batak itu keren

Benarkah Wajah Sisingamangaraja XII Seperti di Uang Kertas Rp 1000 Itu ?

Posted on: 21 Desember, 2008

Wajah Sisingamangaraja XII pada uang kertas nominal Rp.1000

Wajah Sisingamangaraja XII pada uang kertas nominal Rp.1000

Oleh : Brampapua

SAYA sedang melakukan penelitian tentang situasi Perang Batak sekitar 1877 sampai 1907. Kajian saya lebih menitik beratkan kepada bentuk objek pada masa itu. Tapi ada sesuatu yang selalu mengganjal hati saya : apakah benar wajah asli raja Sisingamangaraja XII itu seperti yang digambarkan pada uang Rp 1000 ? Saya masih ragu.

Melalui beberapa literatur yang telah saya baca, baik tulisan DR. W.B Sidjabat, M.Said maupun Sitor Situmorang, tidak ada satupun yang menggambarkan ciri raut muka maupun wajah raja Sisingamangaraja XII.

Yang sangat mengherankan bagi saya, foto keluarganya dan beberapa panglima perang beliau justeru ada. Nah, sulit rasanya mempertanggung jawabkan secara ilmiah representasi raja Sisingamangaraja XII yang ada di Wikipedia maupun yang di uang Rp 1000 tersebut.

Untuk itulah melalui forum ini saya mohon teman-teman mau memberikan sumbang saran dan dokumen tekstual yang teman teman miliki atau bahkan dokumentasi visual yang pernah ada; yang dapat memberikan dukungan terhadap proses visualisasi 3D yang lebih mendekati pahlawan kita tersebut.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih pada teman teman ….

Horas i hita sasudena

brampapua.

email : brampapua@yahoo.com

Catatan : Tulisan ini adalah komentar pengunjung dengan nickname brampapua pada artikel Ketawa dan Maringis, Karena Kartun Batak

————————————————————————————————

http://www.tobadreams.wordpress.com

29 Tanggapan to "Benarkah Wajah Sisingamangaraja XII Seperti di Uang Kertas Rp 1000 Itu ?"

Iya juga…soalnya kalau uang pecahan seribu rupiah itu dibalik dan wajah sisingamangaraja ditutupi dengan jempol, maka janggutnya seperti model rambut Mike Tyson….hahaha

Klo menurut saya, ambil salah satu wajah keturunannya saja yg ada di foto kemudian dilukis dan selesai :D
atau sama sekali tidak usah dibuat daripada suku Batak jadi bahan cemoohan….haha

@ Ben Tobing,

Sepertinya anda menyakiti orang lain, Raja Sisingamangaraja masih punya keturunan dan kerabat yang dapat membaca apa yang anda tuliskan itu. Kenapa harus melecehkannya?

@ Brampapua
(Halak hita do hamu)

Saya punya foto cucunya Sisingamangaraja, Raja Tonggo Tua Sinambela, coba perhatikan wajahnya. Adakah kemiripan?
Linknya saya posting disini:

http://www.charliesianipar.com/index.php?option=com_g2bridge&view=gallery&Itemid=57&g2_itemId=593

Saya Sependapat dengan Pak Sianipar, apa yang sudah menjadi sejarah harus benar benar kita hargai. Apapun bentuk dari pada sebuah simbol yang pernah kita lihat seperti di mata uang Seribu merupakan Penghargaan buat Masyarakat Batak pada umumnya. Bila suku Batak sendiri melecehkan apalagi orang lain yang bukan suku Batak. Apakah kita siap menghadapi cemoohan dari mereka yang tidak bertanggung jawab.

@ Charlie M. Sianipar

Maaf lae…saya tidak melecehkan, malah saya merasa hal itu malah tidak usah dilakukan karena akan menyebabkan pelecehan… (sudah beberapa yg mengatakan demikian malah)

So…mari kita lukis wajah Sdra. Raja Tonggo Tua Sinambela itu… bukan karikatur yg tidak jelas bukan?

Waktu saya masih kecil dan tinggal di Medan, saya pernah berkunjung ke rumah Ompung Boru Manurung, yang adalah menantunya SSM XII, ibundanya Raja Napatar.

Masih ingat saya di ruang tamu beliau ada lukisan besar yang menggambarkan SSM XII menunggang kuda putih. Wajah di lukisan tersebut memang mirip dengan gambar SSM XII yang ada di uang kertas Rp1,000.

Mungkin juga pelukisnya sama-sama Agustin Sibarani …

budaya bukanlah barang basi, pahlawan juga bukanlah sebatas orang mati. jika kita bertanya kepada diri, mampukah kita menjadi pahlawan walau hanya untuk diri sendiri?
budaya batak itu bagai seni misteri
sama misterinya dengan jiwa yang kita miliki
berada di dalam jiwa, mengaliri darah
teronggok dalam wajah-wajah beraneka rupa
terkadang tersembunyikan
ketika belum menjadi pribadi apa-apa
dan akan dibanggakan
setelah menjadi sesiapa

tetapi
banyak bagiannya yang belum kita mengerti

Persoalan sdr Ben Tobing adalah persoalan elergi dengan ketokohan Sisingamangaraja XII. karena Cucunya mencoba menceritakan kisah sebenarnya bahkan boleh dikatakan sejarah perjuangan Raja Sisingamangaraja XII. JAdi sdr Ben Tobing tlh terobsesi dengan kepahlawanan Raja Pontas Tobing merangkul Belanda untuk meluluh lantakkan tanah Batak seperti yang dilakukan kelompok paderi yang wahabi
Kenapa sdr Ben selalu sinis :”Iya juga…soalnya kalau uang pecahan seribu rupiah itu dibalik dan wajah sisingamangaraja ditutupi dengan jempol, maka janggutnya seperti model rambut Mike Tyson….hahaha

Bagaimanapun Orang Batak yang saya tau adalah salah satu suku yang sangat menghargai leluhurnya, pahlawannya, mereka akan bangga dengan tokohnya, bangga akan TB. Simatupang bangga akan Jenderal Nasution, bahkan Sisingamangaraja XII

lae charlie terima kasih atas input fotonya, hanya saja saya bingung apakah yang sebelah kiri kah cicit raja Ssisingamangaraja XII tsb

Teman teman, jujur saya katakan sebelum saya melakukan penelitian saya kurang begitu peduli dengan kepahlawanan Sisingamangaraja XII, dan setelah saya baca dan baca dan survei ke beberapa tempat, saya kog jadi semakin bangga pada perjuangan raja Sisingamangaraja XII, rasanya saya malu dengan diri saya sendiri selaku orang batak …saya kog gak peduli ya selama ini ….

secara genetikal boleh jadi cicitnya mewarisi sifat dan bentuk wajah dari orang tuanya,
setelah saya baca postingnya sdr impola saya jadi yakin, bahwa Agustin sibarani membuat lukisan tersebut setelah melakukan penelitian dan mencocokkan dengan cerita dan pendapat keluarga raja Sisingamangaraja XII termasuk kepada ayahhanda Sitor Situmorang, jadi saya semakin yakin akan kebenaran tersebut. meskipun saya masih belum yakin akan bentuk jambang yang demikian teratur tersebut.

Satu lagi menguakkekeliruan.
Teruskan….
Teruskan.
Teruskan

Alasan Photo Sisingamangaraja XII jarang, karena jaman itu(sampai dgn periode-1920an) hanya orang2 tertentu yg punya kamera atau usaha photographi dan agak jauh seperti di Medan, Sibolga. Selanjutnya SSM XII bergerilya dan susah untuk diambil photonya, maka langka sekali photonya. Masuk periode 1920-an sudah mulai banyak orang memiliki kamera tetapi Raja SSMXII sudah wafat thn 1907.

Sampul buku Sisingamangaraja XII karya Agustin Sibarani, ada gambar SSM XII hasil lukisannya, juga di buku Perang batak(O.Napitupulu) ada gambar SSM XII sedang menunggang kuda seperti yg tulang Sibarani sebutkan diatas.

Horas!

horas..

sejak saya sekolah yang pernah saya lihat adalah foto yang ada di buku sejarah dan itu sama dengan yang ada di uang 1000.
jadi mungkin itulah adanya.

horas..

benget maroha
marsahala na uli
marpanganju
bona ni habonaran
bisuk mardalihan natolu
ingot tu debata jadi nabolon

i do na olo di patudu RAJA SISINGAMANGARAJA XII tu sude pinompar ni bangso batak dohot bangso Indonesia

horas..

horas lae brampapua,

boleh dikirim foto keluarga dan panglima raja sisingamangaraja?
untuk keperluan dokumentasi saya saja,

mauliate, horasma
salam
subrontogaruda

Emang wajah pattimura, cut nyak dien, imam bonjol, and

diponegoro selama ini asli?

Ya udah, kalo ga pasti ga usah cerewet!

banggalah pahlawan org batak dinasionalkan! Dy kan juga berperan bwt ngusir penjajah!

yang penting kita ingat jasanya, sejarahnya, kepemimpinannya, keberaniannya, kepiawaiannya, dll, supaya waktu kita nanya atau ditanya, siapa itu sisingamangaraja, nanti jawabannya malah lapangan jalan.

kita ngetes anak kita

ayah: siapa itu sisingamangaraja?

anak: lapangan pak, eh jalan kali pak…..

Wahh gawat kan…..di uang kertas itu, biar bagaimana pun digambar, buat supaya kita ingat!

Inilah kan……….jgn negative dunkz!

asli atau tidak yang di lembaran 1000 tidak jadi masalah, yang penting kita bangga ada pahlawan nasional dari orang Batak.

Ada-ada aja orang seperti Bram ini, apa kurang kerjaan atau mau belagak jadi peneliti. Nampak kali kebodohan anda mencari persoalan yang tidak penting dan cenderung menyinggung perasaan orang lain. Carilah kerjaan yang lebih bermanfaat.
Bagi Ben Tobing, orang-orang seperti anda sangat dibutuhkan oleh setan untuk membuat kekacauan di dunia ini. Kalau kau bukan orang Batak janganlah pakai marga Tobing itu, nanti Tobing sejabotabek bisa menggonikan dirimu. Banci kali kau pake nama tak jelas. Akan kucari siapa sebenarnya kau.

Yalah, masak gambarnya duga2. gak lah. ada dasar nya kenapa SM XII seperti itu. sama kayak lukisan perjamuan terakhir lukisan leonardo da vinci. itu dasar nya pak. karena jaman itu orang juga udah bisa melukis. sudah kenal alat penggambar. ya, pasti seperti itu. kalau pun ada sedikit bergeser. biasa lah namanya juga lukisan tangan.

Horass!!

to the point!!!!!!!!!!!!!!1.

dari pada nantinya (saudar/i, kita)….? berpikiran / berprasangka yang buruk, terhadap yang satu dengan yang lainnya.! ( dari pada terus-terusan memperdebatkan wajah OPPUNG SINGAMANGARAJA XII!

keluarganya kan masih ada..!
ya? otomatis keluarganya lebih tau, dengan/tengtang wajah OPPUNG SIMANGARAJA XII itu?!

nb: jadi, dengan catatan…! YA HARUS seperti itu?!

salam : SIRAJA OLOAN.

tapi kenapa yach, Wajah Op. Sisingamangaraja XII cuma di taruh di Uang Kertas Rp 1000 ?
atau mungkin karena ada Marga di Suku Batak Pasaribu, jadi di taruh di harga Seribuan.. Sorry
ini masalah harga diri Bung, rendah kali harga 1000 sonari Fuang

Ngak ada yang tahu kebenarannya yang penting selama itu suatu bentuk penghormatan kepada Beliau tidak masalah.

Bung Bram, sebaiknya anda fokus saja terhadap penelitian yang anda lakukan. Jika ada yang mengganjal dihati anda,singkirkan saja ganjal itu. Tidak sulit kan? Anda juga tidak perlu merasa sulit u/ mempertanggung jawabkan itu secara ilmiah, karena fokus anda tidak kesana saya kira. Saya hanya mau bilang, sebaiknya anda tidak “terlalu jauh” mencampuri yang bukan urusan anda tentang Beliau. Semoga anda paham. Mauliate jala Horas.

anggo persoalan ni rupa toho manang daong ,,,dang pala mahua i..alana umdenggan do molo hita marningat tu perjuangan ni oppung tai sisimangaraja i na mampartahonthon portibi ni luat batak i jala harap maklum ma hita di si alana soadong dope di tikki teknologi na boi membuktikan sasittong na rupa ni raja ni batak i…..aduh jelimet deh bahasa batak gua ,,,maklum soalny kelahiran peratauan,,,,

mengapa, masih meragukannya???
makam sisingamangaraja xii saja sudah ada,,,
lagi pula foto itu merupakan lukisan dahulu,,,
karna, saya rasa kalau dicari bukti pasti masih ada kok,,,
jangan lah meragukannya lagi, namun sadari akan arti pentingnya beliau dalam perang kedaerahan di tanah batak,,, beliau merupakan satu inspirasi,,
bahwasanya orang batak itu memang kuat,,,,,,,,,,,,,,,,,

hamu akka dongan,
bagaimana kalau kita sepakat tidak terlalu mementingkan bentuk fisik beliau (tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau & keturunannya).
Saya rasa lebih baiklah kita meniru apa yang sudah diperbuat Oppung i dalam merebut kemerdekaan di Tanah Batak………!
Soal komentar yang kurang etis,yah..apa boleh buat.mungkin masih sebatas itu apresiasinya terhadap jasa pahlawan.semoga cepat sadar…..!! Horasssss!

horas di hita sude

kt sebagai orang batak harus bangga karna mempunyai pahlawan yg begitu besar jasanya bagi orang batak yg memperjuangkan tano batak tercinta dari penjajah….
semoga kt dapat meniru atau melakukan segala usaha yang telah di lakukan opungi… songoni mah hata sian iba mauliatema tu ho opung nami sisimangaraja.. horas tano batak!!!!!!!

MARI DAMAI KONVERGENTIP :

18 | Humuntal Tobing
08 | Dany banten
.
Dua Rekan 18 dan 08 di atas sudi tidak tImbulkan konflik antarpenanggap, tapi konvergentip, beri bahan saling mengisi, nanti yang terpakar musyawarah akademika univarsitaria akan tentukan rekomendasi kepada Musyawarah Batak demi Mupakat.

Dua nama disebut : Raja Sisingamangaraja XII dan Raja Pontas Lumbantobing, adalah dua Pahlawan Batak, diantara Semua !

Sebagaimana ttg Greget Tuanku Rao disebut Harahap telah saya konvergensi bahwa Batak telah mendapatkan dua Apostel : IL Nommensen ( Bibel) dan Tuanku Rao Sinambela (Quran). Dan saya tambahkan memang Raja Pontas Lumbantobingf paling dynamis sanggup mengadopsi pertama di Batak IL Nommnensen demi “Hamajuon” Abad 19, dan antaranya dengan Raja Sisingamangaraja dan kerjasama tingkat tinggi, dimana Sisingamangaraja XII pesan agar Turunannya ditutwurihandayani Raja Pontas kalau Ia gugur (jangan langsung ditangani Belanda) !!!

Sudi risersi teliti reorienteai rekonfirmasi rekonvergensi jabarakan.

NDH, Turut Pencerah Generasipenerus (Hamb).

terima kasih untuk seluruh teman teman yang telah memberikan komentar dari mulai yang memberikan dorongan sampai ke kalimat yang justeru mencurigai tujuan saya.

apapun itu perlu diketahui oleh teman temanku sekalian
upaya pembenaran yang saya lakukan mungkin berangkat dari wajahnya dulu, baru kemudian ke bahagian lain, agar kita tidak keliru dan salah faham …

sebagai seorang perupa dalam tataran imaginatif rasanya pelukis Agustin Sibarani sudah cukup benar saya rasa, akan tetapi sebagai seorang perupa belakangan ada saya temukan lukisan sisingamangaraja XII sedang berdiri yang terdapat pada buku Aneka Ragam Budaya Batak Toba yang ditulis oleh Drs. Gens G malau penerbit yayasan Bina Budaya Nusantara – jakarta pada halaman 178 (tidak jelas siapa yang melukiskannya) menurut pendapat saya terdapat kekeliruan
mengapa? …setahu saya …setelah mengobrol dengan beberapa orang budayawan dan pemerhati budaya batak, yang namanya PISAU HARAJAON itu tidak pernah diselipkan dipinggang — akan tetapi diselipkan di ketiak atau dihadang dibelakang dengan kain, terlebih lagi itu pisau Gajah dompak, jadi sekali lagi satu kekeliruan dalam visualisasinya pada gambar di buku tersebut…yang dengan sendirinya hal tersebut justru mengaburkan esensi budaya batak itu sendiri …nah itu baru satu contoh … yang saya maksudkan …
sebab suatu lukisan terlepas dari cantik dan indahnya (indah dan cantik itu beda loh), tetapi lukisan itu selalu bercerita dan sebaiknya tentu kebenaranlah yang diceritakan, yah….

jadi saya pribadi tidak heran kalau beberapa teman teman salah pengertian dengan niat saya …..
saya bisa lihat bahwa bang carli sianipar, bang Fajar Aritonang, , bang parlindungan manullang, adalah orang pintar dan cerdas … terlihat dari cara menanggapi tulisan saya ini dengan cool dan cukup santun … terlihat bang carli orang berpendidikan, namun demikian buat teman teman yang menanggapi niat saya ini dengan curiga dan emosi sekali lagi mohon maaf bukan saya katakan teman-teman tidak berpendidikan akan tetapi seyogianyalah kita jangan keburu curiga …

buat bang guntur ….dtt
kalimat meragukan di atas jangan diartikan dalam artikata negatif, keraguan bukan pada persona raja sisingamangaraja …sekali lagi bukan pada personal pahlawan yang saya juga sangat menghhormatinya, tetapi lebih kepada proses visualisasinya belaka… tahu proses kan ? …cara pembuatannya … maaf kalau saya sedikit emosi …

tapi harus diingat ini diskusi …

kalau ada yang mengatakan sudah ada kuburannya
kalau ada yang mengatakan pada masa itu foto belum ada
sejumlah literatur yang dikirim oleh beberapa museum di belanda dan German dan beberapa literatur lokal sudah saya baca terutama karya Bisuk Siahaan dan buku Toba Nasae karya Sitor Situmorang …sekali lagi saya kurang sependapat kalau dikatakan pada masa itu tidak ada kamera,
sebab dari dokumentasi itu saya temukan foto-foto orang batak ditahun yang sama ketika raja Sisingamangaraja XII hidup.

ok saya kira diskusi kita sampai disini dulu teman-teman terima kasih atas masukannya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 441,996 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: