batak itu keren

Sebuah Pengakuan : Orang Minang Iri Melihat Kemajuan Etnis Batak

Posted by: tobadreams on: 3 Maret, 2009

Tapi hari demi hari, saya makin simpati pada barisan Batak ini. Saya melihat kejayaan orang Minangkabau masa lalu pada kaum pemakan celeng ini. Cerita kesuksesan kaum minoritas Minangkabau di masa lalu, terulang pada kaum Batak.

Saya berharap ada kaum Batakkabau yang menerima saya menjadi bagiannya, dengan senang hati saya rubah suku Sikumbang ini menjadi marga Simatupang.

Si Batak, from Anjing to Kerbau

Oleh : Angin Petang

SEPERTI banyak orang Minang yang tumbuh dan besar di kampung, saya naturally tidak punya kesan dan persepsi yang bagus tentang orang Batak.

Batak adalah kafir pemakan anjing. Tentu juga makan babi, tidak beradat, maling, perampok, mabuk, dan ujung titit tidak dipotong, adalah hal-hal lainnya yang worth to mention.

Tentu berbeda sekali dengan orang Minangkabau yang islami, beradat dan santun, serta berbudaya.. Berbeda sekali dengan orang Minang yang katanya berpendidikan dan berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Orang Batak adalah kaum yang malang berbudaya rendah dan sayangnya juga mantiko, menyebalkan dan berpeluang besar jadi sampah masyarakat.

Mungkin tidak hanya saya, banyak Batak sendiri yang mencoba membangun jarak dengan kebatakan mereka. Lihatlah, betapa Mandailing, Angkola, dan juga sebagian Karo atau Dairi-Pakpak mencoba memutuskan asosiasi dengan kebatakan mereka. Bahkan, banyak yang terang-terangan di pantai timur menjelma menjadi Melayu.

Namun, belakangan, banyak hal-hal baru tentang orang Batak yang saya ketahui. Nggak semua batak jadi kernet bus, banyak yang jadi sopir juga, dan sekaligus pemiliknya. Banyak juga Batak yang motong ujung tititnya, nggak makan anjing, nggak makan celeng. Banyak batak yang rajin ke mesjid, bernama arab, dan berjilbab ria. Banyak Batak yang mentereng, wangi, mengkilat, dan gak berjigong. Banyak batak jadi camat, lurah, menteri, bupati, gubernur, rektor, dan pengusaha. Banyak Batak yang cantik jelita, tampan rupawan, ganteng rumanteng.

Di Bandung, saat nyasar sekolah di jurusan dan fakultas top di kampus yang katanya paling top se-Indonesia, saya baru menyadari betapa banyak Batak cerdas berseliweran. Kalau Minang perantauan diexcluded, surely lebih banyak si Batak pintar di kampus ini daripada si minang. Batak-batak ini tak hanya senang bergitar, mereka juga pintar bernyanyi bersama dalam paduan suara harmonis. Dan saya nggak sempat lihat mereka makan anjing, malah pada rajin ke restoran padang.

Selain berambut hitam, berjakun, dan berpantat dua, banyak kenalan dekat Batak saya yang berhati lembut, santun, dan pemurah hati. Ingin rasanya saya menuliskan nama-nama teman lama Batak itu di sini.

The reality is… tertinggal beratus-ratus kilometer di belakang, Batak melaju kencang, dan dengan mantap menyalip Minang yang senang berlenggak-lenggok seperti banci dengan pantun-pantun dan ayat-ayat al quran berhahasa arab kuno itu.

Di Jakarta, Batak menyelip di antar ratusan pedagang Minang, dan menggeser pelan-pelan, bahkan mendominasi di beberapa titik. Lebih banyak pengusaha baru sukses Batak daripada Minang. Lebih banyak insinyur berkualitas Batak daripada Minang. Lebih banyak eksekutif baru Batak daripada minang. Jangan ditanya pengacara, hakim dan jaksa Lebih banyak Batak jadi politikus dan birokrat daripada Minang. O iya, ada Hatta, Sjahrir, Agus Salim, dll…iya, di abad lalu…

Penulis dan sastrawan? Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, Idris, Adinegoro, etc? Masih untung masih ada Pak Habe dan Pak Edizal. Dan yang jelas semakin banyak perempuan cantik lebih tergila-gila pada Batak sukses, regardless ujung titit mereka dipotong atau tidak, daripada Padang bau rendang.

Ada beberapa nama Minang yang mencoba terseok-seok menyaingi Batak, tapi mereka lebih Minang perantauan yang tidak terikat pada nilai-nilai primitif Minang.

Yang tersisa? yang tersisa bagi orang Minang adalah keirian, setidaknya bagi Minang seperti saya. Tidak gampang mengubah perspective yang sudah built-in tentang kaum inferior bernama Batak, pemakan anjing, titit berujung, perampok, pemabok, dan yes kafir…Yang ada adalah keirian. Ini sangat berat bagi orang Minang, menghadapi kenyataan menyakitkan ini.

Tapi hari demi hari, saya makin simpati pada barisan Batak ini. Saya melihat kejayaan orang Minangkabau masa lalu pada kaum pemakan celeng ini. Cerita kesuksesan kaum minoritas Minangkabau di masa lalu, terulang pada kaum Batak.

Menolak adat dan kebiasaan yang tidak sesuai jaman dan tidak produktif; belajar dan mengadopsi peradaban, kebudayaan, dan pengetahuan baru dari Eropa atau Timur Tengah; kritis, berani berbicara dan bertindak; membuka mata, telinga, dan hati lebar-lebar… semuanya adalah pondasi kesuksesan orang Minangkabau di masa lalu.

Hal yang dilupakan telak-telak oleh orang Minangkabau sekarang, diambil alih dengan mantap oleh orang Batak. Orang Minang senang meringkuk dalam tempurung adat bersyandi syarak, dan syarak bersandi kitabullah itu. Rajin menghapal pantun-pantun dan ayat alquran berbahasa arab, dan berpegang padanya erat-erat, very tightly.Tidak punya nyali dan titit untuk melangkah keluar dari tempurung kecil berselimut sabut kelapa jamuran itu.

Setiap kali saya membaca koran, majalah, internet, dan menonton tivi..saya seperti melihat Muhammad Hatta dengan marga Situmorang sedang berbicara atau dibicarakan, saya seperti melihat Sutan Sjahrir dengan marga Panggabean; M Natsir Simbolon, M Yamin Pangaribuan, Agus Salim Butar-Butar, Adinegoro Hutabarat, Chairil Anwar Harahap, Sutan Takdir Alisjahbana Simanjuntak, Marah Rusli Siagian, Rohana Kudus Napitupulu, Rasuna Said Siregar, Abdul Muis Tobing, Tan Malaka Marpaung, Buya Hamka Pardede….

Menurut majalah Tempo, 6 dari 10 tokoh Indonesia paling berpengaruh di abad 20 adalah kaum minoritas Minangkabau. Quite possibly, untuk abad 21, enam dari sepuluh tokoh itu adalah dari kaum minoritas Batak.

Nampaknya, mimpi saya untuk melihat orang Minangkabau membangkit batang terendam, mengulangi kejayaan masa lalu tercapai sudah, melalui kaum Batak kafir pemakan anjing ini.

Tapi, sebaiknya saya berhenti mengasosikan Batak dengan anjing, baiknyalah dengan kabau alias kebo. Kerbau adalah simbol kemenangan orang Minang di masa lalu = ‘Minangkabau’. Namun, kini orang Batak jelas lebih berhak memanggulnya…Batakkabau!

Saya berharap ada kaum Batakkabau yang menerima saya menjadi bagiannya, dengan senang hati saya rubah suku Sikumbang ini menjadi marga Simatupang.

—————————————
Angin Petang adalah nickname pemilik blog htpp://anginpetang.wordpress.com/

107 Tanggapan ke "Sebuah Pengakuan : Orang Minang Iri Melihat Kemajuan Etnis Batak"

Minang, from Kerbau tu Puma, Jaguar, etc.
Di semilir angin petang; breeze, tekad utuh berpadu membuang keirian, membangun kembali pondasi kesuksesan di masa lalu. Nyali dan titit kan strong enough, kerbau kan berubah jadi jaguar.

namanya dinamika, perjuangan, hasrat lepas dari keterkungkungan dan ingin maju. Alami sekali. Kalau kebetulan nyalip, itu hanya statistik.

Walau kita dilambung habis2an dalam tulisan saudara kandung kita ini, jangan sekali-kali terlena. Kemampuan atau lebih tepatnya kemauan untuk ber-otokritik-ria, adalah modal terpenting menuju kemajuan.

Tulisan di atas, bagi saya, sebenarnya lebih bermanfaat buat bagi saudara kita suku Minang, karena akan menyadarkan. Sementara bagi kita halak Batak, bisa jadi justru melenakan. Dan terlena itu, kecuali sebagai lagu dangdut yang dinyanyikan Ike Nurjanah, tak pernah bagus.

Gak nyangka begitu jeleksifat dan karakter batak dimata suku lain…

mereka hanya melihat suku batak itu dari sisi mereka. seolah2 hanya adat dan budaya mereka yang benar dan bersih. makan anjinglah, babilah, gak disunatlah..

padahal nenek moyang batak ito orang orang hebat dijamannya. juga punya adat istiadatnya yang mengajarkan kebenaran, bukan basa basi…yang isinya kebohongan belaka.

Menurut saya tulisan itu bukan pujian bagi orang Batak. Kalau tulisan itu dianggap sebagai cerminan iri orang Minang terhadap orang Batak. Kenapa harus iri sama orang Batak.

Kalau merasa Minang agak “mundur”, kenapa harus dibandingkan dengan Batak. Mundur ya mundur, tak perlu dikait-kaitkan dengan Batak.

Cara pengungkapan karakter orang Batak diawal tulisan, saya nilai adalah sarkastisme yang keterlaluan. Kalau ada orang Batak yang jadi perampok, bukan karena ia suku Batak. Emangnya perampok cuma orang Batak aja.

Tulisan itu saya nilai sebagai “musang berbulu ayam”.
Horas

Batak adalah batak ga pake embel embel segala, kalo kamu salah penilaian selama ini dgn orang Batak ya baguslah, kasih taulah dgn saudaramu dari Minang, bahwa manusia dari segala suku itu ada cantik, jelek, baik , jahat so kalo kamu iri dgn kemajuan Batak ya bangunlah sukumu itu dgn baik , bagaimanapun kalo kamu minta marga Batak so what gitu loh kamu tetap aja Minang, itulah kita di Indonesia berbagai macam suku kita disini mari kita saling menerima, buang rasa curiga, berdamai satu sama lain.

Bah! Bah! Bah!

Iyokan nan di urang,
Lalukan nan di awak,
Cenah … !

Salam Pikir Tiga!

dengan pantun-pantun dan ayat-ayat al quran berhahasa arab kuno itu.

MOHON DIKLARIFIKASI LAGI KATA-KATA YANG JELEK INI, apalagi sepertinya nada bukan orang muslim. Ingatlah!!! saya mampir di blog anda dan berkomen cuma untuk mengingatkan agar anda berhati-hati!!!!

mestinya dibaca lagi itu postingan lanjutannya oleh pemosting yang lain:

http://groups.yahoo.com/group/aktivis_minang/message/6017

dianggap dengan binatang kita orang Batak…saya sudah tulis email ke dia belum ada jawaban pula

@ G Meha
@ siboto lungun
@ Nesia
@ radja nadeak
@ Togar Silaban
@ Ellmora

Tulisan ini aku ambil di blog http://anginpetang.wordpress.com/
dan kemudian aku repost di sini dengan dua pertimbangan :

1. Aku sangat yakin kita orang Batak–utamanya para Batak Keren pengunjung blog ini, dapat menikmati tulisan teman kita yang mengaku orang Minang ini sebagai menu alternatif–yang mungkin saja terkesan kurang sedap, tapi tidak akan membuat kita “muntah” atau “sakit perut”.

2. Tulisan ini sebenarnya memiliki nilai yang tinggi, asalkan kita mau menyikapinya sebagai ungkapan yang jujur mengenai penilaian kalangan etnis Minang terhadap Batak. Dan, ada baiknya kita tahu seperti apa persisnya pandangan dan penilaian etnis lain terhadap Bangso Batak, untuk memperkaya visi kita mengenai diri sendiri dan etnis lain.

Mauliate,
Horas

Kalau benar artikel dengan judul diatas ditulis oleh saudara kita dari etnis Minang, maka ngak salah kita mengetahui persepsi orang lain tentang orang Batak. Saya pribadi punya banyak teman Indonesia dari etnis Flores, Ambon, Papua, Jawa, Sunda, Bali, Menado,Toraja, Palembang, Melayu dan lainnya yang pernah menyampaikan persepsi mereka tentang orang batak baik keunggulan dan kelemahannya. Streotip orang Batak dari sub etnis Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing/Sipirok, Pakpak tentu berbeda karena dipengaruhi oleh alam / lingkungan hidup , nilai-nilai adat dan agama lokal serta interaksi dengan orang dan budaya lingkungan sekitarnya. Yang penting kita dapat melakukan instrospeksi diri untuk memperkaya kelebihan kita dan meminimasi kelemahan kita sehingga menjadi orang-orang yang unggul di bidangnya masing-masing alias Batak Keren.
Dulu guru-guru dari Tanah Batak dikenal sangat berkualitas karena mereka sangat disiplin dan berusaha mencerdaskan anak didiknya semaksimal mungkin tapi saat ini terjadi erosi kepribadian akibat pengaruh zaman yang mengarah ke hedonisme. Pengacara-pengacara orang Batak sekarang dikenal sebagai otak mafia pengadilan di Indonesia jadi menurunkan citra sebagai pejuang keadilan. Persepsi orang-orang tersebut mudah-mudahan tidak benar sepenuhnya dan estafet untuk membangun citra orang Batak tentu terletak pada generasi muda Batak saat ini. Kita berharap para pemegang tongkat estafet ini akan mawas diri dan berusaha memperbaiki pencitraan yang negatip yang ada saat ini sehingga kedepan kita dapat sejajar dengan etnis-etnis lain dari seluruh dunia yang unggul dalam banyak aspek kehidupan.
Jayalah Batak, Salam dari Kota baja – Cilegon Banten.

@all

Aku mau nanya,
“Bah!” itu kata seru milik Batak semata,
Ato masih ada suku lain yg memakainya?

Lalu,
Apa bedanya klo dia berseru dgn “Bah!”
Sekali saja dgn “Bah bah bah!” tiga kali?

Katanya sih,
Klo bah-nya sekali saja, itu utk “nge-move” lawan bicara,
Tapi klo bah-nya tiga uda kali, itu pertanda dia “ke-move”
Oleh sesuatu, artinya “Something wrong!” (but not me)

Salam Pikir Tiga!

Janganlah kecut ataupun marah hanya karena membaca tulisan dari urang awak tsb. Barangkali, saudara itu termasuk PTL = Pariaman Tembak Langsung, alias urang awak asal Pariaman yang langsung ngikutin orang sekampungnya jual sate di Bandung atau di Indramayu sekitarnya.

Pada dasarnya, urang awak yang telah maju pola fikirnya berasal dari daerah Payakumbuh, Padang, Bukittinggi dan bahagian Barat Laut & Utara dari Sumbar. Karena dari Zaman Belanda sudah berdiri Lembaga Pendidikan. Jadi, urang awak yang aslinya dari daerah2 tsb sangat banyak yang berhasil dalam bidang masing-masing. Beda dengan saudara yang membuat tulisan2 yang “Menghina” dan “Menajiskan” suku BATAK tsb. Hal itu masing-masing dapat kita lihat di sekeliling kita. Mungkin diantara rekan2 di sini banyak juga yang mempunyai kawan karib asal URANG AWAK ini.

Saran saya adalah, biarkan ANJING MENGGONGGONG…SOLU BOLON TETAP BERLALU..!!!

They’re NOT our LEVEL. Jangan Terprovokasi, mari kita bentuk visi kita jauh ke depan. Ke arah pergaulan dunia yang semakin mengglobal, dimana tidak ada lagi yang memperdebatkan ke-sukuan dll.

HORAS, ORA ET LABORA….

yang jelas hidup batak!!!memang susah menjadi suku yang terkenal dan keren,,,,digosipin terus,,,

Saya sependapat dengan pak Raja Huta bawah, tulisan diatas mempunyai nilai yang tinggi karena keberaniannya untuk jujur tentang penilaian mereka terhadap Batak, sekalipun keberanian beliau (angin petang) belum benar benar berani karna belum berani untuk menegor teman sesukunya yang menganggap manusia dari suku lain sama dengan binatang.
http://groups.yahoo.com/group/aktivis_minang/message/6017

if you want really to know how i see the world, pls read through all articles in my blog. one or two articles might not truly represent who i am.

saya tidak mengharapkan sanjungan dan tidak peduli dikritik di dunia maya ini. namun diam-diam saya selalu mengevaluasi diri melalui kritik. blog saya sebagian besar merupakan tulisan saya beberapa tahun yang lalu waktu saya masih tinggal di jakarta, yang kemarin-kemarin coba saya kumpulkan. anda boleh kritik caci maki saya di blog saya, bebas.

saya bukan jurnalis atau kolumnis, saya pedanga yang nyambi jadi sastrawan dan seniman, tapi gagal. hence, the way i express my view and opinion might be different from orang banyak.

orang batak tidak banyak berbeda dengan orang indonesia lainnya, banyak kelebihan dan kekurangan. namun, untuk saat ini saya husnul yakin orang batak memiliki lebih banyak kelebihan dari orang minang. tapi tidak ada yang bisa menjamin masa depan buat orang batak — kecuali orang batak sendir. belajar dari orang minang tidak salah, belajar dari kejayaan mereka dulu kala, dan belajar dari kemerosotan mereka.

apakah saya iri terhadap orang batak? ya, dalam arti positif. saya ingin saudara-saudara saya orang minang ‘iri’ terhadap orang batak, dan terpicu untuk mengejar keteritinggalan. tapi terserah mereka, saya bukan siapa-siapa.

men-steoretype-kan suku lain adalah bukan monopoli orang minang. banyak orang batak yang menganggap orang minang pelit, tidak bisa dipercaya, suka menang sendiri. banyak orang makasar bilang orang jawa, lain dimulut lain dihati, suka menusuk dari belakang, etc. ini realita yang harus diterima — bukan ditutupi — untuk diperbaiki.

berbangga terhadap diri sendiri gampang, tetapi mengkritisi diri sendiri hesek pisan, kata orang sunda. kita perlu bercermin banyak-banyak. seperti dalam salah satu tulisan saya, bercermin saja tidak cukup.

ok lah, lay, aden sakik paruik sasudah makan randang ayam, tacirik aden ciek dulu.

http://anginpetang.wordpress.com/

satu lagi, dugaan saudara david sinambela benar sekali, saya bukan berasal dari daerah padang, bukittinggi, atau payakumbuh sekitarnya. tapi juga bukan dari pariaman. saya belum pernah berdagang sate, tapi nggak tau nanti-nanti. nasib orang siapa tau.

http://anginpetang.wordpress.com/

nah ini satu lagi, saya lebih terbiasa mencaci maki diri sendiri daripada orang lain. karena saya orang minang, islam, indonesia, maka saya lebih senang mengkritisi orang minang, islam, indonesia. tapi tidak ada yang akan bisa menstop saya jika saya ingin mengkritisi orang lain. walaupun itu bukan kebiasaan saya.

@ anginpetang

Salam kenal kawan.
Aku respek pada sikap, visi dan integritasmu.

Negeri yang sakit ini membutuhkan lebih banyak orang-orang seperti Anda; meski sebagai resikonya Anda akan dianggap menyimpang, penghianat, dan bahkan sesat. Itu adalah sebuah kehormatan bagi orang-orang yang jujur pada diri sendiri, pada realitas, dan kebenaran yang diyakininya.

Tabik.

Salam Maya!

Bravo anginpetang!
Bravo Batak keren!
Liberate rohani kita!

Salam Maya lagi!

@ Maren Kitatau

Salam persaudaraan. “Mankind is One”

H O R A S

Horas jala gabe!

Omong-omong, Lae!
Gimananya pendapatmu
Ttg satu “Bah” dgn tiga “Bah”

Salam!

kayak sebuah rangkaian kata kata dalam puisi… kenyataannya tidak seperti itu banget koq, masih banyak orang orang batak yang terpuruk seperti saya dan tidak bisa mengikuti orang orang batak yang sudah lebih dulu maju.

Horas

Orang bijak mengatakan bahwa kata-kata yang mengungkapkan kebenaran biasanya pahit di dengar, apalagi bila kata itu diucapkan apa adanya, “to the point “ tanpa basa basi; bisa membuat merah telinga yang mendengarnya.
Setelah membaca kumpulan artikel dari Anginpetang sesuai anjurannya, (saya kutip pernyataan nya pada Maret 6th, 2009 at 12:29 pm) “ If you want really to know how i see the world, pls read through all articles in my blog. one or two articles might not truly represent who i am “ Now I know who you really are. Sepertinya Anginpetang menganjurkan perubahan “mindset” dari urang awak yang senang meringkuk dalam tempurung adat bersyandi syarak, dan syarak bersandi kitabullah. Anginpetang menganjurkan urang awak agar berani membuka cakrawala fikirannya, berfikir secara rasional, berani melawan adat dan kebiasaan yang sudah tidak cocok denga zaman, dan yang membelenggu kemajuan zaman itu sendiri. Pendapat Anginpetang menyatakan bahwa cerita kesuksesan kaum minoritas Minangkabau di masa lalu, terulang pada kaum Batak.
Memang ada beberapa kesamaan sejarah perjalanan suku Batak dan Minang, misalnya tradisi (adat istiadat) yang diwariskan para nenek moyang, etnis minoritas, kondisi daerah yang minim SDA shg sulit untuk memajukan daerah, kompensasinya adalah fokus meningkatkan SDM sebagai salah satu modal utama yang bisa diandalkan. Jadi kalau banyak yang merantau meninggalkan tanah Minang dan tano Batak (ada orang bilang lebih banyak dirantau daripada yg tinggal dikampung) itu adalah konsekuensi logis dari hal-hal seperti diatas.
Menurut saya, dari zaman awal proklamasi orang Batak sudah maju, saya akui untuk orang-orang besar sekaliber Moh. Hatta, Moh Natsir, St. Takdir Alisyahbana ( level nasional ) memang masih ketinggalan dari orang Minang. Kemajuan orang Batak itu bukan karena melepaskan diri dari kungkungan adat istiadat, disitu perbedaannya. Halak Hita ( Orang Kita bhs. IND, Urang awak bhs. Minang) yang berada dirantau tetap melaksanakan adat istiadat yang diwariskan itu dengan beberapa penyederhanaan ( simplifikasi ) tanpa menghilangkan substansinya. Karena orang Batak sadar apabila substansinya hilang maka tatanan hubungan kekerabatan akan lenyap, rusak, yaitu “ Dalihan Natolu “ . (Kaki Tungku yang Tiga, bhs. IND) yang mengatur hubungan kekerabatan diantara keluarga asal ibu/isteri – namanya Hula-hula ( mamak di Minang ), keluarga satu marga dari ayah – namanya dongan sabutuha / dongan tubu dan keluarga adik / kakak perempuan / atau kakak / adik perempuan dari bapak / kakek – namanya boru. Boru wajib menghormati Hula-hula, dan Hula-hula wajib mengayomi dan melindungi boru ( Somba marhula-hula, elek marboru ) sedang interaksi diantara para dongan sabutuha adalah komunikasi yang saling menghormati dan menghargai ( manat mardongan tubu ). Dan uniknya posisi masing masing Hula-hula, Boru dan Dongan Tubu tidak tetap, akan berubah tergantung dilingkungan keluara mana dia berada. Sehingga masing – masing pernah menjalankan peran sebagai Hula-hula/Boru dan Dongan Tubu yang secara tidak langsung mengajari Halak Hita bersikap menyesuaikan diri dengan situasi. Juga filsofi Dalihan Natolu ini menjadi perekat bagi Halak Hita di rantau dalam memelihara kekompakan diantara sesama, saling tolong menolong.
@ Anginpetang
Penghargaan yang tulus bagi anda yang berani melawan arus demi kemajuan, banyak yang berpikiran seperti anda itu ( juga orang Batak ) yang merasa tidak nyaman dengan acara-acara adat yang memboroskan waktu, tenaga dan biaya – tidak produktip; tapi seperti anda itu masih jarang, wacana memang ada tapi pengungkapan seperti yang anda lakukan belum pernah saya dengar. Ingatlah saudaraku, setiap usaha perubahan akan selalu mendapat penentangan dari para pihak yang sudah mapan, yang tidak mau kehilangan hegemoninya , itu adalah hukum dunia.
Barangkali kita perlu meniru cara pujangga Marah Rusli, St Takdir Alisyahbana, Abdul Muis melalui tulisannya yang bertujuan mengkritik tradisi kawin paksa (Siti Nurbaya ), tidak baik kawin beda bangsa ( Salah Asuhan ) dll.
Salam persaudaraan

Salam teman- teman, sebenarnya adalagi tanggapan yang masuk ke milis aktivis muda minang setelah tulisan si angin petang, dimana orang batak itu dianggap binatang oleh orang minang. Orang ini menggunakan nama sangkakala. maksudnya sambungannya setelah tulisan si angin petang itu…

Re: Si Batak, from Anjing to Kerbau

Orang Batak… saya lumayan banyak bergaul dgn orang-orang dgn ras
ini…

Pada dasarnya sifat mereka ini kareh angok, terus terang dan dgn aksen
suara bergaung meninggi agak meletup-letup… tampang dan postur lebih
proporsional sep orang-orang eropa (jangan-jangan mereka-mereka orang
batak ini yg keturunan dari alexander yg terdampar dipulau sumatera
dan mengasingkan diri disekitar danau toba)… Toh moyang mereka
dulunya kanibalisme pemakan daging manusia dan juga penikmat anjing yg
mengingatkan saya ttg sifat eropa nazi pemakan manusia… juga doyan
tuak dgn lapo-lapo tuak dan suka ribut dgn terakhir mati konyollah
abdul azis angkat si ketua DPRD Sumatera Utara oleh orang-orang asal
dari ras ini..

Dari karakter mereka agak lebih terbuka dan sedikit punya naluri
kebinatangan seperti layaknya ras eropa yg punya energi mau menang
sendiri dgn otak encer dan suka buka suara apa adanya… coba lihat
gaya dari pengacara-pengacara papan atas kita yg terlihat garang,
juga banyak artis-artis cantik indonesia yg kawin dgn binatang-
binatang dari ras ini yg suka cumbui wanita dan terlihat jantan juga
doyan cumbui wanita.. ini memang belum sebuah kesimpulan sahih, perlu
pendalaman penelitian lebih lanjut….

Sementara orang Minang yg kabarnya bertali darah Alexander the Great,
nyatanya banyak yg berpostur rendah semampai dgn bahu bulat dan pipi
tembem, meramah-ramahkan diri, perasa, juga berbicara lemah lembut,
sedikit pelit, penuh pertimbangan, yg kalo berantem kedepankan dulu
perang mulut dan lalu lari kalo diajak berantem beneran (maaf tidak
termasuk saya yg kalo diajak bacakak ayo saja, apalagi kalo cakak
suara alias debat.. saya dah biasa)

Tapi khusus soal bacakak atau berkelahi dulunya orang Minang termasuk
salah satu suku jagoan di Nusantara, lihat perang Paderi yg sudahlah
kita dikeroyok Orang Eropa dan budak-budak afrika dgn koordinatori
oleh urang Ulando, juga dikeroyok pula oleh orang-orang senusantara
mulai dari orang jawa, bugis, ambon, dan termasuk si batak pemakan
mayat, nyatanya perang Paderi berlangung selama 24th mulai dari thn
1821 hingga 1845 walau Bonjol telah jatuh thn 1837)…. Ini bukti
mampunya orang minang dulu soal lego pagai alias perang habis-
habisan…

Sementara soal doyan perempuan, orang minang dulu memang jago, kontras
dgn minang sekarang yg berbini satu saja… dan daya Imajinasi orang-
orang dulu agak lebih unggul dabanding sekarang.. terlihat dari begitu
banyaknya pujangga-pujangga asal Minang yg berurai cerita ttg cinta
dan inisiator-inisiator asal minang yg ambil Inisiatif dalam
pergerakan kemerdekaan..

Dan ttg uang, dari dulu-dulunya orang-orang kita amat penuh kerinduan
ttg yg satu ini, sehingga banyak yg suka dagang, senang bissniss dan
berniaga.. sampai sekarang masih banyak yg berprofesi pedangang dan
bisnismen yg walau kaki limanya disapu oleh si keparat sutiyoso yg
ninik mamak orang minang se jakarta, tapi berbagai belahan pulau Jawa
lain masih ditemui banyak pedagang-pedagang asal tanah minang, dan
anehnya ada juga yg berprofesi mengandalkan lututnya bukan otaknya
yaitu tukang becak.. ini saya temui di daerah indramayu…

Tapi sayang pola bissniss sebagian besar orang Minang masih berpola
tradisional belum memakai manajemen bissniss modern… Kita lihat
pewaralaba dan franchisee asal Jawa dan Sunda lebih unggul dibanding
orang Minang.. Juga konglomerat dan pebissnis internasional asal
Indonesia malahan dipegang jawa juga dgn Sunda mulai naik, plus
pedangang-pedagang bugis juga termasuk beberapa pebisniss asal tanah
batak…

Walau demikian banyak juga orang jawa yg ngomong satu-satunya pribumi
yg bisa bersaing dgn orang cina adalah orang minang.. dan pernah
kemarin saya berdiskusi dgn pebissnis ras cina, dia akui juga orang
Minang pintar bisnis layaknya orang cina dan dia ngomong orang padang
dan orang batak kalo dagang pakai otak layaknya orang cina…
sementara orang jawa berbisnis pakai hari tangal baik, pakai susuk,
penglaris dan klenik, orang minang pakai bismillah dan perhitungan-
perhitungan otak..( saya kurang yakin juga ttg yg satu ini, orang
Minang masih pakai penglaris juga, dan malah masih juga ada yg gagal
dan pulang kembali kekampung)

Karakter orang Minang sepertinya susah bekerja sama dgn banyak orang
dan lebih suka main sendiri, kelola sendiri dan makan sendiri..ini yg
bikin bisniss orang minang susah berkambang dahsyat.. padahal untuk
maju, kita mesti juga bikin maju orang lain.. bisnis maju tersebab
daya beli orang-orang yg naik. kalau orang lain tidak maju maka tidak
ada daya beli dan bisnis orang minang tidak akan berkembang pesat..
Dan segi manajemen modern tidak dipelajari sepenuhnya dan masih
berpola bisnis gaya lama yg kekeluargaan dgn satu tangan pengelola..
padahal bisnis kalo mau besar mesti berani mendelegasikan atau
mempercayakan pada orang-orang…

Orang-orang batak yg dilihat akan mendahului orang Minang, saya kira
ini hanya sebuah kecemasan internal saja bukan realita yg
sesungguhnya… orang batak dgn marga dibelakang nama memang
memudahkan pengidentifikasian atas asal usul mereka… tapi orang ini
bukan bersifat tepo seliro atau tenggang rasa atau lamak diawak katuju
dek urang.. mereka lebih ego yg saya kira sulit untuk diterima dimana-
mana…

tetapi ngomong-ngomong sekarang amat banyak artis kita yg berasal
dari Minang saat ini…. mereka mulai dari Bunga Citra Lestari hingga
Marshanda, Olga pembanyol dan Nirina Zubir dan masih banyak lagi…
sayang sebagian mulai hidup beralih sifat lebih sekuler dibanding
lebih melayu…

Dan ttg prospek orang minang kedepannya.. nah ini yg sulit
diperkirakan.. Dari segi karakter bisa maju, tapi orang kita kurang
sekreatif pendahulu-pendahulu mereka.. dan sepertinya mulai kurang
berdaya inisiatif memulai sebuah gebrakan baru… walau ada satu dua
seperti Rizal Ramli yg calonkan diri jadi Capres Independen,
kebanyakan surut daya inisiatif mereka dan mulai berpola top down, apa
kata diatas harus dituruti…

Mental penurut mulai bersemi dalam struktur saraf orang Minang,
padahal dulunya berfalsafah diiyokan kato urang dilaluan kecek awak…
tidak ada pilihan lain selain berusaha sekreatif inovatif mungkin,
lalu mengambil inisiatif dan bikin kerjasama dgn semua orang yg
mungkin dan terapkan pola manajemen paling modern dan update.. saya
jamin kita tidak akan pernah ketinggalan kereta..

Sang

Bunderan Mangga, Indramayu

dari sumber:

http://groups.yahoo.com/group/aktivis_minang/message/6017

Kepada Bangso Batak dimana pun berada

Barangkali kita semua perlu mengetahui siapa dan dimana keberadaan si angin petang dan si sangkakala, sebab kata – kata yang dikelurkan disini kendatipun hanyalah dunia maya, namun milis ini cukup dibaca banyak orang.

Menurut hemat saya mengutarakan orang Batak itu anjing dan orang Batak itu adalah anjing, adalah sebuah perkataan tidak yang tidak senonoh dan telah menghina seluruh orang Bangso Batak baik dari nenek moyang kita dahulu sampai yang ada sekarang ini. Jadi, hal seperti ini sudah melampaui batas.

Menurut saya, siapa pun si angin petang ataupun si sangkakala, orang manapun dan agama apapun, meskipun mereka orang minangkabau atau padang, darahnya dihalalkan untuk diMATE atau dikorbankan.

Mari kita lacak keberadaan mereka ini dimanapun maupun di milis Gerakan Aktivis Muda Minang, kalau perlu kita acak – acak tuh Gerakan Aktivis Muda Minang, sudah buat kita malu sebagai Bangso Batak.

Bagi siapa yang menemukannya agar bisa menahannya dan selanjutnya diproses secara hukum yang berlaku, jika tidak dijalankan hukum sesuai petuah diatas.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi mereka, orang minang atau padang.

Terima kasih semoga TUHAN mengabulkannya, Aminnn….

BANGSO BATAK

Mauliate

Kalau saya sudah tidak heran membaca tulisan ini, bahkan serangan-serangan seperti ini mungkin sudah dari dulu dilakukan oleh orang-orang Minang tapi tidak terang2an, karena memang mereka tidak suka dengan orang Batak. Saya tahu itu ketika saya secara kebetulan bergaul dengan mereka, waktu itu masih SMA, ( ada bbrp guru orang Minang ), dan saat ini juga.

Saya tidak habis pikir kenapa setiap orang minang yang saya kenal selalu Sifat mereka angkuh, sombong, sok pintar dan memandang rendah terhadap orang lain. Orang Minang itu penakut, bukan tipikal single fighter, dan licik (bukan berarti pintar).

Pada zaman dulu , boleh2 saja mereka mengklaim bahwa mereka lebih hebat, tapi tidak sekarang dan besok.

Apa hebatnya bencong jadi presenter, dan penari? masuk tv.

Tapi terima kasih, anda telah mengingatkan kami untuk selalu waspada, karena Batak yang anda kenal ternyata beda.

Salam

Edismar Parapat

http://groups.yahoo.com/group/gobatak/message/15878

menyinggung perasaan sebagai orang batak

Bagi siapa saja yang mempunyai kebanggaan akan sukunya bisa saja memberi komentar demi kemajuan suku lainnya asal tahu aturan saja apalagi dengan membuat perbandingan dengan kata-kata yang terasa lebih biadab dari yang disebutkannya, bagaimana anda bisa diterima di komunitas batak kalau kata-kata anda sungguh lebih biadab dari kelakuan batak barbar yang anda sebutkan.

Dari perkataan anda ini saja sudah tampak kualitas hidup anda dalam bersosialisasi layaknya seorang penyusup dan pengkhianat ditengah kumpulan batak, janganlah sifat minang yang sudah rusak dimata suku lain anda tambah menjadi rusak lagi, kalau mau jujur saja sebelum anda menilai batak barbar pemakan anjing dan manusia nilai dululah sifat orang minang yang sesungguhnya, buka mata pelajari sejarah pahit minang yang dibenci banyak suku dan masih senang hidup dengan kuasa kegelapan hingga saat ini apalagi di medan orang minang dengan ilmu palasiknya rajin incar bayi yang baru lahir dan ada yang sampai dihajar warga karena ketahuan dan juga pedagang minang pakai hipnotis dan sebagainya.

Aku akui sifat barbar ini bisa timbul kalau ada yang coba main-main dengan orang batak sekalipun ia sudah memeluk agama kristen maupun islam jadi supaya orang batak tidak lagi barbar berilah contoh yang baik dan perkataan yang santun sebagaimana klaim anda akan asal anda yang beradab karena aku sudah saksikan sendiri ketika ada yang coba ganggu orangtuanya ia bersumpah akan minum darah
dan makan jantung orang yang berani mencelakai orang tuanya untung saja hal ini tidak terjadi.

Untuk si Angin Petang dan si Sangkakala, Jangan bermain api kalau tidak mau terbakar ********************** bagi yang merasa orang batak sejati tahan emosi jangan sampai diadu domba rapatkan barisan jangan sampai sejarah kelam terulang kembali.

Silaen Hendrico

http://groups.yahoo.com/group/gobatak/message/15878

Bah!

Aku kliatannya dilewatin lagi nih,
Apa “Bah” itu sama aja dgn “Loh”,
Atau “bah” lebih ngembus dp “Loh”
Gitu loh! Cem mananya … !

Salam!

Perlu uda tahu, semakin Islam seoarang batak, maka semakin cepat karir nya naik…

Dengan kata lain, batak-batak Kristen butuh 2 kali perjuangan lebih berat dari saudara2nya batak Islam untuk mendapatkan posisi karir yang sama…

Sekarang uda bisa mengerti :)

ha ha ha ha

apa perlu kita dengarkan lagi turi-turian kuburan nan dua ?

Ingat padri ? justru inilah yang ingin dibangun olehnya ? kenapa ada Tuanku Rao, Tuanku Tambusai, Tuanku Imam Bonjol ? membangun kekuatan untuk persatuan dan kebersamaan, Tano Batak, Ranah Minang dan Tanah Melayu. Sayang Padri Takdirnya sebagai yang kalah dicaci maki oleh Si Batak dan dikecam oleh si Minang, dan dibumbui pula oleh Tuan Belanda.

Apa Perlu kita baca lagi Turi-turian kuburan nan dua ?

waspada terhdap hasutan “Bangso Batak” (komentar no 26 diatas). Dia ini provokator, sepertinya mau membela Bangso Batak, tapi sesungguhnya mau menjerumuskan.

Sayang caranya terlalu mudah “dibaca”.

Horas jala gabe.

@ orang Minang

Pasukan Padri berhasil masuk ke tanah Batak di Selatan di karenakan para Panglima Padri tersebut adalah dari daerah tersebut, sebagian lagi dari utara.

Kalau murni kalian orang Minang yang masuk ke tanah Batak, mana bisa kalian kuasai itu. Seluk beluk tanah dan kondisi medan yang kalian tidak ketahui. Dan oleh karena kalian juga agama Islam kalian paksakan melalui perang Pdri tersebut.

Ingat, jangan kalian sangkal itu, banyak bukti sejarah.

Kakak Ipar ku Kandung…orang Minang marga Chaniago
ternyata cocok katanya dengan Adat Batak.

Sementara Abang Kandungku yang Batak mulai bosan
dengan seremonial Batak

Sebaiknya mereka membaca BLOK ini ya biar seru
tapi ungkapan LAE sikumbang itu dapat kita maklumi
IOKAN NAN DI ORANG LALUKAN NAN DI AWAK….
BERES KAN…..nah kita perlu memahami BUDAYA MINANG
sehingga kita BATAK Tidak (-) Thinking….

bila perlu masih banyak suku-suku lain membaca BLOG ini
biar kita tahu dimana kekuatan dan kelemahan kita
INGAT…..SEBELUM 2025 ORANG BATAK ASLI
akan menjadi PRESIDEN……baru negara ini benar-benar
BHINNEKA TUNGGAL IKA sesuai CITA-CITA Mendiang
SUKARNO HATTA…..BRAVO BATAKS COMMUNITY

@ togarsilaban

“waspada terhdap hasutan “Bangso Batak” (komentar no 26 diatas). Dia ini provokator, sepertinya mau membela Bangso Batak, tapi sesungguhnya mau menjerumuskan.
————————————-

Sayang, ternyata si togar silaban ini bersekutu dengan si minang, ini namanya batak pengkhianat… persis seperti beberapa panglima perang padri pimpinan minang yang juga orang batak, PENGKHIANAT….

Horas jala gabe.

Maju, dan Jayalah Bangso Batak

Batak itu indah
Batak itu berwibawa
dan terakhir,…Batak itu penuh Kasih.

Berbahagialah menjadi orang Batak sebab orang Batak itu adalah tipe orang yang berani keputusan dalam hal apapun.

Kenapa orang Batak bisa maju?…karena orang Batak itu pemberani.

Membaca judul artikel ini, saya memang menyebut “bah…”. Mulai membaca isi artikelnya, saya menyebut “bah…bah…”. Selesai membaca artikel ini, saya menyebut “ba-ba-bah…” Artinya ada sedikit salah penyampaian dari ‘angin petang’ dan saya harap ‘angin petang’ harus berubah jadi ‘angin sepoi-sepoi’. Take your time to think it!

^
Artinya,
Satu bah untuk tekejut,
Tiga bah untuk something wrong?

Apa kah ada hubungan “Bah”
Dgn “Bah Bolon” atau air bah?
Semoga ada!

Salam Pikir Tiga!

Lumayan banyak tanggapan dari saudara kita orang Batak terutama ditujukan pada
alamat E Mail saya… Terima kasih..

Saya tidak menyangka opini internal rupanya terhembus keluar..

Tiada manusia berkesalahan, bahkan mungkin nabi rasul juga punya sedikit
penyimpangan… demikian juga saya… barangkali..

Pendapat angin petang memang munyulut sebuah pendapat lain, yg mungkin bertolak
belakang dan penuh dgn pemikiran yg tidak diduga-duga…

Opini angin petang memang membawa angin segar bagi banyak orang batak.. tapi
opini seseorang memang tidaklah mewakili semua orang..

manusia ditakdirkan berbeda, punya pendapat yg tak sama… hal ini tersebab
banyak hal terutama pergaulan dan pengalaman sendiri…

Pendapat saya mungkin sedikit tergelincir dari konteks, sebetulnya pada dasarnya
menyamakan etnis dgn binatang adalah hal yg dialami semua suku bangsa.. orang
Jawa menyamakan dirinya dgn Singo, sebagian buaya layaknya surabaya dan lainnya
orang jawa dikatakan bermental rahwana, raksasa…

Orang Minang juga tidak sedikit yg berucap binatang pada etnis sendiri.. kerbau
atau kabau identik dgn mental orang Minang yg mungkin bersedia bekerja keras
tapi liat sedikit penuh pertimbangan.. bahkan ada yg dikatakan beruk atau baruak
atau monyet yg perilakunya seperti monyet yg suka kelicikan, penuh tipu muslihat
dan suka bergerak diam-diam…

Orang Arab menyamakan dirinya dgn singa.. singa padang pasir… orang Cina dgn
dragon atau naga… Orang amerika dgn elang hitam… konteksnya adalah bahwa
semua ras, semua suku bangsa punya semacam energi kebinatangan dalam dirinya

Maka sebuah pendapat ttg kebinatangan pada semua etnis pada dasarnya adalah hal
yg umum walau memang kurang etis menyampaikan secara terang-terangan….

Berkaitan dgn etnis batak yg memang lebih agak agresif, progresif, berani tampil
beda, mampu bersuara keras dan berpikiran tajam, berotak maju, tampil percaya
diri apa-adanya.. saya kaitkan dgn energi kebinatangan yg ada dalam rasnya
dimana terlihat seperti ras eropa yg memang berciri khas seperti itu yaitu
penerobos keterbelakangan dan menuju masa depan yg lebih terang benderang.. dan
itulah yg terjadi pada ras eropa kauikasoid dimana mereka lepas bebas keberbagai
penjuru dan memperlihatkan jati diri apa adanya… itulah yg dimanakan
enlightenment.. penemuan jati diri… Dan sepertinya etnis batak memperlihatkan
corak yg sama.. penemuan keyakinan diri bahwa dirinya mampu tampil baru dgn
energi diri yg kuat….

Sementara orang Minang yg mulai turun, terlihat energi kekuatan sejati mulai
luntur tersebab pola pendidikan yg salah yg semula adat bersendi syarak-syarak
bersendi kitabullah… sekarang malahan Televisi dan arus globalisasi lebih kuat
mempengaruhi orang Minang daripada adat istiadat sendiri.. orang minang mulai
pudar jati diri..

Inilah yg menginspirasi barangkali angin petang dan saya untuk melihat kembali
apa yg terjadi dimasa lalu juga masa sekarang dan apa yg salah? apa kita sudah
maju atau orang lain yg lebih maju dari orang Minang dan apa sebabnya?

Ini bukan masalah iri atau tidak, ini adalah masalah pencarian akar permasalahan
dan solusinya… kita Orang minang diakui telah lebih lembek dibanding dulu..
mungkin juga termasuk saya…

lembek karena apa? ini yg perlu diketahui…. dan sepertinya jawabannya ada
dalam pergerakan banyak orang Batak yg mampu menyeruak keluar dan berani
menyuarakan keyakinan diri ttg hidup, profesi dan posisi… Horas! selamat..

Ketertinggalan orang minang lebih pada perasaan telah terkalahkan dan terimpit
oleh sejarah.. sejarah kaum pemberontak yg pernah kalah…. perasaan kalah ini
mengaliri urat saraf orang Minang dan saya kira butuh beberapa waktu lagi untuk
pulih…

Perang paderi yg dibantu oleh melayu riau, pelaut-pelaut aceh dan juga
orang-orang Batak mandailing muslim nyatanya tetap saja orang minang kalah dan
butuh 100thn untuk bangkit dan mengalahkan yg telah mengalahkan mereka.. tapi
dalam konteks Indonesia tidak ada yg harus dikalahkan , yg ada adalah berpacu
mencapai yg terbaik..

Maka untuk mencapai yg terbaik saya kira butuh waktu lagi dan mungkin harus
belajar pada saudara setetangga di sumatera yg awalnya adalah suku terasing di
pulau sumatera berlokasi dikisaran danau toba dan baru dijamah peradaban kira
-kira abat ke 19 yg walau pernah juga kalah, tapi punya mental pemenang dan
mampu memenangi berbagai kompetisi hidup….

maka sudah waktunya orang Minang berkaca dan mungkin pada saudara tetanggannya
ini…

Sang

Bunderan Mangga Indramayu

horas tu hamu akka dongan2 naburju na lambok jala lambas marroha..

saya lahir dari keturunan orang batak,saya di besarkan di lingkungan jawa,saya punya banyak kawan dari melayu dll namun itu membuat cara pandang kita semakin meluas dan wawasan bertambah…namun ku tetap seorang batak yang taat dan takut kepada Tuhan Yesus selamanya.amin

Debata Jesus do sai marorot hita akka jolma nalilu on.
shalom..
salam damai buat bumi indonesia

gabe unang hita maila molo nidok halak panggallang babi…alana ahu pe ndang manggallang jagal babi…atik pe songoni tikkos do halak parbani kedar i mandok songoni tu halak batak..boasa??ai najolo pe godang do halak batak ndang manggallang jagal babi alana haram do i…di kristen pe songoni do tong…tumagon do manggallang jagal horbo manang jagal lombu…asa hera pandok ni nabi musa…ido persembahan na tikkos dijalo debata tuhan ni nabi abraham..songoni sian ahu.atik pe adong nahurang olo do hami manjalo poda dohot tona2.mauliate

gabe unang maila hita gabe halak batak…bangga gabe halak batak na mabiar tu debata jesus kristus.

shalom..
horas ma di hita

Nah!
Angin petang mulai sepoy,
Mulai nikung menjadi cair…!

Horas jala gabe!

saya orang minang yang besar di padang…
seblumnya uda2 dan abang2 awak minta maaf kalo ado kata2 wak yang salah.

kenapa kita harus meributkan permasalahan etnis ini? pada dasarnya tidak ada ajaran dalam adat minang untuk membenci orang batak. jika ada yang beranggapan bgt, bhkan menyamakan org batak dgn bnatang, berarti yang mengatakan lebih rendahdari binatang.

manusia sama dihadapan Tuhan, adalah takdir kita terlahir sabagai orang minang atau batak atau etnis lainnya(kita ga bisa milihkan dilahirkan sebagai apa dan darimana??). kenapa harus saling merendahkan? bagi saya sendiri, saya senang dan bangga dengan budaya minang, namun juga menghargai betul budaya batak dan lainnya.

masalah maju atau mundurnya minang sekarang itu relatif, tergantung dari sudut pandang mana dulu.

sekarang saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di bandung, dan sekedar info bagi uda2 dan abang2, rekan kami orang2 minang yang paling dekat dan akrab adalah teman2 dari batak. ga tau kenapa, apakah karna sama2 dari sumatra atau gmn?

tiap tahun kami selalu mengadakan pagelaran seni dan budaya, dan bekerjasama untuk menyukseskan acara tersebut.

satu hal yang terkesan bagi saya terhadap orang batak adalah sikap terus terangnya, ngomong langsung, dan tidak ngomong blkg. dalam konteks ini hanya satu yang membedakan batak dan minang, yaitu minang biasanya ngomong dengan sindiran dulu,langsung,dan jg tidak ngomong di blkg.

dan buat uda2 uni2 kawan2 dan adiak2 minang, klo mmg benar skrg ini kita merosot, maka bangkitlah lagi,

Anjalai tumbuah dimunggu,
sugi sugi dirumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru,
supayo tinggi naikan budi

tidak akan dianggap tinggi seseorang jika dia hanya pandai dan pintar, namun akan dianggap tinggi seseorang jika dia pandai dan baik budinya.

dan khusus buat uda anginpetang :

Adat biaso kito pakai,
limbago nan samo dituang,
nan elok samo dipakai(yang baik sama dipakai)
nan buruak samo dibuang.(yang buruk sama dibuang)

alah bauriah bak sipasin,
kok bakiek alah bajajak,
habih tahun baganti musim(habis tahun berganti musim)
sandi Adat jangan dianjak(sandi adat yang dipindahkan)

dan bagi abang2 dan kawan2 batak , jangan terprovokasi oleh kejelekan beberapa pihak. karna racun setetes rusak susu sebelanga. kan kita juga sama2 tau, orang lebih gampang liat sisi jelek daripada sisi baiknya. dan sudah umum kalau yang jahat lebih berkoar2 daripada yang baik. harap mklum aja. mungkin dari teman2 batak juga sudah banyak yang py teman karib dari minang, dan sama2 tau, ada yang baik ada yang jelek sifatnya. bukan adat kami mengajarkan yang jelek, tp lebih ke kesalahn pribadi.

“Seperti banyak orang minang yang tumbuh dan besar di kampung, saya naturally tidak punya kesan dan persepsi yang bagus tentang orang batak”.anginpetang

tapi sekarang sepertinya yang daerah kampung pun sudah maju pemikirannya. tidak masa nya lagi kita menjelek2kan orang lain, cukup benahi diri sendiri, sekali lagi, yang elok samo dipakai, yang buruak samo dibuang.

,,

@ all halak Batak

Barang siapa di rendahkan diri nya, maka akan di tinggikan oleh Tuhan.

Barang siapa meninggikan diri nya, maka akan di rendahkan oleh Tuhan.

Jadi biarlah orang Minang merendahkan (binatang) halak Batak, maka kita akan semakin di tinggikan.

Dan saya rasa yang bicara halak Batak seperti binatang, diri nya tidak sadar apa yang dia bicarakan. Atau dia tidak pernah berkawan apalagi dengan halak hita. Jadi seperti terkurung atau terkekang seperti kura-kura di dalam batok nya.

Immma tutu!
Sayangnya ParBiang nambah.
Kalimat ke-4 dan 5 menetralkan jimat!

Salam Pikir Tiga!

@rancakdilabuah,
Salut atas komen anda, komen itu adalah cerminan suara generasi muda bangsa Indonesia seutuhnya, yg tidak terkotak-kotak oleh isu etnis, yg tidak mau terpengaruh sejarah perjalan bangsa dimasa lalu. Itulah yang kita harapkan dimasa yang akan datang.
Menurut saya, anda telah menunjukkan wawasan yang luas dan pemahan akan etika pergaulan, anda telah memetik buah dari pengalaman merantau ditanah urang. Semoga anda sukses dalam studi dan mennularkan pengalaman anda itu kepada rekan lain ( termasuk generasi muda Batak ).
Ini sekedar canda, nickname rancakdilabuah adalah hanya istilah saja kan.( What’s a name- Apalah artinya sebuah nama ) Pengertian saya rancak nan dilabuah artinya hanya bagus diluar, didalam siapa tahu. Tapi saya yakin akan istilah dari Batak ” tarida do hau sian parbuena” artina Kwalitas pohon ditunjukkan oleh buahnya. Anda telah berbuah yg baik.
Bravo

Nggak beda dgn ParBiang!
Candanya!

Salam Maya!

Aku orang batak di lingkungan suku X. Banyak yang se-kasus dengan aku.

Kalo teman-teman dan tetanggaku dari suku X terjebak stereotiping negatif tentang orang batak, maka hajablah aku (kami). Memang sih, salah kami juga; mengapa harus merantau ya?

Mohon bantuannya nih; marilah kita yang batak membantu sesama batak lainnya dengan menghilangkan KESAN JELEK tentang orang batak, kalo ada.

Permohonan ini egois ya; karena minta tolong ke sesama batak agar batak perantau jadi aman. Maaf.

Beha do tahe carana (Gimana caranya)?

Di sekitar rumah saya, ada geng calo bis antar kota antar propinsi orang Minang. Kerjanya minum2 dan main cewek. Apakah itu ajaran dari adat/agamanya? Bukan toh??

Begitu juga orang Batak yg jd kriminal, apa itu ajaran adat/agamanya?

Masalah makan babi/anjing, kalau babi/anjingnya hasil curian ya itu salah. Tapi kalau ternak/piaraannya apa yg salah??????

Hanya karena Islam bilang daging babi/anjing haram, lantas yang beragama Kristen jadi salah???

Bukankah itu DOUBLE STANDARD? Bukankah AGAMAKU-AGAMAKU AGAMAMU YA AGAMAMU?

Kalau memang tidak ada paksaan dalam agama kenapa Islam menyalahkan orang yang tidak beragama Islam ?

Karena bukan Islam sudah pasti tidak menjalankan ajaran Islam. Masak masih dianggap rendah juga?

Saya juga mau muntah melihat orang makan biji penis kambing kalau ada Idul Adha. Jijik juga melihat orang Jawa makan laron dan bekicot. Juga melihat orang2 yang doyan KODOK atau KELELAWAR. Muak juga melihat orang Banten minum darah ular Kobra dan biawak. Dan setahu saya Islam tidak melarang orang makan biawak. Padahal jijik banget melihatnya.

Tapi apa saya mengganggap rendah mereka? Tidak.

Mengapa?

Karena Kristus tidak pernah mengajarkan saya untuk mengganggap salah orang dengan makanan yang aneh dan tidak biasa.

Ini yang membedakan xxxxxxxx (maaf disensor, Raja Huta)

Salam!

MAJULAH TERUS ORANG BATAK, JANGAN KITA TERLENA. KUATKAN RASA PERSAUDARAAN

SEKOLAH TERUS SAMPAI S3, AND JANGAN LUPA NIKAH YA

KALAU PERLU RAIH GELAR PROFESOR
KALAU KAYA BAYAR ZAKAT ATAU BERBAGI KASIH

YANG TERPENTING BUAT SISTEM BEASISWA BAGI ORANG BATAK YANG TAK MAMPU SEKOLAH, DAGANG, DLL

BANTULAH

KITA HANYA INGIN MENGURUSI HALAK HITA.

Bagaimana kalo kita cerita yang lain aja. Misalnya cerita tentang karakter ideal orang batak ala (turunan) adat istiadat batak.

Kayaknya akan makin mantap ya lae. Karena:

1. Karakter ideal itu bisa jadi dasar untuk parenting bagi kita yang muda-muda ini. Sehingga nantinya akan muncul orang-orang batak yang betul-betul batak sesuai dengan arahan ideal para leluhur kita jaman dahulu.

2. Kita juga jadi terpancing menggali dan menyebarluaskan konsep-konsep ideal ttg kemanusiaan dari adat-istiadat kita sendiri, yaitu batak.

3. Pada akhirnya nanti, kita berharap bahwa akan muncul image positif yang luas dan dalam tentang karakter khas orang batak.

Begitukah?

Emma tutu!

Kita harus berani membuang yg tidak bagus,
Kita harus berani mengambil yg bagus-bagus,
Agar kita bisa menjadi manusia yang ideal itu.

Ngomong-ngomong,
Dari mana asal kata “Bah!” itu,
Dan apa beda bah satu kali dgn tiga kali, Lae!

Horas!

KEBERHASILAN SUKU BATAK TOBA

(Tinjauan Psikologi Ulayat)

Oleh:

Dr. IRMAWATI

Disampaikan dalam

Seminar Psikologi dan Budaya

Sabtu, 24 Maret 2007

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2007

——————————————————————————–

KEBERHASILAN SUKU BATAK TOBA

Orang Batak, adalah dua kata yang banyak dlfahami oleh orang dlluar
suku Batak sebagai gambaran orang yang tidak mau kalah, bersuara keras, terbuka, spontan, agresif, pemberani, rentenir, preman, suka minum tuak, suka main catur, pandai main gitar, inang-inang, dan perantau. Tetapi mereka juga dikenal sebagai seniman, pandai bernyanyi, pengacara yang sukses, guru dan guru-guru besar yang handal, politikus yang piawai, menteri disetiap kabinet, dan jendral berbintang empat.

Orang yang tinggal di luar komunitas Batak banyak yang tidak
mengetahui bahwa sebetulnya yang disebut sebagai Orang Batak, terdiri dari berbagai sub suku Batak, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Mandailing dan Batak Angkola ( Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1985).

Sebagai seorang sarjana Psikologi berlatar-belakang suku Jawa yang
merantau ke Medan sejak tahun 1979 dan bekerja sebagai pengajar di
lingkungan universitas, saya bertemu dan bergaul dengan teman-teman dan mahasiswa dari berbagai macam latar belakang budaya dan suku. Melalui pergaulan ini, saya mendapatkan pemahaman yang pada akhirnya membuat saya tertarik dan memiliki rasa ingin tahu yang besar, terarah kepada suku Batak Toba.

Bila melihat komposisi jumlah pejabat pemerintahan di Propinsi
Sumatera Utara ternyata didominasi oleh mereka yang berasal dari suku Batak Toba. Dari Buku Kerja Tahun 2005 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, didapat data jumlah pejabat yang berlatar belakang suku Batak Toba sebanyak 41%, sementara suku Batak lainnya berada dibawahnya. Sebagai Pebisnis, suku Batak Toba hanya berada satu tingkat di bawah para pebisnis dari etnik Cina yang memang memiliki predikat sebagai “masyarakat pedagang” (North Sumatera Chamber of Commerce & Industry, 2005). Saya juga menemukan bahwa mahasiswa suku Batak Toba pada umumnya menunjukkan tingkat keberhasilan belajar yang lebih tinggi daripada mahasiswa suku lain. Mahasiswa suku Batak Toba tidak hanya berusaha
lulus, tetapi lulus dengan nilai baik.

Hal ini tergambar dalam date lulusan SI Universitas Sumatera Utara Tahun Akademik 2003-2004. Dalam bidang studi eksakta, dengan jumlah wisudawan sebanyak 966 orang, maka wisudawan
dengan IPK di atas 3, 17% nya berasal dari suku Batak Toba. Sementara dalam bidang studi non eksakta, dengan jumlah wisudawan sebanyak 669 orang dengan IPK di atas 3 yang berasal dari suku Batak Toba juga 17% .

Suku-suku Batak lainnya secara berarti jauh dibawah jumlah tersebut dengan penyebaran yang hampir merata. Fenomen keberhasilan ini cukup menstimulasi saya untuk mendalami lebih jauh tentang kehidupan masyarakat suku Batak Toba melalui suatu studi ilmiah yang menggali sisi subyektif masyarakat suku Batak Toba itu
sendiri Seperti telah disebutkan, di Sumatra Utara ada 6 (enam) suku Batak, dan keenam sub suku Batak tersebut sebenarnya berasal dari satu nenek moyang yang sama yaitu : Si Raja Batak (Gultom, R. Dj, 1992). Bagi suku Batak Toba, jalan menuju tercapainya kekayaan dan kehormatan adalah melalui pendidikan anak. Suku Batak Toba meletakkan pendidikan sebagai hal yang utama dalam kehidupan mereka yang dilandasi oleh nilai-nilai filsafat hidup orang Batak Toba, hagabeon ‘anak’, hamoraon ‘kekayaan’ dan hasangapon ‘kehormatan’ (Irmawati, 2002).

Semakin tinggi tingkat pendidikan anak-anak suatu keluarga, semakin terhormat atau sangap keluarga itu dalam masyarakatnya. Oleh karena itu, meskipun mayoritas penduduk di daerah Batak Toba hanya bermatapencaharian sebagai petani dengan kehidupan yang sederhana, namun orang tua menunjukkan aspirasi yang tinggi terhadap pendidikan anak, dan anak pun menunjukkan
kebutuhan berprestasi yang sangat besar.

Bagi orang Batak Toba, rangkaian tiga kata hagabeon, hamoraon, hasangapon secara eksistensial saling mendukung, yaitu nilai budaya yang menjadi tujuan dan pedoman hidup ideal orang Batak Toba (Harahap & Siahaan, 1987). Sebagai pedoman hidup, maka hagabeon, hamoraon dan hasangapon adalah sebuah nilai atau value bagi suku Batak Toba. Seperti dikatakan Triandls (1994 a, h 111) “values are principles that guide our lives” Kondisi suku bangsa Batak Toba berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Charlotte Patterson dan kawan-kawan serta Hess (dalam-shafter, 1994), yang menemukan bahwa anak-anak dari kelas sosial ekonomi menengah ke atas mendapat skor yang lebih tinggi dalam kebutuhan berprestasi dibandingkan dengan anak-anak kelas sosial ekonomi
rendah. Hal ini juga berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh Munandar (1989), seorang ahli psikologi pendidikan, dalam makalah lokakarya pembinaan non formal, bahwa beberapa penelitian di Indonesia membuktikan pada keluarga kelas sosial ekonomi rendah, orang tua bersikap permisif terhadap anak dan aspirasi orang tua terhadap pendidikan anak tergolong rendah.

Saya menduga pada suku Batak Toba nilai-nilai filsafat hidup
hagabeon, hamoraon dan hasangapon menumbuhkan affiliation motive, power motive dan achivement motive (McClelland, 1987), yang kemudian memotivasinya untuk bekerja keras meraih “keberhasilan”. Berdasarkan dugaan ini saya meninjau keberhasilan suku Batak Toba menggunakan Terminal values adalah nilai-nilai yang ingin dicapai, yang merupakan tujuan hidup yaitu hagabeon, hamoraon dan hasangapon, sedangkan Instrumental values merupakan mode of conduct untuk mencapai terminal values yang terdiri dari religi, hamajuon, patik dohot uhum, konflik dan pengayoman.

Hagabeon, hamoraon, hasangapon adalah sebuah kesatuan nilai yang
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena pencapaian
hasangapon harus melalui tahapan pencapaian hagabeon, dan
hamoraon. Nilai-nilai hagabeon, hamoraon, hasangapon ini pada
hakekatnya mengandung prinsip menguasai, menjadi sumber
tumbuhnya power motive dan munculnya achievement motive. Karena
hanya dengan menunjukkan prestasi, orang akan memiliki pengaruh.
Disamping orang tua sebagai tokoh utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai, hula-hula, boru dan dongan tubu secara aktif ikut mentransformasikannya dalam kehidupan sehari-hari
maupun secara khusus dalam kegiatan adat.

Cara atau gaya pewarisan nilai-nilai yang diterapkan bervariasi namun
konsisten, yaitu mulai dari pemberian doa, pemberian nasehat, cara
pengasuhan yang otoriter namun ada saatnya demokratis, modelling
dari orang tua dalam bentuk perilaku nyata atau cerita, pemberian
bantuan berupa materi maupun non materi, pemberian saran dan
pemberian penghargaan secara “terbuka” di lingkungan keluarga,
gereja dan kelompok marga atas keberhasilan yang diperoleh.
Faktor-faktor lain yang berperan dalam keberhasilan suku Batak Toba
adalah ajaran agama, kondisi alam yang tandus, kondisi lingkungan
sosial, peran orang tua, khususnya peran “Ibu” yang bersedia berkorban demi keberhasilan anak-anaknya, serta perasaan hosom
(dendam), teal (sombong), elat (dengki) dan late (iri) yang membuat
orang Batak Toba “tidak mau kalah”
• Pada orang Batak Toba yang beragama Islam, keberhasilan yang
mereka upayakan dan raih, pada hakekatnya adalah untuk meraih
nilai yang sama dengan orang Batak Toba beragama Kristen, yaitu
hasangapon. Demikian pula pelaksanaan adat di lingkungan Batak
Toba Islam pada prinsipnya sama dengan di lingkungan Batak Toba
Kristen. Hanya saja hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam ajaran
Islam ditinggalkan atau tidak dilakukan.

Dari hasil penelitian ini, saran yang saya ajukan adalah :
1. Pembuktian bahwa nilai-nilai suku Batak Toba diwariskan antar tiga
generasi dengan pemaknaan yang relatif menetap meskipun dalam
pelaksanaannya ada pergeseran, serta terbukti memicu dan memacu
suku Batak Toba meraih keberhasilan, memperlihatkan bahwa nilai-
nilai budaya, harus dipertahankan sebagai “local wisdom” sekaligus
“human capital’.

2. Dl dalam interaksi dalihan na tolu, sangat besar peluang yang
diciptakan ke arah konsensus. Seluruh potensi konflik dapat dieliminir
di dalam musyawarah dalihan na tolu. Oleh karenanya upaya-upaya
pembangunan selayaknya dapat mendayagunakan forum musyawarah
dalihan na tolu semaksimal mungkin sehingga seluruh potensi konflik
yang mungkin timbul dapat diredusir.

3. Belajar dari keberhasilan suku Batak Toba yang bersumber dari nilai- nilai yang dianut maka dalam upaya pembangunan bangsa perlu
terlebih dahulu disepakati nilai-nilai yang berlaku dan didambakan
oleh bangsa Indonesia sebagai nilai-nilai yang menjadi sumber
motives untuk meraih keberhasilan.

4. Temuan-temuan penelitian ini kiranya semakin membuka wacana
tentang perlunya dilakukan penelitian-penelitian Psikologi Ulayat pada
kelompok budaya yang berbeda untuk membuktikan apakah sebuah
teori atau konsep psikologi bersifat universal atau lebih bersifat
unik/khas/spesifik pada budaya yang berbeda-beda.

5. Terdapat aspek yang unik dan variabilitas yang luas dalam kehidupan suku Batak Toba yang terungkap dengan menggunakan metode kualitatif. Oleh sebab itu, pengembangan metode kualitatif dalam penelitian-penelitian psikologi sosial, khususnya di Indonesia,
merupakan sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan atau dipertanyakan
lagi.

6. Sebagaimana telah dinyatakan di awal bahwa penelitian ini berupaya menggali sisi subyektif masyarakat suku Batak Toba, karenanya untuk mendapatkan gambaran obyektif yang terkait dengan hubungan kausalitas nilal-nllal yang mendasari motif-motif penentu keberhasilan suku Batak Toba, perlu dilakukan penelitian lain dengan menggunakan metode kuantitatif.

7. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang multi etnik, suku
Batak Toba adalah suku yang unik dengan potensi SDM yang memiliki
power motive & achievement motive yang tinggi, motif-motif yang dibutuhkan untuk meraih keberhasilan. Namun sikap primordialismenya yang kuat akan menjadi penghambat untuk tampil sebagai seorang pemimpin masyarakat dalam arti luas yang harus berdiri di antara berbagai kepentingan kelompok secara seimbang.

Hal ini perlu menjadi perhatian suku Batak Toba agar keberhasilan yang diraih, dapat menjadi kontribusi yang positif bagi pembangunan
bangsa Indonesia.

Terakhir, melihat pada keberhasilan suku Batak Toba yang secara
umum tidak didukung oleh kehidupan ekonomi yang mencukupi,
namun gigih bekerja keras untuk merubah kehidupan dan meraih
keberhasilan, kiranya hal ini dapat menjadi “spirit’ sekaligus “mode/’
dalam meraih keberhasilan di bidang pendidikan, pemerintahan dan
bisnis bagi keluarga Indonesia berstatus ekonomi”terbatas”.

Ini tulisan dalam blog VERA JAMBAK dari Provokator Ir. Sukardiman – Bandung yang menulis di blog Minang cimbuak.net, dengan modifikasi isi berbeda dan tujuan sama:

RE: [aktivis_minang] Si Padang Bengkok keturunan Anjing; Si Minangkabau = Artinya Kumpul Kebo

file:///Users/Adrizal/Documents/sofyanchaniago.jpg
To: aktivis_minang@yahoogroups.com
From: sofyanchaniago@…
Date: Thu, 5 Mar 2009 08:34:51 -0800
Subject: [aktivis_minang] Si Padang Bengkok keturunan Anjing; Si Minangkabau = Artinya Kumpul Kebo

nih dibawah ini gambar nenek moyang loe Si MinangKabau – Padang Bengkok dari Kumpul Kebo jadi Anjing …

Si MinangKabau – Padang Bengkok dari Kumpul Kebo jadi Anjing

wasalam

———— ——— ——— ——— ——— -

— On Thu, 3/5/09, sofyanchaniago wrote:
From: sofyanchaniago
Subject: [aktivis_minang] Orang Padang keturunan Anjing; Si Minangkabau = Artinya Kumpul Kebo
To: aktivis_minang@yahoogroups.com
Date: Thursday, March 5, 2009, 4:19 PM

*Si Minangkabau = Artinya Kumpul Kebo, Orang Padang keturunan Anjing;

Si MinangKabau – Si Padang Bengkok dari Kumpul Kebo jadi Anjing

January 7, 2009 by anginpetang

Seperti banyak orang yang tumbuh dan besar di kampung, saya naturally tidak punya kesan dan persepsi yang bagus tentang orang minangkabau – padang.

Orang minangkabau – padang adalah keturunan anjing dan juga bau babi. Orang minangkabau – padang tidak beradat, maling, perampok, mabuk, dan sewaktu lahir ujung tititnya dikasih emaknya ke anjing untuk digigit, tentunya ujung tititnya, sedangkan yang perempuan disodok vaginanya supaya besar, nanti kalau ngemek, biar gampang jebol, adalah hal-hal lainnya yang worth to mention.

Tentu berbeda sekali dengan orang dari suku lainnya. Apalagi dengan Orang minangkabau – padang yang mengaku keturunan raja anjing dan berekor. Orang minangkabau – padang adalah kaum yang malang dan berbudaya rendah dan sayangnya juga mantiko, menyebalkan dan berpeluang besar jadi sampah masyarakat.

Mungkin tidak hanya saya, banyak orang minangkabau – padang sendiri yang mencoba membangun jarak dengan keminangkabauan atau kepadang-an mereka. Lihatlah, betapa banyak orang minangkabau – orang padang mencoba memutuskan asosiasi dengan ke keminangkabauan atau kepadang-an mereka. Bahkan, banyak yang terang-terangan di kota besar menutupi identitas kepadangan mereka menjelma menjadi melayu atau yang lainnya.
Namun, belakangan, banyak hal-hal baru tentang orang minangkabau – padang sendiri yang saya ketahui.. Nggak semua orang minangkabau – padang jadi kernet bus, banyak yang jadi sopir juga, dan perek and gigolo. Banyak juga orang minangkabau – padang yang menjual diri menjadi perek atau pelacur kelas kakap, karena susah cari kerja enak di ibukota.

Di Bandung, saat nyasar sekolah di jurusan dan fakultas top di kampus yang katanya paling tob se Indonesia, saya baru menyadari betapa banyak orang minangkabau – padang jadi perek and gigolo berseliweran. Kalau orang minangkabau – padang perantauan diexcluded, surely lebih banyak lagi untuk diulas. Dan saya nggak sempat lihat mereka endohei atau ngemek di jalan, lainkali nanti dibua syuting film panasnya perek and gigolo asal minangkabau – padang.

Selain berambut hitam, berjakun, dan berpantat dua, banyak kenalan dekat orang minangkabau – padang saya yang berhati lembut, santun, dan pemurah hati. Ingin rasanya saya menuliskan nama-nama teman lama orang minangkabau – padang itu di sini.

The reality is… orang minangkabau – padang sangat senang berlenggak-lenggok seperti banci dan pengecut.

Di Jakarta, semakin banyak perempuan cantik tidak menyukai laki – laki orang minangkabau – padang, karena orang Padang atau Minang bau tai anjing tititnya….

Yang tersisa? yang tersisa bagi orang minang adalah keirian, setidaknya bagi minang seperti saya. Tidak gampang mengubah perspective yang sudah built-in tentang kaum inferior dari suku lainnya. Sedangkan orang minangkabau – padang adalah keturunan anjing, titit berujungnya digigit anjing, perampok, pemabok, dan yes kafir…
Yang ada adalah keirian. Ini sangat berat bagi orang Minang, menghadapi kenyataan menyakitkan ini.

Tapi hari demi hari, saya makin tidak simpati pada barisan orang minangkabau – padang ini. Saya melihat kejayaan orang Minangkabau masa lalu sudah usang. Cerita kesuksesan kaum minoritas Minangkabau di masa lalu, terulang pada suku lainnya.

Menolak adat dan kebiasaan yang tidak sesuai jaman dan tidak produktif; belajar dan mengadopsi peradaban, kebudayaan, dan pengetahuan baru dari Eropa atau Timur Tengah; kritis, berani berbicara dan bertindak; membuka mata, telinga, dan hati lebar-lebar… semuanya adalah di masa lalu. Hal yang dilupakan telak-telak oleh orang Minangkabau sekarang, diambil alih dengan mantap oleh orang lain.

Orang minang senang meringkuk dalam tempurung adat bersyandi syarak, dan syarak bersandi kitabullah itu. Rajin menghapal pantun-pantun dan melamun, dan akhirnya stress sendiri, very tightly.Tidak punya nyali dan titit untuk melangkah keluar dari tempurung kecil berselimut sabut kelapa jamuran itu. Kerjanya, Cuma NGEMEK saja.….

Nampaknya, mimpi saya untuk melihat orang Minangkabau membangkit batang terendam, mengulangi kejayaan masa lalu tercapai sudah, maka orang minangkabau – padang kafir keturunan anjing ini sudah tak punya muka, apalagi titit.

Tapi, sebaiknya saya mengasosikan orang minangkabau – padang dengan sebutan keturunan raja anjing, baiknya lah jua dengan istilah Minangkabau adalah kumpul kebo.

—————————————
htpp://anginpetang. wordpress. com

Hati2 Broer dari Tapanauli…….jangan sampai diadu domba…ini jawaban saya pada sang provokator

1Kubang
Maret 24, 2009 pukul 8:46 pm
Kalau sudah seorang yg berpendidikan Insinyur membuat tulisan yg menjelekan daerah asalnya sendiri, saya lebih hargai seorang pedagang kaki lima di senen dan tanah abang, bagaimanapun penderitaan-nya diusir sana sini oleh petugas keamanan, tapi masih tetap tegar dia berkata dengan bahasa Indonesia logat minangnya .dengan bangga.saya ini orang awak / padang.

Orang Jerman dimanapun berada yang sudah kalah perang dan apapun buruknya masa lalu bangsanya pembantai orang Yahudi, msh punya identitas yg tidak ingin dikatakan ataupun berkeinginan menjadi orang belanda maupun perancis…..

Edukasi yg hanya dalam pemikiran tanpa edukasi kepribadian /budi pekerti, adalah manusia yg tidak mempunyai edukasi sama sekali.

Wassalam

5Kubang
Maret 25, 2009 pukul 8:13 pm

Kalau seseorang menulis semacam tulisan ini saya ingin ketahui apa komentara dari orang asal tapanuli, karena saya dibesarkan dan anak gaul di Jakarta, kenal dari tukang catut batak sampai anak Jendral dari tapanuli, tidak ada cara pemikiran saya terhadap orang tapanuli yang seperti ini….

Bergaul dimana kawan ini…..sebelumnya…

Si Batak, from Anjing to Kerbau

SEPERTI banyak orang Minang yang tumbuh dan besar di Bandung, saya naturally tidak punya kesan dan persepsi yang bagus tentang orang Batak. Batak adalah kafir pemakan anjing. Tentu juga makan babi, tidak beradat, maling, perampok, mabuk, dan ujung titit tidak dipotong, adalah hal-hal lainnya yang worth to mention.

Komentar anda sedang menunggu moderasi.

6Kubang
Maret 25, 2009 pukul 8:20 pm
Nah ini komentar salah satu anak Medan mungkin, thema yang sama sebelumnya….

4bedulkabau
Maret 21, 2009 pukul 11:31 am
Orang yang suka mengakfirkan org lain adalah orang yg paling rendah derajatnya di antara binatang pula! Kerbau adalah binatang sengsara yg seumur hidupnya dicucuk menjadi budak penggerek selamanya, malang nian dikau!

Komentar anda sedang menunggu moderasi.

7Kubang
Maret 25, 2009 pukul 10:50 pm
Lah kok komentar saya tidak ditampilkan…..takut kebuka kedoknya yah?….apakah Ir. Sukardiman itu juga Vera Jambak…..basiiii deh…blog provokator Ali Sina lagi neh……

Ba ba bah!
Kacau lah pembukuan,
Mau kemana ini tulisan?

Tak semua yg benar adalah baik
Baik dan benar pun tidak cukup.
Haruslah juga memerdekakan!

Salam Pikir Tiga!

hhhhhh capek deh bahas masalah kesukuan ini,,,,kalo jahat ya jahat, kalau baik ya baik, nggak ada hubungan nya dengan kesukuan,,,topik yang menyebalkan

Saudara2 saya orang Batak,

Saudara Kubang ini entah bagaiman menghina2 saudara Sukardiman yang kebetulan komentarnya saya tampilkan di blog saya yang merupakan posting berantai dari postingan yang kemudian saya konfirmasi sebagai tulisan anginpetang…
Dari menghina saudara Kubang mencaci saya (tidak semua komentarnya saya tampilkan di blog saya), menjelek2kan nama saya di blog2 orang Batak lainnya..
seperti di sini:
http://tanobatak.wordpress.com/2007/04/12/goar-goar-ni-gondang-gonsi-batak-toba/#comment-5065

saya peneliti terutama mengenai Minang, budaya matriarkat dan masyarkat2 matriarkat dunia. Mengenai orang Batak bukan bidang saya. Saya kebetulan ada menulis satu tulisan mengenai orang Batak karena ada orang Batak yang bertanya kepada saya dan saya jawab. Berikut postingannya:

http://moendg07.wordpress.com/2009/02/26/orang-batak-orang-minang-orang-jawa/

saya menuliskannya karena ditanyakan pendapat saya dengan sopan, dan terdorong dari rasa ingin mendukung pertemanan antara orang Batak dan orang Minang yang saya lihat tidak ada bedanya. Soal makanan, sebelum sebagian terbesar orang Minang jadi muslim mereka juga makan babi, karena itu adalah hal yang umum di seluruh dunia.

Saya bukan ahli Batak, dan tema2 di blog saya utamanya adalah mengenai Minang, budaya matriarkat, budaya patriarat, Islam, politik dan budaya2 dunia lainnya secara umum.

Demikian saya sampaikan pembelaan saya.

Salam Indonesia,

:)

maaf salah tulis..

bukannya:
dari menghina saudara Kubang …

melainkan:
dari menghina saudara Sukardiman

@Vara Jambak

Banyak…blog musang berbulu kambing bah….disate pun tak enak….malang nian dikau….

Mahluk hidup yg paling kuat dihina adalah binatang.
Manusia pada umumnya nggak ada yg kuat dihina.
Manusia yg paling kuat dihina hanya satu, kan?

Salam Pikir Tiga!

Apakah mereka tidak menyadari dan pernah berkunjung ke Medan atau datang ke Sumbar, bahwa banyak anak2 yang Marga Batak yg ber ibu Minang dan juga sebaliknya….

Sebaiknya tulisan2 yang bertema RAS diapus saja Bang….

Emmmatutu!

Dari dulu kubilang-bilang begitu,
Tapi ta’ enak lah kalau ta’ jogal.
Bautnya?

Salam Damai!

Angin Petang,………..?!

Kemampuan anda untuk melecehkan…. boleh juga, termasuk melecehkan agama dan diri sendiri kalau benar anda itu orang Minang.

Seharusnya siapa pun tidak terpengaruh dengan tulisan ini, karena barangkali yang bersangkutan lagi sakit gigi atau ….

Ya gitu dech…….

Ok coy….

Koq dikilik-kilik lagi coy?

Salam!

Si Batak, from terasing to Terdepan..

Orang Minang mengalami kemunduran??? Masa sih…???

Sepertinya pikirna begitu akanmuncul apabila kita masih berpikiran chauvinistis dan kesukuan sempit.
PAdahal orang mudah sudah melewati fase tersebut. Kemajuan bukan lagi dilihat pad akonteks kesukuan. KAlau tidak percaya, coba saja anda sisir berapa banyak orang Minang yang sukses di rantau maupun diluar negeri. Tapi mereka sudah tidak pada masanya lagi bersikukuh eksistensi seperti saudara-saudara kita dari Batak sana.
Orang Minang tetap terdepan dalam sisi asimilisi dan penopang perekonomian kerakyatan di daerah tempat dia mencari rizki, saya yakin tidak begitu hal nya dengan orang Batak yang mostly jadi benalu di tempat rantaunya (maaf, tapi fakta begitu).
Jadi, kalau bung Sangkakala begitu terhipnotis dengan gaya orator batak yang hebat, banyak nama-nama fam batak berjeejran di panggung politik dan hukum nasional, tapi masih jauh lebih banyak orang Minang yang lebih meresapi keminanganny ketimbang sekedar mencantumkan nama suku di belakang namanya.

Salam

Si Batak, from terasing to Terdepan..

bravo pak sangkakala…..
kayaknya pendapat yang coba anda utarakan….tidak menyentuh jawaban dari argumentnya angin petang ( nama samaran anda sendiri) yang menyamakan minang dengan ( maaf, si anjing yang merupakan si batak………( oh my God…astaghfirullah.)..ingat Allah sudah menciptakan manusia dengan sangat sempurna jadi kalau disamakan dengan binatang….ateh lo dari pado Allah…emangnya kita ini siapa?…untuk mengatur denyut nadi kita pun kita tidak sanggup…..ternyata…… kita pun bukan siapa2…..hanya kilau dunia, pendidikan, pengalaman, kekayaan….membuat kita angkuh dan congkak…berjalan di muka bumi Allah ini…. membuat kita lupa…..bahwa kita pun makhluk ciptaan Allah…..( saya jadi ingat…angin petang kan tidak pernah sholat lagi…..jadi ya sudahlah…..)
Anda juga mengatakan bahwa nabi dan rasul pun membuat penyimpangan astaghfirullah…
sejauh mana anda mengenal nabi dan rasul…..???( sorry itu urusan anda……)sebagai seorang muslim saya hanya mengingatkan…..
saya pikir….mailing list ini adalah untuk memberikan good contribution for minang people….like me….like you( are you minang or not, i really don’t care…???)…how to get further vision……sehingga minangkabau tetap berjaya….melahirkan cendikiawan muslim yang better like bung hatta…buya hamka, rohana kudus and many more……in the past…..hopely…..
so teman2 yang ada di rantau atau pun dimana saja..mari kita tumbuhkan kembali kebersamaan kita sebagai orang minang……kita bangun kembali …..kita sumbangkan pikiran untuk minang…..kampung yang kita cintai…….

lagipula batak itu anjing, kalau orang Minang bilang

ali nurdin, Aktivis Gerakan Muda Minang

Kalu kita merapat-rapatkan barisan kesukuan,
Maka kita akan kembali ke gua-gua semula.
Aku yakin itu, tak bakalan mungkin ke Surga!

Salam Damai!

orang minang itu pengecut dan b***i, berani hanya dimulut atau main ngomong dibelakang. sok jago silat, padahal kalau berantem, langsung kabur. mane tuh silat minang yang kayak t**.

dasar matrilineal a****g loe padang p*****o, minang kebo. jangan loe kira kita gak ada dimilis ditempat kalian. apa yang kalian omongkan untuk menjelek-jelekan kAMI, pasti kami tahu.

INI TIDAK BENAR…

KALAU BISA DIBILANG INI CUMA PENGECUT DIBALIK DUNIA MAYA YG INGIN MENAIKKAN LEVEL SUKUNYA (BATAK) DENGAN PURA PURA MENGAKU MENJADI SUKU MINANG, PADAHAL JELAS INGIN MENJATUHKAN SUKU MINANG!

JUJUR SAYA JG ADA DARAH DARI SUMATERA UTARA TEPATNYA BERMARGA SIREGAR (MUSLIM) DARI SIPIROK YG TAK LAIN KAMI ADALAH BATAK YG SEJARAHNYA DARI DULU NYA MOYANG KAMI BERGURU KEORANG MINANG DARI ZAMAN PERANG PADERI (BACA SEJARAHNYA)

BERHUBUNG IBU MINANG YA SAYA JG ORANG MINANG.

PERBANDINGAN YG SAYA LIHAT IALAH:

COBA PERGI KEMEDAN ATAU SUMATERA UTARA LAINNYA MALAH, COBA JELAHI BETUL ITU KOTA SELUK BELUKNYA DARI BERBAGAI BIDANG! ANDA AKAN MELIHAT SUMATERA UTARA ITU DARI BERBAGAI BIDANG DIKUASAI OLEH ETNIS LAIN SELAIN BATAK!
ITU MEMBUKTIKAN ORANG BATAK ITU NOTHING! DIKAMPUNG SENDIRI MALAH DIJAJAH!
CHINA YG JAUH DARI SANA AJA ASALNYA BISA MENGUASAI KOTA SPT MENGUASAI PEREKONOMIAN TENTUNYA SELAIN ITU BANYAK ANAK CHINA YG EKSIS JD PREMAN DISANA, DGN BEBASNYA MALAH BERSELIWERAN DIJALANAN. MALAH ANAK CHINA DISANA NGANGGAP BATAK ITU DGN SEBELAH MATA! (INGAT KATA MEDAN LANG/HOKKIAN CITY UTK MEDAN!) CONTOH NYATA ITU ADA PAK ANTON MEDAN CONTOHNYA. (SESEPUH PREMAN MEDAN YG TAK LAIN BELIAU KETURUNAN ETNIS TIONGHOA ‘ASLI CHINA’) <SALUT AMA INI ORANG!
JGN KAU PARA BATAK NGANGGAP INI ORANG NGANDALIN DEKINGAN OR UANG. (KRN DIA DULU MULAI JD PREMAN DR MODAL GOLOK). INI CUMA SATU CONTOH TERKENAL DR BANYAK LG DR ETNIS INI.

BEDAKAN AMA DIPADANG YG CHINA BERANINYA CUMA DIDAERAH PONDOK ‘CHINA TOWN’ ANAK CHINA BERMAIN DAN GA BERANI MACAM2X ‘PADAHAL CUKUP TAU KAN ORANG PADANG/MINANG ITU RAMAH2X’. (SORRY INI KENYATAAN) SAYA JG BANYAK TEMAN CHINA DIMEDAN MAUPUN DIPADANG.

SELAIN ITU ADA LG SEBUTAN ‘PUJAKESUMA’ DIMEDAN! (PUTRA JAWA KELAHIRAN SUMATERA) YG KEBERADAAN MEREKA CUKUP DIPERHITUNGKAN DR BERBAGAI BIDANG DIMEDAN.

MASALAH SUKU KARO COBA BACA BAIK2X SEJARAHNYA: KARO ASLINYA BUKAN BATAK! DR DULUNYA ADA KERAJAAN SENDIRI DAN HUBUNGAN MEREKA LEBIH DEKAT KEACEH. KRN ORANG KARO MERANTAU KELUAR DAN ASALNYA KEBETULAN DR PROVINSI SUMATERA UTARA JG BIAR GA BINGUNG YG LAINNYA KETIKA DITANYA YA BILANG ORANG BATAK AJA JDNYA.

ADA LG TURUNAN INDIA (KELING) YG JG CUKUP DIPERHITUNGKAN DIMEDAN.

DIPADANG JG BANYAK SUKU PENDATANG TP GA SEMACAM DIMEDAN BISA MENJAJAH. (BISA DIBUKTIKAN LANGSUNG), DAN MASALAH PEREKONOMIAN DLLNYA ORANG MINANG/SUMATERA BARAT HIDUP BERDAMPINGAN DGN BAIK. (ASAL GA DIGANGGU DULUAN)

KALAU MASALAH ANJING ITU TAK BISA DIPUNGKIRI CONTOHNYA COBA KALAU ADA ANJING YG HILANG KEBANYAKAN EMANG DICURI OLEH ORANG BATAK YG NANTINYA BUAT DIJADIKAN SAKSANG (DIMAKAN)< KENYATAAN… SORRY.

DIRIAU BISA DICHECK SETIAP BENTROK KEDUA INI SUKU SELALU BATAK YG KALAH (LOSER) YG MULAI DULUAN SERING BATAK EMANG.

JD KESIMPULANNYA BISA DILIHAT KAN????

Tak banyak yang mengakui keunggulan si Batak di Nusantara melainkan mereka dikenal sebagai suku yang menurut orang Minang disebut ‘Muncuang Kareh Hati Badampuang’ alias Keras di mulut, tapi jika gertaknya dijawab hatinya pun kucut sembari berujar: “Ampun, bang…, iya bang iya bang…”. Bah, menjijikkan bukan???
Saya orang Minang asli, menurut saya wajar si penulis blog ini menulis kayak gini. Tapi justru memberikan kesan yang tidak wajar, karena jelas blog ini ditulis dengan nada sentimen dan kedengkian yang meluap-luap terhadap urang awak.
Sudahlah bung, semakin sedikit yang bisa kalian (orang Batak) banggakan, maka akan semakin banyak kalian menghujat keberhasilan suku lain.
Kasihan si Batak, sejak jamannya si Jawa Soekarno, kalian tak banyak diumbar-umbar sejarah, malah suku tetangga (Minangkabau) kalian yang dielu-elukan prestasinya. Hingga sekarang, walaupun cuma rendang, tetap saja si Minang ini yang lebih ‘muncul’ di arena Nusantara dibanding kalian, Batak-Batak si pemakan celeng alias ciliang alias babi… bah!!

Kalian etnis pengecut, padahal dalam persen jumlah kalian (Batak) lebih banyak dibanding Minang di Nusantara ini. Kalian 3,0 %, kami 2,7 % (tidak termasuk Minang di Negeri Sembilan, Malaysia) tapi kalian merasa di atas langit dengan sikap “kareh angok” kalian.

Di Batam, jumlah kalian mungkin lebih banyak dibanding Minang, tapi pas terjadi konflik etnis, kalian pada lari lintang pukang waktu si Minang memburu kalian pakai ladiang, karena yang memulai ‘perang’ itu kalian. Bukan kami.

Di Duri Riau, kalian Batak-Batak kabur ke semak-semak, waktu orang-orang penjual daging di pasar Duri yang rata-rata orang Pariaman yang terkenal keras, memburu kalian pakai parang. Terus, ke mana nyali Batak? Kok pengecut kayak babi???

Dari dulu, sejak Soekarno, kalian dikenal sebagai etnis penjilat, di Jakarta kalian tak mampu bersaing di bidang ekonomi karena takut kalah oleh Tionghoa dan Minang oleh karena itu kalian menyusup ke badan-badan hukum, menjadi SH, pengacara dll untuk mempermainkan hukum dan berkoalisi serta sama-sama memperhina diri kalian bersama-sama neo-kolonialis Jawa. kALERA!!

Menurut saya, wajar si Batak (yang notabene Kristen ini) merasa iri dengan si Minang (yang Islam), kalian kan diajar begitu dalam Alkitab kalian, untuk menaklukkan Muslim. Ingat, suku Mandailing saja yang masih sub-etnis kalian, merasa ‘jijik’ dengan kalian dan mereka berusaha membersihkan ke-Batak-an mereka dengan cukup menyebut diri mereka Mandailing saja. Tanpa embel-embel Batak. Mungkin mereka merasa najis!!

Tanya orang Aceh, mereka jijay melihat kalian karena dianggap tangan kanan si Jawa yang sudah menginjak-injak harga diri mereka. Ingat kota Medan (yang sebenarnya juga bukan tanah milik kalian Batak-Batak, melainkan tanah Melayu Deli), persatuan kalian dengan Jawa-Jawa Medan begitu mesranya. Sehingga hampir sebagian besar orang Medan yang ngomong dengan logat Batak (paling tidak teman-teman Medan yang saya kenal di Padang, ternyata berdarah Jawa!) Olala….

Sudahlah, Perang Paderi sudah berlalu, dan terima saja kenyataan kalau kalian itu sedikit-banyaknya takluk di bawah kaki orang Minang. Tak perlu menyimpan dendam sejarah, karena semakin menyakitkan hati kalian saja. Kalian pikir, orang Minang akan berdiam diri kalau harga diri mereka diinjak-injak??
Kalian si Batak, terlena dengan julukan sebagai suku yang keras hingga kalian bersikap seolah-olah suku lain takut terhadap kalian. Tapi cobalah kalian rasai keras-nya orang Minang, maka kalian takkan berani lagi mengaku-ngaku sebagai suku yang keras. Bagi kami orang Minang, kalian tak lebih sebagai suku bermulut baja, tapi bermental kerupuk.

“Ampun, Bang…., ampun, Bang!” itu saja yang berani kalian ucapkan, oh pemakan babi!!

Pesan buat si pengirim mail dengan nama sofyancaniago yg mengirim ke aktivis_minang@yahoo.groups, saya tidak berani membayangkan kalau anda benar-benar orang Padang alias Minang, saya pikir mungkin anda orang Batak yang bersembunyi di balik nama Minang lalu mengujat suku Minang yang terlihat seolah-olah anda membenci ke-Minang-an anda sendiri. Jadilah si pemberani kalau anda benar-benar Batak. Menjijikan sekali sikap anda itu.

Kurasa tak ada kita yg rela dihina.
Tak minang tak juga batak.
Hanya ada satu yg kuat dihina,
Manusia Jesus!

Salam Damai Lagi!

Minang, menguasai homeland (daerah asal) mereka sendiri alias, Sumatera Barat. Di sini, suku selain Minang jangan coba-coba mengumbar taji karena akan tahu sendiri akibatnya. Apa lagi di daerah keras seperti Kota Pariaman dan Kota Bukittinggi. Bahkan, etnis Cina yang terkenal sebagai mafia di Medan (ini bukti kalau Cina lanteh angan alias leluasa terhadap Batak), tidak berani macam-macam melakukan ekspansi ekonomi mereka, dan hanya ngongkow di sudut-sudut Kota Padang seperti di daerah Pondok. Orang Cina benar-benar mati kutu di Sumatera Barat. Satu-satunya ibukota provinsi di Pulau Sumatera yang tidak didominasi etnis Cina secara ekonomi ya Padang. Walaupun itu berarti pembangunan Kota Padang agak terkesan lambat, tapi paling tidak orang Minang berpikir buat apa negeri kita maju kalau kita dijajah oleh etnis asing! Bandingkan dengan Kota Medan yang etnis Cina-nya begitu membludak dan bahkan mulai merasa memiliki Kota Medan. Tak jarang mereka berani macam-macam dengan etnis pribumi (Batak), karena mereka punya backing-an alias algojo. Kalau di Padang, etnis Cina tidak berani menyewa algojo. Karena dengan algojo-nya sekalian bakal dibikin mampus oleh orang Minang.

@rony

Wahhhh gak salah tuch omonganmu? Org Minang itu munafik. Mereka jijik melihat org Batak makan Babi. Tapi mereka tidak jijik menerima uang dari org Batak. Org minang suka berburu babi hutan dengan menggunakan anjing. Padahal dalam Islam memelihara anjing itu haram. Jadi setiap dapat celeng dari hasil buruannya, mereka jual di di Pasar Pondok Kampung Nias. Ketika saya kuliah di Universitas Andalas Padang, saya sering berantam dengan mrk. Sampai seniorku juga aku ajak berantam. Tapi dia tidk berani. So, terbukti org minang itu pengecut baik di rantau maupun di kampungnya sendiri. Minang itu Munafik. Mereka membenci prostitusi tapi prostitusi marak di Padang. Sperti yg telah ditayangkan di TV 7. Dimana para supir taksi menggunakan taksi sbg tempat negoisasi untuk transaksi sex. Jadi kalian itu adalah suku paling munafik di Indonesia ini.

Mengnai yg terjadi di Batam dan Duri gak salah kau ngomong? Saya ada di situ waktu kejadian tsbt. Yang lari pontang panting itu kalian. Karena sdh terdesak minta bantuanlah sama org Melayu.

Kau bilang org Batak penjilat…? Salah besar kau kawan. Aku pernah kerja di PT RAPP di Pangkalan Kerinci. Bagaimana kulihat sebagian org Minang itu penjilat. Mrk suka cari muka di depan org2 Bule, China, dan juga India yang byk bekerja di sana. Mrk tidk mau kerja kalau pakaiannya bs kotor di dlm pekerjaan mrk. Mereka malas. Tp kalo sdh dtg Supervisor melihat mrk kerja, pura2 lah mereka serius bekerja. Itulah sifat org Minang. Oh yach…. Kau mengagunggkan bahwa China tdk bs berbuat apa2. Tahu gak bahwa bkn Minang yang membuka kota Padang pada awalnya tp org Nias. So jangan bangga kau disitu kawan.

Kalian itu dimana2 hanya sebagai pengikut saja tp tdak pernah jadi pioner. Seprti di Riau, Org Bataklah yang berani buka hutan di riau menjadi tempat tinggal dan tempat usaha. Setelah hutan di Buka baru kalian berani masuk. Kemudian hari kalian mengaku2 kalian lah yang pertama buka lahan.

Saya juga pernah berantama sama org Minang. Supaya tidak terjadi perkelahian berlanjut kami dipisah. Tapi yang lucunya cara memisahkan itu yang aneh, saya saja yang di pegang, tapi lawannya saya itu tidak dipegang. Sehingga lawan saya bebas memukul saya. Jadi, itulah teknik org Minang Kalo berantam. Pura2 memisahkan tp membantu temannya. JAdi KEsimpulannya Orang Minang itu PENGECUT DAN MUNAFIK SEDUNIA. Dasar PADANG PA*****K!!!!

@all

Jadi bener kayaknya,
Kesukuan itu lebih penting dari agama, dan
Agama itu untuk dibagus-bagusin oleh manusia,
Bukan untuk membagus-bagusin akhlak manusia.
Gimana!

Salam Damai!

horaas
botul hian yg di bilang saudara willy.MEREKA jijik liat orang batak makan daging babi tp mereka mlh senang liat duit nya.jd apa beda nya sama aja mereka itu munafik.tau diri dululah baru ngomong..
orang cina ga mau buka usaha di padang karena orang minang iri liat orang maju.ingat y ni ga ada hubngan nya dengan agama.salah besar jika anda mhubungkan nya dgn agama…..yg jelas kalian salah.cos kalian dah tau siapa raja adil itu

salam bt tmn2 ku batak.

Saya bangga jadi orang Minangkabau

KENAPA?

Karena masyarakat Minangkabau adalah masyarakat Matriarchat terbesar di dunia.

Karena masyarakat Minangkabau adalah masyarakat Matriarchat yang “termodern” di dunia.

Karena masyarakat Minangkabau adalah masyarakat Matriarchat yang paling stabil di dunia.

Karena Minangkabau menjadi lambang perlawanan budaya Matriarchat yang diperangi oleh budaya Patriarchat selama ribuan tahun.

Karena masyarakat Minangkabau berhasil bertahan dan selalu melakukan perlawanan atas penindasan dan usaha-usaha memerangi budaya Minangkabau. Sampai sekarang.

Karena orang Minangkabau telah melawan kekuatan-kekuatan patriarkal besar dunia, Hindu/Budha-India, Hindu/Budha-Jawa, Konfusianisme/Budha-Cina, Katolik-Protugis, Budha-Sriwijaya, Aceh-Islam, Arab-Islam, Kristen-Belanda, Kristen-Inggris, Budha-Jepang, Kristen/Globalisasi/Kapitalisme Turbo-Amerika Serikat/Inggris serta Kristen/Misionaris-Barat.

Karena orang Minangkabau adalah suku bangsa yang paling berpengaruh di Indonesia (dalam arti yang baik tentunya) dalam bidang budaya, bahasa, sastra, politik, sejarah, pers, gastronomi, dan lain sebagainya. Walaupun di dalam buku sejarah Indonesia tidak disebutkan. Orang Minangkabau hilang dari lembaran-lembaran sejarah Indonesia lewat jawanisasi/Islamisasi/Arabisasi/Eropaisasi sejarah.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak Republik Indonesia yaitu Tan Malaka yang telah mencanangkan terbentuknya Republik Indonesia sejak tahun 1925 lewat bukunya: Menuju Republik Indonesia.

Karena orang Minangkabaulah yang mmengembangkan Bahasa Indonesia modern lewat tulisan yaitu Tan Malaka lewat tulisan-tulisannya dalam “bahasa Melayu/Minangkabau” yang di kemudian hari dikenal sebagai Bahasa Indonesia, pada saat “tokoh-tokoh” lainnya berbangga memakai bahasa Belanda.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yaitu Muhamad Yamin yang mendukung pendapat Tan Malaka akan perlunya bahasa negara, bahasa Indonesia untuk bangsa Indonesia.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak Dasar Negara Indonesia yaitu Muhamad Yamin, yang pemikirannya mengenai Dasar Negara diserobot oleh Sukarno, dirubah-rubah urutannya, diakui sebagai “hasil pemikirannya” dan diberi nama hindu yaitu “Pancasila”.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak Pers Indonesia yaitu Djamaludin Adinegoro atau “Adinegoro“.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Ibu Pers Indoneisa yaitu Rohana Kudus.

Karena orang Minangkabaulah yang banyak dan aktif membangun bangsa Indonesia modern lewat pemikiran-pemikirannya, organisasi-organisasinya, partai-partainya, perjuangan-perjuangannya dan peranan-peranannya di segala bidang.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi pendiri partai-partai dalam suatu negara “modern” yaitu Sutan Syahrir (PSI), Tan Malaka (PARI dan Murba), Muhamad Natsir (Masyumi), dll.

Karena orang Minangkabaulah yang mengusahakan pengakuan dunia internasional atas kemerdekaan Indonesia yaitu Agus Salim. Karena kemampuan bahasa Arabnya dan kedalaman ilmunya mengenai dunia Arab Agus Salim berhasil mendapat dukungan dari negara-negara Arab yang merupakan negara-negara pertama yang menyatakan dukungan atas kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Karena orang Minangkabaulah yang memberikan pandangan perlunya kerja sama kaum nasionalis, komunis dan Islam untuk mengusir penjajah dari ranah Indonesia dan ranah Islam lainnya di dunia yaitu Tan Malaka dalam pidatonya yang pertama kali disampaikan di Komintern pada tahun 1922 yang akhirnya diserobot oleh Sukarno sebagai buah pikirannya dan diberi “jargon” Nasakom yang ditujukan untuk mengumpulkan kekuasaan dari semua golongan di bawah kendalinya.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak per-film-an Indonesia yaitu Usmar Ismail.

Karena orang Minangkabaulah yang menyelamatkan per-film-an Indonesia setelah sekarat hampir 20 tahun lamanya yaitu artis kecil Sherina, yang menyelamatkan per-film-an Indonesia pada saat ia baru berumur 10 tahun lewat film-nya yang sangat terkenal: Petualangan Sherina.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi anggota kehormatan dari lembaga hak-hak asasi manusia untuk pemberitaan mengenai senjata pemusnah masal, Weapons of Mass Destruction Commission, yang berkedudukan di Swedia yaitu Ibu Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar.

Karena orang Minangkabaulah yang sangat peduli dengan alam dan lingkungan hidup dan merupakan seorang pakar nasional dan internasional dalam bidang ini yaitu Prof. Dr. Emil Salim.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Ibu dari dunia tari kontermporer Indonesia, yang membuat nama Indonesia diakui di dunia Internasional dengan tari kontemporernya yang berdasarkan pada budaya Minangkabau Silek (silat) yaitu Gusmiati Suid, pendiri sanggar tari Gumarang Sakti.

Karena orang Minangkabaulah yang merupakan aktivis mahasiswa yang ditakuti Suharto yaitu Yeni Rosa Damayanti yang dipenjarakan olehnya lebih dari satu tahun lamanya dalam kasus “21 mahasiswa” dan yang diasingkan olehnya di negri Belanda setelah peristiwa di kota Dresden, Jerman.

Karena orang Minangkabaulah yang banyak berjasa dan berjuang di negri-negri Melayu lainnya seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Karena orang Minangkabaulah yang menterjemahkan Islam secara baik dan mendorong tumbuhnya Indonesia sebagai “negara yang berbasis Islam” yang relatif ramah, relatif cinta damai dan tidak memusuhi perempuan.

Karena orang Minangkabaulah yang menterjemahkan ayat AL Qur’an mengenai “perempuan yang bertulang bengkok” secara baik yaitu HAMKA. Menurutnya perempuan harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, walaupun ayat ini di dalam budaya-budaya patriarkal lainnya diartikan sebagai “perempuan lemah” dan layak diperlakukan sesuka hati oleh kaum laki-laki.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi astronot pertama di Malaysia yaitu Dr. Sheikh Muszaphar Shukor. Beliau adalah orang Minangkabau kelahiran Negri Sembilan, Malaysia.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak para aktivis mahasiswa yaitu Tan Malaka, yang karya-karyanya dan jalan hidupnya menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa dan aktivis-aktivis politik lainnya dalam berjuang untuk Indonesia.

Karena orang Minangkabaulah yang layak disebut sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia yaitu Muhammad Hatta, karena Sukarno tidak layak (dan juga tidak mau) untuk itu. Karena terkagum-kagum oleh kekuasaan Jepang dan disebabaan oleh usahanya untuk meraih kekuasaan di Indonesia, Sukarno menjilat Jepang dengan mengirim 270 000 orang Indonesia untuk menjadi romusha (budak Jepang) yang akhirnya mati karena kelaparan dan sakit di pulau-pulau lainnya di Indonesia dan di negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Karena orang Minangkabaulah yang menjadi Bapak Ekonomi Rakyat Indonesia dan Bapak Koperasi Indonesia yaitu Muhamad Hatta, sang Proklamator. Koperasi dari sejak didirikan sampai sekarang telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi rakyat kecil dan menengah, dibandingkan dengan ekonomi bank yang menjadi dasar bagi larinya hasil-hasil ekonomi rakyat Indonesia ke negara-negara “China” seperti Singapura, Hongkong, Taiwan dan RRC.

Dan masih banyak lainnya. Sulit disebutkan di sini peranan-peranan, sumbangan-sumbangan orang Minangkabau di segala bidang, baik di ranah Minang sendiri, di Indonesia, di negri-negri Melayu lainnya dan di dunia. Peran Minangkabau tidak dalam hal-hal buruk seperti pencurian, korupsi (pencurian besar-besaran), pembunuhan dan pembantain, melainkan dalam hal-hal baik dan kecendekiawanan.

Walaupun sengaja dihapus perannya dan dilupakan, saya tidak akan lupa.

Sekali lagi, saya bangga.

Lha, kalau BATAK apa???

salam KASIH KARUNIA DR JESUS KRISTUS…

klo kamu mengaku BATAK namun tidak mengikuti ROH JESUS DAN FIRMAN ALLAH SEMESTA ALAM..zakaria 4:6..itu bukan ciri seorang BATAK

udah ditebus ALLAH JESUS bahwasanya kita harus menjadi buah ROH yaitu:
KASIH
SUKACITA
DAMAI SEJAHTERA
KEBAIKAN
KESABARAN
KEMURAHAN
KESETIAAN
KELEMAHLEMBUTAN
PENGENDALIAN DIRI
galatia 5:22

marilah kita menjadi TELADAN di tengah2 bangsa karna ALLAH JESUS akan menjadi PELINDUNG kita.
karena JESUS udah melepaskan dan menghancurkan KUTUK2 DARI HUKUM TAURAT dengan FIRMAN TUHAN:

“kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri”

amin
aleluyah

atik adong nahurang,sattabi hami raja nami..manganju ma hamu dihami
horas…
butima

@Maliq

Setiap kelebihan ada kekurangannya.
Setiap kekurangan ada kelebihannya.
Lanjutkanlah supaya aku ikut bangga.

Salam Damai!

@Willy dan cs

Itulah kecerdikan orang Minang dalam memutar otak untuk mendapatkan uang. Orang Minang tidak mengkonsumsi babi, tapi karena sebagian orang Minang hobi berburu babi (ingat, ini sebagai hobi saja bung! Malahan di beberapa kampung hobi ini dijadikan sebagai perlombaan). Asal kalian tahu, kalau di kampung halaman mata pencaharian orang Minang itu kebanyakan bertani dan berladang, dan yang namanya bertani atau berladang itu tentu saja ada hama, salah satunya hama babi. Nah, itulah sebabnya alasan orang Minang memburu babi untuk memusnahkan hama tersebut untuk melindungi hasil-hasil pertaniannya. Jika hasil buruan banyak didapat, daripada babi-babi itu membusuk saja jadi bangkai mending dijual, sekalian bisa mendatangkan uang. Nah, siapa kaum yang selalu membutuhkan babi untuk dimakan, ya kalian orang Batak! Itu yang namanya cerdik, buka mata kalian lebar-lebar.

Sebagai perbandingan, jika orang Batak memang doyan makan babi kenapa tidak mereka saja yang langsung turun ke hutan untuk mencari babi-babi itu? Malas atau takut ke hutan? Bukankah kata kalian hutan-hutan di Riau saja kalian babat untuk jadi pemukiman Batak? Kanapa untuk menangkap babi hutan untuk konsumsi kalian saja, kalian malas? Gubrak!

Kalian juga doyan memelihara anjing, tapi kenyataan anjing yang kalian pelihara itu malah kalian makan (terutama anjing hitam, ini fakta yang lebih menjijikkan dari orang Batak!). Kenapa anjing yang kalian pelihara itu tidak kalian gunakan saja untuk berburu babi hutan, bukankah nanti keuntungan kalian bakal berlipat ganda? Babi itu bisa kalian jual, sebagian untuk kalian makan. Jujur saja, kenyataannya kalian malah menunggu dan membutuhkan babi hutan hasil buruan orang-orang Minang, bukankah sebenarnya kalian juga membutuhkan tenaga orang Minang untuk memenuhi nafsu makan babi kalian? Siapa yang MUNAFIK sekarang, wahai Batak? Hahaha, berpikir cerdaslah wahai kaum tetangga!

Mengenai pelihara anjing, memang ada sebagian orang Minang yang memelihara anjing tapi itu hanya untuk menjaga rumah dan hanya ditempatkan di luar rumah saja, bukan dijadikan binatang domestik yang disayang-sayang seperti peliharaan lainnya.

Kalau di rantau, orang Minang punya prinsip di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Orang Minang juga menerapkan prinsip ini pada etnis lain yang menginjakkan kakinya di Ranah Minang, jika ada Jawa, Batak, Melayu, Bugis, Aceh, Cina dll yang merantau ke Sumatera Barat, mereka juga wajib mengikuti hukum-hukum dan norma-norma kebudayaan yang berlaku di Ranah Minang. Dan mengenai Cina, orang Padang tidak pernah iri melihat Cina berkembang karena iri-irian itu bukan sifat orang Minang. Kami berjiwa sportif, malahan Cina yang sering iri melihat bisnis orang Minang berkembang, sampai-sampai di Kota Padang, rumah makan Padang dan usaha keripik balado saja mereka duplikasi sedemikian rupa dengan rasa yang tidak terlalu enak-enak banget! Orang Minang juga sering jadi korban kebusukan Cina di Kota Medan. Ingat, usaha konveksi, sepatu, dan tekstil di Kota Medan banyak yang ditekuni oleh orang Minang, tapi sekarang malah dimonopoli oleh Cina dengan cara yang tidak etis! Jadi ingat bung, siapa yang memakan siapa?

Makanya, kalau di Padang orang Cina jangan coba-coba menerapkan prinsip liciknya itu, karena hanya akan menyebabkan mereka terusir dari Kota Padang. Ingat bung, Kota Padang itu padahal aturannya masih longgar untuk orang Cina tapi kenyataan mereka juga tetap mendapatkan saingan usaha yang tak lain adalah orang Minang sendiri yang memang merupakan suku yang memiliki jiwa enterpreneurship yang tinggi dibanding Batak. Di Padang itu masih mendinglah toleransi orang Minang terhadap Cina, kalau di Bukittinggi orang Cina lebih mati kutu karena jiwa dagang orang Bukittinggi itu rata-rata memang bagus. Nah, kalau di Pariaman dan Solok lebih parah, orang Cina tak boleh masuk ke sana, kalau ngotot dibunuh, karena sebagian orang Minang menganggap orang Cina itu memang licik dan seperti Belanda minta tanah. Kenyataannya memang begitu kan? Mereka menguasai pribumi dengan cara yang sangat halus dan tanpa disadari nanti orang-orang pribumi itu mereka jajah di bawah dominasi ekonomi mereka. Dan itu sudah terjadi di Medan! Tapi itulah kecerdikan orang Minang, mereka mampu membaca gelagat dan pada dasarnya Minang memenag tidak interest terhadap Cina. Camkan itu!

Akh….klian orang minang..ngaku beragama, ngaku punya sopan santun…ngaku pemberani…tp hanya dimulut saja..

sejak SMA saya kenal dengan orang minang, sampe sekarang , blom pernah saya ketemu yang punya sifat pemberani atau kesatria ( pada umumnya dimiliki orang batak)

di pelototin aja nunduk…hehehe…5 orang minang ketemu dengan 2 orang batak..bisa dipastikan..yang takut orang minang…

itu fakta…

jadi klian berani di dunia maya aja..dan didaerahnya doank..liat aja di jawa ini bahkan samapai ke papua sana…klo ada orang batak tinggal.. pasti dikenal baik dan di hormati…apakah orang orang minang sperti itu??

Untuk semua tidak terkecuali saya sendiri.

“Tinggi langit masih ada yang lebih tinggi , dalamnya lautan masih ada yang lebih dalam.”

Mari kita melihat kedepan , jangan mununduk atau menengadah kalaupun menoleh kebelakang barangkali ada yang tertinggal.

Bungkuslah jiwa raga dengan keTuhanan yang tiada bersalah-salahan dalam perkataan Nya.

Bersihkan jiwa raga dalam berbuat dan berucap bahwa kita dalam pengawasan Nya.

Jangan katakan yang salah itu benar karena kebenaran itu tidak akan tertukar.

Ingat “Mulut mu adalah Harimau mu.”

Horas Mandailing.

Dahulu kala ribut soal batu,
Sekarang ribut nomor satu,
Kini-tadi anjing babi melulu.

Bagiku,
Dahulu adalah daging,
Sekarang adalah jiwa,
Kemudian adalah roh!

Aku kini adalah jiwa,
Aku nanti adalah roh,
Aku tadi daging.

Kayaknya bener gitu deh, Coy!
Kata Jesus: “Ini dagingku makanlah,
Ini darahku minumlah!” Selesai sudah!

Napa masih anjing babi yg masalah!
-

Salam Damai!

sudahlah kawan-kawan. gak ada gunanya meninggikan diri dan merendahkan yang lain.

tak ada gunanya jg mengungkit-ungkit hal yg lampau. apalagi membandingkan dgn kondisi skrg. tak akan selesai dan tak akan maju kita sebagai satu kesatuan berbangsa dan bernegara.

berbuatlah yg terbaik untuk dirimu, keluargamu, masyarakat sekelilingmu, negaramu, dan Tuhanmu.

bangso Batak emang ud ditetapkn jd pemimpin….
alai so tung lupa hita poang ise do na mangalehoni………. tiki najolo boe ma ….alani parbegu najoloi dang dope mananda Tuhanta na paluahon hita sian hamateani…

Kalau kita bersandar sm Tuhan, nk Dialah yg berperang di depan kt……
Amen…
Jelou…………….

Sattabi ma di hita halak batak,
Ndang adong gunana hita saling mencela satu sama lain.
Batak, Minang, Jawa, China, Flores, Nias, serta suku – suku yang lain yang ada di Negara kita yang kaya akan budaya ini merupakan harta yang paling berharga di dunia ini yang tak dimiliki oleh negara lain. Jadi berbanggalah jadi Bangsa Indonesia. Hati – hati dengan orang – orang yang diperalat negara lain untuk memecah belah kita, saya pesankan buat yang pertama sekali mengawali topik ini, katakan dengan jujer berapa kau di bayar!!!! Penghianat Biadab!!!
Kau pikir kami bangsa indonesia akan terpancing dengan omonganmu…! Saya yakin sampai sekarang semua saudaraku dari berbagai suku di Indonesiaku ini masih bersatu dalam balutan Ibu Pertiwi.
Salam…..Sumpah Pemuda
Salam…..Kesatuan
Merdeka
GBU….

Salam damai kawan,

Betapa panjangnya sdh perdebatan d atas, sampai tercengang2 aku membacanya.
satu hal, sesuatu tak akn pernah selesai kalo di perdebatkan…
akan selalu ada dua sisi…
Kalau kt menyebut diri beriman, tdk akn kita saling cela…
toh kalau bumi yg kita pijak ini homogen, tak ada serunya kan…

lagian, selagi kt sibuk berdebat disini, kebudayaan kita, adat istiadat kita, di aku2 negara tetangga pula…

Niat baik itu saja, we’re living under one sun kawan…

peace,

@cs

kalau nimbrung tau dulu masalahnya bung!!!

@campuran

Campuran apalagi nih!

Salam Campur!

kalian itu loh (orang minang), apa sih yg diributkan.

kalo memang gak suka liat orang makan babi, ya udah gak usah dilihat

kalo memang gak suka suka sama suku batak, ya udah gak usah berteman, bergaul, dan bertetangga dengan orang batak
cari aja orang se-suku, kumpul aja sama mereka doang

kalo memang jaman dulu dan (mungkin) sekarang, banyak orang kalian yang hebat, ya udah hiduplah dengan itu saja, gak usah menjelek-jelekkan orang lain yg sedang berusaha mendapat hidup yg lebih baik

kalo memang kalian masyarakat matriarchat yg paling segalanya di dunia, ya udah uruslah sistem kekerabatan kalian itu, gak usah kometar sama sistem kekerabatan orang lain

habis tenaga sia-sia ngomong sama kalian
gak jadi berkat

GBU

kok tidak dipost ya punya saya…

batak sportif dikit lah!!!!!

@Angin Petang

“Nio tanamo raiah kamanangan, nio cadiak rajinlah baguru, nio kayo kuek bausaho.”

Mungkin saya pribadi tidak perlu merasa terpancing dengan tulisan yang anda buat, di mana anda sangat ‘pandai’ memanipulasi tulisan anda yang menurut saya di sana ada strategi “sekali tepuk dapat dua nyamuk.”

Tulisan anda menghina dan merendahkan sedemikian rupa orang Batak, namun juga tak tanggung-tanggung mencerca orang Minang.

Tentunya saya tak bisa jamin anda betul-betul seorang Minang atau seorang Batak yang mungkin bertopengkan Minang. Tapi yang jelas tulisan anda termasuk sukses dalam menyebarkan bibit permusuhan di antara dua suku besar ini.

Percayalah, menurut saya anda itu seorang korban dari apa yang disebut oleh Jalaluddin Rahmat sebagai ‘the fallacy of dramatic instance’, yakni sebuah kondisi di mana seseorang cenderung men-generalisasi suatu kasus secara berlebihan sehingga meng-klaim segala sesuatu yang berhubungan dengan kasus tersebut menjadi sama kondisinya. Tapi bagi saya, kalau anda orang yang berpendidikan dan menulis tulisan seperti itu, jelas jauh lebih baik saya menaruh hormat pada orang-orang kampung yang mencangkul di sawah-ladang yang bahkan SD pun tak tamat dari pada saya harus menaruh hormat pada anda.

Bisa jadi anda orang Minang ‘impoten’ yang dikecewakan oleh rekan-rekan sesama Minang anda yang lebih cerdas, atau mungkin anda adalah Minang tipe full of speech, tapi nothing dalam work (karya).

Atau anda seorang traitor (pengkhianat) yang lebih memilih menyantap babi mentah ketimbang memakan rendang yang kaya bumbu.

Atau anda Batak yang full-jealous pada Minang. Everything is impossible.

Tapi siapapun anda, jelas anda orang yang terbuang dan menumpahkan kekecewaan anda di forum maya ini.

Ingatlah, seekor burung pun tak pernah lupa kembali ke sarang walau sudah terbang tinggi, semut masih ingat telur di sarangnya.

Tak pernah ada orang di dunia yang betul-betul mampu membenci identitas asalnya, kecuali ia seorang pecundang.
Tak masalah, tanpa seorang Angin Petang pun, Minangkabau tak kan roboh, kebesaran budaya dan popularitas orang Minang terlalu agung untuk tulisan anda yang demikian kerdil.
Silakan anda memilih untuk menjadi seorang pembelot dan memilih menjadi suku lain (Batak), karena tak ada anda pun, Minangkabau tetap ada, karena anda hanyalah debu.

Orang Aria dicerca dunia karena membantai orang Yahudi dalam tragedi holocaust, namun mereka tetap bangga sebagai Arya.

Albert Einstein seorang cerdas yang kecewa pada zionisme, namun ia tidak pernah menyesal terlahir sebagai Yahudi.

Orang Inggris bangga mengaku British, Malaysia bangga dengan Melayu, Afrika bangga sebagai negro. Australia yang keturunan narapidana Eropa tapi tak pernah mempermasalahkan keturunan mereka.

Nah, anda?? Orang Minang yang membenci Minang lantas ingin menjadi Batak???? Betapa rendah keputusan anda. Tidakkah anda belajar pada alam. Alam takambang jadi guru, ha??

Walaupun diakui dalam beberapa kasus, Minangkabau mengalami penurunan, namun bagi saya hingga saat ini orang Minang masih diakui sebagai kaum yang terpelajar, pencetak intelektual, egaliter tidak mengenal kasta, tidak mengenal sub-etnis, mandiri dan pantang menjadi babu di negeri rantau.

Tidak ada orang Minang di perantauan yang bersedia menjadi pembantu yang gampang diperintah sana-sani karena memang dari akar budaya orang Minang tidak gampang menundukkan kepala dan bersikap pura-pura manis.

Ingatlah, jangan sekali-kali kita terjebak dalam pola fikir the fallcay of dramatic instance, karena bagi saya semua etnis itu memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipahami.

No body is perfect

Teman saya juga banyak dari etnis minangkabau, walaupun memang saya akui ada beberapa yang masih berpikiran negatif tentang batak, tapi saya “fine” aja, selama gak nyenggol, yah gak gw bacok :)

Tapi kebanyakan dari teman pergaulan saya justru sangat menghargai perbedaan-perbedaan kok. Entah itu suku ataupun agama.

Ini cuma ulah segelintir orang yang tidak bisa menerima perubahan, semoga mereka ini bs berpikir secara lebih luas.

Masih ada tugas yang lebih besar lagi, daripada mempermasalahkan soal begini, mari bangun kembali bangsa ini. Damai itu indah kawan…

Salam hangat untuk saudara-saudara batakku, dan teman-teman minangku….GBU all

saya sebenarnya mau tulis banyak. tapi setelah dipikir-pikir, banyak juga yang di blog ini yang secara langsung dan tidak, sudah merepresentasikan pikiran saya. jadi tidak usah panjang-lebar lah saya kira.

intinya, damai-damai saja lah. anginpetang memang sudah berhasil membakar dua suku besar ini. tapi semoga tapi masih bisa diredam oleh kesadaran dan jiwa bhineka tunggal ika kita.

betapa mengecewakan kalau perdebatan ini masih berlanjut tetap ke arah tanpa penyelesaian, saling menjatuhkan.

saya cinta damai, itu saja. saya minang asli dan berteman dengan kawan2 dari batak juga. kita saling toleransi dalam berkawan, tidak pernah mencoba menjadi superior. saya jadi ngeri ketika membaca blog ini, jujur saja.. mengapa kita tidak coba berpikir, saya indonesia. semoga bisa dipahami maksud say, terima kasih.. ^_^

oya, saya tidak bermaksud menghidupkan api yang sudah mulai padam karena jarak posting terakhir dengan tulisan saya hampir satu bulan lamanya. saya hanya kebetulan numpang lewat dan prihatin melihat tulisan-tulisan di dalamnya. sekali lagi, peace for all.. ^_^

Namanya manusia itu tidak ada bedanya
Setiap bangsa di Bumi ini gak Batak Padang Europa sampai Africa?,gak Islam ,Kristen,Budha sampi Hindu
,sama2 memiliki maling, penipu, pembohong, kafir,kejelekan masing2.
Mari kita belajar mengenal Manusia saudara2.
Manusia itu lebih buas dari Binatang,tanpa pandang suku bangsa dan agama.
Pikir dalam2 ,mari berdialog seperti orang dewasa
Coba menghormati sesama,rasanya seperti mengikuti bicaranya anak umur 7 tahun aja disini neh……,huhhh…malu2in

aku tetap aku bukan kau dan dia dan juga bukan aku yang semalam dan juga bukan yang akan datang. aku bangga jadi aku.kau tidak perlu jadi aku.Tapi Kasih adanya itulah hidupku

@ 71 | campuran

saya tertarik dgn komen anda. tapi tanpa pembuktian. di RIAU mana anda katakan batak vs minang . sebetulnya bukan dgn minang tapi dgn penduduk asli , melayu . DL sitorus yang punya kerjaan .

Suku Melayu RIAU sangat benci sama minang . Bukan sama BATAK

damai……………damai…………..
apapun dalam hidup ini punya sisi yang berbeda. tidak ada yang salah dengan itu. karena sifat dasar Tuhan lah yang menciptakan. siapa yang menghina sisi yang satu dan memuji sisi yang lain berarti menghina Tuhan. yang baik ialah menggunakan kedua sisi dengan bijak untuk membuat sesuatu yang baik demi hidup.
damai………….

saya adalah mahasiswa yang ingin mencari tugas untuk perkuliahan..
sewaktu saya melihat blog ini, saya benar2 terkejut karena adanya perperangan di dunia maya ini..

saya adalah urang minang..
terus terang, saya benar2 terkejut, sedih, marah n prihatin atas apa yang telah ditulis dlm blog ini..

kita adalah bangsa indonesia..
bukankah keanekaragaman budaya ini merupakan kekayaan bagi kita???
bukankah kita diajarkan untuk tidak melecehkan suku lain??
apakah anda tau bagaimana nenek moyang kita memperjuangkan negara ini dari bangsa asing??

di padang sendiri,, saya pribadi berteman baik dengan teman2 dari medan,, tetapi kami tidak pernah sama sekali menyinggung yang namanya etnis..
karna kami tau,, KITA SALING MEMBUTUHKAN!!!!!!!!!!!

oleh sebab itu,, sudahilah pertengkaran yang tiada makna ini…
marilah kita memupuk kembali rasa persaudaraan yang tlah hilang…
marilah kita instropeksi diri sendiri….
bukankah para nenek moyang kita sama-sama memperjuangkan negeri pertiwi ini dengan darah mereka????
saya yakin,, mereka pasti menangis kalau kita terus mencaci maki satu sama lain…

hidup INDONESIA!!!!!!!!!!!!!!!!!

@angin petang:
kalau kamu orang yang beragama,,
please,, janganlah kamu sekali merendahkan asalmu sendiri…
(jika kamu memang benar orang minang)

Haaa-haa Haaaa (lucu abis)

Saya orang INDONESIA, Lahir di Jakarta 1990, keturunan Minangkabau….

Ampun pemerintah, Kata Mbah Surip……Zaman segini masih ngomongin kesukuan

Bagi saya yang sudah menjadi generasi INdonesia Tulen, apalgi tinggal di Jakarta ( udah engga ngaruh lagi strotype suku-sukuan yang masih di pegang generasi tua Indonesia di berbagai pemikiran suku di Indonesia yang sebenarnya lahir dari sejarah yang lampau dan di bumbui oleh politik kolonial Belanda (pecah belah)).

Faktanya. teman-teman permainan saya 20an ( Di jakarta), udah basi nih kalo ejek-ejekan kesukuan, karena mereka berpikir semua orang sama walaupun berbeda latar belakang (lingkungan, suku, pendidikan, dll)….. ini membuktikan pikiran generasi tua udah kaga laku, apalagi buat generasi muda di kota besar yang sudah seperti melting Pot (kuali adukan) semuanya nyampur…

Sudahlah,
Setiap kebudayaan suku bangsa Indonesia ada baik dan buruknya.
Yang baik sajalah yang kita ambil untuk kebaikan BAngsa Indonesia… sekali lagi bangsa Indonesia…

Segala pandangan yang memecah persatuan bangsa…. untuk generasi Tua, tolong jangan di tularkan kepada kami..

Ajarkan kami bersatu, untuk nusa dan bangsa untuk Indonesia yang lebih maju….

terima kasih

PERHATIAN:

Batak masukPenduduk Indonesiatua Protoindonesia
Minang masuk Penduduk Indonesiamuda Deutroindonesiia

Batak tiba di Indonesia Mayor cq Sumut 3 Ribu Th sM
Minang, 7-6 Abad sM

Batak dari Awal asal MmHss Manusia Moderen Homo Sapiens Sapiens
yaitu 12 Jt Th – 5 Ribu Th sM. Batak percaya Tuhan Satu Mulajadinabolon dan meligitimasi Qura dan Bibel juga Taurat Tuhan Satu mereka sama Mulajadinabolon itu, Pencipta Alam Semsta. Bersamaan itu Abad 19 dari Apostel Tuanku Rao Quran dan IL Nommensen/Raja Pontas L Tobing, bersamaan dari Barat / Timteng menerima IT Ilmiateknologi Metode Hidup di Sekular.

Minag tentu Indonesiamuda atau cerita Siguntangmahameru 3 Putri Iskandar Zulkarnain di Eropa dengan isterinya dari Asia Timur bisa jadi Ikan Duyung. Katanya !

Namun, Rekan Minang Pengkritik belum membaca banyak !

Menurut saya si angin petang adalah manusia yang tidak berprinsip…
Tidak punya kekuatan diri pada apa yang menjadikan dia sebagai “orang minang” yang katanya kalah telak pada salah satu suku bangsa yaitu batak..
Buat saya yang asli orang minang tidak masalah siapa yang superior diantara keduanya maupun sukubangsa lainnya..
Tetapi yang paling krusial adalah bagaimana memajukan negeri ini…
Setiap masa ada waktunya siapa yang lebih superior…
tetapi dalam konteks membangun bangsa dan negara republik indonesia karena setiap sukubangsa berhak membangun bangsa ini…

STOP…. STOP … STOP….
Ranah minang sedang dilanda bencana gempa bumi… Ayo semua rame-rame bantu sesama saudara…

Saya orang Minang…Istri Jawa….teman teman banyak Batak..Minang……Jawa…Manado..madura..Bugis dll.
Menurut saya ….pertentangan begini ngak ada gunanya…..kita dilahirkan dari suku apapun bukan pilihan kita itu pemberian dari yang kuasa…jadi mempertentangkan itu saya pikir picik sekali…semua suku sama ….ada yang baik ada yang jelek…saya punya teman Batak yang sudah kayak saudara…teman Jawa juga.
Jadi please Stop…Orang Minang …Batak mempertentangkan ini..kita ini Satu Indonesia …Kalau ada Minang yang melenceng itu bukan kerena dia Minang tetapi kerena dia memeng melenceng aja…kalau ada Batak sukses itu bukan kerena licik tetapi karena mungkin dia pintar dan beruntung….please stop…mari kita bangun Indonesia bukan dengan semangat ke sukuan tapi semangat walau kita berbeda tetapi kita tetap satu

Bravo Indonesia…Bravo Batak…Bravo Minang Bravo Jawa…Bravo Madura..Bugis Banjar Papua Manado…dll

Tinggalkan Balasan

tobadreams weblog

Robert Manurung's Facebook profile

Blog Stats

  • 176,509 hits

Arsip