malaysia), Apple (Malaysia) dan Tsatsa (Mongolia) tentang kegiatan serta pendapat mereka selama berada di Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia.

Dalam rangka apa para mahasiswa Genting International College melakukan kunjungan ke Danau Toba?

Kami para mahasiswa Genting International College sedang liburan semester. Untuk mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat, pihak kampus mengadakan program tour training ke Danau Toba untuk mengamati proses belajar mengajar di daerah tersebut. Namun tentu saja kunjungan ini sekaligus menjadi ajang liburan bagi setiap mahasiswa yang hadir disini.

Jadi, bagaimanapa kesan anda tentang Danau Toba?

Danau Toba memiliki pemandangan yang sangat indah. Panoramanya sungguh luar biasa. Udaranya yang sejuk dan bersih membuat saya dan teman-teman saya betah dan gembira selama tinggal di sini.

Bagaimana sambutan masyarakat di daerah sekitar Danau Toba?

Masyarakatnya sangat ramah, seperti para pedagang yang sangat baik dan ramah saat menawarkan barang dagangannya kepada kami. Mereka juga bersahaja dalam menyapa para wisatawan yang datang. Hal ini terlihat dari senyum ramah mereka dan tingkah laku mereka.

Selain ke Danau Toba, daerah mana saja yang sudah dikunjungi?

Kami mengunjungi Tuk-tuk dengan kapal ferry kurang lebih 45 menit dan sempat mencoba tuak. Sangat enak rasanya. Tapi menurut penduduk, tuak tersebut dapat menyebabkan mabuk, jadi saya dan rekan-rekan tidak berani mencoba terlalu banyak. Takut mabuk.

Bagaimana kebudayaan masyarakat asli di Danau Toba?

Yang saya tahu penduduk di sini mayoritas adalah suku Batak. Mereka adalah penduduk asli yang tinggal di sekitar Danau Toba. Mereka ramah dan bersahabat.  Secara detail saya masih kurang mengenal kebudayaan mereka. Tapi masyarakat Batak terkenal dengan ulosnya.

Kesan dan pesan selama berada di Danau Toba?

Danau Toba sangat indah dan penduduk ramah, namun jalan menuju ke sana sangat kurang baik. Pemerintah Indonsesia khusus Sumatera Utara untuk segera memperbaiki jalur lintas dan lalu lintas jalan dari Kota Medan menuju Danau Toba. Kerena hal tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengunjung

sumber : waspadaonline

8 Tanggapan ke "Danau Toba di Mata Mahasiswa Malaysia"

tidak semua orang malaysia :D

Bagus juga tanggapan mahasiswa Malaysia ini ya…, memang tidak semua orang malaysia akan menanggapi demikian dan sama halnya bahwa tidak semua pula orang malaysia menganggap bahwa perempuan Indonesia hanya babu-babu.

asallah ga di-’cut and paste’ juga danau toba itu. Welcome-deh tu Lake Toba.

pendapat saya pribadi,, perbaikan infrastruktur (jalan) ke samosir merupakan tanggung jawab pemerintah… karena penduduk samosir juga membayar pajak,, dan tentunya bagian dari NKRI….

kita boleh saja menuntut itu,,,
tp…
akankah lebih baik kita persiapkan pemeritah yang tidak perlu di tuntut untuk memperhatikan samosir kita…
ayo kita menolak pemimpin yg hanya memperkaya diri sendiri…

saya tidak bermaksut kampaye,, ato apa pun itu namanya..
saya hanya berharap kita pilih pemimpin yang benar…

saya sering pulang ke samosir,, dan dari survei saya..
sangat banyak orang yang memilih pilihan hanya karena uang…

ayo lebih bijak
jagan biarkan pulau kita hilang nantinya
salah satu mencegahnya.. memilih pemimpin yang tepat

Mengutip tulisan lae nami Raja Huta, bahwa Malaysia telah dimasukkan menjadi musuh tetangga no 1 RI sesuai dengan Doktrin TNI terbaru, kita harus bersikap tegas dan hati-hati menghadapi kunjungan mahasiswa bangsa Malaysia itu ke danau Toba. Dugaan saya mungkin jadi itu sikap dari pemimpin Malaysia mempersiapkan mata-mata mereka dalam mengambil alih Pulau Sumatera umumnya dan Danau Toba khususnya. Jujur saya juga telah memasukkan orang malaysia adalah bangsa yang paling menjijikan di hatiku karena sikap pongahnya hendak mengusai Pulau Amabalat setelah Pulau Sipadan, membunuh dan menyiksa saudara kita bangsa Indonesia. Sakit hatiku melihat penghinaan Malaysia kurang ajar tsb kpd Bangsa yang sebesar Bangsa Indonesia ini. Tak cukup seabad menghapus benci dan dendam perlakuan Malaysia kpd Indonesia saat ini.

Ah tahe ……..

sangat bagus malaysia aja cinta pada Danau Toba, dan ada pengakuan dari mahasiswa malaysia. Putra Batak sendiri tidak semua mengakui akan keindahan alam danau toba. mungkin putra Batak gengsi untuk mengakui danau Toba. Alam Danau Toba sulit Pengakuan dari Putra daerah sendiri. saya Keturunan RAJA BATAK mensyukuri Danau Toba sebagai Tinggal Keturunan Batak, Dan Trimah kasih kepada MAHA SUCI. Justru Para kawan membuat “BATAK CENTER” Spiritual, Lingkungan Hidup, Budaya. ” Sudah selayaknya Spiritual,Lingkungan Hidup, Budaya, diperlakukan setara dengan Pejabat,Orang2 kaya, orang2 terkenal dan Harta yang berharga.” dari BATAK CENTER

Horas Raja Huta,

Bukan hanya menikmati keindahan Danau Toba saja mereka lae.
Tetapi ULOS sudah dibilang milik mereka, bagaimana ini lae?

http://lidyanata.blogspot.com/2008/05/sejak-kapan-orang-malaysia-pake-ulos.html#comment-form

wah.. rindunya danau toba.. sudah dua kali ke danau toba tapi belum merasa puas!! thx kepada penulis artikel ini. semoga kita tetap bersahabat selamanya.

Tinggalkan Balasan

Blog Stats

  • 178,944 hits

Arsip