batak itu keren

Mati Ketawa Gara-gara Pemilu 2009

Posted on: 15 April, 2009

Perilaku caleg di Indonesia juga sangat cinta damai. Jika di negara-negara lain para politisi tega melakukan kekerasan, dan bahkan membunuh, demi memenuhi syahwat kekuasaan; di negeri tercinta ini para caleglah yang mati setelah gagal jadi anggota dewan, mulai dari yang terkena serangan jantung sampai yang ikhlas bunuh diri.

 Oleh :  Robert Manurung

1. Kita patut merasa lega dan bangga karena kesadaran politik rakyat Indonesia  ternyata sudah sangat tinggi. Buktinya jumlah caleg secara nasional dalam pemilu barusan tak kurang dari 1,7 juta orang. Artinya, di antara 100 pemilih ada satu caleg. Ini pasti rekor dunia. Sedangkan di negara jiran, Malaysia, rasionya 10.000 : 1.

 

2. Perilaku caleg di Indonesia juga sangat cinta damai. Jika di negara-negara lain para politisi tega melakukan kekerasan, dan bahkan membunuh, demi memenuhi syahwat kekuasaan; di negeri tercinta ini para caleglah yang mati setelah gagal jadi anggota dewan, mulai dari yang terkena serangan jantung sampai yang ikhlas bunuh diri.

 

3. Masih soal perilaku caleg, ada juga yang lugu, konyol dan menggelikan. Di daerah daerah, sebagaimana diberitakan oleh beberapa stasiun TV, sejumlah caleg meminta kembali barang-barang yang sudah diberikan kepada masyarakat konstituennya. Ada yang berupa alat musik rebana, tabungan di bank, dan bahkan karpet pun ada. Pangkal soalnya gampang ditebak : si caleg kalah alias tidak mendapat suara yang diharapkan dari masyarakat yang telah disogoknya.

 

4. Sifat pemberitaan media massa sangat cenderung mengobarkan sinisme umum terhadap caleg. Seolah-olah semua caleg adalah politisi busuk. Ironisnya, pada saat yang sama, media massa sangat ramah terhadap caleg dan capres yang beriklan di medianya. Sejatinya, tabiat media massa sama saja dengan semua politisi dan masyarakat awam; yang memaknai serta memanfaatkan panggung politik dan pemilu demi fulus semata-mata.  Cuma kelompok golput saja yang bisa dipastikan tidak ikut aji mumpung alias nihilis.

 

5. Meski belum tersedia data resmi, namun bisa dipastikan Pemilu 2009 telah menimbulkan dampak positif  bagi perekonomian nasional, utamanya di bidang jasa, perdagangan, dan sebagian manufaktur. Berdasarkan perkiraan kasar saja kemungkinan perputaran uang yang terkait dengan pemilu tak kurang dari Rp 300 triliun; mulai dari kucuran APBN lewat KPU sampai pengeluaran caleg dan capres untuk belanja iklan, atribut-atribut kampanye, transportasi, komunikasi, artis, sampai uang saku peserta kampanye dan buat “serangan fajar”. Dengan kata lain, tidak benar bawa pemilu merupakan pemborosan, tapi malah sebaliknya menjadi instrumen pemerataan ekonomi dengan cara yang serong. Lebih baik dong orang-orang kaya itu membelanjakan uangnya di sini, karena tergiur kekuasaan, daripada mereka hambur-hamburkan di luar negeri, iya kan ?     

 

6. Pemilu 2009 membuktikan untuk kesekian kalinya bahwa rakyat Indonesia sudah sangat dewasa dan matang dalam berdemokrasi. Jika di banyak negara lain masa  kampanye dan hari pemilihan selalu menimbulkan kecemasan bakal terjadi kerusuhan, di Indonesia mah asyik-asyik aja. Pada kampanye kemarin masyarakat Indonesia sangat nyantai dan syur, karena hampir semua acara kampanye menyuguhkan konser musik dan goyang erotis biduan-biduan seksi. Dan, partai-partai yang dulunya ngotot menggolkan UU Pornografi, kali ini sengaja melanggar undang-undang “porno” itu demi menghibur rakyat. Baik ya…

 

7. Bicara soal kontroversi UU Pornografi bakalan tidak habis-habisnya, dan bisa menjadi tindakan pornografi tersendiri. Karena itu baiklah kita batasi membicarakan topik ini hanya terkait dengan PKS. Pertanyaan iseng aja nih : apakah kecenderungan merosotnya dukungan terhadap partai ini lantaran tidak menghidangkan goyang erotis di panggung kampanyenya ? Atau, jangan-jangan manuver PKS yang mempahlawankan Soeharto dalam iklannya yang menuai kontroversi, dan usahanya menyamar seolah-olah partai terbuka, justru dianggap terlalu “erotis” atau masuk kategori pornografi politik oleh para pendukung dan simpatisannya sendiri ? 

 

8. Waktu hari pencontrengan kemaren, suasana di TPS-TPS benar-benar mencerminkan sikap masyarakat Indonesia yang kekeluargaan, ramah-tamah, toleran, dan penuh canda. Meski dilarang oleh undang-undang, masyarakat merasa oke-oke saja saling mempengaruhi bakal pilihan masing-masing. Ada yang mengaku bingung milih siapa atau partai mana; lalu ada yang nyodorin nama caleg dan partai tertentu. Ada juga yang jauh-jauh hari sudah bertekad menerapkan secara konsekwen slogan pemilu yaitu jurdil, alias mencontreng semua kandidat…..   

 

9. Masyarakat kita memang punya karakteristik tersendiri yang pasti memusingkan para pakar politik di dunia barat. Kalau buat para pakar makna pemilu adalah mengoreksi dan memperbarui mandat rakyat untuk satu periode ke depan, itu mah terlalu serius buat di sini. Bagi sebagian besar rakyat Indonesia, pemilu adalah agenda lima tahunan yang penuh berkah, janji-janji kosong, joget, dan kenikmatan bermain-main dengan nasib sendiri. Salah satu contohnya aksi solidaritas spontan masyarakat di lingkungan rumah Wiranto, capres dari Partai Hanura. Mereka masih sakit hati dan merasa ikut dipermalukan ketika Wiranto kalah di TPS di wilayah Bampu Apus (Jakarta Timur) itu dalam Pilpres 5 tahun lalu, yang didramatisir oleh media massa. Makanya dalam pemilu kali ini, semata-mata atas nama solidaritas bertetangga dan demi menjaga citra permukiman mereka, masyarakat di sana membulatkan tekad : Wiranto boleh kalah di tempat lain, tapi tidak di TPS kita . Hasilnya ?  Hanura menang telak di TPS itu.

 

10. Pemilu tak mungkin terselenggara tanpa KPU, dan kali ini kreativitas mereka sungguh luar biasa. Selain berhasil mengubah cara memberi suara dari mencoblos jadi mencontreng, yang berarti harus ada anggaran ekstra untuk sosialisasi, mereka pun sukses besar “menghilangkan” hak pilih jutaan rakyat lewat modus DPT yang amburadul itu. Lebih ajaib lagi, gara-gara tuan-tuan dan puan-puan di KPU itu para arwah pun ikut terdaftar sebagai pemilih. Entah siapa yang diuntungkan oleh kejeniusan KPU yang kelewatan itu…..

 

11.  Tak perlu disangsikan lagi,  Jusuf Kalla adalah politisi sejati yang sungguh lihai. Hanya puluhan menit setelah hasil Quick Count diumumkan; dan menunjukkan keunggulan signifikan Partai Demokrat; Ketua Umum Golkar yang juga Wapres itu kontan menyampaikan ucapan selamat kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Lalu, orang-orang dia  menyetel berita di media massa : JK siap berduet kembali dengan SBY. Orang-orang yang tak suka padanya, dan kaum moralis, kontan bereaksi menuding JK sebagai manusia plin-plan. Pasalnya, sebelum pencontrengan dia sesumbar akan maju sebagai calon presiden, bahkan disertai “kecap” bahwa pemerintahannya bakal lebih cepat membawa perubahan dibanding pemerintahan SBY. Orang-orang lupa bahwa makna politik buat  JK adalah seni memanfaatkan setiap peluang dan cara untuk (ikut) berkuasa…..

 

12. Orang-orangnya SBY sendiri tak kalah lucunya. Entah karena kelewat mabuk kepayang oleh eforia kemenangan, beberapa politisi Partai Demokrat berulang kali mengatakan kepada media massa bahwa SBY akan bertindak hati-hati dalam menyusun pemerintahan. Buset dah. Emangnya pemerintahan disusun berdasarkan hasil pemilu legislatif ?  Sing eling, coy….wong pertandingannya aja belum dimulai…..

 

13. Media massa juga meniup-niupkan bahwa Megawati akan akan membentuk “trio” dengan Wiranto dan Prabowo Subianto. Lho ?  Mereka bertiga kan sama-sama pengen jadi capres, berarti “suara satu” semua dong….bagaimana mungkin mereka membentuk “trio” yang kompak dan merdu ?     

 

12 Tanggapan to "Mati Ketawa Gara-gara Pemilu 2009"

Horas ma di Datulangi!.
Marhata hita majolo au ate tulang.
PEMILU-PEMILU
Ai ahu pe lam geok2 do huhila manjaha nasinurat ni tulang i.Gabe taringot ahu tu ari Minggu i(Paskah), dung sidung partangiangan buha-buha ijuk, mangopi dohot mangallang lappet do ruas i di alaman ni gareja. Marsarita dongan sahalak ama, ditikki masa kampanye adongma nalilu tim kampanye ni sada partai tu jabuna, diboan dua koli kaos partai, hape dang simpatisan amattai, jempek sarita dijalo amattaima baju i, di pallean mai tuakka hombar jabuna, adong na-2, adong na-3, gabe las ma antong rohanasida na dapotani, Ia molo anakkon ni amattai tolube ma nasida. Alai adongdo komentar ni sahalak anaknai,; ise mamakkei bapa, maila iba mamakkei , ninna. Roma inongna di alusi anak nai: pakkema, asa tabba ari- arim di jabu, molo modom pakke i. Ro muse amattai didok,: daga- daga puang, ia ho ari-arim nabaru, pittor sahali tolu muse, molo iba najoloi, ari-ari niba naburuk do, ipe nga sipata maribak, hape ho maila!?? Sambil mekkel subing amattai tu inattai. Ro anaknai pittor di alusi amattai,; dang alani bajunai bapa!. Alaniaha do? Ninna bapak nai. Ro anak nai di alusima, ” PANGALAHONI CALEG NAI DO BAPA,….”. Daga- daga-daga…..Pemilu- pemilu.
Gabe attar gogo ma ekkel nami tikki i, apala pas muse sadari i monang Jesus i sian hamatean i, talu si bolisi, songon partai ni si caleg naso tikkos pangalahonai. Horas

Bang tulisannya bagus !!
dalam dan apa adanya.

Turut simpati untuk para caleg yang kalah…
Apa mau dikata, siapa suruh mereka berlaga tanpa perhitungan yang mantaps

hehe … tentan sindiran ke PKS itu ? hehe kena tuh ! nice job !

yah seandainya PKS tetep konsisten aku bakal milih tuh… karena nggak ya,,, akhirnya golput aja

Tulang,

seperti biasanya, tulisannya menarik dan otentik, #4 dan #5.

12. Buset dah…….
Mari mabuk semabuk mabuknya, sepeti sajak Li Tai Po yang ditulis kembali di http://www.facebook.com/photo.php?pid=427607&id=1185672717&comments=#/profile.php?id=1185672717&v=app_2347471856&viewas=1423780347

salam dari bandung

di negara para badut, penyembah kekuasan tidak punya rasa malu terus membodohi rakyat, dan para rakyat jelata bangga dengan kebodohannya

Hari kartinimu bukan hari kartiniku

Masih layakkah kita memperingati hari kartini
kalau masih ada perempuan Indonesia
mencari nafkah dengan cara seperti ini,
Walaupun halal
http://esaifoto.wordpress.com

Salam kenal bang.

Maen kalee judul blog nya yaa… :)

syukurlah ada sisisisi humor dari pemilu kemarin. supaya jangan terlalu stress.

wkwkwkkw parah dah,makanya jangan terlalu seneng atau strees

assalamu alaikum wr. wb.

alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Gak Jelas? :|

Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.

Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

wassalamu alaikum wr. wb.

@ Bernat Sinaga

Santabi laeku, on do pe sanga ahu mambalos komentar ni lae na mansai hona di roha, geok, jala “mencerahkan”.

Songoni ma na masa di negaranta on lae, ba tama ma hita marbisuk di na lao mamillit manang so mamillit pe.

Mauliate
Horas

@ekaria 27

Terima kasih. Aku tiba-tiba dirasuki selera humor yang pahit melihat kenyataan yang ada dalam pemilu kemarin.

Salam

@ 848

hehehe…memang tulisan itu ditujukan buat nyindir. Thx kalau dianggap kena sasaran.

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 411,760 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: