batak itu keren

Berita SIB Mengenai “Tragedi Protap”

Posted on: 4 Februari, 2009

Mabes Polri :Ketua DPRDSU Meninggal Akibat Serangan Jantung

Mabes Polri menyatakan, Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat meninggal dunia karena serangan jantung bukan tindak kekerasan oleh massa yang berunjuk rasa di gedung DPRD.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Selasa mengatakan, Polri telah memeriksa hasil otopsi luar RS Gleni Internasional, RS Pringadi Medan, dan keterangan saksi.

“Dari hasil otopsi luar RS Gleni Internasional diperkirakan dia meninggal dunia karena serangan jantung,” katanya.


Hasil serupa juga disampaikan anggota reserse yang mendampingi otopsi di RS Pringadi Medan.


“Hasil visum di RS Pringadi itu masih sementara karena yang resmi harus disampaikan tertulis tetapi dari keterangan sementara beliau meninggal karena serangan jantung,” kata Abubakar.

Selain itu, berdasarkan keterangan saksi yang diambil pihak kepolisian setempat dari lokasi kejadian, menunjukkan tidak ada yang melihat Ketua DPRD Sumut itu meninggal dunia akibat terkena pukulan.


Untuk mendalami kejadian tersebut, Polri telah meminta keterangan enam orang saksi termasuk koordinator lapangan dan penanggungjawab aksi.
Pengusutan lebih lanjut akan dilakukan, karena aksi tersebut juga telah mengakibatkan kerusakan terhadap barang-barang inventaris di dalam kantor DPRD.

“Siapa pun yang melakukan unjukrasa anarkis dan pengrusakan maka Poltabes Medan, Polda Sumut dan Polri selaku penyidik akan memprosesnya berdasar pasal 170 KUHP tentang Pengrusakan barang secara bersama-sama,” katanya.

Terkait pengamanan gedung DPRD, Abubakar mengatakan, Polri telah berupaya mengamankan aksi unjukrasa dengan melibatkan anggota Poltabes Medan dan Polda Sumut dan Brimob.


“Polri dengan Satpam DPRD sudah berusaha keras mengamankan gedung DPRD tetapi aksi pengrusakan tetap terjadi,” ujarnya.

Abdul Aziz Angkat, Ketua DPRD Provinsi Sumut, meninggal dunia saat terjadi insiden pada aksi unjuk rasa massa pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di Gedung DPRD Sumut di Medan, Selasa. Demikian Antara.


Keterangan Kapoltabes Medan Kombes Pol Aton Suhartono
Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat meninggal dunia akibat serangan jantung di Rumah Sakit Gleni Medan, Selasa (3/1) siang.

Sebelum meninggal Abdul Aziz pingsan di gedung DPRDSU di tengah kerumunan massa yang berunjukrasa.


Kapoltabes Medan Kombes Polisi Aton Suhartono dalam keterangannya menegaskan Abdul Aziz Angkat meninggal dunia akibat serangan jantung. Aksi unjukrasa di gedung DPRDSU, mulai Selasa pagi hingga siang dipenuhi massa menuntut pemekaran Provinsi Tapanuli. Menurut mereka, tuntutan pemekaran Provinsi Tapanuli, sudah terjadi sejak tahun 2002 lalu, namun sampai sekarang belum ada realisasinya.


Padahal lanjut mereka, pemekaran wilayah seyogianya tidak memerlukan waktu yang sedemikian lama, karena persyaratannya jelas. Tetapi sampai sekarang tidak ada rekomendasi dari DPRDSU.

Setelah sempat lunglai , Abdul Aziz Angkat diamankan di ruang rapat FPG sebelum akhirnya pingsan dan tidak sadarkan diri. Kemudian Abdul Angkat dievakuasi ke Rumah Sakit Gleni Medan, tetapi sempat dihalang-halangi massa yang berunjukrasa.

Pada pukul 13.00 siang, Abdul Aziz Angkat yang telah dievakuasi ke rumah sakit Gleni Medan, akhirnya meninggal dunia. Abdul Aziz pun meninggal diduga akibat serangan jantung yang dialaminya. Menurut informasi, Abdul Aziz pernah operasi jantung koroner sekitar 5 tahun lalu. Demikian Metro tv.

Dokter: Korban Meninggal Akibat Serangan Jantung

Hal tersebut diungkapkan ahli saraf RS Gleneagles, dr Kolman Saragih, kepada wartawan di kantornya, Jl Listrik, Medan, Selasa (3/2).

“Yang bersangkutan meninggal akibat serangan jantung. Namun kami juga menemukan luka memar di kepala dan dadanya,” kata Kolman.

Jenazah Aziz saat ini sudah dibawa keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka, Jl Eka Rasmi, Medan. Demikian detikcom.

Mabes Polri Membantah Demonstran Tidak Memiliki Izin

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar menjelaskan kronologis tewasnya Aziz. Saat itu ada 2.000 orang yang berdemonstrasi meminta pengesahan Provinsi Tapanuli dari DPRD kepada DPR pusat. Kemudian Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat menemui beberapa perwakilan, namun tiba-tiba ia jatuh sakit.

Yang jelas, setelah jatuh sakit, Aziz kemudian dibawa ke RS. Namun di tengah perjalanan ia meninggal dunia.

“Kita masih tunggu laporannya dari Sumut tapi memang ada keterangan ia pernah melakukan operasi by pass,” pungkas pria berkumis ini.

Polri membantah aksi demonstrasi yang meminta pengesahan Provinsi Tapanuli tersebut tidak memiliki izin. “Setelah saya cek demo itu sudah ada surat pemberitahuan. Malah demo tersebut dikatakan akan membawa 10.000 orang,”

ujar Abubakar. Demikian detikcom.

Polisi Bantah Lalai

Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Aziz Angkat tewas di Gedung DPRD Sumut. Terkait hal ini, polisi membantah lalai dalam melakukan pengamanan.

“Pengamanan yang kami lakukan sudah maksimal. Kami melibatkan sejumlah personel dari Polda Sumut, tapi demonstran memaksa masuk,” kata Kapoltabes Medan, Kombes Pol Aton Suhartono, di gedung DPRD Sumut, Jl Iman Bonjol, Medan, Sumut, Selasa (3/2).

Aton menambahkan, pihaknya masih menyelidiki sebab-sebab kematian politisi Partai Golkar itu. Jika memang akibat pemukulan, pihaknya berjanji akan segera menangkap pelaku. Demikian detikcom.

Abdul Aziz Jabat Ketua DPRD Sumut Hanya 2 Bulan

Penyebab pasti kematiannya, hingga saat ini belum jelas. Abdul Aziz sebenarnya baru menjabat ketua DPRD Sumut dua bulan lalu.

Abdul Aziz, politisi Partai Golkar, dilantik sebagai Ketua DPRD Sumut pada Kamis, 27 November 2008 dalam sidang paripurna istimewa di DPRD Sumut. Abdul Aziz dilantik oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumut Kimar Saragih.

Dia menjadi Ketua DPRD Sumut menggantikan Abdul Wahab Dalimunthe yang mundur gara-gara mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat. Lantas, Partai Golkar, partai asal Abdul Wahab, mencalonkan dua kader Golkar, yaitu Abdul Aziz dan Zaman Gomon Mendrofa untuk menjadi Ketua DPRD. Dalam pemilihan, Abdul Aziz menang telak meraih 61 suara, sedangkan Mendrofa hanya mendapatkan 11 suara.

Pelantikan Abdul Aziz pada 27 November 2008 dilakukan setelah turun SK Mendagri tentang Penetapan Ketua DPRD Sumut sisa masa bakti periode 2004-2009 yang ditandatangani Mendagri Mardiyanto. Namun, ternyata Abdul Aziz tidak menjabat Ketua DPRD dalam waktu lama.

Selasa (3/2), Abdul Aziz dipanggil Yang Maha Kuasa. Hingga saat ini belum jelas, apa penyebab pasti kematian Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut itu. Diduga, Abdul Aziz mengalami penyakit jantung. Demikian detikcom.

Ribuan Massa Demo

Perlu dikabarkan, perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli sudah berlangsung cukup lama. Terakhir Komisi II DPR-RI sudah setuju, Tim ad hok DPD-RI sudah mengadakan peninjauan kemudian secara aklamasi sudah setuju. Amanah Presiden (Ampres) sudah turun, Tim Departemen Dalam Negeri juga sudah mengadakan penelitian langsung di lapangan dan Gubernur Sumatera Utara juga sudah menandatangani surat persetujuannya. Dan paling terakhir rencana pembentukan Protap tersebut sudah diparipurnakan DPR-RI tanggal 19 Desember 2008 yang lalu, tinggal satu yang perlu dilengkapi yaitu rekomendasi persetujuan dari sidang paripurna DPRDSU.

Inilah yang didesak ribuan massa yang mengadakan unjuk rasa ke DPRDSU kemarin, supaya DPRDSU segera mengadakan paripurna menyetujui Protap. Pada pertemuan minggu lalu, Ketua DPRDSU Aziz Angkat dan para Wakil Ketua DPRDSU sudah sepakat menetapkan tanggal sidang paripurna pada tanggal 4 Pebruari 2009, tetapi kemudian diberitahukan tidak jadi, yang membuat umumnya masyarakat Tapanuli sangat kecewa.

sumber : hariansib

132 Tanggapan to "Berita SIB Mengenai “Tragedi Protap”"

ini harian kan punya keluarga besar tersangka utama, jadi beritanya sarat ketidak netralan, pembelaan diri utk menutupi dosa & belang mereka.

protap tidak lain hanyalah politik kepentingan orang per orang yg kemaruk akan kekuasaan & kekayaan. sdh punya banyak msh merasa kurang.

protap blm terbentuk saja sdh makan nyawa 1 orang, apalagi kalau nanti sdh terbentuk, bisa2 tapanuli jd ajang pertumpahan darah.

ayo, bangsa batak! dewasakan demokrasi mu, besarkan jiwamu utk slalu bersabar menjalani birokrasi, salurkan aspirasimu dgn cara konstruktif

saya sangat perihatin mendengar berita meninggalnya Ketua DPRD

Sumut Abdul Aziz Angkat, karna walau gimana pun saya adalah orang

batak asli, saya berharap, ini adalah pelajaran berharhga buat kita

semua, kita harus bisa mengambil hikmah dari semua ini, dan bagi

keluarga yang ditinggalkan, bersabar lah….

Perlu dikabarkan, perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli sudah berlangsung cukup lama. Terakhir Komisi II DPR-RI sudah setuju, Tim ad hok DPD-RI sudah mengadakan peninjauan kemudian secara aklamasi sudah setuju. Amanah Presiden (Ampres) sudah turun, Tim Departemen Dalam Negeri juga sudah mengadakan penelitian langsung di lapangan dan Gubernur Sumatera Utara juga sudah menandatangani surat persetujuannya. Dan paling terakhir rencana pembentukan Protap tersebut sudah diparipurnakan DPR-RI tanggal 19 Desember 2008 yang lalu, tinggal satu yang perlu dilengkapi yaitu rekomendasi persetujuan dari sidang paripurna DPRDSU.

Inilah yang didesak ribuan massa yang mengadakan unjuk rasa ke DPRDSU kemarin, supaya DPRDSU segera mengadakan paripurna menyetujui Protap. Pada pertemuan minggu lalu, Ketua DPRDSU Aziz Angkat dan para Wakil Ketua DPRDSU sudah sepakat menetapkan tanggal sidang paripurna pada tanggal 4 Pebruari 2009, tetapi kemudian diberitahukan tidak jadi, yang membuat umumnya masyarakat Tapanuli sangat kecewa.

seolah dalam berita ini menyudutkan pak azis yang lambat dalam tugas..
perlu kalian ketahui bukan masalah lama perjuangan tapi kualitas n standar dikatakan jadi propinsi..
memang mungkin dari kejadian ini moral kalian tidak pernah mengikuti Dasar negara,..
tak jauh beda kalian dengan PKI cuma PKI secara diam-diam kalian secara langsung..

Kemarin pagi 4 februari saya langsung browsing ke webnya SIB, ternyata berita kejadian tgl 3 Feruari tidak ada. Saya coba lagi browsing sekitar jam 14.00, juga gak ketemu. Tadi malam saya browsing, baru ketemu seperti yang diatas.

Kalau dilihat dan dicermati berita SIB dan berita di koran Waspada dan menyaksikan berita senumlah stasiun TV, maka jelas berita SIB tidak menggambarkan apa-apa tentang kejadian yang berakhir anarkis itu.

SIB hanya menulis opini pihak lain (polisi dokter dll).

Ada apa SIB tidak meliput kejadian dan tidak memuat kejadian itu di web nya. ???

Saya mendukung pembentukan Provinsi Tapanuli, Berarti ada
kemajuan Bangsa, khususnya Putra-putri Daerah yang ada di perantauan mau memajukan Tapanuli….Horassssss

Syukurlah. Dengan tidak mengurangi rasa simpati dan hormat kepada Bp. Abd. Azis Angkat yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

Saya bersyukur karena hasil visum itu cukup melegakan. Karena dalam suasana panas akibat peristiwa itu, banyak oknum yang dengan berbagai agenda kepentingan hendak membawa peristiwa ini ke wilayah yang sensitif : SARA.

Para petualang politik, mencoba menjadikan peristiwa ini jadi agenda untuk menyudutkan halak hita. Maklum, menjelang Pemilu Legislatif. Banyak yang tiba 2 jadi pahlawan kesiangan mengomentari peristiwa ini, dan membuat suasana makin panas.

SIB kan tau corongnya kemana…

Tapi, kenapa berita SIB jauh beda dengan gambar yang ditayangkan beberapa televisi nasional….terlihat pemukulan.

Jadi bukan karena ditonjok saat ada demo ya… ???

awak tak sakit jantung pun jadi sakit jantung kalo dibuat mcm pak aziz di tv
wartawan sib pasti ada di tempat, tapi ya jelas lah tak ditulis mo dipecat sama si “bos”
ah…permainan kalian sungguh tidak elegan, kasar, brutal dan mudah dibaca

Cukup prihatin dengan kejadian di Gedung DPRD Sumut….
Sebagai pimpinan Dewan tidah seharusnya almarhum membatalkan agenda yang sudah disampaikan ke publik – apa dianggapnya perjuangan pemekaran Protab itu seperti anak kecil???? yang tidak perlu ditanggapi

Saya mendukung Protab untuk kemajuan daerah dan orang Batak tanpa membeda bedakan agama mengejar berbagai ketinggalan bersama sama hidup rukun. Kalau ada unsur politis itu pasti ada, please dech utamakan untuk kepentingan umum janganlah untuk diri sendiri Semoga prakarsa ini dapat terwujud dengan damai mengangkat citra Halak Hita, Horas !!!

Memang betul pemrakarsa PROTAP tdk tau berdemokrasi karena begitu watak d karakter mereka seperti org BAR-BAR,mereka hanya kemaruk utk brkuasa apalagi keluara GM PANGGABEAN,punya banyak tanah di SIBORONG-BORONG yg bakal jadi ibu kota PROTAP,bisa kaya mendadak kau LAE tapi kau sekarang akan dipenjara,kau sdh bikin malu org BATAK hanya krn Ambisimu……….HORAS LAE….HORAS ITO…….

Sangat menyedihkan, demokrasi yang kebablasan …. sehingga menelan korban jiwa …. Dipukul atau tidaknya Pak Aziz, yang jelas hal ini akan mencoreng nama Sumut … khususnya orang Batak ….
@Arih Yaksana Bancin
PKI…?! sepertinya Anda terlalu banyak mendengarkan dongengan Suharto ….

Pendapat saya disini adalah opini saya pribadi, masalah pembentukan provinsi kembali lagi ke pemerintah.

Sebenar nya masalah ini sudah lama sekali di perjuangkan, awal nya sejak tahun 70-an, dan ketika saya sd di tahun 80-an terdengar lagi disana ingin memperjuangkan nya. Sampai ada lagu nya segala, saya masih ingat lagu tersebut.

Jadi sejak jaman dahulu di Sumatra Utara sudah ada demonstrasi, bukan baru-baru ini saja. Dan saya masih ingat sejak jaman awal nya Indorayon mau di bangun pun, masyarakat setempat sudah ada demo, sampai ke Jakarta segala dan menginap di gedung kementrian, banyak yang datang ke Jakarta. Jadi masalah demonstrasi, masyarakat kita sudah lebih awal melakukan nya.

Yang membuat masyarakat marah dan terjadi demontrasi besar-besaran adalah karena pemerintah setempat menyambut POSITIF pembentukan provinsi Sumatra Tenggara. Yang arti nya ada arah kesana untuk meng-acc kan provinsi tersebut.

Pertanyaan nya kenapa?
Dulu masyarakat Mandailing di ajak bergabung untuk menjadi provinsi yang sama, yaitu Tapanuli. Sesuai dengan keresidenan Belanda dahulu. Tetapi karena alasan fanatisme agama, mereka tidak mau.

Dari sini bisa dilihat, bahwa masyarakat Mandailing selalu risih, najis jika berkawan dengan saudara tua nya di Toba. Dari kehidupan sehari-hari pun kita bisa tahu dan merasakan nya.

Saya katakan begini kenapa?, karena masyarakat mandailing akan membuat provinsi baru dan mereka menyambut nya dengan positif, tetapi arah nya sudah pasti dan jelas.

Seharus nya kalau adil, katakan juga tidak, dan tidak akan terjadi kemarahan.

@ Arih Yaksana Bancin

>>> memang mungkin dari kejadian ini moral kalian tidak pernah mengikuti Dasar negara,..
tak jauh beda kalian dengan PKI cuma PKI secara diam-diam kalian secara langsung..

Pernyataan lae ini cukup keras :D , tidak bisa disamakan dengan PKI lae. Kalau dibilang sabar, ya cukup sabar sekali masyarakat setempat memperjuangkan nya, dari tahun 70-an lae.

Yang jadi awal kemarahan kan karena sikap pro aktif pemerintah setempat akan provinsi Sumatra Tenggara itu, itu awal nya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah panitia pelaksana Provinsi Tapanuli benar-benar akan memperjuangkan nasib rakyat nya? dibuat dulu janji tertulis dan janji ucapan di depan rakyat nya TIDAK AKAN KORUPSI. Bila perlu di buat perda yang isi nya jika melakukan korupsi akan di hukum mati, seperti di Cina. Atau hukuman nya seperti hukuman di jaman orang Batak jaman dahulu, kepala di potong.

Kalau itu terjadi, sudah jelas hukum nya, maka rakyat akan sejahtera.

Mampukah amang panitia provinsi Tapanuli membuat nya? kalau mampu, katakan amen……

hmmm…..kalau orang gede mati dalam sebuah demonstrasi
semua pada heboh. Coba kalau orang kecil, nggak ada yang peduli. Sekali-kali biar orang besar yang korban proses demokrasi ini

@ Raja Huta,

ketinggalan lagu nya lae, ……….

Sebagai warga asal Sumut saya turut berduka dan berbelasungkawa yg sedalam2nya atas kejadian ini yg telah memakan korban jiwa bpk.Aziz Angkat. kejadian ini telah mencoreng muka SUMUT yg selama ini dikenal sangat kondusif dan sering disebut sebagai daerah contoh kebhinekaan.kejadian ini tentunya sangat memalukan Indonesia di mata Internasional karena ini adalah kejadian pertama di Dunia dimana seorang wakil rakyat meninggal ditangan rakyatnya sendiriSemoga kejadian ini menjadi yg terakhir kalinya dan kita ambil hikmahnya saja,
Perlu penanganan yg serius dengan masalah ini dari pihak pemerintah karena masalah ini dapat memicu disintegrasi bangsa.Hukum yang bersalah seberat-beratnya, koreksi kinerja Aparat Kepolisian, dan tentunya untuk para Anggota dewan mustinya lebih peka terhadap tuntutan masyarakat.
dalam masalah ini kita tidak boleh hanya menyalahkan 1 pihak saja,bagaimanapun masalah ini terjadi kita harus memandangnya dari hubungan sebab akibat . HORAS MA di HITA SUDE.

Tolong ditinjau kembali keinginan sekelompok elit yang kemaruk akan kekuasaan.Protap bukan jalan terbaik untuk keluar dari masalah publik.
Bagaimana mungkin sebuah provinsi yg akan dibentuk ternyata di isi oleh orang-orang yang berrjiwa anarkis,yg bertindak seperti layaknya binatang,yang mengatasnamakan demokrasi???
itu bukan demokrasi bung,itu hanya sekedar democrazy yg semestinya ga perlu terjadi.
KAliaN toh ga akan bisa mengembalikan nyawa putra terbaik Dairi.
Kalian hancurkan smua harapan2 rakyat sumut.
tolak Protap
kami ga akan tinggal diam!!!

protap is impossible

untuk amang GM.Panggabean n candra P.dan smua pejuang pemekaran,tetap teguh dan konsisten dalam perjuangan,kiranya panjang umur dan sehat selalu dalam memperjuangkan Propinsi Tapanuli,,jangan pernah goyah dengan semua fitnah dan kecaman,ketulusan anda pada saatnya kan menjadi Tinta Emas dalam perjalanan bangsa ini.Tuhan Memberkati.

Benar2 memalukan demo anarkhis dr hala hita pendukung protap,aku kuatir ini mencoreng nama baik org BATAK.Kayaknya qt org batak tdk tau berdemokrasi suka memaksa kehendak siperti prilaku BAR-BAR,sungguh memalukan.Kalau saya perhatikan ini hanya keiginan segelintir elit protap yg sudah gila kekuasaan seperti GM CHANDRA PANGGABEAN seperi dia mau ingin jadi GUBERNUR Protap,sabar LAE kau sebentar lagi masuk hotel prodeo,apalagi tanah keluarga GM Panggabean byk diSIBORONG-BORONG yg bakal jadi ibu kota PROTAP bisa tambah kaya kau nanti LAE,tpi masuk dulu dihotel PRODEO,kau bikin malu org BATAK gara2 ambisimu Baaaaah…….HORAS LAE……..HORAS ITO……..

untuk rudianto : boleh boleh aja anda mendukung protap tapi tidak dengan cara anarkis seperti itu, sadarkah kalian wahai saudaraku di tapanuli??? sudah punya apa kalian mau menjadi propinsi!!!!! haruskah dengan cara menghilangkan nyawa seseorang..??? bagaimana kalian mau membangun daerah kalian kalau kelakuan kalian seperti BINATANG!!!
untuk harian SIB !!! : sebaiknya kalian tutup saja harian yang tak berbobot itu. Harus terima donk,,,kalau salah ngaku aja salah,,,.buat donk berita yang sesungguhnya,,,yang ga usah di tutup2 i. buat bapak GM C P kalian buat malu orang BATAK!!hanya karena haus kekuasaan,,,ingin jadi gubernur,,,menghalalkan ssegala cara. sadarlah,,,saudaraku di dunia ini kita hanya hidup sebentar saja!!!

” ayo kita boikot harian sib. “

jelas sudah pemilik SIB kn tersangka dalam kasus ini,,,,
kita dah cukup tahu apa isi yg akan diliput…

@ Arih Yaksana Bancin
@ R.angkat

Kepada lae berdua, apakah lae bersuara karena yang menjadi korban adalah halak Pakpak?

@R Angkat
Jangan kau bawa2 kawan ke urusan etnis. Kelihatan sekali kebencianmu itu pada orang tapanuli. Seperti kalian yang getol waktu menggolkan Kab. Phakpak Barat karna ternyata kalian tidak bisa dominan di Dairi (termasuk pejabat-pejabatnya).

Sekarang pun, bisa apa Phakpak Barat? mana pembangunannya?. Phakpak Barat lebih kentara penonjolan etnis dari pada keinginan membangun masyarakat setempat.

Tip dari saya: berusahalah maju dan ber level Nasional, mulailah bangun dari dirimu sendiri.

@arih yaksana bancin
kamu setali tiga uang dengan R Angkat. Kebencian kalian terhadap Tapanuli dan orang-orangnya sudah mendarahdaging karna kesulitan kalian unggul di Dairi. Tunjukkan kelebihanmu dengan karya positif di tengah-tengah masyarakat. Bukan koar2 lagu lama gaya Orba. Apa yang sudah kau buktikan di Phakpak Barat? jangan dululah di Kab. Dairi (sblm pisah), apalagi Sumut.

Anarkis yang terjadi sangat disesalkan. Sangat…
Itu bukan ciri khas masyarakat batak yang sudah teruji kesabaran, kedewasaan dan pikirannya yang maju sejak dahulu. Dan terbukti bisa maju dan bersosialisasi di daerah manapun di indonesia ini.

Segelintir oknum yg tidak bisa mengendalikan “nafsu”, itulah yg harus diproses secara hukum yg berlaku.
Keinginan buat Protap sudah ada bahkan sebelum sebagian pendemo kemarin lahir, atau masih bau kencur.

ada penangkapan empat pentolan protap. Tapi tidak ada beritanya di harian sib. Tahukah kalian bahwa keempat tersangka ini sangat ambisius membentuk protap karena ingin menduduki jabatan gubernur, wakil gubernur, ketua dprd dan sekda provinsi.

Kalian orang2 Batak Toba Kristen sebaiknya jangan terlalu menganggap diri kalian hebat! Jangan sok2 an!

Kami Halak Tapsel (Angkola-Mandailing) walaupun kelihatannya lemah lembut, sebenarnya bisa tegas juga thd kalian. Kami TIDAK takut dgn kalian! Terbukti dgn penolakan kami (Tapanuli Bagian Selatan) untuk bergabung ke dlm propinsi Tapanuli.

Ulang mambaen hita marbada!

Thanks…..

APakah ini Termasuk BATAK KEREN yang selama ini diagung2kan oleh Fans2 TOBA DREAM?…………………….

Awak ni anak Batak, lahir dan besar di Medan, punya kampung di Balige dan dari dulu tak pernah yakin tentang urgensi pembentukan Provinsi Tapanuli. Apalagi setelah melihat siapa yang menjadi pelopornya. Sebagian dari mereka adalah nama yang pernah memecah orang Batak dan melakukan provokasi ketika ada konflik internal HKBP. Jadi, apa kapasitas mereka menokohkan diri sebagai wakil orang Tapanuli ?
Aku lebih suka kalau orang-orang kita lebih banyak bekerja seperti yang tampak pada berbagai sekolah unggulan. Juga, lebih sungguh-sungguh memperbaiki kepeminpinan di antara kita.

Tapi, aku pun tak suka dengan segelintir orang tertentu yang memang iri dengan geliat Tapanuli. Mereka ini dari dulu memberi komentar negatif dan membawa-bawa isu SARA.

Mari, halak hita, tragedi ini mudah-mudahan menjadi blessing in disguise. Lupakan dulu soal Protap. Mari kita lahirkan pemimpin sejati dari kalangan halak hita, yang benar-benar menjadi panutan dan membawa Tapanuli menjadi bona pasogit yang sejahtera.

Tuhan memberkati.

Saya sangat prihatin mendengar berita meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat, dipukul atau tidaknya Pak Aziz, yang jelas hal ini akan mencoreng nama Sumut … khususnya orang Batak … Buktinya bisa dilihat pada isi pemberitaan di surat kabar dan televisi. Umumnya “ mem blow up “ berita tanpa menyinggung akar masalah.
Dengan tidak mengurangi rasa simpati dan rasa hormat kepada bapak Abd. Azis Angkat alm., ada perkiraan yang mengatakan bahwa beliau mendapat serangan jantung yang dipicu oleh rasa tegang /takut (?) /cemas karena dikepung demonstran, kemudian terlambat mendapat pertolongan secara medis ( 1 jam baru bisa keluar dr gedung DPR SU ) sampai beliau meninggal dunia. Itu adalah perkiraan manusia, hanya Allah yang mengetahui apa penyebab nya, karena semua itu terjadi hanya dengan seijin Allah.
Saya sependapat dengan beberapa komen dari kawan-kawan yg mengatakan demonstrasi itu adalah pernyataan protes karena telah dikecewakan dan dihianati.
Pada Pemilu 2004, salah satu janji kampanye Golkar adalah memproses PROTAP. Maka Golkar mendapat suara secara signifikan di daerah Tapanuli; juga Gubernur yang sekarang, pak Samsul, akan tetapi beliau “ memenuhi janji kampanye Pilkada Gubsu “ dengan rekomendasi persetujuan Pemdasu ke Pusat. Beda dengan Golkar, mereka ingkar janji, lihat saja pernyataan dari para anggota DPR Tkt 1 Sumut, umumnya dari Golkar dan asal usulnya dari Mandailing. Saya tidak bermaksud memancing kerusuhan atau memprovokasi keadaan agar semakin tinggi suhunya; ini adala fakta di lapangan bahwa memang banyak anggota DPR Tkt 1 dari etnis Mandailing; jadi bisa diterima akal kalau DPR Tkt 1 selalu menunda–nunda rekomendasi ( walaupun sdh ada lampu hijau dari Pem. Pusat dan DPR Pusat.) Kesimpulan sementara dari peristiwa ini adalah
1. para demonstran sudah “ memakan umpan yang disodorkan “ ( saya tidak mengatakan terpancing emosinya )
2. sepertinya ada pembiaran dari polisi; karena demonstran melaporkan jmlh demonstran 5000 org pada saat daftar, akan tetapi penjaga hanya disiapkan 1 SSK ( +/- 100 org ).
3. Kehilangan momentum perjuangan pembentukan PROTAP ( mengutip komen Raja Huta ) bahkan menurut saya “ set back ”.
Ada satu pameo di kalangan hita halak Batak na mandok :
Tanduk ni lombu, tanduk ni lombu si lepe
Molo monang marjuji, sai sude mandok lae
Molo talu marjuji, sai sude mambursik be
Id bangko ni halak hita da
Situnjang na ruhe , sitogu na jongjong.
Botima Horas. Ditambai angka dongan

Gagasan Pemekaran Provinsi Tapanuli (Utara) versi Siborong-borong Yang Kontroversial
April 29, 2007 — Tapanuli
Aura pemekaran paska reformasi telah memberi harapan yang sangat besar terhadap rakyat di Sumatera Utara untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Bermula dari pemekaran kabupaten Tapanuli Utara menjadi beberapa kabupaten yang dapat direalisir dengan begitu mudah dan cepat.
Hal ini menggembirakan penduduk setempat dan memberi harapan yang begitu besar. Namun tiga dan empat tahun setelah pemekaran tersebut rakyat mulai sadar bahwa ternyata hasil pemekaran yang mereka idam-idamkan ternyata nihil.
Hidup bukan malah menjadi mudah dan malah tambah susah. Pungutan-pungutan menjadi tambah banyak dengan aturan perda-perda yang semakin ramai. Pengurusan administrasi kehidupan seperti KTP dan lain sebagainya semakin sulit, dimana-mana ada
calo baru, preman baru, koruptor baru, pungutan baru, aturan baru dan lain sebagainya menambah carut marut yang telah eksis sebelumnya.
Sementara itu pembangunan bukan malah bertambah, karena katanya APBD yang baru belum besar, uang yang diterima setiap kabupaten baru tersebut sebesar 200 milyar dari pemerintah pusat, habis telah habis sebelum sebuah proyek dimulai. Bupati hasil pilkada yang baru sibuk menjual asset negara kepada donatur politiknya yang kebanyakan pengusaha hitam. Asset-asset negara itu sengaja dijual murah sebagai balas budi kepada pengusaha tersebut, seperti kasus Tobasa.
Sementara itu, APBD telah habis digunakan untuk membangun kantor pemerintahan dan sebagai uang terima kasih kepada penggagas kabupaten baru yang selama ini menjadi provokatornya. Apakah euforia itu sekarang sudah berhenti??? Berapa tahunkan dana-dana tersebut tetap dapat dinikmati oleh segelintir orang saja sebelum habis begitu saja??
Para pengusaha-pengusaha hitam yang tidak kreatif secara bisnis tersebut selalu saja mempunyai ide untuk mencari sumber dana segar dengan mengkeroposi negara. Kali ini, targetnya adalah dengan mengembangkan ide provinsi Tapanuli. Caranya mudah saja, masyarakat yang sedang sekarat dikipas-kipas, ego mereka dibangkitkan dengan sukuisme yang berbalut solidaritas kerohanian. Iman yang selama ini diagungkan, dengan cepat dapat disulap sebagai bahan baku provokasi.
Ide provinsi Tapanuli tersebut digulirkan, berdasarkan eksistensi provinsi Tapanuli ala zaman Belanda. Namun bukanlah sebuah pekerjaan mudah untuk mewujudkan ide ini karena faktor sejarah yang suram dengan kata-kata Tapanuli ini. Tapanuli merupakan daerah bergejolak bahkan sejak zaman Belanda sekalipun. Tapanuli bahkan merupakan daerah terakhir yang dapat ditaklukkan oleh Belanda selain Aceh.
Untuk itu, para penggagas ide provinsi Tapanuli ini tidak habis akal. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah dengan mengucilkan dan mengeluarkan Tapanuli Selatan, Kabupaten Madina, Kotamadya Padang Sidempuan, Padang Lawas dan lain-lain dari teritori yang akan dibahas tersebut. Pengucilan tersebut berguna karena masyarakat di Tapanuli Selatan tidak akan mudah diprovokasi dengan primordialisme suku dan kefanatikan tali iman.
Para penggagas itu bahkan sampai sengaja melupakan fakta historis bahwa sebelum Sibolga menjadi ibukota Tapanuli, kota Sidimpuan di Tapanuli Selatan adalah ibukota pertamanya.
Artinya tanpa Sidempuan, ide tersebut tidak layak disebut sebagai calon provinsi Tapanuli, karena rakyat Tapanuli Selatan dan sejarahnya merupakan lebih kurang 2/3 dari ketapanulian tersebut. Bahkan pada awal-awal kemerdekaan, Tapanuli Selatanlah yang disebut Tapanuli, sementara itu yang lain, termasuk Tapanuli Utara disebut Batak. Polemik kata Batak dan Tapanuli tersebut tidak berujung dan tampaknya sengaja untuk tidak diteruskan.
Lalu nama apa sebenarnya yang cocok untuk gagasan ini?? Kalau memang harus dipaksakan maka nama tersebut tidak boleh memakai nama Tapanuli. Sejarah Tapanuli dan populasinya tidak boleh dimanipulasi untuk tujuan segelintir orang. Dilihat dari peta politik keseluruhan, gagasan tersebut hanya layak disebut gagasan pebentukan provinsi Tapanuli Utara
Namun para penggagas yang sudah haus dengan kekuasaan tersebut tidak habis pikir, melalui dukungan elit-elit serigala mantan pejabat Orba di pusat, wacana tersebut akhirnya tetap bernama provinsi Tapanuli walau hanya mencakup 1/3 dari daerah Tapanuli. Kalangan elit dipusat kemudian melakukan provokasi massal bahwa selama ini daerah Tapanuli tertinggal karena dikucilkan oleh Pusat.
Provokasi ini langsung mendapat tanggapan dari tokoh-tokoh Tapanuli yang lahir dan besar di sana sebelum merantau ke Jakarta, bahwa sebenarnya yang mengakibatkan desa-desa di Tapanuli miskin adalah mental pejabat pemda di daerah-daerah Tapanuli yang sangat korup. Sistem penegakan hukum yang sangat lemah yang sering dicampuradukkan dengan mentalitas adat, premanisme yang mengental sehingga mematikan jiwa enterpreneurship penduduk, dan dana APDB yang dikuras untuk hal-hal yang bersifat anti-pluralisme sehingga tidak menguntungkan semua pihak dari segi bisnis atau lainnya. Lihat saja pariwisata di Tapanuli yang bisa dikatakan tak bermutu dan tidak Bhinneka Tunggal Ika sehingga hanya menimbulkan kefanatikan isme daripada kesadaran sejarah yang menyegarkan. Wajar saja daerah tersebut menjadi semakin miskin karena hampir tidak ada proyek-proyek kabupaten yang produktif. Proyek-proyek manipulatif tersebut tidak pernah dibahas secara umum karena elit-elit yang bertanggung jawab dengan hal itu juga mendapat komisi, tanpa memikirkan implikasinya di jauh hari.
Para penggagas tersebut terus melanjutkan idenya dengan mengkompori sentimen primordialiseme masyarakat. GM Panggabean yang dikenal sebagai penggagas provinsi Tapanuli Utara (karena tanpa Tapanuli Selatan) melalui sebuah media korannya bahkan menggunakan kata-kata sarkastis dan menjurus kepada anarkisme untuk menggolkan cita-cita ini.
Sikap media ini bahkan terkadang lebih membuat malu orang-orang Tapanuli karena lebih menonjolkan brutalisme, sukuisme, keprimitivan dan ambisi mendapatkan sesuatu dengan merusak tatanan sosial Sumatera utara yang plural dan harmonis.
Masyatakat Sumut yang tidak mudah terprovokasi dengan jurnalisme murahan tersebut memilih untuk tidak menghiraukan kerakusan para penggagas yang tidak memperdulikan sentimen publik itu.
Ternyata itu menjadi keuntungan politik bagi para penggagas tersebut. Melalui keputusan Gubernur Sumut, tim pembentukan provinsi dibentuk dan dari sinilah masalahnya semakin besar. Tim, yang dibentuk oleh Rudolf Pardede yang juga tersangkut banyak skandal pencemaran agama bersama istrinya, tersebut tidak mewakili semua eleman masyarakat. Tampaknya para penggagas tersebut tidak ingin semua elemen di Tapanuli merasa diuntungkan dari gagasan tersebut.
Kontan saja, pihak Dairi, Pakpak Barat, Nias dan Nias Selatan menolak tindakan semena-mena itu. Sikap anti-pluralisme yang tampak dalam pembentukan tim tersebut tentu sama saja dengan merendahkan suku Nias dan Dairi. Melalui pembentukan tim yang hanya terdiri dari kelompak itu, para penggagas seakan memberi pesan kepada semua kelompok masyarakat atas hegemoni dan dominasi suku Toba di atas semua suku bangsa di Sumut. Sesuatu yang membuat malu orang Toba sendiri. Hal itulah yang tidak dapat diterima oleh tokoh-tokoh Nias, Dairi dan pemuka agama yang melihat tim tersebut sangat tidak Binneka Tunggal Ika, seperti yang dianut oleh Bangsa Indonesia.
Sebenarnya ada banyak argumen yang diberikan atas penolakan tersebut. Baik itu argumen sejarah, sosiologi maupun antropologi. Namun, the show must go on. Penggagas tersebut memang tidak ingin mencari sebuah solusi bangsa yang baik tapi lebih ingin mencari solusi pribadi dan proyek. Candra Panggabean putera GM Panggabean dan kaawan-kawannya dalam tim tersebut terus berjalan tanpa menghiraukan aspirasi ratusan ribu rakyat di kabupaten-kabupaten tersebut yang terus saja menggelepar dan merasa terganggu dengan bola-bola api yang dilemparkan tim tersebut.
Tibalah saatnya isi utama dari ide tersebut semakin tampak jelas. Ide yang dimaksud untuk mensejahterakan masyarakat Tapanuli (utara) itu, tampak jelas hanya untuk mensejahterakan sebuah keluarga atau kampung halaman orang tertentu. Ide itu tampak saat melalui rapat-rapat para tim itu berhasil menggodok hasil bahwa ibukota Provinsi Tapanuli Utara yang memakai nama hanya “Tapanuli” itu adalah Siborong-borong. Bukan Sibolga seperti yang didengung-dengungkan mereka sendiri sebelum ini. Bukanlah tanpa Sibolga tidak ada yang namanya provinsi baru, apapun itu?
Menurut media koran yang beredar di Sumur, Siborong-borong adalah sebuah kampung tempat berdirinya sebuah bisnis dan yayasan pendidikan milik GM Panggabean yang kontroversial itu. Sebuah kampung yang tidak terdapat di peta pantai barat Sumut yang menjadi ibukota dan tujuan utama penggagasan ini.
Hal itu kontan membuat rakyat Tapanuli Tengah dan Kotamadya Sibolga merasa tertipu bulat-bulat. Merek yang selama ini ikut berjuang akhirnya harus gigit jari setelah dikhianati oleh para penggagas tersebut.
Walaupun sebenarnya iktikad buruk para penggagas tersebut telah terkuak, namun tidak ada tanggapan dari pihak-pihak yang berwenang dengan penipuan dan kebohongan publik dengan kedok ‘Tapanuli’ itu. Tokoh-tokoh Sumut seakan berdiam diri sehingga banyak yang beranggapan bahwa sebenarnya beberapa tokoh itu telah ‘disiram’ dulu sebelum sebuah isu kontroversial dimunculkan.
Rakyat Sibolga dan Tapanuli Tengah berjuang untuk melawan tirani dan penipuan ini, namun apa jadinya, Walikota dan Bupati kedua daerah tersebut adalah ‘dongan sabutuha’ penggagas provinsi Tapanuli (utara) itu. Maka tidak heran ketika DPRD Sibolga menarik rekomendasi dukungan mereka, pihak eksekutif langsung meralatnya. Anggota DPRD tersebut kabarnya langsung dihajar.
Sebenarnya pemda-pemda yang korup yang mendukung ide provinsi Tapanuli (utara) itu sangat bahagia dengan semakin berkepanjangannya isu ini. Makin lama para pengaggas dan tim tersebut dapat merusak pluralisme Sumut maka makin tertutup berita atas korupsi dan kebobrokan birokrasi pemda-pemda tersebut. Pembangunan yang tersendat akibat kongkalingkong dengan pengusaha akan semakin mudah dilimpahkan tanggung jawabnya ke Pusat. Pemda yang korup, Pusat yang disalahkan. Alasan Pusat tidak memperhatikan daerah Tapanuli semakin diasah dan dikipas-kipas, sesuatu yang merusak dan menantang keutuhan bernegara dan berbagsa di NKRI ini.
Ketika ide tersebut dibahas di DPRD Sumut, dan beberapa fakta kebohongan dan penipuan publik dibahas melalui sebuah pansus, para pengagas menilai itu hanya buang-buang waktu saja. Akhirnya, dengan dukungan ribuan nasi bungkus, massa dikerahkan untuk menggerebek anggota DPRD SU yang sedang rapat setelah menghancurkan gerbang. Beberapa kantor dan mbil dinas Sumut dikencingin. Pimpinan DPRD SU disandera dan dipaksa menandatangani sebuah rekomendasi ke pusat bahwa rakyat, yang telah diprovokasi itu, telah setuju dengan ide pembentukan provinsi Tapanuli tersebut.
Ketua DPRD SU yang ketakutan atas kehilangan jiwanya di tangan massa yang brutal, terpaksa menandatanganinya dan hanya dapat mengoceh di belakangan hari kenapa polisi saat itu tidak dapat melindungi jiwanya.
Para massa yang beringas itu seakan terbius dan lupa bahwa ada terdapat jutaan manusia Tapanuli selain mereka yang tidak setuju dengan kebohongan dan penipuan tersebut. Namun massa tidak dapat disalahkan apabila aroma amarah telah dibangkitkan. Yang perlu disalahkan adalah orang yang memprovokasi hal tersebut. Orang yang sekian kali membuat malu silent majority orang Tapanuli dan Batak yang harmonis dan plural. Para provokator tersebut seakan ingin membuktikan kepada dunia bahwa Tapanuli dan khususnya orang Batak adalah orang yang brutal, bringas dan tak beradab. Suatu ironi yang hanya bisa digerakkan oleh orang yang tak berhati nurani.
Kebrutalan dan perusakan akibat wacana pembenbentukan Provinsi Siborong-borong yang katanya bernama Tapanuli ini seharusnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian yang kecolongan oleh oknum-oknum polisi berpangkat rendah yang malah mendukung para provokator di lapangan. Kalau tidak itu akan menjadi preseden buruk di tengah masyarakat Sumut yang toleran dan damai sejahtera.
Bagi pemerintah pusat yang ingin menindaklanjuti wacana Tapanuli yang ideal, seharus melihat secara konsisten fakta sejarah. Apabila Tapanuli Selatan, Kabupaten Madina, Padang Lawas, Sipirok, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat serta Sibolga dan kabupaten Tapanuli Tengah dan lain-lain yang mencakup lebih kurang 9/10 dari total wilayah tersebut, belum setuju ini berarti wacana pembentukan provinsi Tapanuli belum saatnya untuk dibentuk.
Suatu saat ketika semua komponen Tapanuli tersebut ‘secara keseluruhan’ telah setuju, maka wajarlah hal itu dikabulkan sesuai dengan kebijakan dan perhitungan ketahanan dan keamanan dari pusat. Tanpa persetujuan yang menyeluruh dari semua komponen tersebut maka tidak perlu menunggu sampai pasukan asing datang menghancurkan Indonesia atau Sumut, seorang atau sebuah keluarga atau sekelompok orang yang ambisius dan haus kekuasaan saja sudah terlalu banyak untuk bisa menghancurkan keharmonisan dan pluralisme masyarakat di Sumut yang tipikal tersebut. Kemajemukan dalam berdemokrasi akan dengan sangat mudah dapat dimanipulasi oleh provokator-provokator tersebut menjadi kebencian dan perpecahan agama.
Sebuah insiden kecil pernah berhasil diciptakan oleh pendukung wacana ini dengan bombardir berita dari sebuah media suku dan etnis yang menyudutkan dan mengucilkan sebuah agama setelah sebelumnya dibarengi pemilihan tim yang tidak plural. Hal ini membuat seorang tokoh Tapanuli anggota DPRD SU mengingatkan warna anti-pluralisme yang sangat kental dari tim tersebut.
Komentar yang memang telah dinanti-nanti oleh kalangan pendukung wacana itu mendapat protes dari seorang oknum gereja yang menuduh politisi tersebut telah membawa-bawa nama agama. Oknum tersebut tampaknya tidak perduli dengan kekacauan dan perusakan keharmonisan beragama yang timbul akibat warna anti-pluralisme tim tersebut, selain hanya ingin menyerang politisi itu.
Untunglah, masyarakat Sumut yang telah dewasa dan sangat menghargai arti keharmonisan tidak terpancing dengan riak-riak provokasi yang tidak bertanggung jawab tersebut. Orang-orang Sumut sangat mengerti bahwa apabila ide wacana ini telah berhasil diseret ke ranah rohani, iman dan agama, maka itu sama saja dengan mengabulkan keinginan pihak-pihak perusak tersebut.
Hanya saja pertanyaan sekarang, sampai kapan para provokator itu tetap dapat melakukan ambisi merusak itu???

Mursito Curigai Oknum Aparat Dalam Demo Protap
Anggota DPRD Sumut Mursito Kabu Kasuda mencurigai adanya keterlibatan oknum aparat, mendalangi tindakan sadis dan brutal ribuan massa pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang menewaskan Ketua DPRD Sumut Drs H Abdul Azis Angkat MSP.

Kepada wartawan di Medan, Kamis (5/2) politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) ini menjelaskan kecurigaannya itu dengan tujuh (7) indikator.

Indikasi tersebut yakni, pertama, jumlah personil yang dikirim ke gedung dewan mengamankan aksi unjukrasa sangat sedikit. Kedua, sikap oknum Polisi yang ketika diberitahu bahwa Abdul Azis disandra dan diperlakukan brutal malah menjawab enteng bahwa tidak ada mendapat perintah.

Indikasi kedua, adanya dua orang Polisi yang satu diantaranya tidak memakai seragam mengatakan kepada Ketua DPRD Sumut Abdul Azis Angkat, kalau setengah jam lagi urusan protap tidak diselesaikan maka mereka tidak tanggungjawab atas keselamatan nyawa Ketua dewan.

Ungkapan itu ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut, ketika sedang dipaksa massa Protap untuk menandatangani berkas keputusan DPRD Sumut tentang persetujuan pembentukan Protap yang telah disiapkan massa.

Indikasi ketiga menurut Mursito adalah, adanya penegasan Kapoldasu yang terlalu dini dan tidak rasional, bahwa tidak adanya pemukulan pada Ketua DPRD Sumut saat demo brutal Protap.

Indikasi ke empat, ketatnya pengawalan kantor harian SIB dengan jumlah personil sangat banyak. Indikasi kelima, Polisi sudah tahu sebelumnya akan ada aksi demo brutal pendukung Protap namun tidak diantisipasi secara maksimal.

Indikasi ke enam, selama satu pekan lebih Harian SIB telah memuat berita provokasi, namun Polisi diam seribu bahasa tak melakukan apapun.

Selain itu, Polisi selalu membiarkan massa Protap bertindak arogan dan brutal setiap demo di DPRD Sumut. Karena demo sebelumnya juga sudah mengancam kecelamatan Ketua DPRD Sumut saat dijabat H Abdul Wahab Dalimunthe SH dan merusak pagar gedung.***

Pembentukan Protap Tidak Lagi Diagendakan
Medan (Lapan Anam)
Pimpinan DPRD Sumut telah memutuskan untuk tidak akan pernah lagi mengagendakan pembentukan Protap, sampai masalah hukum yang berkaitan dengan demo anarkhis tersebut dituntaskan.

”Tidak ada lagi agenda di DPRD Sumut untuk membahas pembentukan Protap, sampai masalah hukum demo anarkis pendukung Protap yang menyebabkan tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Azis secara tuntas”, kata Wakil Ketua DPRD Sumut Drs H Hasbullah Hadi SH,SpN di Medan, Rabu (4/2).

Hasbullah Hadi dalam kesempatan itu didampingi Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD), Mutawalli Ginting, Ketua Fraksi PAN Drs Ibrahim Sakty Batubara, serta anggota DPRDSU Isrok Anshari Siregar dan Syukron J Tanjung. Hadir pula Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua Asosiasi DPRD se-Indonesia Ade Suprayatna SH, yang khusus datang ke Medan untuk menghadiri pemakaman Alm Aziz Angkat.

Sementara, terkait adanya ’rapat rakyat’ yang diselenggarakan Jhon Eron Cs yang ’menyetujui’ Protap saat terjadinya insiden kemarin, menurutnya Eron telah bermimpi untuk menjadi Ketua DPRD Sumut, dengan menggelar rapat paripurna yang disebutnya ‘rapat rakyat’ tersebut.

Menurut Hasbullah, Indonesia adalah negara hukum yang segala sesuatunya diatur sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu sidang resmi yang diakui secara hukum adalah sidang paripurna yang diagendakan secara resmi dan diatur dalam tata tertib dewan.

Adapun ‘sidang rakyat’ yang digelar Jhon Eron Cs kemarin, menurut Hasbullah Hadi adalah sidang ala komunis. “Sidang ala komunis itulah yang telah dipraktikkan Jhon Eron dan kawan-kawan,” kata Hasbullah Hadi.

Terkait itu, pimpinan DPRD Sumatera Utara mendesak Kapolda Sumut Irjen (Pol) Nanan Soekarna segera menahan Anggota DPRDSU Jhon Eron Lumban Gaol Cs, yang diduga menjadi salah satu ‘otak’ kerusuhan saat terjadi unjukrasa pendukung Protap kemarin. Aksi anarkhis ini menyebabkan Ketua DPRD Sumut, Drs Aziz Angkat tewas, karena dipukuli pengunjukrasa.

“Kita mendesak agar Kapolda segera menangkap Jhon Eron Lumbangaol, anggota Fraksi DPRD Sumut yang juga salah seorang panitia penggagas Protap karena diduga telah menjadi ‘otak’ kerusuhan kemarin,” tutur Hasbullah Hadi.

Meski demikian kesempatan itu Hasbullah Hadi mengimbau kepada masyarakat Sumatera Utara untuk tetap dapat menjaga kondusifitas suasana, dan tidak mudah terprovokasi dengan ulah provokator yang bersikap anarkhis, sebiadap ulah yang dilakukan Panitia Protap.

Dia merasa yakin Kapolda Sumut akan segera menindak setiap pelaku yang bersalah. Dia juga berharap agar Poldasu segera mengusut masalah ini sampai tuntas, karena bila polisi lamban mengatasi masalah hukumnya dikhawatirkan bisa memancing adanya tindakan brutal dari masyarakat.

Hasbullah Hadi juga menyatakan siap membantu aparat kepolisian menghadirkan sejumlah anggota DPRD Sumut sebagai saksi, yang melihat peristiwa pemukulan terhadap Ketua DPRD Sumut Drs Aziz Angkat, yang membuat Sekretaris DPD Golkar Sumut itu menghembuskan nafas terakhirnya karena dipukuli massa.

”Kita siap membantu polisi menghadirkan saksi sejumlah anggota dewan yang menyaksikan pemukulan itu secara langsung. Apalagi saat ini foto-foto dan rekaman video dari media juga sudah banyak ditayangkan dan beredar,” kata Hasbullah Hadi.

SEGERA DIPROSES

Sementara itu Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD), Mutawalli Ginting menyatakan pihaknya akan segera memanggil Anggota DPRD Sumut Jhon Eron Lumbangaol, yang disebut-sebut ikut terlibat sebagai perancang demo anarkhis pendukung Protap, yang menewaskan Ketua DPRDSU Aziz Angkat.

”Kita akan panggil Jhon Eron Lumbangaol untuk dimintai keterangannya terkait aksi tersebut. Masalah ini harus diusut tuntas karena sudah mengarah pada tindakan anarkhis dan brutal,” kata Mutawali Ginting.

Menurut Ginting, aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut harus segera diungkap. Dia juga mendesak aparat kepolisian pro aktif dan segera mengusut tuntas kasus tersebut.***

Lambang Agama (Salib) Dalam Logo Protap Sikap Anti-pluralisme
April 29, 2007 — Tapanuli
Wacana protap yang didengungkan oleh tim pembentukan yang dibentuk oleh Rudolf Pardede sepertinya ingin menggolkan wacana pembentukan provinsi Tapanuli (utara) versi Siborong-borong melalui konflik antar umat beragama beda iman.
Candra Panggabean, anak dari GM Panggabean, bersama anggota tim lainnya yang eksklusif dari satu suku dan agama mencoba memancing ikan di air keruh dengan mempermainkan sentimen beragama di Sumut dengan menyisipkan salib dalam bakal logo provinsi tersebut.
Mempermainkan lambang agama ini mendapat kecaman keras dari tokoh-tokoh Tapanuli yang perduli dengan pluralisme dan toleransi beragama.
Bagaimanapun juga hal ini sama saja dengan mempermalukan rakyat karena fanatisme agama telah dibawa dalam kancah politik, sebuah sikap yang penuh dengan ketidak juruan dan hampa hati nurani.
Masyarakat Tapanuli yang heterogen dan plural merasa harmonitas masyarakat dan sikap toleransi antar beragama telah dibajak oleh para anggota tim tersebut. Perlambangan tersebut sepertinya sengaja dibuat oleh anggota tim untuk memperjelas dominasi sebuah kelompok agama dengan agama lainnya, sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat Tapanuli yang sangat cinta dengan tenggang rasa dalam beragam tersebut.
Para tokoh yang anti terhadap kebencian beragama dan pro pluralisme menghimbau agar orang-orang yang terlibat dalam politik sara tersebut ditindak sesuai dengan UU yang berlaku di NKRI. Bagaimanapun juga, sikap arogansi beragama tersebut telah mempermalukan semua kelompok agama di Sumut, karena sikap tersebut dianggap telah mempermainkan simbol agama untuk ambisi sebuah kelompok. More

http://pakkat.wordpress.com

@ Hasiholan LTobing ( olanto )
Sinyalemen lae ini memang cukup masuk akal dan kita pun tahu selama ini memang terlihat indikatornya.

Setelah tragedi yang memilulkan ini memang segera terlihat bagaimana sekelompok orang angkat bicara dan menuding kategori tertentu kepada pelaku anarkis.

Jadi, tak usahlah kita berkomentar yang menyangkut orang lain di forum terbuka (seperti blog ini), meskipun itu bagi kita sepertinya cukup jelas. Nanti makin disudutkan kita ini.

Kita perlu sangat hati-hati di negeri ini. Tapi, tak perlu takut. Tuhan beserta kita.

protap mekar gaya Makar..! hati2

kenapa ni semua harus dibawa kepada isu SARA ???

kepada lae arih yaksana bancin dan R Angkat. tolong pikirkan klu mau bicara ???

apakah kamu siap klu opini kalian itu mengakibatkan perang ???

klu memang suku pakpak bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri kenapa harus lepas dari Dairi ?? dan pergi kehutan sana membuat kabupaten baru ???

Kabupaten Pakpak Bharat yang kalian agungkan itu sendiri belum bisa mengakomodirkan apa yang kalian impikan.

JANGAN PERNAH PANCING PERANG!!!!!!!!!!

Protap ok,, maju terus dan harus Jadi, Anarkis no,,, tolak sipat demontrasi anarkis,,, Jadilah protap

saya setuju pembentukan protap
tapi apakh harus dengan tindakan anarkis?????
ue………ila ni bangso Batak i ate……??
orang Batak yang terkenal dengan BANYAK TAK-TIK
tapi ternyata membuat cilaka 2belas…..
dimana orang Batak yang bijaksana itu???
namun ada hal positif dari tindakan anarkis itu
kenapa kasar dan anarkisnya orang Batak baru terlihat sekarang???
kalo berani bantu la anggota KPK sana???

buat pejabat2 yang menyamar menjadi tikus hitam dibalak jas mu…
mau kau dibuat orang Batak kek gitu? dipamurak?
ayo….biar ja sekali2 kekerasan anarkis sama pejabat biar takut korupsi

LANJUTKAN PROTAP TANPA ANARKIS…….
tapi ingaaattt….. benahi diri dulu terkhusus untuk kawan mahasiswa jangan taunya Demon….. tapi kuliah BODOH……NGOPEK……. mau cemana mahasiswa calon pemimpin PROTAP kekgini???

mereka sadar dan tau betul seandainya Protap jadi, maka mereka tidak punya apa2 lagi, tidak punya kekuatan, sehingga mereka takut, akan diperlakuykan seperti kita di pulau jawa ini…baik beribadah, juga keleluasaan dipemerintahan yang mereka nikmati selama ini karena embel agama…itu yang mereka takutkan…( padahal orang batak ASELI tidak berpikir seperti itu)

kita yang dari dulu tidak pernah diperhatikan, dan merasa orang asing, merasa penumpang di neeri sendiri, sadar ,… dan berjuang unutk meyamakan hak, kadilan, kesejarhteraan dari saudara kita yang lebih makmur..

tapi apa yang kami dapat, mereka tetap mencoba menghalang-halangi terbentuknya protap, sekian lama kami manunggu, yang kami dapat hanya kekecewaan.

mari kita liat siapa2 yang menolak PROTAP, juga mereka yang berkomentar diatas . dan kita liat latar belakangnya…siapa mereka….darimana asalnya..

Perjuangkan PROTAP

Ah, kalau saja ketua dprdsu itu tidak jantungan.

Propinsi Tapanuli.

Seharusnya dari Zaman Kemerdekaan sudah Terbentuk. Karena semua Bekas Ke_residen-an Belanda, semua telah menjadi Propinsi, kecuali Keresidenan Tapanuli. Tapi, mengapa kok ga disetujui sampai sekarang….???

Ada Apa???

Marilah bercermin sejenak dengan melihat Sejarah, Teritorial, Kaum Penduduk, Agama/kepercayaan, Adat istiadat, pendidikan dan masih banyak lagi dari para anak-anak tapanuli baik yang masih di wilayah tapanuli maupun di luar tapanuli.

Tapanuli berarti Tapian Na Uli atau Pantai nan Indah. Berarti mereflexikan suatu daerah Pesisir atau pinggiran Pantai yg bersisian dengan laut ataupun danau.

Zaman Belanda, Kota PSP (Padangsidempuan) dan Sibolga Pernah menjadi IBUKOTA Keresidenan Tapanuli. Wilayahnya mencakup seluruh kabupaten yang dimulai dengan Kata Tapanuli : Selatan,Tengah, Utara, ditambah Nias dan Dairi.

Wacana yang ingin mengganti ibukota tersebut seandainya PROTAP terbentuk, dengan Siborong-borong sebagai alternatif menurut saya perlu di rundingkan terlebih dulu.

Sebagai daerah yang memiliki kekayaan Alam yang luar Biasa dan didukung SDM yang Bejibun dan memiliki NASIONALisme yg tinggi serta penyumbang Tenaga Terampil untuk INDONESIA, Tapanuli seharusnya-lah Daerah Terkaya di Negara ini. Bukan Peta kemiskinan.

Ketidak-sepahaman di antara Elite yang berkepentingan dalam proses Pembentukan Propinsi ini mungkin diakibatkan :

1. Ketakutan dari Pihak Eksternal, baik di SUMUT atau Jakarta
2. Sentimen SARA yang diembuskan Pihak Eksternal
3. Ambisi Segelintir oknum UCOK=UangCukupOtakKurang
4. Fanatisme Marga
5. Fanatisme Keyakinan
6. Belum Waktunya Terbentuk

Jadi… Hilangkan dulu Perbedaan, Mari satukan Visi tanpa melupakan Keberagaman di antara warga yang merasa sebagai Penduduk Tapanuli.

Nanti, akan Indah Pada Waktunya….!!!

Laung-Laung Ni Pining
Laung-Laung Ari Manogot
Horas Tondi Madingin
Muli-muli Marbisuk do i Sogot

(Onang-Onang Sian Selatan)

hrapan

jangan pernah hanya protes mahasiwa

horas…

Turut berduka cita atas meninggalnya bapak Abdul Aziz Angkat, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi beliau.amin

Melihat tragedi DEMONSTRASI PEMEKARAN PROTAP DI GEDUNG DPRSU 3 FEBRUARI 2008 ditegaskan kembali:

1. Meminta pertanggung jawaban POLTABES MEDAN,POLDA SUMUT,POLRI dimana tidak menjalankan prosedur tetap pengamanan di gedung DPRSU SUMUT

2. Kepada Presiden RI agar mengusut tuntas pelaku tindakan anarkis demonstrasi

3. Kepada Presiden RI agar mendengarkan aspirasi masyarakat TAPANULI jika tidak mohon kiranya mundur dari Presiden RI

4. Kepada masyarakat SUMUT agar melihat kejadian ini sebagai sebuah kriminalitas dr oknum tertentu bukan mewakili PEMEKARAN PROPINSI TAPANULI

5. KEJADIAN tersebut tidak ada hubungannya PROTAP dengan ANARKIS,propinsi tapanuli sejak dahulu telah di aspirasikan ke pusat namun tidak pernah direspon oleh pusat.

DAMAI LAH SUMUT

butima
horas…

O tano batak….
Ai namasihol do au tu ho

USUT GM CANDRA PANGGABEAN, BREIDEL SIB
Dulu gara-gara beritakan Togel, SIB sudah pernah dihancurkan. Berulangkali didemo Umat Kristen karna beritakan kekisruhan di HKBP. Didemo umat islam karna karikatur si suar sair yg menyinggung umat islam. Sekarang jadi alat provokasi pemekaran tapanuli. Disini nampak jelas, bahwa keluarga GM Panggabean ingin memecahbelah keharmonisan umat beragama di SUMUT. Cara yang dilakukan mereka seperti cara-cara KOMUNIS. Kepada Kapolri, harap usut tuntas GM Panggabean dan keluarganya, termasuk Candra Panggabean. Jangan-jangan, candra Panggabean masuk Partai PPRN yang dipimpin anak Ahmad Yani itu, hanya untuk menghilangkan kesan keterlibatan keluarganya pada KOMUNIS.Kepada Dewan Pers, supaya mencabut izin penerbitan koran Sumber Informasi Bohong (SIB).Cukup sudah GM panggabean dan koran SIBnya mempraktekkan cara-cara KOMUNIS di SUMUT. Jangan sampai terjadi lagi hal yang lebih membahayakan harmonisasi umat beragama di SUMUT.

mantabs….teruskan perjuangan pembentukan PROTAP, jangan gara2 satu orang yg kena serangan jantung, semua tokoh PROTAP ditangkapi sehingga tidak ada lagi yg mempropaganda pembentukan PROTAP, ayo maju terusssss tp jangan ANARKIS, BRUTAL dan KRIMINAL karena itu bukan budaya orang BATAK, budaya orang BATAK, intelektual, terbuka, berani, setia, pantang menyerah dan jago berargumentasi.

Kalau demontrasi (yang menjadi) anarkis itu dituding sebagai rancangan dari segelintir orang yang haus dan ambisi terhadap kekuasaan bila kelak protap berdiri, apakah itu boleh dituding juga bahwa hal itu adalah rancangan dari orang orang yang tidak setuju akan berdidrinya protap itu? Mengapa? Karena tindakan sperti itu adalah suatu langkah yang sangat jitu untuk mengganjal rencana pembentukan protap itu, dan sebaliknya bagi yang pro: adalah tindakan bunuh diri.

Sebodoh apapun orang yang ambisi itu, sangat tidak masuk akal bila sampai merancang pemukulan.

Kita tunggu sajalah, siapa yang benar siapa yang salah akan terkuak

Jangan di bawa ke sarah, aku jg orang batax asli 100%, tidak pake tapi2an., biarkan aja polisi yang usut tuntas kasus ini, jgn main hakim sendiri bok, apa lagi kalian bukan aparat, ato sok jadi aparat, jgn sok demon ato apalah,, ampe2 mau nutup SIB, bisa2 bertambah lagi PHK beribu2 orang,, buat teman2 yang pengen demon jgn lah terlalu berlebihan, cukuplah apa adanya jgn sampe membawa ke sarah, itu yang paling penting, buat teman2 non kristen jgnlah sekali2 buat itu protap untuk kepentingan orang batax, tapi ini untuk kepentingan umum, nasional, dan buat teman2 non batax, jgn lah sok ingin mengadili, jgn sok ingin menyelesaikan masalah, kr masih ada koq aparat keamanan yang lebih tau dari anda sekalian, belajarlah dari tragedi monas, kr kamu adalah manusia yang beragama bukan manusia murka,, tau,,, makasi dan mauliate

Mmg. Disumut ini Pengaruh FPI dah mulai masuk,, ingat kalian manusia beragama, bukan pembunuh

weleh weleh welehhhh..
songoni ma pandok nihalakan, ba poang naung boa do
keadan manang pikkiran ni akka dongan mahasiswa na di hutan
boasa gabe olo mangulahon sisongoni.
We tahe naung tutu do, dang nasikkola be dii ulai, gabe holan na demon ala ni hepeng saotik.
bah…,tudia nama hita

Buat Protap Yeessssssssss

Anarkis NOOOOOOOOOO

O ALE BANGSO BATAK
BANGSA YANG BIJAKSANA
BANGSA YANG DAMAI…

ENGKAU TIDAK AKAN MELEDAK BILA TIDAK DIPERMAINKAN
SUDAH BERAPA TAHUN KAMI TUNGGU KEHADIRAN PROTAP
TAPI YANG ADA HANYA KEBOHONGAN…

HA..HA.. HAA…
JANGAN SALAHKAN TRAGEDI YANG ADA….

DI MEDAN ORANG BATAK SUDAH MENJADI BAHAN EJEKAN,
BAHKAN KETUA PEMUDA MPC YANG TIDAK ORANG INDONESIA ASLI SUDAH MENJADI PREMAN DAN MENGANGGAP KECIL ORANG BATAK

TERKADANG AKU MENANGIS MELIHAT,, ORANG BATAK ITU DI ANAK TIRIKAN DI SUMUT INI KHUSUSNYA TAPANULI….
SADAR GAK KITA FASILITAS YANG TIDAK MERATA????
ATAU KITA IKUT MENENTANG ORANG YANG BERJUANG UNTUK KITA??
TANYAKANLAH PADA DIRIMU SENDIRI…

SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK RELA ORANG BATAK DI OLOK 2X BILA DIJALAN YANG BENAR…

I LOVE BATAK
TUHAN MEMBERKATI BATAK…….

TO : G. MEHA

MANTAP PARTNEE.GBU

@ David Sinambela :

Seharusnya dari Zaman Kemerdekaan sudah Terbentuk. Karena semua Bekas Ke_residen-an Belanda, semua telah menjadi Propinsi, kecuali Keresidenan Tapanuli.

Benarkah ? :)

Karesidenan Kedu, sebagai contoh Karesidenan jaman Belanda, di Jawa Tengah tidak memproklamirkan diri sebagai provinsi terpisah dari Provinsi Jawa Tengah. Sementara anda mengatakan SEMUA.

Jadi, alasan diatas yang menjadi dasar pembenaran provinsi Tapanuli jelas-jelas SALAH. :lol:

Zaman Belanda, Kota PSP (Padangsidempuan) dan Sibolga Pernah menjadi IBUKOTA Keresidenan Tapanuli. Wilayahnya mencakup seluruh kabupaten yang dimulai dengan Kata Tapanuli : Selatan,Tengah, Utara, ditambah Nias dan Dairi.

Wacana yang ingin mengganti ibukota tersebut seandainya PROTAP terbentuk, dengan Siborong-borong sebagai alternatif menurut saya perlu di rundingkan terlebih dulu.

Sibolga dipilih karena mengakomodasi “kepentingan” Tapanuli (Utara-Selatan) yang berbeda. Sibolga relatif berada di tengah dan dinilai lebih representatif.

Nah, kalau alasan bekas Karesidenan Tapanuli sebagai alasan pembentukan ProTap, maka mengapa anda mengusulkan Siborong-borong ? Sementara Siborong-borong tidak punya sejarah sebagai ibukota kabupaten dalam sejarah pemekaran Tapanuli ? Mengapa tidak mengusulkan Sibolga sebagai jalan tengah tarik menarik kepentingan suku, marga dan agama yang masih kuat di Tapanuli ?

Selagi di dalam internal orang Tapanuli itu sendiri masih “berkelahi” dan tarik menarik kepentingan, maka pembentukan Protap itu masih jauh panggang dari api. Apalagi kalau caranya sendiri masih penuh dengan kekerasan.

Dan demo kemarin, bagi saya, yang paling menyedihkan adalah jatunya korban dan “membawa-bawa” orang Batak sebagai pelaku dan otak intelektual. Mungkin mereka yang terlibat terlalu pede dengan mengatakan bahwa aksi anarkis mereka adalah representasi orang Batak. Pathetic…. :|

ARGADO BONA NI PINASA,
Asa di boto lae, Sibolga i gelleng doi, nungnga hea lae sian i, di kiri laut, dikanan dolok2 do i. ale molo di siborong borong sahat tu silangit datar do i lae, umbalga sian kota medan i. boi mambaen komplek perkantoran na bidang dohot lapangan terbang bertarap internasiona. molo sibolga i cocokna gabe pelabuhan doi boi. au lae par sibolga doau, jabukku ima simpang lau to Puncak GM i,
horas ma sude na , taparjuangkon ma PROTAP i

sejak zaman baholak dulu, orang batak itu sudah mempunyai peradaban yang tinggi. kita saja yang tidak melestarikannya.
orang batak itu memiliki, bahasa, tulisan tersendiri, agama, sistem pemerintahan, adat, dohot angkat nalain nai. tabereng ma sonnari, piga halak na jolma na gabe orang besar sian tapanuli i.

@R.Angkat
Pernyataan anda yang menyatakan Abdul A Angkat sebagai putra terbaik Dairi sangat berlebihan. Ribuan putra Dairi banyak yang jauh lebih baik dari si Abdul semargamu itu. Yang kecil kalinya kau anggap orang2 Dairi?Hanya karena dia jadi ketua DPRDSU lantas kau bilang putra terbaik. Padahal karena semargamu nya.Sempit kali emang pikiranmu. Saya orang Dairi merasa sangat malu dengan komentar2mu yang justru menunjukkan sejauh mana tingkat intelektualitasmu. Kalian berdua dengan si arih yaksana bancin itu bikin malu orang Pak Pak aja…

Untuk sebagian teman2 orang Toba diatas, berhentilah mengeluarkan penghinaan terhadap orang2 Dairi. Belum2 udah terjebak kita terjebak dengan hal2 yang bersifat kesukuan. Jangan mau kita ikut2an jadi bodoh dan berpikiran sempit. Apa yang dipaparkan oleh si Angkat sama si Bancin diatas tidaklah mewakili sikap orang2 Pakpak secara keseluruhan terhadap pembentukan Provinsi Tapanuli. Apalagi banyak sekali orang2 Dairi di Humbahas & Tapanuli Tengah yang mendukung pembentukan Provinsi Tapanuli ini. Jangan terjebak hagemoni bahwa Provinsi Tapanuli hanya milik orang Toba. Ingat bahwa ada Nias,Sibolga,Tapanuli Tengah & Humbang Hasundutan yang didiami oleh etnis-etnis Non Toba. Artinya keberhasilan pembentukan Provinsi Tapanuli tidak terlepas dari pengaruh orang2 di Tiga daerah tadi. Apalagi ke-3 daerah tesebut punya SDA yang luar biasa.Kalau anda2 sekalian berpikir Provinsi Tapanuli hanya untuk orang2 Toba, maka menurut hemat saya tidak layaklah Provinsi Tapanuli berdiri, karena kalaupun berdiri, bisa2 etnis2 non Toba di Provinsi ini malah akan termarginalkan dan dianggap minoritas.

Jadi atau tidak jadi Provinsi Tapanuli dalam waktu dekat ini, mari kita buktikan dulu bahwa kabupaten2 yang akan menjadi bagian Provinsi Tapanuli siap untuk maju. Saya melihat bahwa daerah tingkat 2 hasil pemekaran Tapanuli Utara & Nias sekarang tetap aja miskin walaupun mempunyai SDA yang luar biasa.Padahal daerah tingkat 2 saat ini sudah mempunyai hak otonom untuk mengelola keuangannya tanpa melewati pemprov, tetapi kenapa ngga maju2?Karena saya melihat, bahwa orang2 yang duduk di pemerintahannya kebanyakan bukan putra2 terbaik batak, melainkan para preman dan orang2 rakus uang/kekuasaan yang pada dasarnya memang tidak memikirkan kemajuan batak walaupun notabene mereka orang batak. Banyak SDM2 terbaik batak tersia2kan di kabupaten2 tersebut.Kalau lah mau jujur, kebanyakan yang lulus jadi PNS di daerah2 tersebut bukanlah putra/i terbaik batak, melainkan siapa yang nyetor duit paling bnyak.Khawatirnya, kalaupun nanti Provinsi Tapanuli jadi dalam waktu dekat ini, malah nanti yang duduk di pemerintah pun adalah orang2 batak yang ngga mempunyai kapabilitas dan kemampuan. Sayang kali putra/i batak yang pintar2 jadinya malah pada merantau, karena di daerah sendiri malah ngga terpakai. Marilah kita memulai dari yang ada. Sama2 kita bangun apa yang ada saat ini. Kita buktikan bahwa kita mampu menjadi daerah yang maju walaupun dengan ketrbatasan. Seperti orang2 di singapura atau Israel, yang maju menjadi bangsa yang besar walaupun harus memulai dengan keterbatasan. Dimulai dengan kemajuan kabupaten Taput,Toba,Samosir,Humbahas,Tapteng,Nias, dan Kodya Sibolga mari kita buktikan bahwa Provinsi Tapanuli memang layak untuk dijadikan. Ngga ada alasan kabupaten2 tersebut ngga bisa maju. Dengan manajemen pengelolaan keuangan yang baik, SDM yang berkualitas, kabupaten2 tersebut pun seharusnya bisa maju tanpa harus menjadi Provinsi Tapanuli. Para perantau pun ngga perlu menunggu harus jadi provinsi dulu baru kita bangun kampung kita itu. Dari sekarang pun udah bisa kita jalankan Marsipature Hutanabe.Kita dukung pembangunan kampung kita di Tapanuli itu.Kalau kita emang cinta kampung halaman, dari sekarang pun udah bisa kita mulai membangun kampung kita. Janganlah kita terjebak dengan debat kusir, masalah layak atau tidak layak Provinsi tapanuli ini. Harus kita buktikan malalui aksi yang positif, tidak hanya sekedar kata2 atau perdebatan saja.Kalau kampung kita sudah maju, ngga akan ada lagi alasan orang lain untuk menghalang2i pembentukan Provinsi Tapanuli. Jaya Provinsi Tapanuli. Hapuskan para preman dan tikus2 dari pemerintahan di Tapanuli.

Protap yes,anarkis no.
Protap jalan trus Panitianya diganti,dipilih dari org2 yang tidak melulu mementingkan keuntungan pribadi,golongan dan bisnis.
aksi demo tsb tidak benar,penyampaian aspirasi bukan menghalalkan kekerasan.
Walaupun seandainya tidak ada korban jiwa,namun aksi pengrusakan seperti ditayangkan tv sudah tidak bisa ditolerir.

@ Joel
siapakah anda yang begitu benci pada protap…dan gencar menghasut orang dan memperbesar-besar masalah…dan apa kepentingan anda???

@arih yaksana bancin
perlu kalian ketahui bukan masalah lama perjuangan tapi kualitas n standar dikatakan jadi propinsi..
memang mungkin dari kejadian ini moral kalian tidak pernah mengikuti Dasar negara,..
tak jauh beda kalian dengan PKI cuma PKI secara diam-diam kalian secara langsung..

@R.angkat
Bagaimana mungkin sebuah provinsi yg akan dibentuk ternyata di isi oleh orang-orang yang berrjiwa anarkis,yg bertindak seperti layaknya binatang,yang mengatasnamakan demokrasi???
KAliaN toh ga akan bisa mengembalikan nyawa putra terbaik Dairi.
Kalian hancurkan smua harapan2 rakyat sumut.
tolak Protap
kami ga akan tinggal diam!!!

protap is impossible

KALIAN BER2 TIDAK TAHU ARTI OMONGAN SENDIRI
HATI-HATI KLO NGOMONG “MUNCUNGMU ADALAH HARIMAUMU”
JANGAN BERKATA ORANG BATAK (tapanuli) BINATANG & PKI

KaLiAn BeR2 ItU NgOmOnG AtO KuMuR2 ???
MaSiH WaRaS kAn ??? AtO Da DaLaM SaKiT JiWa ItU ???
MALING SESUNGGUHNYA KOK TERIAK MALING SPONTAN ???

JANGAN TERLALU SERING MENFITNAH
KOREKSI DULU JIWA DAN MENTAL SENDIRI SEBELUM BERBICARA ATAU BERBUAT
PERIKSA DULU OTAKMU APAKAH MASIH OTAK MANUSIA ???

TANYA KENAPA ??? !!! #$# % ???
1. ABDUL AZIS ANGKAT MATI
2. PROTAP AJA MASIH TANGGUNG UDAH MUNCUL 2 PROVINSI LAIN (dIwIlAyaH SUMUT/TAPANULI) YANG SEPERTINYA INGIN MENGADU DAN MEMANCING AMARAH DAN KEKECEWAAN YANG MENDALAM

PERLU DIPERTIMBANGKAN
1. TIDAK ADA AGAMA YANG MENGHALALKAN PERBUATAN ANARKIS
2. PANITIA PEMBENTUKAN PROTAP PERLU DIRUBAH
3. TOLONG JANGAN TINGGAL DIAM !!! ???
(Oang Batak Telah Tercoreng, Diinjak-injak, Dihina & Difitnah)
4. AMANG RAJANAMI TB SILALAHI, SAE NABABAN, RUHUT SITOMPUL, HOTMAN PARIS HUTAPEA, LUNDU PANJAITAN, DLL MENANGIS DAN KECEWA (” TAPANULI BERDUKA”)
4. PROTAP BERHUBUNGAN DENGAN DEMO ANARKIS DAN KEMATIAN ABD. AZIS ANGKAT(Alm) “AKAN TETAPI TIDAK BERKAITAN”

BERJUANGLAH PROTAP
Good Bless You

kalau kita mengikuti perkebangan terakhir dengan masalah ini seakan-akan orang batak adalah orang paling berdosa dan tidak layak menjadi bagian dari NKRI. banyak media yang mengarahkan opini bahwa pengusulan Protap itu salah…(apa yang salah dengan protap??)…bukan kah itu adalah hak sebagai warga negara??, yang salah adalah demo anakis nya…bukan protapnya.
Tanpa sadar masalah ini juga telah masuk ke ranah politik yg di maanfaatkan org tertetu untuk kepenting pemilu…saya bingung, kalo orang Batak itu salah semua akan berkoar-koar, yang tidak mengerti dengan masalah sebenarnya juga ikut bernyanyi, tapi ketika gereja-gereja di BOM dan Pendeta Ditembak di Medan apakah orang batak membalas??
kasihan kau BATAK…engkau masih belum merdeka rupanya…engkau masih tertindas di negerimu sendiri. Bangunlah dari tidurmu BATAK…Mana orang batak yang katanya pintar2 itu???mana orang batak yang katanya cinta demokrasi itu??modom do sude???

saya setuju dgn PROTAP tapi bukan di si Borong-Borong ..!!!!!!!

Dimana yg Namanya Asli Tapanuli ..ya disitulah Ibukota nya .!!!

Jgn dmn tempat n banyak tanah n “peternakanmu” (red) …disitu

kamu buat.

ada keganjalan disitu terlihat…panitianya nya 1 pun org sibolga
or PSP tidak ada…
jadi bisa di teruskan opini diatas dan kembangkan .!!!!

Segera…!!!!!

Apakah memang Aziz angkat putra terbaik pakpak ???

coba telusuri apakah yang sudah dia perbuat bagi dairi dan pakpak bharat ???

Wajarlah, itukan median nya sendiri.Coba kita berpikir bagaimana kalo keadaan yg menimpa usaha kita sendiri?
Lagi pula ini bukan masalah persaingan bisnis kan? kenapa juga jadi Harian SIB yg ikut dibawa2.Sebenarnya inti permaslahan adalah demo yg diluar dugaan berjalan anarkis.Siapa juga yg mau itu terjadi? apalagi Keluarga GM.Mana mau mereka menunjukkan kebodohan di depan public.Ini terjadi kan karna diluar dugaan.Org2 yg jelas2 terlihat di tv sedang merusak itulah yg harusnya di tangkap.Byk koq di daerah2 lain apalagi jakarta demo berjalan anarkis dgn merusak gedung atau kendaraan.Kenapa tdk dipublikasikan besar2an? kita semua tau demo/kampanye org2nya pastilah di bayar,kenapa dlm hal ini dibesar2kan? dengan memperluas masalah seakan2 ada aktor intelektual yg menyandang dana bagi pendemo.Aneh sekali.Dr sini terlihat ada org2 yg berkepentingan masuk, untuk menjatuhkan usaha/bisnis keluarga GM & ada kepentingan politik.Seperti kt tau, Chandra br sj pindah dr GOLKAR ke PPRN,makanya yg byk bersuara jg dr GOLKAR kan?
Dr hal ini kita sbgai rakyat harus bnr2 memahami keadaan & jgn mudah digiring ke arah berpikir negatif utk memojokan orang dengan hal2 yg salah besar.Jgn mudah di adu domoba.
PROTAB adalah hak ,bukan kriminal .lha wong sudah di sahkan.demo nya pun sdh mendpt ijin.Bukan berarti semua panitia harus jadi tersangka.Byk massa yg berbaur di sana.
Panitia pun pasti tidak tau akan terjadi begini.Ada aksi , ada reaksi.Reaksi dr pendemo kan karna aksi dr DPRD sumut yg menunda2.Kita harus belajar melihat positif & alur cerita sblm ikut2 an dalam persaingan bisnis & politik pihak tertentu jd tidak mudah di adu domba.

Saya bukan org BATAK, tp sy ikuti ulasan2 nya.Sy dukung! Aneh kalo ada yg malah menjelek2 an perjuangan PROTAB padahal mrka pun dr Tapanulu.Dukunglah perjuangan untuk kemajuan daerah anda.Jangan karena rasa sirik, kita tidak mau daerah kita maju.Kalo begini terus pemikiran bangsa Indonesia, tidak akan maju terus.Kenapa kalo mau daerahnya jd bagus/maju rasa iri yg lebih dikedepankan?Smua perjuangan perlu proses.Kalo DPRD SUMUT tidak mengantungkan masalah juga, tidak akan ada demo.Semua perjuangan butuh hasil, karna pastilah sudah buang byk waktu, tenaga, dan juga uang.Jd belajarlah utk menghargai & jangan cuma memfitnah org yg sedang mendapat masalah.Positif Thinking!! Jd jiwa anda juga tenang & tdk hanya berpikiran jahat.Jd bangsa kita juga maju dalam moral & negaranya,shingga bangsa luar juga dapat melihat bahwa bangsa kita dapat maju & berkembang.Malu kalo kita masih tidak mau maju & malah mempertahankan adat2 & tidak mau berbaur dengan agama yg lain.

niat pembentukan propinsi tapanuli setau saya sdh lama,sjk pemerintahan orba. Tp byk daerah yg diajukan utk jd propinsi di era reformarsi langsung trwjd dgn mdh,shg negara kt memiliki byk propinsi. nah knp protap tdk?????
insiden di DPRD sumut kt sesali, smg jgn terulang lg di wkt kpn pun dan di daerah manapun. kt jgn mau di adu domba olh mrk yg tdk ingin kt berdemokrasi dgn damai,spt ada phk yg tdk sepakat protap jd propinsi..,siapa mereka? sy pribadi mendukung demokrasi di tegakkan di NKRI kt ini dgn jiwa nasionalis dan mengutuk tindakan kekerasan oleh pihak manapun.

@Pasadahata,
Saya maklum akan komentarmu lae, tapi harap diingat saya hanya membeberkan fakta bukan sinyalemen. Mungkin maksud lae komen saya tentang “ para demonstran sudah memakan umpan yang disodorkan “ mungkin berbau sinyalemen, sekarang sudah terbukti karena TIDAK ADA LAGI AGENDA DI DPRD SUMUT UNTUK MEMBAHAS PEMBENTUKAN PROTAP, SAMPAI MASALAH HUKUM DEMO ANARKIS PENDUKUNG PROTAP YANG MENYEBABKAN TEWASNYA KETUA DPRD SUMUT ABDUL AZIS SECARA TUNTAS ( pernyataan Wakil Ketua DPRD Sumut Drs H Hasbullah Hadi SH,SpN ). Belakangan pernyataan ini dikoreksi Drs H Hasbullah Hadi lagi bahwa AGENDA PEMBAHASAN PEMBENTUKAN PROTAP DITUNDA SAMPAI TAHUN 2010 DENGAN ALASAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DAN PEMILIHAN PRESIDEN. Barangkali pernyataan pertama diucapkan dengan emosi sedang pernyataan koreksi belakangan, beliau sadar akan kesilapannya.

@ joel
Gagasan dan perjuangan pembentukan PROTAP adalah hak demokrasi dari para pendukung PROTAP dan dibenarkan oleh undang-undang. Gagasan awal, daerah pendukung PROTAP adalah semua daerah yang dicakup oleh ex-Keresidenan Tapanuli, sama sekali bukan etnis atau agama. Belakangan kekompakan perjuangan itu mulai ditunggangi oleh interest pribadi, golongan yang didominasi oleh ego sektoral yang kental. Kondisi seperti ini paling rentan untuk dirusak oleh isu-isu perpecahan yang disebarkan oleh pihak intern masyarakat Tapanuli dan pihak ekstern yang tidak menyukai PROTAP terbentuk karena beberapa alasan tertentu misalnya takut hegemoni golongannya akan semakin berkurang.
Gagasan PROTAP ini sudah ada sejak terjadinya “pemberontakan setengah hati” dari PRRI / Permesta yang menuntut adanya pembagian anggaran pembangunan yang adil di daerah di luar pulau Jawa. Hasilnya kemudian setelah ada perdamaian adalah jalan raya dibangun dari Tebing Tinggi sampai Rantau Parapat sampai Padang Sidempuan dan pembangunan PLTA Asahan. Setelah itu boleh dikata jalan ditempat. Lihat saja kondisi Pelabuhan Udara Pinang Sori, Silangit dan pelabuhan laut Sibolga sampai saat ini jalan ditempat tidak ada kemajuan. Pada tahun 2002 ada beberapa daerah mengusulkan pembentukan propinsi ( termasuk PROTAP ) dan sekarang usulan itu sudah disetujui kecuali PROTAP, padahal daerah-daerah yang disetujui itu persyaratan tehnisnya belum tentu lebih baik dari PROTAP. Kalau memang tidak layak menjadi propinsi hendaknya DPRSU bisa menjelaskan alasannya, jangan diulur waktunya karena mereka menuntut sesuai dengan hak demokrasinya. Jangan dilihat eksesnya, alangkah naifnya bila mereka merencanakan pembunuhan apakah para demonstran begitu bodohnya untuk menggali kuburnya sendiri.
Anda pasti tahu istilah “ dimana ada gula disitu ada semut “. Bagaimana bisa investor ( modal dari luar negeri atau dalam negeri ) tertarik untuk menanam modal ke daerah Tapanuli kalau prasarana transportasi kurang memadai. Bagaimana bisa masyarakat di pantai Barat Sumatera Utara bergairah meningkatkan produksi pertanian seperti Nilam, Kemenyan, Kopi, Karet dll bila mereka harus mengeluarkan biaya transportasi yang mahal untuk memasarkannya. Makanya anda tidak perlu heran apabila dari daerah Tapanuli ramai-ramai merantau seperti “semut mencari gula“ untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Anda masih ingat pernyataan G.P. Solihin alm. ( Sesdalopbang pada era Suharto ) yang pada intinya menyangkal bahwa daerah Tapanuli daeerah miskin karena flow uang yang masuk ke Tapanuli ( melalui wessel pos dan nota bank ) lebih besar dari uang yang keluar dari Tapanuli. Beliau keliru, sebab uang yang masuk itu berasal dari para perantau dan digunakan para orang tua di kampung untuk biaya pendidikan anak-anaknya diluar Tapanuli. Kenapa ???? Tapanuli hanya mengandalkan SDM yang berkwalitas melalui pendidikan anak-anaknya. Karena hanya pendidikan anak-anaknya ( investasi jangka panjang ) yang bisa diandalkan. ( ingat syair lagu Anakhonhi do hamoraon di ahu )

Kalau anda mengatakan bahwa gagasan PROTAP didasari faham etnis Batak Toba dan Agama, bagaimana pula pendapat anda tentang provinsi Gorontalo ( mayoritas Islam ) memisahkan diri dari Sulawesi Utara ( mayoritas Kristen) atau Provinsi Jambi (bukan etnis Minangkabau ) pisah dari Sumatera Barat ( mayoritas etnis Minangkabau) atau misalnya Provinsi Bengkulu dan Lampung pisah dari Provinsi SUMSEL. Pada umumnya dasar gagasan itu adalah span of control yang terlalu lebar dari ibukota provinsi yaitu Padang , Manado dan Palembang. Kenapa di pulau Jawa tidak ada pembentukan provinsi baru ???? Tidak relevan karena sarana transportasinya sangat mendukung sejak zaman dahulu kala.
Jadi lae joel, ada baiknya anda jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan apalagi menghakimi;

Pak Aziz meninggal bukan karna di tonjok, tapi karna penyakit jantung..
uang maccam2 tu halak batak ate…
so di patiris mudar muna i…
Hidup PROTAP…
HORASSSSSS……
Tuhan memberkati…

masyarakat sumut harap bersabar ,biar aparat yang mengerjakannya,jangan ber andai-andai .tunggu saja kebenaran tidak pernah tinggal diam.

jangan bilang BATAk itu yang tidak-tidak,…
asal tw aja, protap ini uda 7 tahun ingin di bentuk tapi tidak jadi2, wajar kan… klo mereka marah dan kecewa ?

memang inilah negara kita indonesia, yang seharusnya itu benar malah jadi salah.

klo ngomong face to face pasti di cuekin tapi coba dengan hal yang seperti kita tw,.. dengan adanya demo kan jadinya beres….
kita harus sadar, bahwa ini bukan salah dari protap untuk melakukan hak anarkis seperti ini tapi protap capek di sepelekan.

so siapa pun kamu, jangan pernah mengatakan BATAK itu dengan kata2 yang tak pantas di ungkapkan melalui mulut kotor mu…

ayo… protap tingkatkan…

kalian harus yakin bahwa protap bisa…
PROTAP GBU…
horas…
horas…
horas…

@ R.Angkat,
Ada berita bahwa PemdaSU telah memutuskan almarhum Abdul Azis Angkat akan dimakamkan di Taman Pahlawan. Dalam berita itu tidak dijelaskan apa alasan dari keputusan PemdaSU. Akan tetapi pihak keluarga meminta agar dikebumikan di makam umum, alasannya agar bisa bersama-sama dengan keluarga.
Kemudian Jaya Suprana ( museum rekord indonesia – MURI, seorang pengusaha ) menulis di koran Kompas; dia memuji dan menghargai sikap dari keluarga yang dengan rendah hati menolak gagasan dari PemdaSU itu. Tulisan Jaya Suprana ditutup dengan pertanyaan “ Apa kriteria sehingga seseorang berhak dan memenuhi syarat dimakamkan di Taman Pahlawan.? “
Mengingat kedekatan sdr. R.Angkat dengan almarhum ( saudara dekat ? , semarga ? atau satu kampung ? ) barangkali bisa menjelaskan apa dasarnya PemdaSU memutuskan hal seperti diatas, atau mungkin saudara yang mengusulkan ke PemdaSU ? Toh beliau adalah putra terbaik dari Dairi. dan Pakpak

@GoldFriend :
Mauliate Godang / tarimokasi bahat / Mbujur Milala….. Terimaksih atas koreksinya.

Ada usul saya neh :

Karena banyak komentar thd rencana pembentukan PROTAP ini dan juga nama PROTAP dah jadi konotasi Negative, bagaimana kalau mulai sekarang kita ganti aja akronim PROPINSI TAPANULI menjadi PROULI…Lebih KEREN khan…???

Juga Perlu diusulkan untuk membuat semacam REFERENDUM ttg pembentukan PROULI ini dari masyarakat yang akan menjadi wilayah PROULI ke Pemerintah SUMUT dan PUSAT.

Kebenaran pasti MENANG.

Semoga PROPINSI TAPANULI = PROULI , menjadi KENYATAAAN

hORAS….Jahowu…MenJuah-Juah kita kerina

horas…

yang gak batak jangan sok mencampuri urusan batak!!!kok warga sumut rame2 hujat PROTAP,KETUA PEMUDA MPC aja orang asing brani campuri urusan kemiskinan di tapanuli!!

JANGAN CUMA NGOMONG KAU KAWAN KETUA…SOK PAHLAWAN KAU..KAU PUN PREMAN!!!JANGAN BIASAKAN DIRIMU MEMAKI KLO PAS ORANG BATAK ADA MASALAH!!

PROPINSI TAPANULI MURNI DEMI PEMBANGUNAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT.

saya bangga sebagai batak toba.

HORAS..

Membaca SIB dan membandingkan media lainnya, terkadang memang sgt beda,tapi yakinlah untuk kita semua, kita anggap aja ini sebagai media pembanding, memang SIB sarat dengan kepentingan, tanpa mempertimbangkan sesuatu, dia trus jalan asal GM nya senang ( padahal ) sebenarnya jika GM profesional maka ketika dia sesuatu barang diperjual belikan, hak publik sudah ada, jadi tirulah media yg sudah punya nama, kompas dengan Jakob nya, dll. berita kasus PROTAP menimbulkan pro kontra, menimbulkan persepsi yg macam2, ada yg ini,ada yg itu, hak hak semua anak bangsa, tapi hendaklah tetap santun. sorry buat harahap & siregar, kita tau perasaan anda, ulasan anda bagus, tapi usul saya, jangan lah mengarah2 ke perbedaan atau paling sedihnya mengarah ke SARA, saya juga sama seperti anda kurang setuju Dengan PROTAP, tapi ketidak setujuan kita ini hendaklah lebih profesional, kita sampaikan data2 ilmiah, kita tunjukkan watak ilmiah kita, bukan kan ciri orang pintar adalah punya jati diri profesinal, dan begitu juga yg pro jangan memaksakan kehendak, yakinlah keinginan anda itu akan terwujud jika anda mampu menunjukkan data2 ilmiah, tingkat analisa yg cukup tinggi, dan yg pro juga jangan memaksukkan unsur SARA, mgkn anda2 kaget, kenapa saya tidak setuju, saya lahir,besar dan sekolah di TAPUT dulu seblm pemekaran ,kuliah di USU medan, tapi bekerja di jakarta, tanpa sedikitpun kepentingan di SUMUT, yg ada hanyalah rasa cinta kampung, klo boleh didengar, saya berharap dlam era demokrasi ini, kita bebas, TAPI jangan saling menuding, apalagi SARA, tak elok itu, biarlah rasa cinta kita menipiskan perbedaan , bukan perbedaan menipiskan rasa cinta. horas, menjuah-juah,,yahobu, Melayu deli, pujakesuma, toba,selatan,nias,simanlungun.karo den semuanya, MARI TETAP BERGANDENG TANGAN.GBU

Jika saudara2 mau berdiskusi/memberi tanggapan atas tulisan ku diatas, dengan senang hati, kita komunikasi, raharb43@yahoo.com

Horas

Au sian masyarakat Batak Toba, mandok ” Tetap Perjuangkan PROTAP ‘.

Syalom

Songon hata ni Ruhut di TV ONE nabodari ” Hati bisa Panas, tetapi kepala tetap dingin ”

Unang Pola gabe sama-sama hita marbadai, alai sonari ta ulahon ma padenghanton na salah di diri ta be.

Berjuang terus PROTAP…! Sekali PROTAP berkembang, Surut kita berpantang..!

“Sude na mangoluon di Tangan Ni Tuhan do”

Mauliate
Horas

hei novita…!!!! gak ngerti apa2 jgn suka ngomong ngawur….
lo gak liat di daerah lain juga kalo demo banyak yang jadi korban..kalo kata orang ” novita alangi ma utut mi…hehehehe…”
peace yooo.. just kidding…

Seharusnya, sesama orang Batak n etnis lain yang memiliki hubungan historis dengan daerah Tapanuli (Utara, Tengah, Selatan, Sibolga, Nias, dan Dairi) bersatulah untuk sebuah provinsi yang diidamkan sejak kita belum lahir…untuk saudara-saudariku non-Toba, mungkin mulai deh mencari referensi, sejak proklamasi negeri, adakah puak batak plus Nias lain serajin dan setabah puak Toba dalam perjuangan pembentukan Protap? Seperti yang sudah sering kita rasa dan ketahui, terutama di perantauan, perintis komunitas masyarakat Sumut di luar Sumut, selalulah orang Batak Toba, puak yang lain biasanya masih senang bergandengan tangan…namun, kalau jumlahnya sudah semakin banyak, maka yang non Toba itupun, entah minta ijin atau tidak, memisahkan diri, karena sudah bisa membentuk komunitas barunya…nah…bukankah sepantasnya perjalanan perjuangan pembentukan Protap ini justru menyadarkan saudara sesama orang Sumut bagian barat betapa orang Batak Toba lah yang selalu mau bercapek ria memperjuangkan, termasuk juga mengajak puak Batak lain plus Nias, demi kepentingan bersama? Bukankah, kasarnya yang non-Toba merasa malu karena hanya bisa jadi pendukung saja, malah justru menjadi pengecam n penghambat? Bukan untuk menganggap puak Tobalah yang paling berjasa, tetapi, tolonglah kasus anarkhisme di Medan bisa dilihat sebagai beban moral semua puak Batak n Nias juga mengingat di sana atau di perantauan, semua non Toba itu berterima kasih atas gaya pikir, hidup, dan paradaton orang Toba yang masih mayoritas bangga menyebut dirinya sebagai orang Batak sementara puak Batak yang lain secara perlahan sudah mulai tidak begitu bangga menyebut sebagai orang Batak…dan juga, ajakan yang ditolak oleh daerah Tapsel, tampak sekali dari niat pembentukan daerahnya menjadi Provinsi Sumatera Tenggara, secara geografis, penamaan provinsi itu sangat berlebihan dan konyol. Kapankah akal sehat kita bisa menerima, wilayah tenggara terletak sangat dekat di antara selatan dan barat? Kalau menjadi Sumatera Barat Laut atau Barat Daya, itu baru lebih pas namanya, karena menurut saya, Riau tuh yang lebih cocok dibilang tenggaranya Sumatera…nah, dari pengambilan nama yang keliru ini, saya pribadi menilai, itulah bentuk “gengsi” saudara2 di Tapsel yang tdk mau bergabung dgn Protap (padahal diajak)…kalau mereka tetap dalam Provinsi Sumut, kan lintas Sumatera dari Tapsel menuju Siantar atau Medan dan Aceh, harus melewati Protap, di mana harga diri mereka, kira2 itu analisis saya membuat mereka juga merencanakan provinsi sendiri dengan nama yang keliru….wah, jangan malu2in suku Batak karena bisa dianggap tak tahu arah mata angin….tapi, secara keseluruhan, saya cuma mau katakan, mari kita tetap bersaudara, hilangkan kepicikan, tunjukkan siapa leluhur Batak yang dewasa, tenang, dan menghormati perbedaan itu…jalankan terus perjuangan membentuk Protap, tetapi tetap dengan landasan kasih dan cara-cara modern yang terhormat, saya mendukung kalau begitu. Saya tidak percaya kalau kematian alm. Ketua DPRD Sumut itu disengaja, sangat tidak percaya lagi kalau itu sebagai upaya pembunuhan halak Toba kepada saudaranya dari puak Pakpak Dairi, karena seperti saya katakan tadi, di perantauan, sifat orang Toba selalu ingin mempersatukan dan mengayomi sesama orang Sumut dalam wadah organisasi marga ataupun kedaerahan Sumut di perantauan yang terpencil di mana-mana. Horas ma.

Skala nasional yang paling gencar memojokkan halak hita hal protap adalah Metro TV (Surya Paloh) dan TV-One (Aburizal Bakrie). So what?

Benang merahnya, Surya Paloh dan A Bakrie adalah pentolan Golkar. Golkar di 2004 yg ngecap jualan Protap supaya terdongkrak suaranya di ex karasidenan tapanuli.

Ini pengalihan opini. Supaya tidak terbersit pikiran maupun analisa natorop di luat Indonesia ini bhw Golkar punya andil mengecewakan bangso i.

Propinsi Tapanuli YES
Anarkis NO

kapan provinsi simalungun dibentuk..heheh..ku mau jadi gubernur..

Protap Murni Aspirasi rakyat,karena saya asli batak, tp dari lahir di perantauan..tp saya dukung protap dan bangga,.mohon untuk semua orang jgn mempolitisir keadaan, Emang salah kalo ada Protap? kenapa?

Teruskan Perjuangan PROTAP, Tuhan selalu menyertai kita . GBU

manetek ilu manjaha serba serbi komentar i sude, dang na manjamita i au bah akka natua2, lae, ito, saudara2 sekalian…..begitu kompleksnya masalah2 yang terjadi dalam memperjuangkan protap ini, sampai dibawa ke isu sara oleh oknum tertentu, saya sudah samp[ai pada point of no return untuk membahas masalah protap ini, intelektualitas saya sudah tertutup, hati saya sebagai orang batak-toba-kristen sangat tersayat2, terlalu pesimis kalau saya bilang kita adalah sekumpulan orang yang teraniaya secara terselubung dinusantara ini, kita harus lebih banyak lagi bersabar, mengalah bukan berarti kalah, mari kita teladani Yesus Kristus Tuhan kita, menempuh jalan sengsara, dihina, dicaci, diperlakukan tidak layak, mari kita iman i keteladananNya…..percayakan semuanya kepada Dia semata…., sebelumnya mohon maaf kepada saudara2 yang beragama lain dalam forum ini. Peace!!

Jangan Memperbesar – besar Masalah Lagilah
Protap Yes, Prouli juga yes…
Klo Masalah Pembentukan Protap Da Ditunda Marilah Kita Membentuk Sebuah Negara…..hahahaha…45x
Mungkin Gak Ya ???

Tapanuli Country is Beautiful
Welcome To Tapanuli
Ada Danau Terbesar DiIndonesia
Dan Danau Terbesar ke @ di Dunia

Kok Gak berkembang ???
Tanya Pemerintahlah !!!
kok Tanya Samaku ???

Aneh Ya ….
Sada Hamu Angka Pengurus Ni Bangso Batak i Ate……

M I K I R D O N K S
KENAPA KETUA DPRDSU ITU MENINGGAL ???

MASA 1 X PUKUL LANGSUNG KO ??? ITUPUN GAK BERDARAH
L E M A H X P U N, G A K M A I N L A H
DAN FOTONYAPUN HANYA SATU & ITU-ITU AJA YANG DIBERITAKAN

MAKLUMLAH
CARA BERPIKIRAN INDONESIAKU YANG KUCINTA INI
MASIH GIMANAaaaaaaaaa GITU !!!!!!!
GAK TAULAH MAU BILANG APA ?!@$^#*

ORANG YANG TAWURAN, BERANTAM, ATO KECELAKAAN, PUKUL SANA SINI, MEMAR DAN BENDOL DIMANA-MANA, ADA YANG SAMPAI PUTUS TANGANNYA ATAU KAKINYA MUNGKIN MASIH BISA BERNAFAS SAMPAI SEKARANG.

INI KOK BEDA ???
DASAR DASAR DO TEMPURUNG
DASAR……………

SARA itu mainan orang-orang politik. Mana mungkin mereka kita larang lae. Malaikat pun yang bicara pun kalau bukan petinggi Golkar tidak didengar mereka.
Tetapi itu salah orang kita juga lae, senang kali pilih Beringin. Sudah hampir 40 tahun negeri ini, makin susah, tambah lagi susah di Tapanuli. Pilih lah yang lain, paling tidak ada harapan perubahan… protap pun bisa terwujud.

kalau kamu betul2 orang batak, apa rugimu kalau tapanuli jadi provinsi. Jangan bilang ada kepentingan orang lain. Bersukurlah ada orang yang mau berjuang membangun negeri batakmu dengan mendirikan protap. apakah kamu tidak sedih melihat kampung halamanmu seperti itu saja tampangnya dari zaman bahorok sampai sekarang. jangan ada rasa iri. toh walaupun ada kepentingan orang lain kan nggak ada ruginya amamu. munafik sekali ada orang batak yang tidak setuju dengan profinsi tapanuli. Atau kami menunggu anda2 yang tidak setuju, supaya menjadi panitia pembentukan protap ????? mampu tidak ?????
horas, maulite. Tuhan memberkati.

saya orang Siantar, orang batak asli. Andai saja bapak kita Azis Angkat, diperlakukan seperti binatang, bayangkan itu!!!!! ini di luar batak, jawa, kristen, islam, hindu, budha. Tayangan yang kita lihat itu seperti kebiadaban zionis Israel, YAHUDI.. Tidak ada cerita, tangkap pelaku tragedi 3 Februari, termasuk aktor intelektualnya.HORAS. Allahuakbar

Mari kita jangan bawa isu SARA. Itu hanya komoditas orang2 yang ingin Indonesia kita ini hancur. Apapun yang terjadi mari kita saling mengasihi. Jangan karena tragedi 3 Februari ini cita2 pembentukan protap berhenti. Kita pantau perkembangannya, mari orang2 muda bangun tapanuli. mungkin beberapa dari mereka ada yang berniat jahat atau mau mengambil keuntungan dari pembentukan PROTAP, tapi masih banyak yang benar2 memberikan hatinya untuk kemajuan Tapanuli dan orang2 batak di dalam kepanitiaan tersebut.

Dan kalian Harahap dan Siregar apa maksud comment mu di bawah ini :

Harahap dan Siregar
Februari 7th, 2009 at 10:44 am

Kalian orang2 Batak Toba Kristen sebaiknya jangan terlalu menganggap diri kalian hebat! Jangan sok2 an!

Kami Halak Tapsel (Angkola-Mandailing) walaupun kelihatannya lemah lembut, sebenarnya bisa tegas juga thd kalian. Kami TIDAK takut dgn kalian! Terbukti dgn penolakan kami (Tapanuli Bagian Selatan) untuk bergabung ke dlm propinsi Tapanuli.

Ulang mambaen hita marbada!

Thanks…..

Boleh saja kamu tidak takut pada Manusia, tapi ingat MURKA TUHAN akan turun atasmu sampai keturunanmu yang ke tiga dan ke empat. masih ada waktu BERTOBATLAH…

Saya mengajat semua bangso batak agar mandi dulu di danau toba,supaya pikiran kita jernih.nah kita lihat kawasan danau toba.pantaskah dipecah? Kita satukan kawasan danau toba jadi satu propinsi danau toba.ex taput.simalungun.karo.dairi.jadi satu propinsi

Bah, ngeri kali lae Kurnia Syahputra itu berkomentar….di Pakkat, desa kami, masjid di kampungku, ikut orang tuaku yang bantu dananya, karena uda-ku dari ompung marhahaanggi adalah imam di masjid sana…jadi, jangan bawa suku batak kalau ujung2nya, istilah keagaamaanmu yang lae bawa juga. Sebelum ada berita serangan Israel ke Palestina yang media massa Indonesia sorot sebagai kebiadaban (padahal, media netral memberitakan itu semua akibat aksi pelemparan roket oleh pihak Hamas ke perkampungan orang Israel), ini saya beritahu ya, Lae…sudah ada Residen Tapanuli di era Belanda..kemudian, sebelum ada Islam dan Kristen di Tapanuli, kita masih sama2 hidup dalam agama asli ompungta si jolo2 tubu. Jangan karena sekarang kita beda iman, lalu Anda katakan tindakan biadab di DPRD Sumut itu merupakan tindakan halak batak yang “di seberang” iman Anda….tangkap provokatornya saya setuju, tetapi jangan di hati Anda yang seharusnya bisa menjadi kertas putih, ternoda dengan pandangan buruk begitulah orang seberang sana berbuat, tolong jangan bawa urusan agama di sana….kalau benar Anda orang Batak, mana tulisan marga Anda? Mana sikap hadaulaton sebagai orang Batak yang menjaga martabat diri dengan bertutur terhormat, tidak asal emosi? Berarti Anda jauh lebih biadab dari para provokator, karena yang terjadi di 3 Feb 2009 itu tak lain adalah sebagai akumulasi kekecewaan 5 tahunan…lha, Anda emosi karena tontonan doang, kan amat2 biadab, wong ga ada janji yg tidak ditepati sehingga Anda pantas marah di forum ini, iya kan???

Saya kok jadi linglung ya……

Orang Toba merasa yang paling Batak dan seakan-akan yang diluar toba sudah bukan Batak….hihihihi…….

Orang Toba juga yang merasa paling Tapanuli sehingga daerah lain yang sangat jelas sekali Tapanuli dikucilkan malah nggak dianggap Tapanuli……..ohohoho……..

Saya yang benar-benar linglung atau OrangToba kebanyakan tuak jadi sebenarnya dia yang mabok……ckckckck….

Ia ya…hehehe….

Orang mabokkan gak tau diri…ya…benar…benar..!!!

lisoi…….lisoi…..lisoi ……. na mabok do hamu……Ooooooi …par Toba……lisoi…..lisoi….lisoiiiiiiiii

Horas

CAPEEEK DEEEEHHH …

hahaha, memang kenyataan gitu kan? Buktinya, saudara Diaru aja gak mau memperjelas kebatakannya dengan kasih marga dan ngedukung atau tidak adanya Protap itu, hehehehe, jangan2 Anda yang lagi mabok, itu kan lagu Lisoi gak gitu syairnya….cuci muka dulu deh…yang pasti orang Batak itu ada 5 kok, gak ada di forum ini yg bilang Batak itu cuma Toba,ngigau Anda ya….

Selama ini saya hanya jadi pembaca setia blog ini, saya senang membaca blog ini karena bersifat terbuka membuat semua orang batak (bahkan bukan batak) bisa berbagi fikiran disini karena semua orang berhak berpendapat selama itu fair (tidak bersifat menjatuhkan karakter lawan bicara)

Kali ini saya tidak hanya ingin membaca karena sudah gatal untuk mengomentari salah seorang yang rajinberkomentar disini..

Saudara Diaru, mengapa setiap komentar anda yang saya baca selalu bersifat merendahkan orang lain?? Anda tidak perlu sewot lantaran pendapat anda adalah minoritas.. tetap sebagai seorang laki2 anda harus bersifat gentelman! masalah kesukuan anda, anda berhak mengemukakan pendapat tapi bukan berarti anda pantas merendahkan orang lain… apalagi anda selalu bicara kalau anda bukan orang batak trus kenapa anda banyak komentar tentang orang batak?? Saya perhatikan komentar anda sepertinya anda sentimen sekali dengan orang batak terutama Toba. Anda seharusnya malu pada diri anda sendiri karena anda pengecut, karena anda tidak mampu berbicara maka yang anda bisa hanya menghina orang lain..

kok disini jadi ajang marbada yah…. Aduh malu atuh sama orang-orang. Cuma menurut saya, segala tindakan anarkis harus mendapat hukuman . Orang yang anarkis sejak kecilnya tidak pernah diajarkan hidup berdemokrasi. Oleh karena itu, sejak kecil dirumah harus diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, sehingga dia mengerti, bahwa diluar pendapatnya masih ada lagi pendapat orang lain yang harus dihargai. Tidak bertindak brutal……(imeldakirana@ymail.com)

sebelum nya saya minta maaf dulu ama yg balas koment saya…

coba dulu tunjukkan kata2 ku yg membenarkan tanggapan saudara2….

opini saudara2 jgn nge judje gitu…

aku membenci tindakan org2 nya…
bukan suku atau minoritas kami yg kalian bawa2…

kejam juga dia bilang awak benci ma org2 tapanuli…

ga semua org tapanuli ajja ga mw mekar atau keluar dari sumut…

ayo lah kita bawa sumut gar bersatu..

jgn mpe awak pulang kejadian gak beda ama di Maluku..

KESADARAN ITU PERLU YA abang2…

maaf jika aku ada salah kata..

tp aku gak senang aja opini saudara ttg pandangan ku…

Dimaafkan lae Bancin, kita semua manusia gak ada yang sempurna, apalagi sesama halak Batak kita, saya pribadi mau memaafkan lae, saya juga mungkin meminta maaf kalau tutur kata n opini saya ada yang sifatnya tendensius,,,kita anggap saja secar bijak smua pandangan kita walo berbeda-beda itu muncul sebagai wujud kecintaan kita thdp kampung halaman. Kalau mengenai opini mana yang lae kira tidak bernada memojokkan rencana Protap atau mungkin Batak Toba, menurut saya ada pada kata: KALIAN….itu dari segi kebahasaan kita mengarah pada pembedaan dua pihak, yaitu sipenyebut sebagai KAMI, n org yg dimaksud sebagai KALIAN, nah, sangat kuat terkesan betapa Lae sebagai penuturnya sangat membuat pembedaan, entah itu pembedaan golongan ataupun pembedaan pendapat, makanya pembaca situs ini barangkali menjadi “terpojokkan”, padahal di forum ini sebaiknya kita tetap pada koridor sesama manusia yang terikat pada sentimen kedaerahan dan kepentingan sejarah yang sama. Belum lagi dengan embel2 “PKI” itu, sebagai guru Sejarah, saya sendiri tidak percaya kalau lae Bancin tidak pernah belajar betapa perlakuan kalangan “pancasilais” pun tidak ada beda ganasnya membantai kalangan PKI di era 1965 – 1979 yang disebut2 didukung oleh CIA…Jadi, dalam forum ini, marilah kita tetap berusaha bijak dan fokus pada pemberitaan ttg Protap….sekali lagi saya katakan, saya mendukung adanya keinginan berbagai daerah untuk menjadi provinsi, silahkan selama itu memperkuat ketahanan NKRI. Daerah teman2 kita di seantero negeri udah ada yang berhasil mewujudkan impian mereka, mengapa kita tidak? Apalagi itu sudah dijanjikan akan diperjuangkan para elit parpol peserta pemilu 2004 lalu? Saya sekalig katakan, TIDAK SETUJU dan mengutuk adanya tindakan anarkhis yang mengorbankan tewasnya Ketua DPRD Sumut, dia juga salah satu putra terbaik Sumut, putra terbaik Batak, itu saya akui dengan tulus. Saya juga bisa memahami mengapa itu bisa berbuntut keributan brutal, hal itu adalah penyaluran aspirasi yang barangkali seperti hukum sebab akibat, karena ditunda-tunda, plus sikap emosional yang mendalam akan kecintaan kampung halaman, plus lagi dalam suasana yang tak terjaga baik oleh aparat keamanana secara profesional, maka berakibat kisah memilukan dan memalukan itu. Akan tetapi, rencana pembentukan Protap janganlah menjadi terhenti karena aksi pro kontra semata, kalau memang tidak jadi biarlah karena itu proses alamiah, misalnya seiring dengan makin mengarah 0% populasi Sumut bagian barat tidak tertarik lagi memperjuangkannya….tetapi sampai saat ini dan ke depan, saya prediksi itu pasti tetap akan didengungkan, jadi hargailah….saya malah kepikiran justru itu bagus, karena seperti kata Ruhut Sitompul menjawab penentang Protap di acara debat TVONE beberapa waktu lalu: JANGAN GARA2 DI PANTAI TIMUR SUMUT JUGA MASIH BELUM MAJU, LALU PROTAP DIANGGAP MENGADA-ADA, JANGAN BANGGA AKAN KEMISKINAN DAERAH SENDIRI, MAJUKANLAH SAMA SEPERTI NIAT ORG TAPANULI YG INGIN MEMBENTUK PROVINSI KRN INGIN MEMPERCEPAT KEMAJUANNYA….nah, kalau nanti Protap terealisir dan dipimpin oleh para bijaksana yang takut akan Tuhan, maka dia akan menjadi provonsi percontohan (Kyrie eleison….semogalah), kan provinsi induk dan provinsi lain akan terinsipirasi untuk meyakinkan dirinya bahwa daerah masing2 bisa maju, jadi jangan malah bangga ceritain bahwa daerah masing2 masih banyak yang belum sejahtera…isitilahnya, KEMELARATAN KOK DIBANGGAKAN…..saya juga yakin menyejahterakan Tapanuli tidak hanya dari cara pembentukan Protap, ada banyak cara lain….cuman, cara lain itu mungkin 99,99% sudah dilakukan, nah mengapa tidak cara pembentukan Protap tidak dilakukan juga, itulah yang saya kira menjadi background spirit dari masyarakat pendukung Protap dan juga para demonstran awalnya.

thx,, pak sihotang…
senang berbagi argumen dengan bapak..
apa lg dengan sikap tenang…

saya ingin tahu juga mengapa bapak sangat kuat mendukung protap…
apa pemerintahan sumut kurang peduli pemajuan daerah tapanuli itu???

kenapa kita tidak kembangkan persatuan dan kesatuan Sumut,,
menurut pandangan saya semenjak ada Isu pembentukan protap persatuan kita di SUMUT jadi kendor…
yang dulu kita dari sub etnis Batak sudah tidak pernah kedengaran akan saling menyalahkan (keributan) sekarang malah muncul lagi…

bahkan mulai antar agama,,
itu yg saya takutkan…

BUKANKAH KITA TERKENAL AKAN KERUKUNAN ANTAR BERBAGAI AGAMA….???

PKI???

Orang Batak adalah orang yang punya prinsip, coba belajar dari sejarah lagi ada ngak orang batak yang terlibat PKI
Jangan dengan kejadian ini di sangkut paut kan dengan SARA
HIDUP PROTAB…

Iya juga ya, kalau ditinjau dari satu aspek saja, pendapat Lae Bancin betul sekali lagi, yaitu bagaimana kalau persatuan saja yang selalu kita kembangkan supaya Sumut terus bersatu…tapi kalau saya melihatnya mungkin mereka yang menginginkan terbentuknya Protap itu jauh melebihi dari keindahan persatuan itu, adanya “hutang” sejarah tentang nama besar “Keresidenan Tapanuli” di masa lalu, dan juga “hutang” nama besar tentang sebuah kumpulan etnik yang secara populasi bisa saja dipandang minoritas tetapi dari segi SDM boleh diuji, barangkali itu yang membuat kerinduan menguat menjadi aspirasi dan bermuara pada tuntutan apakah tdk lebih baik mandiri sebagai sebuah provinsi tersendiri? Jujur, Lae Bancin, alm. Ketua DPRD Sumut itu msh terhitung bapa tua saya, krn setahu saya marga Angkat itu adalah bagian dari marga Naibaho yg merantau di Dairi, sedangkan marga Naibaho adalah abangnya Sihotang dalam toga Siraja Oloan, wajar saja saya bangga dan tiba2 menjadi sedih sekali beliau akhirnya meninggalkan kita semua krn pemaksaan tuntutan….tapi saya tahu lewat berbagai bacaan, semua itu tidak sesederhana tampilan pemaksaan tuntutan tersebut, itu saya rasa adalah akumulasi kekecewaan. Saya sudah 17 tahun menetap di jawa, keluarga semua udah di jawa, jadi saya gak punya kepentingan apapun mengapa mendukung berdirinya Protap, hal itu semata sebagai ungkapan tulus betapa anak rantau seperti saya memiliki kerinduan mendengar adanya provinsi Tapanuli, itu saja. Mengenai sebaiknya persatuan saja yg terus kita kembangkan dan pertahankan, saya tidak bermaksud mendukung adanya pandangan bahwa Pemda Sumut kurang menyejahterakan bagian barat Sumut, itu salah besar, karena yang mengatur Sumut dari Kota Medan pastilah juga banyak berasal dari Tapanuli, dan memang banyak yg bisa kita contohkan pembangunan dilaksanakan Pemda Sumut di Tapanuli sekitarnya. Saya malah bingung sekali kalau ada dari kita yang tidak setuju adanya Protap, karena itu sah-sah saja kan…cuma masalahnya, masalah persatuan menjadi “retak” justru datangnya dari yang tidak setuju, lae…saya belum menjumpai komentar para pendukung Protap bernada anti persatuan, tetapi yang membuat kita menjadi retak itu justru yang anti…saya gak yakin kalau nanti Protap berdiri, maka hanya etnis atau penganut agama tertentu saja nanti penghuni dan pengaturnya, berbondong2 org dari Medan, Siantar, bahkan Jawa berdatangan menjadi penduduknya…masak iya sih sedemikian homogennya demografi Protap itu nantinya…saya cuma melihat ini adalah murni kerinduan halak hita untuk mandiri, silahkan saja siapapun WNI manapun menjadi bagian dari penduduk Protap itu nantinya. Sama kayak sejarah pembentukan gereja HKBP di Indonesia bagian timur, awalnya halak hita itu bersedia “ditahan2″ oleh pengurus jemaat gereja lokal agar tetap berjemaat di gereja mereka krn mereka merasakan sendiri betapa halak hita itu memang sangat mengembangkan gereja mreka. Itu bukti betapa halak hita itu memang punya jiwa persatuan yang kuat, mau menjadi bagian dari saudara sebangsanya Indonesia. Tetapi, ya secara psikologis juga, betapa halak hita itu bukannya ingin pecah atau marbada, dia punya kerinduan juga untuk merasakan hidup ini sejalan dengan nilai2 budayanya sendiri, makanya kayak gereja HKBP di Kupang NTT, toh akhirnya berdiri, awalnya disikapi dingin oleh jemaat GMIT di sana, mereka merasa SDM bagus akan segera hilang…nyatanya, dari berbagai sumber yg saya dengar, toh jemaat HKBP di sana tidak lupa akan fakta, HKBP Kupang tetap ambil bagian yg aktif dlm forum2 kebersamaan gereja di sana, sehingga GMIT lama kelamaan bisa menerima dengan ikhlas malah mnjd belajar utk mandiri dan memahami betapa dia punya sahabat HKBP yg bisa diajak berbagi suka dan duka. Itu bukti, lae bancin, kita itu sangat menghargai persatuan, tetapi bukan demi persatuan itu kita mengorbankan talenta kita untuk mandiri dan menjadi lebih baik lagi oleh usaha kita sendiri. Saya cuma mencontohkan saja dari sisi kekristenan halak hita tentang persatuan, sangat kuat adanya di dada kita. Waktu kuliah dulu, saya kenal satu angkatan saya marga Tambunan, dia muslim dari Rantau Prapat, betapa dia juga sangat dikenal pembawa “roh” persatuan di antara sesama anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Jember krn suka debat n gak akur dlm organisasi itu. Nah, itu bukti betapa kita sebagai org Batak, jangan diragukanlah ttg semangat persatuan itu bila Protap diwujudkan. Kalau Protap pun tak jadi2, saya gak ada masalah dr aspek ekonomis ataupun politis, hanya bermasalah pada aspek psikologis, saya akan ikt menjadi malu sebagai orang batak masa kini dgn pertanyaan menyayat hati sendiri: bah, cuma koar2 aja kah kami ini sebgai org batak saat ini, ga kayak org batak dulu lagi yg bertekad baja, maka smua cita2nya akan bisa diraih??? Begitulah lae Bancin pandangan saya. Terima kasih.

Saya cuma berdoa saja.semoga petinggi sumut dan DPRD sumut tersentuh hatinya.mendengarkan keluh kesah warga sumut.yang menginginkan berdirinya Protap.itulah harapan kita demi kemajuan daerah. Salam buat petinggi sumut

terima kasih pak sihotang,,,
kalau semua minta pemekaran bayangkan saya devisa Negara yang kita cintai hanya terbuang kesana..

Hemat pangkal Kaya bukan,,
kalau semua yang kecil udah kita terapkan mungkin utang luar negeri juga bisa berkurang..
bayang jika setiap unsur adat minta pemekaran berapa jumlah etnis yang bakalan minta di jadikan propinsi..

kalau kita masih mengikuti penjajah yang mebuat blok2 keresidenan sama saja kita belum merdeka dari pemikiran pembodohan yang di beri penjajah..

Hahahaa, asyik, ranah masa kini ttg Protap yg bikin rusuh di gedung DPRD Sumut bbrp waktu lalu kini dialog saya n Lae Bancin masuk ke ranah sejarah nih, waw….boleh deh, toh ini forum bebas asal tetap sehat dan fokus pd topik awal ttg Protap. Mwarisi apa yg dibentuk Belanda di masa lalu bukan brarti kita gak mjd maju atau alias mnyukai penjajahan itu msh dilangsungkan, bukan lae…trbntuknya keresidenan itu bkn krn kemauan si Belanda, meskipun itu 100% dilakukan utk kepentingan kolonialisme, ttpi pembentukannya dilakukan stlh mengevalusasi di lapangan dan masukan dr tokoh2 masyarakat stempat, makanya jd adalah brbgai keresidenan itu…Nah, Lae udah paham kan? Jstru di sini letak keprofesionalan org Belanda, kok lbh mau memahami kepelbagaian daerah jajahannya ketimbang Pemerintah RI sndiri, ato bahkan DPRDSU? Mengenai bahaya lama kelamaan smua daerah akan minta otonomi msg2, Lae Bancin lihat dulu isi UU ttg Otonomi Daerah, ada syarat2 spt: potensi wilayah, populasi minimal, keistimewaan kultural, kesejarahan, kesiapan SDM, sarana prasarana minimal, kepentingan negara yg trjamin di daerah tsb…jadi UU dpt mnjd “benteng” bagi pigak2 yg “sipanggaron” mau bikin provinsi sndiri…Nah, Protap di mata saya gak “sipanggaron” smua yg disyaratkan UU trpenuhi sbgian besar, hnya syarat dukungan dr masyarakat lokal, di mana pnduduk di daerah luar ex Taput menolak masuk (TANYA KENAPA????) jadi, mnurut saya, jangan salahkan rakyat ex Taput saja yg tinggal mndukung adanya Protap, n itu msh memehui kriteria..coba lihat Provisi Gorontalo, banyak hal yg malah di bawah Tapanuli bisa eksis, apalagi dgn Provinsi Papua Barat. Nah di sini muncul kerancuan, masyarakat ex Taput mendesak adanya Protap spertinya dihalang2i, tpi rakyat Papua gak stuju pulau itu dibelah Pemerintah mjd 3 provinsi, malah dipaksa Pemerintah tetap mjd 3 provinsi, walopun br bisa jalan hnya 2 provonsi aja dulu, aneh kan???? Anda keliru, Lae bancin, devisa negara aslinya datang dr daerah, lalu terisilah kas negara, jadi gak ada devisa negara tanpa “setoran” daerah. Jadi, aneh kalo Anda bilang hemat pangkal kaya, bukankah nambah provinsi, negara malah dpt “anak sapi perah” yg baru? Tentang etnis di Indonesia, jumlahnya kurang lebih ada 400 suku, Anda maksud nanti akan ada 400 suku, brarti di pkiran Anda Protap itu adalah sebuah pembentukan wilayah kesukuan???? Salah total, ada BNKP, GKPA, GKPPD, n GKPS sbgai greja2 suku etnis lain di daerah rencana Protap itu, blm lagi suku2 pendatang lainnya, nah, apakah mrk akan terusir? tentu jauhlah itu dr cita2 pndukung Protap…kan Dairi juga seharusnya masuk wilayah Protap, Tapsel, Tapteng, n Nias…nah, apakah itu provinsi kesukuan, tidak bukan???? Brarti org sperti Andalah yg msh blm ngerti apa sbtulnya Protap, itu bukan daerah suku trtentu, tpi adalah sebuah eks keresidenan yg masa kini ingin dikembangkan more than others, let we do the best, and let God do the rest, itu aja sya pikir knp Protap penting adanya.

Sebagai tambahan kepada Lae Bancin, sekedar mau ngingatkan betapa apa yg sudah diwarisi dr era kolonial tdk semuanya buruk, mari kita konsisten membuang smua warisan Belanda:gedung istana negara, istana bogor, stasiun kereta di kota besar, eks gedung wali kota medan, etc, trus batas2 administratif provnsi saat ini yg adalah eks keresidenan Belanda, yuk kita “jijik” melihatnya…nah, mari skarang kita “bangga” ama produk pemerintahan republik: rel kereta yg tak lagi nyambung dr Aceh ke Sumut, gedung skolah inpres yg atapnya udah gak ada, produksi karet kita yg justru lebih sdikit ketimbang di era kolonial, mau Lae Bancin? Separah2nya perbudakan kulit hitam oleh Portugis di Brazil, toh gak bikin org kulit hitam Brazil membenci bahasa Portugis, apalagi warisan Belanda yg sifatnya positif yaitu pembagian administrasi daerah agar mempermudah berjalannya pemerintahan.

Usulan pemekaran sah-sah aj, negara memberi peluang bagi daerah untuk membentuk daerah otonom baru melalui UU OTDA. Usulan PROTAP bukan hanya baru ini saja jauh sebelum era reformasi, sudah diperbincangkan oleh masyarakat yang sadar akan pentingnya sebuah kemajuan daerah Tapanuli. Awalnya DPR RI semua Fraksi udah setuju, tapi DPRD Sumut ada yang tidak menyetujui persoalan kenapa sekarang ada penolakan itu baru muncul setelah ada insiden meninggalnya Ketua DPRD SUMUT, subyektifitaspun muncul menimbulkan pro dan kontra. Fraksi GOLKAR DPR RI jadi tidak setuju, inilah fraksi yang tidak konsisiten pada kebijakannya. dan opini digulirkan bahwa PROTAP tidak layak jadi Provinsi baru. sebaiknya PROTAP dikaji ulang dengan matang baru dijadikan daerah otonom baru tapi benar-benar kuat dan mengakar pengambilan keputusan tersebut.

Salam

R.Angkat & Harahap & Siregar hai kawan sekali-kali coba hidup di kota & bayak belajar biar pintar dikit kau…kalian itu bs jd pejabat karna di bekingi oleh pusat..dasar sok jagoan padahal ank mami..

kurnia syahputra
hai lae..hebat kali kau..sebaiknya lae sekolah lagi deh biar pintar dikit..malu ah..ngaku2 org batak tp bodok

Kepolisian dengan amat ragu tetapi ingin buru-buru mengatakan ke publik bahwa Aziz Angkat meninggal karena gagal jantung. Kepolisian mendasarkan keterangan seorang dokter, Kolman Saragih.

Siapa Kolman Saragih? Dia ahli stroke. Dokter-dokter allopathy ketat dengan penjagaan disiplin. Artinya, dokter kudis wajib mahir soal kudis. Dokter jantunglah yang kompeten tentang jantung. jika ada dokter yang kompeten bohong, IDI harus bertindak.

Tim medis RSU Pirngadi begitu lama baru mampu menyimpulkan penyebab kematian Aziz Angkat. Karena tak sabar tim 100 pengacara mendatangi RSU Pirngadi karena merasa sudah ada yang tak beres.

Kasus Munir lebih dari cukup untuk menuding para dokter, para intelijen, para polisi, para jaksa, dan elit pemerintahan yang terkadang begitu asyik dalam sebuah konspirasi untuk menyelamatkan diri. Begu itu.

Saya anak Medan dilahirkan di Balige dengan berat hati harus merantau karena Orang Batak perlu smoth strategy….ternyata di perantauan saya tetap survive seperti cicak didinding,….jadi kaitan dengan kasus PROTAP saya ada usulan……..usulan lho.

1. SIB sebaiknya ditutup saja, memalukan orang batak sejak tahun
60-an kerjanya hanya nge-rusuin budaya dan orang batak saja.
Lebih banyak merusak dari pada membangun.

2. Yayasan lembaga sisingamangaraja pun dibuat utk kepentingan
pribadi, mestinya Nama sisingamangaraja harus dialihkan untuk
dikelola oleh orang-orang batak yang punya reputasi baik dan
bermoral…… Panggabean bersaudara (SIB)itu tidak tau diri
karena koran itu bisa hidup hanya dari orang batak yang
loyal saja….hanya utk tau berita duka cita, isinya tong kosong
semua, lama-lama baca SIB bisa tambah DODONK….jadi saya
sangat setuju dengan beberapa opini diatas. agar SIB di boikot.

3. Semua orang batak sebaiknya bersatu padu menyusun barisan
lewat Blog BATAK ITU KEREN,…agar belajarnya bisa lebih cepat
membangun dan mentransformasikan capabilty dan capacitynya
saya juga bersedia membantu semua orang batak asal jangan
hanya melecehkan kelemahannya, tapi dukung dan pertajamlah
kekuatannya, saya yakin Presiden RI terbaik membawa INDONESIA
LEBIH BERSAING DIMATA DUNIA AKAN DIPIMPIN OLEH ORANG
BATAK sebelum tahun 2025…..itupun kalau kita semua bersatu
sejak hari ini.

4 Semua orang Batak harus menggunakan,Knowledge Management
Human Capital, dan Emotional Intelligence scara terpadu dengan
baik, pelajari Balance Scorecarad agar tetap perform dalam
menjalankan apapun profesinya.

5. Kalu ada orang batak yang hampir tenggelam atau menjurus
kearah negatip sebaiknya kita jangan sungkan untuk menegurnya
dan mengingatkannya ke arah yang positip….ingat HOLONG NI
MUDAR DI BANGSO-TA dan Kasih Sesama Manusia yang
Diajarkan AMANTA JESUS KRISTUS SIPALUA HITA.

Oke…sekian dulu sebagai salam pembukaan dari Anak Balige.

horas…
saya sungguh sedih akan kejadian tragedi di gedung DPRD sumut februari kemaren,hal itu membuktikan demokrasi yang sudah kebablasan, katanya itulah tuntutan reformasi termasuk otonomi daerah atau pemekaran daerah, bukannya saya tidak mendukung pemekaran, saya mendukung pemekaran sebab sekali lagi itu adalah tututan reformasi, tetapi sebaiknya kita memulainya dari pikiran dan hati yang bersih jauh dari unsur kepentingan dan fanatisme,sebab hal ini semua kita jalankan atas nama rakyat, sekali lagi atas nama RAKYAT.

sahabat-sahabat saya banyak yang muslim dan banyak juga yang bukan orang batak, apakah saya harus seperti mereka-mereka yang yang terlalu mengagung-agungkan suku dan agamanya, ohh.. tidak !! saya harus merangkul mereka atas nama persahabatan dan jika kami membicarakan sesuatu kami mulai dari senyuman persahabatan dan memjauhkan pikiran dari unsur kepentingan dan fanatisme.

wahai pemuda bangkitlah dengan semangatmu yang berkobar, lihat rakyatmu yang sudah bosan akan kemiskinan, bosan akan janji-janji manis yang akhirnya menjadi busuk di dalam telinga, kita tidak seharusnya menjadi begini, negeri ini membutuhkanmu menuju perubahan yang berarti, tidak saatnya lagi membicarakan perbedaan, mari tuangkan pemikiran-pemikiranmu kita bersama-sama membangun indonesia ini demi tersenyumnya IBU PERTIWI…

saya yakin insya allah100% propinsi tapanuli kan terbentuk. jadi sekarang lebih baik kita semua duduk bersama-sama berunding hingga titik terang agar jadi.orang batak kan juga ingin menikmati hasil kerja keras mereka yang slama ini cuman dinikmati orang2 diatas sana(pemrintah mksdq) jadi sah-sah aja. biarpun saya bukan orang batak tapi saya setuju kok protap itu.silahkan kritik saya bg orang non-batak mungkin karena saya membela orang tapanuli.truz saya ingin berniat kalau di tapanuli didirikan t4 ibadah kayak bukit kasih di manado itu loh.trimz

@kurnia syahputra
Andai saja bapak kita Azis Angkat, diperlakukan seperti binatang, bayangkan itu!!!!!
Tayangan yang kita lihat itu seperti kebiadaban zionis Israel, YAHUDI..

@arih Yaksana bancin
KESADARAN ITU PERLU YA abang2…

L A L A P……………
KALIAN BER2 TIDAK TAHU ARTI OMONGAN SENDIRI
KOREKSI DULU JIWA DAN MENTAL SENDIRI

KaLiAn BeR2 ItU NgOmOnG AtO KuMuR2 ???

JANGAN TERLALU SERING MENFITNAH
JANGAN BERANDAI-ANDAILAH, LIHAT KENYATAAN……
JANGAN BAWA-BAWA MASALAH YAHUDI VS PALESTINA
MASALAH INDONESIA AJA MASIH BANYAK
URUS DIRIMU DULU BARU URUS ORANG LAIN JIKA DIPERLUKAN

TANYA KENAPA ??? !!! #$# % ???
1. ABDUL AZIS ANGKAT MATI
JAWABANKU : KARENA LEMAH X JANTUNGNYA
MASA GITU AJA MATI, DASAR BEBEK
PANTASLAH………….
UDAH TAKDIRLLAH………….
2. PROTAP AJA MASIH TANGGUNG UDAH MUNCUL 2 PROVINSI
LAIN (dIwIlAyaH SUMUT/TAPANULI) YANG SEPERTINYA INGIN
MENGADU DAN MEMANCING AMARAH DAN KEKECEWAAN YANG
MENDALAM ??? !!! #$# % ???
3. MASALAH YAHUDI VS PALESTINA
‘PASTI ADA SEBAB SEHINNGGA TERJADI AKIBAT’

PERLU DIPERTIMBANGKAN
1. PANITIA PEMBENTUKAN PROTAP PERLU DIRUBAH
2. PROTAP BERHUBUNGAN DENGAN DEMO ANARKIS DAN
KEMATIAN ABD. AZIS ANGKAT(Alm) “AKAN TETAPI TIDAK
BERKAITAN”

nGErTi kAgAk ???

BERJUANGLAH PROTAP
tApAnUlI iS bEaUtIfUL cOuNtRy
Good Bless You

gak perlu sebut nama orang yang terlalu pintar di atas,,,
krn nama ajja gak jelas…

ngomong kayak raja se jagat raya,,,,

salah apa omongan saya di atas….
anehhhhhhhhhhh

menuntut kesadaran ajja berat,,,
apa lagi dengan mengatakan tidak tahu arti omongan sendiri,,

atau saudara yang tidak tau makna bahasa yang di gunakan manusia..

mungkin anda jika jadi pak azis di situ juga bakal tipam n abiz dalam waktu lebih singkat…

MASA GITU AJA MATI, DASAR BEBEK
PANTASLAH………….
UDAH TAKDIRLLAH………….

parah ya kata-kata ini,,,
atau dy gak liat kali tayangan kejadian tsb..

hehhhhh

tidak usah adu mulut disini.
ini masalah sudah jelas dan sudah ada bukti-bukti yang mendukung secara hukum.

yang saya lihat disini adalah keberpihakan Harian SIB yang katanya sebagai koran paling “vokal” di sumut.
tidak usah menutupi semua kenyataan lae, fakta di tempat kejadian telah jelas. kalau mau berpindah haluan ke prop.tapanuli silakan saja.
tapi ingat lae, negara kita NEGARA HUKUM, bukan negara massa. ikuti peraturan yang ada, jika dalam proses pembentukannya saja sudah main massa, gimana kalau sudah terbentuk prop.tapanuli,bisa-bisa tiap bulan petinggi-petinggi pemerintahan daerahnya malah pada koid.

gitu aja lah lae…

ikuti peraturan,kan jadinya aman.

jangan bikin MEDAN jadi LAUTAN API, cukup Bandung saja.

thanks bung prima…

Waduh, waduh, Lae Prima, forum ini dilihat dr isinya mncerminkan visi dan misi pmbuatnya sbg ajang bagi pandangan, namanya juga orang Batak, memang dpt menemukan jalan kluar dgn brargumentasi…jd agak aneh kalo Lae katakan di sini kita adu mulut, mana mulutnya, hehehee…sekeras apapun teman bicara, asal kita sndiri tdk bgitu, saya rasa smua pmbicaraan teman adalah untaian sinyal ttg perasaan dan pikirannya, maka sikapilah secara arif…mengenai prosedur hukum yg Lae junjung tinggi itu, saya rasa adat dalihan natolu tlah membentuk kita msg2 sgt hormat pada hukum sjk lahir…adanya ribut2 di gedung DPRD Sumut lalu itu, saya rasa justru krn telah dilanggarnya “perasaan hukum” rakyat eks Tapanuli Utara yg skarang mjd 4 kabupaten, dihambat oleh saudara2nya dr brbgai penjuru utk menjadi sbuah provinsi….kalau mau dibandingkan dgn keributan di mana2 akibat kinerja KPU dalam pemilu caleg kmarin, masih masuk akallah hukum sebab akibat pelanggaran hukum di DPRD Sumut itu ketimbang kebobrokan KPU. Lihat saja, KPU sudah menjalankan tugas sesuai prosedur hukum saja toh masih dikecam krn memang terbukti lemah dlm hal teknis, apalagi kasus Protap, smua sudah diusahakan utk dipenuhi, hanya masalah prsetujuan dr DPRD Provinsi yg mnunda-nunda, apakah tidak logis mnurut Lae kalau para demonstran meluap emosinya? Jadi, bukan krn hukum sudah ada maka akan lancar smuanya, sama aja dgn Dalihan Natolu sudah bagus aturannya maka smua kluarga Batak akan harmonis bgitu saja…tetapi smuanya brpulang pada dua hal, keikhlasan dan kemauan tulus utk menjalankannya dr pribadi2 yg trlibat dlm proses prakteknya….Saya sangat taat hukum, orang Batak aslinya sangat taat hukum, tetapi siapapun akan muncul sisi hewaninya saat mrasa dia diabaikan oleh org lain….begitu Lae Prima, mnurut saya….jadi jgn anggap di sini kita adu mulut, karena saya aja msh suka senyam senyum membaca ide, kritik, bahkan kecaman dr smua pngunjung blog ini, krn sya mengira smua kita ini memang berkarakter yg baek saat mempertahankan idealisme msg2….Menyangkut koran SIB yg dituding tidak netral dan condong sbg “corongnya” Protap, saya sejak masih di Medan memang kurang suka dgn pmbritaannya, masih ingat skali saya saat greje saya trcinta, HKBP dlm masa “pncobaan”, koran ini ikt “memanaskan” situasi yg sudah panas….tapi, yuk, kita juga objektif mengkritisi bbrp media cetak Sumut yg gaya menulis dan SDMnya juga condong pada klompok2 masyarakat Sumut, sebagai contoh, Waspada, slama Perang Teluk thn 1990, sgt pro-Irak dan anti Amerika, maka pmberitaannya sangat tendensius bahkan “membuka” peluang pmbentukan opini berbau SARA saat itu…jadi, saya mau brpendapat, kasus subjektivitas SIB bisa trjadi trhadap media massa mana saja selama pemiliknya memang manusia dan kurang memahami apa itu netralitas media massa. Jadi, tdk fair, kalau hanya SIB saja yang kita soroti, utk kasus Protap, ok, kita jadikan dia sbg “trdakwa”, tapi utk kasus lain, mari kita cermati juga bgm media massa lain menyikapi kasus tsb, dan kita msg2 hrs brani juga mengkritik sprti kita mngkritik SIB dlm forum ini. Songoni ma, ate. Mauliate.

GOBLOK lah yang menahan PAHLAWAN PROTAB itu

hei…..jangan kau penjarakan ompungku TAHAN MANAHAN PANGGABEAN…dia seharusnya kau hargai Tujuan dia untuk PROTAP

**PROTAP <== ini yg benar….maaf ya diatas salah Tulis hehehe

Hidup protap…………….

@arih yaksana bancin
saudara yang tidak tau makna bahasa yang di gunakan manusia..

mungkin anda jika jadi pak azis di situ juga bakal tipam n abiz dalam waktu lebih singkat

parah ya kata-kata ini,,,
atau dy gak liat kali tayangan kejadian tsb..

@prima
negara kita NEGARA HUKUM, bukan negara massa. ikuti peraturan yang ada, jika dalam proses pembentukannya saja sudah main massa, gimana kalau sudah terbentuk prop.tapanuli,bisa-bisa tiap bulan petinggi-petinggi pemerintahan daerahnya malah pada koid.

gitu aja lah lae…

ikuti peraturan,kan jadinya aman.

jangan bikin MEDAN jadi LAUTAN API, cukup Bandung saja.

Oh Ya………………………………………………….
Ooooo………………………………………………..
Pesanku buAt BuNg PrIma ApAlAgI ArIh YakSAnA BaNcIn
MaTi aJa Ko Lae, GaNtUnG DiRi AtAu BuNuH DiRi
PeRcUmA KaU SeKoLaH, PuNya MaTa GaK????
UdAh BoDoH, BaNci, MuNaFiK,GaK Mo TeRiMa KeNyaTaAn/TaKdIr(KeInGiNaN TuHaN)

KaU TaU HuKuM NgGaK ????
OtO……………..
Jika TuHaN BeRkaTa MaTi yA MAtI
FPI YaNg RuSuH DiTuGu MoNaS GiMaNa ???
ItUPuN GaK AdA yAnG MaTi
InI BeLuM SeBerApA diBaNdInG YaNg DiTuGu MoNaS ItU
PaK AzIz CuMan DiPuKuL 1x ItUpUn GaK sAmPaI BeRdArAh

KlO GaK KuAt MeNgHaDaPi MaSsa YaNg BeRlImPah JaNgAn JaDi KeTuA DPR lAh, Mo KeMaNa SuMuT AtAu InDoNeSiA InI JaDiNyA KeDePaN???????????

PeMiMpInNyA AjA LeMaH

MaLaYsIa AjA GaK BiSa DiHaDaPi

SaDaRlaAh KaU wAhAi PrIMa dAn ArIh YaNg ToLoL DaN IdIoT
PaKe OtAkMu JaNgaN PaKe AnGaN-AngAn AtO AnDai-AnDaI.

!x lAgI KlO KaU BeR2 GaK BiSa PaKe OtAk Ya UDaH MaTi AjA KaU BeR2, SiA-SiA KaU HiDuP ToLoL

apa tadi ,mo kubilang ya! udah lupa aku fuankz!

maksut ehe..! maksudku kan, biarlah yang salah kita salahkan, yang benar kita benarkan. pihak yang anti protap ada kesalahan, dan yang pro juga ada kesalahan. jadi mari kita memandang masalah ini dengan kaca mata yang benar. kita menyalahkan yang anti tanpa melihat penyimpangan yang dibuat yang pro (walaupun itu bersifat person artinya tidak untuk men-general-kan) juga ga terlalu baik, dan juga sebaliknya. tapi diatas segalanya itu, perjuangan protap itu tidaklah jelek, hanya caranya aja yang tidak elegan, itupun hanya personal saja menurut hemat saya. jadi tidaklah benar hanya karena perjuangan protap kita ‘bangso batak’ ini menjadi terpecah2, komentar boleh saja berbeda tetapi tujuannya harus sama yaitu untuk hamoraon, hagabeon, hasangapon bangso kita, betulnya yang kubilang ini tahe? hanya, mari kita diskusi mana yang paling ccocok dan yang benar2 bermanfaat ke bangso kita, dengan protap atau tanpa protap? jika yang pro bisa mempengaruhi yang anti dengan alasan yang jelas dan bisa diterima mari kita terima, ataupun sebaliknya, bukan malah marbada dan saling menjelek2kan, sepertinya isu isu tentang primordial (terutama agama) sudah terlalu mengakar di kita ini bah, saya sering mengalami nya fuankz, pada kenyataannya di kehidupan kita bangsa batak ini, apabila dia berlatar belakang agama islam akan lebih afdol nikah sama suku jawa asalkan sesama muslim, dari pada nikah sama orang batak yang beda agama, demikian juga yang beragama kristen dan agama lainnya.
urgensinya dengan isu protap
1. tentu saja jiwa loyalitas kesukuan kita sudah terdegeradasi oleh isu agama.
2. jika ini menjadi semakin tertanam maka akan tidak mudah menuju cita-cita orang batak yaitu hamoraon, hagabeon dan hasangapon.
3. padahal untuk mencapai cita2 bukanlah perkara gampangan, itu terwujud jika dan hanya jika kita bersatu padu seia sekata, marsiamin aminan songon suhat dirobean, marsitukkol-tukkolan songon lampak ni gaol.
4. itu maka alm. raja inal siregar mengumandangkan motto pembangunan ‘marsipature huta na be’, selain bermakna untuk membentuk loyalitas dalam membangun daerahnya masing masing, juga menggugah ikatan persaudaraan kita suku2 di sumatera utara terutama bangso batak terhadap sesama bangso atau dengan suku yang lain.
5. dengan tidak secara langsung dilihat dari motto itu tidak salah protap itu diperjuangkan, jika itu yang menjadikan masyarakat tapanuli menjadu maju.
6. sehingga yang anti, biarlah anda anti dengan cara segelintir orang yang melakukan demo yang kurang benar di gedung DPRDSU bulan februari yang lampau, tetapi jangan anti dengan perjuangan pembentukan protap. perjuangan protap itu adalah manifestasi dari hati nurani masyarakat pada umumnya (walaupun tidak semua). survey membuktikan. jika pun ada yang menolak mari kita bicarakan dengan akal yang sehat, bukan dengan antipati. songoni majo berhubung warnet nganaeng tutup, molo adong akka nahurang lobi marpanganju hamu alana pas-pasan do ilmu niba fuankz. marsiajar-ajaran hita. Debata Ma Donganta. protap bagus, parbadaon jelek!

saya lebih tertarik bilamana seluruh teman2 yg ninggalin komentar disini duduk dalam satu forum tatap muka, diskusi atau debat. Apakah mereka yg pedas berani tanggungjawab omongannya, apakah provokator disini berani hadir… atau apakah forum ini akan melahirkan kerusuhan baru…… Pesan saya: kita harus hati2 buat koment. Ada pepatah juga: ‘Anjing menggonggong, kafilah berlalu’…… Peace for all……

Setelah aku baca apa yang tertulis di posting ini, ternyata putra2 batak ini udah ada kemajuan, sudah mengenal internet….
Untuk pendukung Protap : Coba lah kita berpikir secara sehat, kenapa kita harus marbada melalui internet kalau memang berani ikuti seperti yang di bilang lae ” Hisar Tampubolon “, atau jgn2 lae semua pendukung protap ikut kemaren terjun demo secara anarkis….?
Untuk Anti Protap : boleh2 saja lae tidak setuju, tapi ingat itukan hak dari setiap warga negara untuk mengembangkan daerahnya masing2 yang tertulis dalam otonomi daerah itupun kalau lae tau ya,,,,,

tapi kalau pendapat aku tentang massa protap itu salah besar, malah sekarang aku mendukung pembentukan Provinsi ASLAB ( Asahan Labuhan Batu ). Mereka lebih menggunakan otak bukan menggunakan otot… ingat itu yaa wahai DONGAN2 SAHUTA…. unang sae marbada karejo ni hamuna…

kasihan banget protabnya,
protab tu bukan anak kecil yang bisa di ingkari
karena janji itu utang
coba anda bayangkan kalau ada ada janji dan anda sudah siap siap tapi gak jadi apa anda gak kecewa
seperti itu lah yang dirasakan mereka,

Biarlah waktu nanti yang membuktikan. Yang penting argumen kita letakkan dalam satu koridor semangat membangun Bangsa dan Negara Repulik Indonesia.

Hai putra Dair…. Saya osli Dairi, Emang ketua DPRD si Angkat emang jantungnya aja udh lemah syawat x makanya mati bukan dipukulin. Maju PROTAP.

saya selaku orang batak asli HORAS.kenapa kampung kami udah terlambat jd propinsi,padahal yang lain cepat kali jd propinsi,jd kapan kampung kami maju atau berubah,mungkin kalau ngk terjadi propinsi tapanuli,kami demom mati2an orang batak semua dari tapanuli

Saya peringatkan kepada sdr2 yang berkomentar di sini,,, tolong jgn bawa-bawa : soal SUKU DAN AGAMA,,,kami juga batak ,,, beragama islam,,,tp sangat menjaga perhubungan dgn batak kristen,,,SOAL AGAMA,,,, itu urusan masing2 dgn TUHAN,,, kami tidak pernah merasa jijik dgn kristen seperti komen di atas,,,famili kami juga banyak kristen,, tp km saling menghormati,,,krn ibu km marga PANGGABEAN dua,,, sy ingatkan kepada tuan-tuan di sini,,, JAGA MULUT SIKIT,,,jgn main ngomong aja,,, dan satu lgi LAE,,, km bukan mandailing,,, km batak ankkola… batak toba dan batak selatan sama saja,,, yang membedakan KEPERCAYAAN DAN AGAMA….

HORAS TU SUDE LAE, ANAK BORU DAN KAHANGGI

UCOK HRP

UCOK_HARAHAP@YAHOO.COM.MY

horasss,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 449,034 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: