batak itu keren

Benarkah Orang Batak Penakut ? (1)

Posted on: 28 Oktober, 2008

“…Orang Batak memang pintar menyesuaikan diri, pintar mengambil hati. dan pintar membunglon. Itu ciri-ciri penakut,”katanya, lalu menikam dengan pernyataan lebih menyakitkan,”Otak kalian mungkin jauh lebih cerdas dibanding suku-suku lain di Indonesia, tapi hati kalian lemah, dan pendirian kalian gampang berubah-ubah. Batak itu oportunis tulen.”

Oleh : Robert Manurung

Keras, kasar, tanpa kompromi; begitulah stereotip orang Batak di mata etnis lain di Indonesia. Selain menimbulkan citra yang sangat negatif, stereotip tersebut juga mencuatkan kesan : orang Batak sangat pemberani, bahkan garang. Namun, penilaian itu ditertawakan oleh seorang sahabatku asal Sulawesi, puluhan tahun silam. Dia bilang : Orang Batak penakut! .

Dulu, aku menyangkal habis-habisan, dan bahkan marah. Aku sodorkan contoh demi contoh, fakta demi fakta, untuk membuktikan kebalikannya, bahwa sejatinya orang Batak pemberani. Tapi, tetap saja dia pada pendapatnya : orang Batak Penakut!

Darahku langsung mendidih. Lalu, dengan kemarahan yang meluap, aku berkata,”Jaga mulut kau kawan, Jangan sembarangan menghina suku aku. Apa matamu buta ? Apa tak bisa kau lihat begitu banyak orang Batak yang jadi jenderal, bahkan menjadi Panglima ABRI?”

Tanpa memperdulikan kemarahanku, dia menjawab sambil tersenyum penuh pengertian, yang membuat darah mudaku kian mendidih,”Itu membuktikan bahwa orang Batak pintar, bukan pemberani. Orang Batak memang pintar menyesuaikan diri, pintar mengambil hati. dan pintar membunglon. Itu ciri-ciri penakut,”katanya, lalu menikam dengan pernyataan lebih menyakitkan,”Otak kalian mungkin jauh lebih cerdas dibanding suku-suku lain di Indonesia, tapi hati kalian lemah, dan pendirian kalian gampang berubah-ubah. Batak itu oportunis tulen.”

Sahabatku itu berasal dari Sangir, sebuah daerah di Sulawesi Utara yang penduduknya terkenal pemberani, tukang berkelahi, dan nekat. Dia sendiri, harus kuakui, memang benar-benar seorang pemberani—lebih berani dibanding aku; biarpun ukuran tubuhnya kecil saja.

Entah sudah berapa kali dia sendirian mendatangi orang-orang yang dianggapnya telah menghinanya, lalu menantangnya berkelahi. Kepadaku, dia membanggakan kenekatannya itu sebagai bukti keberanian. Aku bilang padanya, itu sikap yang kurang beradab; ketidakmampuan berdialog dan menyelesaikan masalah secara elegan.

“Kalian orang Batak itu selalu merasa pemberani, sangat menjaga martabat dan harga diri. Bullshit. Kalian penakut! Kalian hanya berani sampai batas menggertak, tapi kalau yang digertak berani melawan kalian akan berdiplomasi atau mundur,”ujar kawanku itu sembari menandaskan,”Kalian takut mati, makanya tidak berani berperang. Kalian memang cerdik menutupinya dengan persuasi, membujuk; dan bahkan membunglon. Dan kalau semua cara itu gagal, kalian akan menyingkir atau lari.”

Aku tak bisa menyanggah lagi ketika dia membandingkan militansi dan kewiraan orang Batak/ orang Sumatera dan Menado/ orang Sulawesi saat bersama-sama melancarkan pemberontakan PRRI/Permesta pada tahun 1950-an.

“Kolonel Simbolon dan semua pemberontak di Sumatera hanya bertahan selama tiga bulan. Cuma sebulan kontak senjata, karena yang dua bulan lagi sibuk diplomasi lantaran takut digebuk oleh Bung Karno. Sedangkan Kawilarang dan Muzakkar di Sulawesi masih terus berontak sampai tiga tahun kemudian.”

* * *

Ucapan sahabatku itu sangat membekas dalam benakku. Membuatku jadi obsesif. Benarkah orang Batak penakut ?

Sebelum pendapatnya itu menyusup seperti virus dan menggerogoti kebanggaanku sebagai orang Batak, gambaranku mengenai manusia Batak adalah serba maskulin dan macho : pemberani atau bravado, jugul (keras kepala), parhata sada (tanpa kompromi, harus seperti maunya), tahan menderita dalam jangka panjang demi meraih cita-cita, sanggup hidup soliter di tengah-tengah lingkungan yang asing dan tak bersahabat, bersedia memikul tanggung jawab sebagai pemimpin, berani berinisiatif dan mengambil keputusan yang inkonvensional saat terjadi krisis, ngotot dalam menjaga martabat dan harga diri, selalu yakin bakal menang dalam setiap kompetisi (over confident, dan cenderung underestimate terhadap kompetitor), dan secara umum merasa superior (megalomania) terhadap etnis lain.

Berdasarkan pengalamanku selama periode singkat tinggal di Tapanuli; saat sekolah dasar; yang lalu kubandingkan dengan pengalamanku sejak SMP hingga dewasa di Jakarta; menurutku orang Batak lebih jantan, gentleman dan fair ketimbang etnis lain. Semasa SD di Tapanuli aku sangat sering berkelahi, tapi waktu SMP di Jakarta aku tak berani lagi berkelahi. Pasalnya, di Jakarta orang suka keroyokan dan main belakang, sebaliknya di Tapanuli orang menantang secara terbuka, berduel satu lawan satu, dan mematuhi aturan main.

Gambaran itulah yang aku sodorkan ketika pada suatu hari di tahun 90-an berdebat dengan Brigjen Soemarno Soedarsono, yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Lemhanas. Belajar dari pengalaman menyakitkan ketika aku kalah telak dalam perdebatan dengan sahabatku seperti aku tuturkan di atas, aku langsung menyodorkan sejumlah bukti yang meyakinkan bahwa orang Batak pemberani.

Lihat, kataku kepada Soemarno, dari perang gerilya Sisingamaradja XII di hutan Tele dan Dairi sampai Operasi Woyla di Bangkok yang dipimpin oleh Sintong Panjaitan, orang Batak tak pernah alpa membuktikan wataknya sebagai etnis pemberani. Bahkan, seniman yang berperangai lembut seperti Cornel Simanjuntak ikut bertempur dalam perjuangan kemerdekaan. Pada sebuah pertempuran di Jakarta, Cornel diterjang peluru pasukan Belanda, lalu menjalani perawatan berbulan-bulan, mati sebagai pahlawan, dan akhirnya dimakamkan di Yogyakarta.

Orang Batak tidak hanya berani bertempur secara fisik, tapi juga secara mental dan bahkan hingga batas kesadaran eksistensinya. Lihat, kataku lagi kepada Wakil Gubernur Lemhanas itu, meskipun Cornel sangat mencintai Tano Batak, namun tak jadi soal baginya dikubur di mana saja. Kerelaan ini bersumber dari ujaran yag menjadi pegangan bagi semua orang Batak yang akan merantau : Dang mardia imbar tano hamatean. ‘Tak ada bedanya dikubur di mana saja’

Orang Batak juga berani melompati rintangan di perbatasan kotak-kotak agama, dibuktikan oleh arsitek F Silaban yang dengan penuh dedikasi merancang bangun Masjid Istiqlal. Mana ada orang Indonesia dari suku lain yang telah mencapai pencerahan setinggi itu ? (Bersambung)

112 Tanggapan to "Benarkah Orang Batak Penakut ? (1)"

Orang batak memang hebat ya bang, berani melakukan otokritik seperti ini. Artinya kan berjiwa besar.

Saya baru tahu kalo orang batak memiliki prinsip nggak ada bedanya dikubur di mana aja. Pantesan aja banyak orang batak merantau ke mana-mana.

Trims banget bang. Artikelnya benar-benar yahud dan menyengat. Keberanian bersikap jujur seperti ini harus diacungin jempol. Empat jempol sekaligus.

Saya semakin kagum pada Laeku ini, keberanian Lae menulis kritik pedas seperti ini mudah mudahan bisa mengetuk pintu Hati para Pembesar Orang Batak untuk berbuat sesuatu menyelamatkan Bona Pasogit yang sekarang sedang Di gerogoti kaum Kapitalis, Kalau mereka masih tidak bergerak setelah “dijewer” kupingnya, tak tau lagi saya harus bilang apa…..Horas, Salam dari jauh.

Keberanin tidak selalu identik dengan pertarungan fisik. Keberanian adalah keinginan mempertahankan diri dan pendirian. Diplomasi dan argumentasi bagian dari itu.
Keberanian yang membabi-buta adalah konyol dan merugikan. Keberanian yang konyol hanya membuat si pelaku tak tercatat dalam sejarah. Keberanian yang konyol pula, jika dalam film-film membuat si pelaku langsung cepat masuk liang kubur (from hero to zero).
Keberanian harus berlandaskan perhitungan matang dan mempertimbangkan untung ruginya.

Dan orang-orang batak sekarang lebih mengadopsi: cerdik bagai ular, tulus bagai merpati.

Memang ada penilaian yang demikian, Amang. Katanya, orang Batak memang pemberani ketika menghadapi tantangan kecil dan “menengah”. Akan tetapi gentar ketika face to face dengan tantangan besar.

Mereka menjadikan kasus Jenderal AH Nasution. Jenderal ini pemberani, sebenarnya. Fisiknya gagah, hatinya juga sangat tangguh. Bagaimana coba perasaannya ketika meninggalkan putri kesayangannya yang terluka, saat rumahnya didatangi penculik pada peristiwa G30S.

Tapi dia memang jenderal sejati. Saat itu, dalam tekanan emosional yang sangat besar tentu saja, dia memilih menyingkir, karena jika ia larut dalam perasaannya mendengar jeritan putri tersayang yang kena tembak, ia akan mati.

Nah, konon Adam Malik, yang kesal pada Nasution. Menurut anak Siantar yang keren itu, Nasution mestinya maju mengambilalih kepemimpinan nasional, karena dia memang jenderal paling senior. Tapi Nasution melemah, dan memberi jalan kepada Mayor Jenderal Soeharto.

Peristiwa inilah yang sering dijadikan dasar untuk menyebut orang Batak “hanya” berani ketika berhadapan dengan tantangan kecil dan “menengah”, tapi gagap pada skala yang masif.

Tapi kalo pendapat saya sih, mungkin subjektif ini, valid atau tidak menjadikan peristiwa itu sebagai dasar, kalau soal keberanian, orang Batak masih jauh di atas rata-rata.

Kalau soal pandangan bahwa walau orang Batak garang namun di dalam rapuh, memang pada setiap hal akan selalu ada paradoks, ada anomali yang kadang mengagetkan dan tak masuk akal.

Orang Batak sudah banyak dikenal dengan tipikalnya yang sangat spontan. Dan spontanitas masih bersepupu dengan keberanian. Sementara terlalu banyak berpikir, konon masih terhitung bere, alias keponakan dari ketakutan.

*maaf, kalau agak berapi-api. Tombol sensitif itu disentuh sih…*

beeehhhh… enak-enak baca, bersambung pulak lae… Tambuuu!!!

Pernyataan di atas ada benarnya juga (sebagian hehehe) ada salahnya hehehe

Memang orang Batak terkenal juga sebagai jago gertak , tipu daya, n intrik dalam berkonflik (ga semua sih)…sehingga kalo ujungn2ya dalam berkonplik kemungkinan untuk kontak pisik 50% , kemungkinan terjadi pembunuhan akibat konplik pisik tersebut hanya 1% malah. alasannya adalah memang mungkin orang Batak penakut, atau yang kedua buat orang Batak berantem itu hanya ekpresi kekesalan sesaat saja (akibat kebuntuan dalam berkonplik), bukan yang bertujuan untuk menghilangkan nyawa seseorang. Karena nyawa buat orang Batak adalah penting, adalah baik menguasai atau bekerja sama dengan pihak lawan ketika masih hidup ketimbang dengan lawan yang sudah mati. Pada jaman perang antar marga, yang jadi tujuan adalah penangkapan hidup2 pihak lawan agar bisa dijual sebagai budak, bukan bumi hangus suatu huta . banyak aturan2 adat Batak dalam berperang sehingga membuat orang Batak pada jaman dahulu tidak mahir dalam perang skala besar yang kejam dan dahsyat. diantaranya adalah tidak menyerang musuh pada malam hari dan memperbolehkan pihak lawan menolong temannya yang terluka.

Bila dilihat sejarah yang tertulis, Rakyat Batak memang 2 kali mengalami kekalahan besar, yaitu pada masa pendudukan oleh Pasukan Padri dan oleh penjajahan Belanda. malah menurut Castle, pada jaman penjajahan, Belanda tidak pernah menggunakan lebih dari 2 batalyion dalam mengamankan residen Tapanuli. ini disebabkan 2 hal (bukan karena takut):
1. Keengganan penduduk untuk berkorban bagi kepentingan bersama
2. karakter yang eklusif dari penduduk

mungkin karena alasan nomor satu tadilah menjadi sebab Belanda dan Padri dengan mudahnya mematahkan perlawanan rakyat Batak. persaingan marga2 dan raja2 menyebabkan rakyat Batak sulit bersatu dalam berperang, apalagi tidak adanya kekuasaan sentral (Sisingamangaraja lebih bertindak sebagai Peimimpin agama ketimbang sekuler) menyebakan tidak adanya pasukan kerajaan seperti di suku2 lain. Pemberontakan PRRI/PErmesta sendiri tidak semua rakyat Batak mendukungnya (Jendral Nasution, dan Jendral MP Panggabean adalah yang menolak mendukung PRRI/Permesta).

Mengenai tipu daya dan taktik, memang banyak benarnya. Konon Sultan iskandar Muda, sang Sultan terbesar Aceh, tidak pernah berhasil menaklukan Tanah Batak karena kecerdikan orang2 tua kita jaman dahulu (mungkin dengan menyebarkan gosip “orang Batak Makan Orang” salah satunya). terbukti hampir seluruh sumatera pernah dijajah Aceh kecuali Tanah Batak.

Jadi menurutku orang Batak termasuk pemberani jugalah. orang yang tidak takut mengutarakan pendapatnya juga bisa disebut pemberani. Orang yang berani mengkoreksi dirinya juga disebut pemberani. kalau soal berperang, memang saya akui suku2 lain lebih Berani dan Terampil ketimbang Batak, namun bukan berarti Batak Penakut (agak sedikit pembelaan kali ya)

Btw ini topik yang menarik, semoga dengan adanya topik ini Orang Batak (termasuk saya) bisa lebih BERANI dan mau untuk mengkoreksi dirinya sendiri

yang jelas, saya sangat menghirmati dan menghargai karakter saudara2 saya, terlepas dari suku mana mereka berasal. wah, sekarang baru tahu kalau blog ini pemegang adminnya ternyata satu orang, kekeke … jadi inget sms-nya bung robert, haks.

Kurasa sangat lucu menilai karakter satu etnik bangsa dengan melihat either Preman2( pandangan kawan lae) dan pahlawan nasional (pandangan lae sendiri).

Dua sisi tersebut sama sekali tidak bisa mewakili karakter orang batak . Menurut aku , parameter yang lebih baik ,adalah melihat kontribusi orang batak terhadap sekitar,atau lebih umumnya bangsa, karena pada akhirnya orang akan menilai hal2 tersebut.

ya…

orang batak itu penakut terutama di kotanya sendiri, mana ada orang batak berani ama orang cina? takyuuut………..

di padang, mana berapa banyak orang cina yg berani jualan meski dijalan-jalan protokol?

horas..

daerah mana di Indonesia yg belum dijajah oleh BELANDA secara de facto dan de jure?
jawabannya hanya satu TANAH BATAK…

raja SISINGAMANGARAJA XII pun tahu dia tidak akan pernah mau bangsa BATAK menjadi BANGSA pengecut. sampai mati pun dia rela asal TANAH BATAK tidak dijajah oleh si bontar mata (terlepas dari persaingan MARGA2 untuk menjadi Raja di tanah BATAK)..

predikat BATAK itu pemberani,kesatria dan cerdik telah dibuktikan RAJA SISINGAMANGARAJA XII

orang sulawesi boleh mengatakan BATAK PENAKUT namun sejarah telah membuktikan…mengapa orang sulawesi sampai sekarang telah dipengaruhi budaya ASING?

mengapa DANAU TOBA tempat wisata masih belum terjamah menjadi komoditas pajak di SUMUT..padahal bali udah (kan orang BALI itu lebih nekat dan brani)…jawabannya hanya satu..seperti kisah

AHU SISINGAMANGARA

BATAK ITU PEMBERANI,TANGGUH,CERDIK DAN KESATRIA.

horas…
bangga menjadi BATAK

bangsa kesatria adalah bangsa yang mau menjelajah dan perantau..itulah namanya PEMBERANI DAN KESATRIA.

buat saudara sulawesi…anda boleh nyali bertarung..namun BATAK punya banyak kualifikasi untuk seorang pemberani??

pemberani bertarung..BERTINJU/PREMAN
pemberani berperang..MILITER/POLISI
pemberani pendidikan..GURU/PENGAJAR
pemberani rohani..PENDETA/USTAD
pemberani politik..POLITIKUS/PEMERINTAHAN
pemberani sosial..AKTIVIS/LSM
dll

banggalah menjadi BATAK.
horas…

Ai molo na parbiar do halak Batak, ndang adong be marga Sibarani, ha ha ha …

Pemberani jika diukur dengan nyali BERTARUNG apa bedanya dengan kerbau???
Menurutku pemberani adalah orang yang tak sudi jadi pengemis!!!

Orang Batak itu TAK ADA yang bermental PENGEMIS dan tak sudi ditindas!

Memang toho do nanidok ni lae SIBARANI i…. (hehehe)

Agar lebih jelas, mungkin ada baiknya kita terjemahkan dulu kata “PEMBERANI” ke dalam bahasa batak, menurut hemat saya bisa dikategorikan menjadi 2 al:

1. Pemberani = Parbarani, itulah yang didefinisikan teman teman diatas menjadi “Pemberani dengan Perhitungan” segala untung ruginya, mis: Gertak dulu (apabila lawan takut maka tdk perlu adu pisik, kalau pun harus adu pisik lihat lihat dulu kira kira ada/tdk yang akan melerai), apabila lawan tdk takut baru diplomasi, kalo buntu baru cari jalan aman. Mottonya; “IZZE ZAGO IZZZOOONN, NAZZZOOO ADONG DOO? MOLO DANG ADONG AU MA ZZZAGO DIZZZOOONN….., MOLO ADONG DO ZZZAGOO DIZZZONN AZZA LARI AHU”

2. Pemberani = Parate-ate, inilah pemberani membabibuta, tidak perduli apapun (tidak rasional). Mottonya; “IZZE ZAGO IZZZOOONN, AZZA HURRRAPRRRAP, HURRRIBBBAKHH”

Kategori 1 sepertinya lebih banyak berada di perantauan/perkotaan dan kategori 2 lebih banyak dikampung/natinggal di huta.

Seperti yang dikatakan teman diatas, “Berani Kalo Rame Rame”/menggunakan psikology massa (banyak temanya/kelompoknya). Sepertinya itu tidak berlaku di komunitas batak dengan contoh berbagai kasus yang terjadi, karena memang susah untuk bersatu (ai sude do gabe jago molo tu sabangsona).

jadi “PEMBERANIKAH ORANG BATAK ITU”? menurt saya cenderung “YA”.

mohon maaf kalo saya salah
Terimakasih

Ah…

C’mon..

Look at the big picture.

Orang Batak itu bisa muncul ke permukaan sejak kapan sih?
Sejak ada pencerahan dari Nommensen deh!
Jadi itulah karunia & berkat! Sebelumnya Nama Bangsa Batak itu nggak banyak tercatat dalam sejarah.
Jadi mengenai penakut, pemberani, leave it to the rain!
Apa itu masih perlu dan relevan?
Yang penting seperti pada beberapa komentar diatas apa yang bisa kita berikan buat keluarga, teman, tetangga, Negara dan Dunia.
Apa buah mu?

That’s all..

Take care…

ulamboo

Sebenar nya topik ini ga usah di posting, biar orang lain yang menilai, jadi seperti merasa superior. Masa kita sendiri yang menilai, kan tidak pantas. Mungkin teman penulis belum pernah tarung sama Batak atau belum menemui lawan yang pas dengan org Batak maka nya dibilang penakut.

Kalau masalah duel, saya rasa bisa di adu dengan hulubalang Sisingamangaraja :-) bercanda jadi nya……

@ Partomuan Manurung,

Siapa bilang pada jaman dahulu orang Batak jika berperang bahwa nyawa lawan begitu penting, malahan orang Batak jaman tradisional dulu alias masih parbegu, nyawa tidak berharga. Tahun 40-an saja masih ada siallang jolma. Padahal itu sudah di luar Toba dan terjadi di wilayah Simalungun pinggiran. Di tempat Opung saya. Dan yang menjadi hidangan favorit adalah tapak tangan manusia. Bukan yang sampe masuk berita thn 70-an, lain lagi. Dan menurut catatan misionaris, nyawa orang bagi bangsa Batak jaman dahulu layak nya nyawa pinahan, salah sedikit tebas. Dan sedikit demi sedikit sifat org Batak itu bisa di rubah oleh misionaris.

kalau menyerang musuh pada malam hari, itu bisa di buktikan oleh pasukan Sisingamangaraja sewaktu gerilya lawan Belanda. Jadi tidak benar tidak bisa berperang malam hari. Sebelum Belanda masuk pun, penyerangan malam hari sering di lakukan oleh pasukan-pasukan kampung sebelah.

Dibilang kalah dari pasukan Padri tidak juga. Yang kalah itu kan daerah Tapanuli selatan, di bumihanguskan pasukan Padri dan di Islamkan mereka. Harap di CATAT, para Panglima atau petinggi2x pasukan Padri adalah orang Batak sendiri ketika menyerbu tanah Batak, jadi tahu medan tempur nya dan di dukung oleh artileri yang rada modern, tujuan utama nya adalah balas dendam antara marga Siregar dan bere nya Sisingamangaraja yang terusir oleh Sisingamangaraja dan mau mengislamkan seluruh tanah Batak. Jadi dahulu setelah di usir Sisingamangaraja, Siregar keluar hingga sampai di daerah minang dan dibentuk oleh Tuanku nan renceh sebagai salah satu panglima sekalian melakukan pengislaman, tetapi misi gagal di daerah utara.

Ketika menyerbu Silindung dan sekitar nya tidak bisa 100 % mereka menguasai. Akhir nya mereka balik lagi ke selatan. Kalau dibaca dari catatan para misionaris dulu mengenai sifat org Batak, seperti nya tidak mungkin bisa tembus di Silindung dan Toba. Maka nya Raja Panggalamei beserta pasukan nya yang sekitar 80 orang tetap setia menjaga dan memantau setiap orang asing yang ingin masuk ke daerah Silindung di kaki gunung Martimbang, ini di karenakan oleh pasukan Padri yang masuk ke utara melalui gunung Martimbang.

Jadi kalau orang minang sendiri panglima nya atau semua pasukan Padri itu orang minang, saya rasa tidak bisa tembus, dijamin. Sebagai acuan, coba sdr Partomuan Manurung maen ke toko buku yang lengkap, apalagi dengan sejarah nya, lihat disitu peta-peta kekuasaan kerajaan di Indonesia. Sriwijaya berhak mengklaim seluruh nusantara adalah dibawah kekuasaan Sriwijaya, tetapi ada pengecualian, tanah Batak tidak bisa mereka kuasai. Dari utara danau Toba yaitu tanah Karo, Simalungun, Pakpak, hingga ke daerah mandailing mereka tidak bisa kuasai. Hanya sedikit sekali wilayah Barus, itupun sedikit, karena di pesisir pantai. Dan menurut penelitian oleh orang Perancis di Barus, dahulu Barus sangat ramai, tetapi ada pembantaian besar-besaran dari orang pedalaman kepada orang2x di Barus. Dari Aceh sampai Lampung di pulau Sumatra mereka kuasai, tetapi ada pengecualian.

Demikian juga dengan Majapahit, mereka berhak mengklaim seluruh nusantara adalah jajahan Majapahit, Gajah Mada pun sudah masuk ke Simalungun, langsung di pukul mundur, dan anak buah nya pun hampir habis di bantai, maka nya dia lebih baik mundur.

Dan jika kesultanan Aceh pun tidak bisa masuk ke tanah Batak, BUKAN karena kecerdikan orang2x tua dulu karena mengatakan bahwa bahwa orang Batak siallang jolma. Memang itu kenyataan nya. Dahulu kan tanah Batak itu terisolasi dari dunia luar, daerah paling rawan di Sumatra, ada orang asing masuk, tebas sistem nya. Jangan kan orang asing, penduduk kampung tetangga saja bisa saling makan. Itu kehidupan jaman dahulu yang di tulis oleh misionaris.

Jadi yang berani masuk ke tanah Batak pada jaman dahulu cuma segelintir orang saja, yaitu misionaris. Itu saja catatan sejarah tentang tanah Batak.

Pendudukan kolonial pun tanah Batak yang terakhir di masuki oleh Belanda di daratan Sumatra. kalau Belanda tidak pernah menurunkan lebih dari 2 batalion waktu menjajah tapanuli, itu pun karena penduduk nya tidak mau lagi ikut Sisingamangaraja, karena berlomba-lomba ingin menjadi orang Kristen yang baik, itu terbukti dengan banyak nya orang pada jaman dahulu ingin menjadi sintua. Jadi Sisingamangaraja semakin lama semakin kehilangan suara di rakyat nya. Maka nya beliau sampai pindah ke daerah Dairi. ini pun Belanda masuk karena misionaris duluan yang masuk.

Kalau masalah duel, dari dahulu orang Batak tradisional di ajarkan dengan perang tanding, yaitu satu lawan satu.

Dan kalau cuma dibilang berani cuma samapi menggertak ya ga juga. Masa harus saya sampaikan bukti-bukti itu di sini, tidak pantas lah.

Mengenai lingkungan alam saja kita diskusikan Raja huta, lebih menarik itu. Apalagi tao Toba dan sekitar nya masih sakit.

@ Hulubalang no 17

Horas bah! btw kalo emang ngaku Batak berani, tulis dong marganya hehehe biar tahu aku manggil apa, jadi untuk sementara aku panggil anda lae Hulu

thank u atas koreksinya mengenai penyerangan malam hari. anda benar sisingamangaraja menyerang Belanda pada malam hari. Namun kebiasaan menyerang malam hari ini tidak sesuai dengan adat Batak. adat untuk peperangan namanya Patik dohot Uhum taringot tu Hamusuon (nanti saya beri detailnya di bawah lae). nah Patik ini lah yang mengatur cara2 berperang suku Batak. setelah berhadapan dengan beringasnya pasukan paderi yang membabi buta dan kekejamannya dalam berperang, orang Batak tidak lagi sepenuhnya patuh pada ajaran “berperang menurut aturan Patik dohot Uhum tersebut”

Berikut ini saya sebutkan detail2 berperang menurut patik tersebut, hanya beberapa saja biar sekedar tahu saja patik inilah yang menurut saya membuat orang Batak tidak siap menghadapi kejamnya Pasukan perang Paaderi (diambil dari Buku: Batak Toba Kehidupan di Balik Tembok Bambu karangan Dr.Ir. Bisuk Siahaan hal 147-148):
1.Tidak diperkenankan membakar kampung musuh dan tidak boleh merampas barang yg nilainya lebih mahal dari sepotong balok rumah
2.Baik raja maupun rumah raja (kepala kampung) tidak boleh ditembak
3. tidak diperkenankan menyerang kampung pada malam hari TERKECUALI DIBERITAHUKAN TERLEBIH DAHULU
4.Jika datu turut dalam peperangan,kehadirannya harus diberitahukan terlebih dahulu kepada musuhnya
5.tidak diperkenankan menembak atau membunuh orang yang bekerja di sawah atau mengambil air di mata air
6.Tidak boleh menggangu orang yang datang ke Onan (pasar) yang sedang berada di Onan atau dalam perjalan pulang dari Onan (Pasar Batak Kuno merupakan salah satu tempat yang dijamin seseorang tidak akan dibunuh disitu)
dst dst…

dan bila dilihat dari aturan di atas bisa dibilang itulah yang menyebabkan orang Batak tidak terlalu trampil berperang dibandingkan dengan suku luar (pada jaman itu ya, kalo jaman sekarang sih laen critanya, kan udah banyak jendral orang Batak,betul ga lae Hulubalang heheehe)

Mengenai salah sedikit tebas? saya kira tidak, orang Batak memamg suka berkelahi, berdebat tiada akhir tapi tidak suka membunuh, orang Batak secara kultural dari dulu dan sekarang jarang berpergian membawa senjata tajam seperti suku2 lain. Banyak tulisan2 yang mendukung ini. saya akan beberkan buku2nya lae nanti bisa dilihat karakter orang Batak yang sesungguhnya dalam hal militansi, dan konplik2 pada jaman kolonial dan sebelumnya.

Jadi apakah Batak penakut ? tidak, omong besar ada benarnya juga, semoga dengan dibahasnya hal ini orang Batak makin menghilangkan kebiasaan omong besar dan gertak menggertak…

buku2 yang baik untuk dibaca mengenai Batak Toba :
1. Batak Toba, Kehidupan di Balik Tembok Bambu oleh Dr.Ir.Bisuk Siahaan (ini sangat2 direkomendasikan)
2.Tapanuli,1915-1940 Kehidupan Politik suatu keresidenan di Sumatra karangan Lance Castle
3.Konplik Status & Kekuasaan orang Batak Toba karangan Bungaran Antonius SImanjuntak
4. Ahu sisingamangaraja karangan WB Sidjabat
5. Toba Na Sae karangan Sitor Situmorang

Buat lae Hulubalang thanks atesinya, tulisan diatas bukan untuk menunjukan kelemahan2 orang Batak, tapi supaya tahu sedikit mengenai karakter orang Batak dallam menyelesaikan konplik (kalo untuk tahu banyak kita2 mesti baca buku lagi huehehei)

Horas di hita sude

Horas saluhutna,

Menurutku pribadi, relatif orang batak itu penakut atau tidak. Dalam suatu kondisi tertentu(terdesak, terjepit, terpaksa, dll) manusia kadang bisa berubah, keberaniannya menjadi dobel atau tripel. Malahan kadangkala dalam bbrp kasus, orang batak itu hanya berani kepada teman sesamanya batak saja, dalam arti menindas sukunya sendiri atau menokohi temannya sendiri. Jika dihadapkan kepada kondisi diluar etnisnya kita bisa berubah menjadi lebih tolerans(CMIIW).

Mengenai perang, benar leluhur orang batak mengajarkan kita untuk gentlement(fair). Jika ada masalah antar individu yg berbeda kampung atau yg karena suatu keadaan melibatkan kedua kampung maka akan diutus duta kepada Raja huta(kepala kampung) tetangga untuk mengadakan rapat antar tetua kampung mendiskusikan masalah tsb. Jika tidak ada jalan penyelesaian dan kalaupun harus perang, maka sebelum perang dilakukan akan dikirimkan sebuah berita/pengumuman perang yg biasa disebut ‘Pulas’. Baru kemudian mereka berperang dan aturan dalam perang sudah disebutkan kawan yg lain diatas.

hataki hata tambahan. mauliate.

@ Partomuan Manurung

Batak Toba Kehidupan di Balik Tembok Bambu karangan Dr.Ir. Bisuk Siahaan hal 147-148):
1.Tidak diperkenankan membakar kampung musuh dan tidak boleh merampas barang yg nilainya lebih mahal dari sepotong balok rumah
2.Baik raja maupun rumah raja (kepala kampung) tidak boleh ditembak
3. tidak diperkenankan menyerang kampung pada malam hari TERKECUALI DIBERITAHUKAN TERLEBIH DAHULU
4.Jika datu turut dalam peperangan,kehadirannya harus diberitahukan terlebih dahulu kepada musuhnya
5.tidak diperkenankan menembak atau membunuh orang yang bekerja di sawah atau mengambil air di mata air
6.Tidak boleh menggangu orang yang datang ke Onan (pasar) yang sedang berada di Onan atau dalam perjalan pulang dari Onan (Pasar Batak Kuno merupakan salah satu tempat yang dijamin seseorang tidak akan dibunuh disitu).

Saya rasa aturan nya ribet, dan itu kan tertulis, tetapi kejadian nyata nya tidak juga. Sebagai contoh, masyarakat Banuarea pernah membumihanguskan kampung Raja Panggalamei, karena kecewa Raja mereka di pasung oleh
Panggalamei.

Dan kalau masalah pembunuhan memang benar, salah sedikit tebas. Dahulu kan org Batak tradisional setiap hari memegang senjata tajam. Setiap ke huta lain pasti pegang senjata tajam. Kepala manusia itu ibarat kepala hewan, ini saya kutip dari sejarah kemisionaris-an di tanah Batak. Memang sekarang jarang bawa senjata tajam, tapi kan dulu, ke Gereja saja bawa senjata tajam. Kehiddupan dulu kan lebih beringas. Kalo lae Manurung kan berdasarkan tulisan, kalo saya berdasarkan kisah nyata dari apa yang di lihat misionaris pada jaman itu. Saya saja kaget, dan tidak menyangka kehidupan jaman dulu seperti itu.

Coba lae cari tulisan kisah nya dari misionaris, pasti berbeda, kalo penulis sekarang kan cuma mengutip, dan misionaris kan apa yang mereka rasakan dan lihat. Semua itu kan sudah berubah sifat-sifat buruk nya karena misionaris mengajarkan yang baik, jangan saling bunuh lagi. jadi jasa para misionaris itu besar sekali.

Memang kalau fair pasti fair, karena diajarkan perang tanding.

@ Raja huta,

Topik yang lain kenapa yang di posting, masa yang menilai diri sendiri, biar lah orang lain yang nilai kalau masalah penakut atau tidak nya. Masih banyak masalah lingkungan yang perlu di bicarakan atau masalah kehidupan halak hita di bona pasogit, ini topik nya tidak mendidik.

Kalau saya lihat dari poto di topik “sosok asli raja huta” itu memang Raja huta yang penakut, saya bisa lihat dari poto itu. Memang benar blog ini milik saudara, tetapi alangkah baik nya dengar masukan dari orang lain, jangan seolah-olah merasa superior dibanding suku lain. Masa masalah keberanian harus di tulis di publik, ya engga lah. Masa harus saya beberkan bukti2x nya, tidak pantas itu di masukan disini. Biarlah orang lain yang menilai, jangan seperti merasa superior.

Kalau topik2x sebelum nya saya suka, cuma topik ini saja saya merasa tidak enak, atau risih. Ingat lae, tao Toba dan sekitar.

@ Bastian Sembiring

Apakah saudara masih keturunan Silalahi?

@ Raja Silahisabungan

Dalam perspektif adat Batak, hanya kemarahan yang sangat dan situasi kehilangan kendali yang bisa membuat seorang keturunan Silahisabungan sampai bersikap tak tahu adat terhadap marga Manurung. Ini kejadian pertama sepanjang sejarah hubungan Manurung dan Silahisabungan (kalau identitas Anda tidak palsu!)

Dalam perspektif umum yang demokratis, Anda mengecam sebuah tulisan sebagai sesuatu yang tidak perlu dan tak pantas dipublikasikan, namun Anda sendiri kemudian mengecam pibadi si penulis secara terbuka di ranah publik.
Ini sekadar menunjukkan betapa Anda itu kontradiktif atau menganut standar ganda.

Kemudian, Anda menulis,”Masa masalah keberanian harus ditulis di publik, ya enggalah”. Tolong ajari aku atau setidak-tidaknya tunjukkanlah satu saja aturan di dunia ini yang menganggap tidak patut atau bahkan melarang membahas yang beginian. Adakah aturannya atau Anda sedang mendiktekan aturan bikinan Anda sendiri di blog ini ?

Jangankan soal keberanian, kawan, soal seluk-beluk bersenggama pun dibahas secara terbuka di media massa mainstream, dan kebetulan pakarnya adalah halak hita yaitu Naek L Tobing. Pernahkah Anda memprotesnya, dan beranikah Anda mengatakan,”Hei saudara Naek kalau kulihat muka kau di televisi kurasa kau itulah yang punya masalah ejakulasi dini?”

Terakhir, soal apakah pembaca blog ini suka atau tidak suka yang aku tulis di blog ini, buat aku sama saja artinya : tulisanku dibaca, titik.

Seandainya pun tidak dibaca, itu lumrah saja, karena ini negara bebas dan di dunia maya ada triliunan artikel yang bebas dipilih : mau dibaca atau tidak, mau disukai atau tidak.

Mengenai penilaian Anda,”Kalau saya lihat dari poto di topik ‘sosok asli raja huta’ itu memang Raja Huta yang penakut, saya bisa lihat dari poto itu,”saya harus acungkan jempol buat Anda karena mampu membaca jenis dan bobot kepribadian seseorang hanya dengan melihat selembar foto. Itu bakat yang luar biasa. Karunia! Pasti akan sangat berguna kalau dikembangkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Apakah Raja Huta penakut ? Ya, penakut banget. Silakan baca tulisan ini berulang-ulang, dan lanjutannya di bagian kedua nanti, kesimpulannya pasti : Raja Huta/Robert Manurung memang penakut. Dan aku sendiri cukup berani untuk mengakui hal itu.

NB : Anda menulis,”Memang benar blog ini milik saudara, tetapi alangkah baiknya dengar masukan dari orang lain, jangan seolah-olah merasa superior dibanding suku lain.”

Masukan dari siapa, seperti apa masukannya, kapan disampaikan dan di mana, lalu siapa pula yang merasa superior atas suku lain–dan suku lain mana yang dimaksud ?

Botima.
Horas

Raja Huta

horas..
horas..tulang manurung..

topiknya bagus ‘gabe manghuling mudar’ namun sedikit buat senyum..

menurutku umumnya orang batak adalah pemberani..klo pun ada penakut itu hanya orangnya aja secara pribadi bukan pada umumnya orang batak..
jadi menurut ku marilah kita orang batak pemberani dalam hal membahagiakan orang tua,panganju di boru dohot marsigandengan di dongan tubu asa boi dos roha…i do pemberani.
butima.

horas…
horas..

@ hulubalang
@ Forum

Bingung juga mau menyapa Anda, apakah lae, appara atau ito. Untuk sementara baiklah ber-Anda saja dulu.

Anda bilang,”Sebenarnya topik ini nggak usah diposting, biar orang lain yang menilai, jadi seperti merasa superior.” Menurut yang bisa kutangkap dari komentar ini dan cara Anda menyampaikannya, rupanya Anda merasa tidak enak, dan merasa “ditelanjangi” oleh postingan ini.

Respon Anda bisa dimaklumi karena sudah lama sekali halak hita terlalu onward looking. Istilah ini pasti kedengaran lebih enak buat Anda daripada aku sebutkan “berpaling dari bayangan wajahnya sendiri”.

Banyak sekali orang Batak yang ahli, pakarnya pakar, dan bahkan super jenius mengenai hal-hal di luar dirinya; mulai dari urusan konstruksi bangunan sampai fisika kuantum. Tapi, jika membahas masalah-masalah di bonapasogit dan habatakon, kebanyakan di antara kita langsung blank, gagap dan merasa tak berdaya. Kenapa bisa begitu ?

Lihatlah kalau keluarga-keluarga batak berkumpul, biasanya akan terlihat suasana yang riang, rukun, hangat, dan intim. Itu kalau mereka baru saja bertemu dan masih membicarakan hal-hal di luar diri mereka. Tapi setelah agak lama, begitu pembicaraan mulai masuk ke hal-hal pribadi dan masalah-masalah yang ada di dalam internal keluarga, maka suasana akan berubah drastis menjadi tegang, panas, dan eksplosif. Kenapa begitu ?

Kurasa sudah waktunya bangso Batak melakukan inward looking : memandang ke dalam dirinya; memeriksa sudah sampai di mana pertumbuhan dan perkembangan peradaban Batak; seberapa banyak kita berkorban sehingga survive, berapa besar kehilangan dan kerugian kita, dan apakah luka-luka di masa lalu sudah sembuh; sedang menuju ke mana kita; apakah kita sudah di jalur yang benar; ancaman dan peluang apa yang ada di hadapan kita; dan bagaimana mengakomodasi orang-orang Batak yang lahir di perantauan ke dalam perjalanan evolusi kita sebagai sebuah etnis/bangso?

Oh ya, aku agak bingung membaca pernyataan Anda,”…jadi seperti superior”, itu. Apakah memang ada kesan superior dalam tulisan ini ?

Coba baca kutipan ini,”“Kalian orang Batak itu selalu merasa pemberani, sangat menjaga martabat dan harga diri. Bullshit. Kalian penakut! Kalian hanya berani sampai batas menggertak, tapi kalau yang digertak berani melawan kalian akan berdiplomasi atau mundur,”ujar kawanku itu sembari menandaskan,”Kalian takut mati, makanya tidak berani berperang. Kalian memang cerdik menutupinya dengan persuasi, membujuk; dan bahkan membunglon. Dan kalau semua cara itu gagal, kalian akan menyingkir atau lari.”

Dan ini,” “Kolonel Simbolon dan semua pemberontak di Sumatera hanya bertahan selama tiga bulan. Cuma sebulan kontak senjata, karena yang dua bulan lagi sibuk diplomasi lantaran takut digebuk oleh Bung Karno. Sedangkan Kawilarang dan Muzakkar di Sulawesi masih terus berontak sampai tiga tahun kemudian.”

Bagaimana komentar Anda sekarang ? Superior ?

Mauliate,
Horas

@ Raja huta

You said : Dalam perspektif adat Batak, hanya kemarahan yang sangat dan situasi kehilangan kendali yang bisa membuat seorang keturunan Silahisabungan sampai bersikap tak tahu adat terhadap marga Manurung. Ini kejadian pertama sepanjang sejarah hubungan Manurung dan Silahisabungan.

Tanggapan saya : kemarahan? ga salah tulis tuh? Saya hanya sampaikan kritik, orang yang menerima kritik itu adalah orang yang mau melangkah lebih maju.
Tidak tahu adat terhadap Manurung? Memang kalau saya kritik marga Manurung kenapa? tidak boleh? Itu yang salah dalam pemikiran Batak ortodok. Di kritik bere atau lae nya kok tidak terima. Maka nya banyak koruptor di tanah Batak yang tidak bisa di ungkap, karena yang mau mengungkap itu adalah bere atau lae nya. Ini sebagai contoh, dan sudah banyak bukti nya di bona pasogit.

Jadi jangan seolah-olah kalau Sialahisabungan tidak boleh mengkritik Manurung, salah besar, saya bal-bal juga bisa, jika ada masalah yang tidak diterima akal sehat. Orang Batak yang kelahiran di tano Batak itu yang susah di ajak kompromi, tetapi giliran di bal-bal tidak berkutik. Ini pengalaman saya sekolah di Jakarta. Saya sering ada konflik seperti itu dengan Batak asli dari sana, saya ajak adu banteng tidak ada nyali, maka nya yang asli dari sana susah berkawan sama Batak yang lahir di perantauan. Yang lahir di perantauan lebih enak diajak berkawan dan tidak arogan. Jangan saya tulis ini nanti di bilang arogan, ini adalah realita anak2x Batak lahir di perantauan. Dalam pergaulan di pendidikan pun begitu, susah di ajak bergaul, lebih terasa arogan nya kalau halak Batak yang dari sana.

Jangan nanti tanggapan nya lain lagi, alias keluar jalur, saya kritik kok di bilang tidak tahu adat, terima dong kalo di kritik, kan jadi kelihatan rasa superior nya, seolah-olah Manurung tidak bisa di kritik oleh Silahisabungan. Salah besar lae.

Kalau yang penakut ya ada, yang berani lebih baik diam saja. Kalau bicara nanti bisa dibilang superior, kan tidak baik, itu maksud kritik saya, kan lebih baik ngobrolin masalah lingkungan hidup atau social lain nya di bona pasogit. Masa iya nanti ada yang nulis, oh itu salah besar, bukti nya saya sudah berapa kali penggal suku ini atau bukti nya saya sudah berapa kali potong suku ini, kan tidak baik. Masih untung tidak ada yang menulis itu.

Ini malah di sama-samain dengan Naek L. Tobing, kan lain cerita itu. Harus terarah, di kritik ya di dengar. Jadi inti comment dari saya ini Cuma kritik, jangan di bilang tidak tahu adat, kalau masih bilang seperti itu lebih bagus kita bicara empat mata, kalau tetap tidak terima, terserah lah urusan nya. Kalau di depan saya bicara tidak tahu adat sudah pasti saya bal-bal.

O, TANO BATAK

O, Tano Batak, haholongakku
Sai namalungun, do au tu ho
Ndang olo modom, Ndang nok matakku
Sai namasihol do au, Sai naeng tu ho

O, Tano Batak, Sai naeng hutatap
Dapothonokku, Tano hagodangakki
O, Tano Batak, Andigan sahat
Au on naeng mian di ho, sambulokki

Molo dung bitcar, matani ari
Lao panapuhon, hauma i
Godang do ngolu, siganup ari
Dinamaringan di ho, sambulokki

Menurut saya orang yang gak kenal kata mundur dalam suatu pertarungan bukan lah pemberani, melainkan orang nekad..

Apa bedanya Pemberani dan Orang Nekad?

Orang pemberani dalam melakukan tindakan masih menggunakan akal, mempertimbangkan resiko untuk mengambil tindakan terbaik, untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dia disebut pemberani karena berani mengambil keputusan yang terbaik, terbijak dengan segala resikonya..

Orang nekad adalah orang yang melakukan tindakan tanpa menggunakan akal, sepenuhnya dikendalikan oleh emosi.. Setelah itu dapat apa…? Nyawa melayang, keluarga kehilangan orang yang mereka cintai…

@ Raja Silahisabungan

Orang seperti Anda ini sangat cocok untuk diandalkan melawan PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang baru-baru ini telah meluluhlantakkan hutan Tele, dan sebelumnya sudah membabat hutan di Tobasa, Simalungun, dan Humbahas. Apalagi tampaknya Anda sangat peduli terhadap masalah lingkungan di bonapasogit.

Kalau membalbal tulangmu saja kau berani (kalau ada masalah yang tidak diterima akal sehat), mestinya makin beranilah melawan dan mengusir PT TPL (yang sudah jelas-jelas destroyer) dari bonapasogit.

Ayo buktikan keberanian dan ketangguhan Anda : balballah TPL. Dan ajaklah semua temanmu orang Batak yang lahir di perantauan, yang menurut Anda lebih berani beradu banteng dibanding orang Batak yang lahir di bonapasogit.

Didik natua tua:
Gala Gala na sa botohon
Molo uju jumpa bada, ndang adong na so dokkonon.

go Orang Batak, Karena aku juga orang batak

salam kenal ya.. dari http://www.impact23.wordpress.com !!

batak emang keren!!

emang siy batak garang kaya suamiku..tapi dibalik kegarangan dia, dia juga agak2 melemah kegarangannya kalo lg berantem aku tantang dia. hehehehehe…..tapi memang orang batak pemberani kok

@Robert Manurung

Quote :
“Banyak sekali orang Batak yang ahli, pakarnya pakar, dan bahkan super jenius mengenai hal-hal di luar dirinya; mulai dari urusan konstruksi bangunan sampai fisika kuantum. ”

komentar :
Kebetulan bidang saya di fisika,. dan saya tahu betul jumlah orang batak yang bergelut di fisika,apalagi fisika kuantum, sangat sedikit dibandingkan dengan etnis lain.

Tolonglah ke kita semua untuk memberi informasi yang valid, sehingga diskusi ini membawa pencerahan yang sesungguhnya.

@ Mario Tambunan

Seandainya lae membaca dengan teliti, pasti lae tidak akan salah menyimpulkan.

Untuk memperjelasnya baiklah aku kutipkan lagi :

Banyak sekali orang Batak yang ahli, pakarnya pakar, dan bahkan super jenius mengenai hal-hal di luar dirinya; mulai dari urusan konstruksi bangunan sampai fisika kuantum. ”

Perhatikan kata-kata yang sengaja aku bold. Jelas bukan ? Pernyataan banyak sekali itu berlaku untuk macam-macam bidang keahlian/keilmuan, jadi tidak hanya bidang fisika seperti yang lae simpulkan secara tidak akurat.

Rupanya lae terburu-buru menanggapi sehingga terjadi demikian. Itu biasa lae.

btw terima kasih lae sudah menyempatkan membaca artikel ini dan meninggalkan komentar.

Horas

Iya itu memang salah satu pendefinisian yang mungkin 2 saja,

Tapi apa lae tahu seorang batak yang bekerja di bidang fisika kuantum?

Jangan2 hanya kabar2 burung…

@ lae Mario Tambunan

banyak lae, banyak sekali orang Batak yang bersekolah tinggi dalam berbagai macam bidang termasuk fisika. Di Jerman segala macam bidang teknik dipelajari, banyak orang Batak yang melanjutkan studi di Jerman termasuk bidang-bidang fisika seperti Quantum Physics.

Horas.

mungkin lae Robert Manurung termasuk pengagum berat Ompung Pantur Silaban yang ahli fisika quantum ITB itu. Sampai-sampai sengaja menyebutkan fisika kuantum tanpa menyebut nama si Ompung.

Maaf kalau aku salah Raja Huta nami.

Itu makanya saudara-saudaraku yang tinggal di SUmut, pada menikah dengan orang BATAK.

Aku sih pulang ke Jawa untuk mencari istri Jawa [baca YogYa], tetapi saudara-saudaraku pada milih suami orang BATAK.

Keren ‘kali orang batak itu ya?

Salam

Orang batak pemberani ? pertama sekali yang disebut sebagai pemberani itu apa, Kedua lebih berani dari siapa ? Ketiga orang batak yang mana? sebenarnya pemberani atau tidak tidak ada hubungan dengan suku tertentu, keberanian itu diukur dari tingkat pilihan yang dihadapi pada saat itu. Kalau sudah mepet semua manusia akan berani, Nekad!

Tapi yang pasti kita sering memposisikan kita lebih berani dari yang lain, kita sering mengatakan kita lebih pintar dari yang lain, walaupun sampai sekarang belum ada orang batak yang sepintar Habibi. ( maaf kalau saya salah ) Banyak anak-anak indonesia sekarang memenangkan medali emas di olimpiade , kita rindu kalau salah satunya orang batak.

Saya tidak mau mengatakan bahwa kita tidak hebat, nanti saya dimarahin, saya hanya mau mengatakan bahwa yang diluar kita sana juga sangat hebat-hebat, malah luar biasa ! Jadi Ojo dumeh !

@ Raja huta,

Inti nya saya itu cuma mau mengkritik, tapi di timpali dengan kata tidak tahu adat, kenapa begitu? tapi komentar Raja huta yang terakhir buat saya seperti nya tetap tidak terima kritik saya.

Masalah TPL, tidak masalah untuk memberhentikan TPL dari toba, ada masukan? biar saya pelajari untuk menghentikan nya, baru beraksi.

(aku pernah baca legenda Silalahi di suatu majalah kalo tak salah majalah Bona Ni Pinasa/Bonansa beberapa tahun yang silam), begini:

Kalo dari bukit kelihatan ada asap di pulau samosir berarti saudaranya diseberang sini lagi rindu…dan sebaliknya.

@Raja Silahisabungan

>>>Masalah TPL, tidak masalah untuk memberhentikan TPL dari toba, ada masukan? biar saya pelajari untuk menghentikan nya, baru beraksi.

Lae Silahisabungan, hutan kita itu sudah diluluhlantakkan lae, dan tidak ada usaha untuk menghutankannya kembali. Eksekutip, Legislatip dan Judikatip kita itu hanya punya keberanian menghancurkannya, tidak untuk membangunnya.

Keberanian maccam apa yang lae pikir akan kita lakukan, agar yang pihak yang berwenang menghentikan pengrusakan alam itu punya keberanian menghentikannya?

Terimakasih.

halak batak emang penakut!!!

borok TPL INDORAYON masih aja dipertahankan..

emang kita orang batak penakut..

TERBUKTI.

borok udah mengutil di daging orang batak di toba dan hampir karakan bernanah..

satuju do ahu tu lae manurung..hita halak batak nunga gabe parbiar.santabi sian ahu..
butima
horas

bang..melenceng dari temanya niy…kenapa yah nama2 batak unik2..seperti dulu ada teman saya namanya Pardamean nasution, Togar, parlindungan.dll dech…yang pasti semua ada artinya ya bang..dulu aku mau namakan anakku togar pane. maksudnya biar tegar aja gitu…tapi tak jadi..apa abang bisa jelasin bang kalo abang berkenan???

@ cutemom cantik

Janganlah panggil bang, aku kan itomu. Panggil ito saja oke ?

Mengenai nama-nama Batak yang ito tanyakan, itu merupakan kebiasaan masyarakat agraris. Jadi bukan hanya di Batak, tapi juga di Jawa, suku Indian. ras Anglo Saxon, Cina, dlsb. Nama yang diberikan selalu ada maknanya, yang pada umumnya merupakan harapan-harapan yang baik.

Penamaan di masyarakat Batak; sebagaimana umumnya pada masyarakat agraris, biasanya mengambil fenomena alam yang perkasa, flora yang indah atau sifat-sifat baik; misalnya Ronggur (guntur), Bintang, Bulan, Purnama, Hariara (ara/sejenis beringin), Bunga, Tiur (terang), Jogi (tampan), Uli (baik/cantik), Rumondang (bersinar), Rouli (datanglah kebaikan), Ria (gembira/senang), Binsar (terbit), Haposan (kepercayan), Pardamean (perdamaian), Pardomuan (persatuan), Paruhum (taat hukum), Pandapotan (rejeki), Saor (pandai bergaul), dstnya.

Banyak lagi contoh-contoh yang lain, ito. Menurut aku bagus sekali kalau ito menamakan putra atau putrinya dengan nama asli Batak, supaya ada semacam ikatan dengan budaya asalnya. Aku sendiri sebenarnya ingin punya nama Batak seperti Hariara atau Pardamean, tapi karena sudah terlanjur diberikan nama bule oleh orang tua, ya itulah milikku yang harus aku jaga baik-baik.

Mauliate ma,
Horas

Raja Huta

horas..
ahu ingot simatupang
salam kenal buat bloger

ada sebuah lagu yang buat ku bangga memakai nama batak..

….
..missing lyrics

i do padan naso boi oseon..
si ingot on ni akka parna i..
parrohaon ma i denggan denggan..
di tikki..pesta parna i..
tung tarida do..sada ni roha
si ingot on ni akka parna i..
parrohan ma i denggan denggan..
(PARNA)

unang maila hita mamakke goar batak i ai do sian ahu..
wajah bole tidak mendukung namun hati selalu baik.
BATAK ITU PEMBERANI
butima
horas..

Orang batak penakut? gak ada dalam sejarah… bangsa batak bangsa pemberani, itu sebabnya orang batak selalu survive dan maju dimana pun di segala penjuru dunia

Orang batak penakut? gak ada dalam sejarah… bangsa batak bangsa pemberani, itu sebabnya orang batak selalu survive dan maju dimana pun di segala penjuru dunia apalagi untuk membela hak-haknya dimuka bumi ini! keep it up!

Horas bangso Batak!

Karakter Orang batak itu ..sebenarnya MUDAH EMOSI SEKALIGUS MUDAH MENANGIS…jadi pada dasarnya orang batak itu cengeng mngkin hanya karena Orang batak PUnya EGO dan emosi yg sangat besar sehingga orang bisa menutupi perasaan cengeng nya…..

Karakter Orang batak itu ..sebenarnya MUDAH EMOSI SEKALIGUS MUDAH MENANGIS…jadi pada dasarnya orang batak itu cengeng mngkin hanya karena Orang batak PUnya EGO dan emosi yg sangat besar sehingga bisa menutupi perasaan cengeng nya…..tapi saya bangga jadi orang batak,. batak punya keberanian dan kecerdasan lebih dari suku2 lainnya POKOK nya Halak Batak NO 1

oh gitu yah..ito…iya dech..nanti anakku yang jedua kalau laki2 aku namakan jogi..kalo perempuan nauli aja dech…makasih yah

Karakter Orang batak itu ..sebenarnya MUDAH EMOSI SEKALIGUS MUDAH MENANGIS…jadi pada dasarnya orang batak itu cengeng mngkin hanya karena Orang batak PUnya EGO dan emosi yg sangat besar sehingga bisa menutupi perasaan cengeng nya…..Tak jarang orang batak itu lebih mengandalkan emosi daripada logika..kita lihat aja petinju2 batak sangat jarang saya melihat petinju batak itu bertinju dengan tehnik dan kesabaran yang ada hanya pukul pukuul dan pukul… Terlepas dari besarnya EGO DAN EMOSI orang batak saya bangga jadi orang batak,. batak punya keberanian dan kecerdasan lebih dari suku2 lainnya POKOK Batak NO 1

Cerita ini bagi saya menjadi refleksi pribadi. apa benar sih saya pemberani, atau apa saya panakut? apa ada hubungannya dengan suku soal penakut atau pemberani ini? Atau hanya pengkotak-kotakan sifat atau apalahhhhhhh.. yang pasti sangt bangga saya jadi orang batak meski saat ini semakin banyak pandangan negativ terhadap orang batak… Ingin mengembalikan citra batak ke 30-40 an tahun yang lalu… tapi apa perlu? Bagaimana caranya?

horas..

orang batak itu penakut?itu benar sekali…ya takut akan tuhan
biarlah batak itu menjadi penakut di hadapan tuhan namun berani dalam tanggung jawab keluarga dan sosial..

sudah saatnya orang batak dalam kaidah DALIHAN NATOLU PAOPAT SIHAL-SIHAL
(manat mardongan tubu,elek marboru,somba marhula-hula paopat sihal)
..ini lah bagus nya nilai2 kaidah orang batak dalam tanggung jawab keluarga dan sosia nya..marilah melakukannya..

mari menjadi orang batak sejati..takut akan tuhan dan berani dalam tanggung jawab sosial.
horas..

Respon ini pada kalimat terakhir, bisa kita tanggapi positif.
Siapa selama ini yang mampu mengatakan itu dan mewujudkannya ?
———————————————————————

40 | Raja Silahisabungan
Nopember 3rd, 2008 at 2:50 pm

@ Raja huta,
Inti nya saya itu cuma mau mengkritik, tapi di timpali dengan kata tidak tahu adat, kenapa begitu? tapi komentar Raja huta yang terakhir buat saya seperti nya tetap tidak terima kritik saya.
Masalah TPL, tidak masalah untuk memberhentikan TPL dari toba, ada masukan? biar saya pelajari untuk menghentikan nya, baru beraksi.

tadi sore di TIM (07-11-08) ada forum diskusi save tao toba… sayang aku ngk bisa hadir…

mudah2an issue ttg tele dan TPL ini di bahas juga… apa lagi trimedya panjaitan mau hadir di sana…

semoga… ada titik terang di dalam gelap …

uiiihhhh…. hatop kali ,,,,, masih di moderasi kannn ito ????

sapala pensset enter… langsung lolos bahhhh…..

aku setujunya pendapatmu itu abang robet,,,,rasa takut jadi kabu,,,terinspirasii tuk jadi berani,,top margotoplaahh,,,

memang betul orang batak memang pemberani
bukan suku2 lain yg berani menentang hanya di belakang .

jangan menyesal jadi orang batak .
orang batak keren gitu koo. .
hhe*
mav klo saya salah .

Tanpa merasa superior atas suku-suku lain, orang Batak terkenal dengan keberaniannya. Bahkan mantan Gubernur Jakarta Alm. Ali Sadikin mengakui orang Batak itu pintar dan berani. Dan kepada kita semua, tidak perlu terlalu merisaukan apa yang ditulis dalam blog ini. Yang bilang orang Batak itu penakut kan hanya orang dari Sangir itu. Jadi pendapatnya tidak bisa dijadikan semacam validasi. Tidak representatif.

bah…jadi ikut marsigurgur darah Batak ku membaca postingan ini… :-)
)

tbiar aja orang ngomong tentang orang batak, yang pastinya aku mengenal orang batak sebagai orang2 yang pemberani… dan aku bangga jadi boru Batak…
:-)

horas lae!!!!

aku sangat tersinggung dgn perkataan kawan lae itu,,memang

dia pikir org sangir itu hebat apa???? hanya tampangnya aja

yg serem!!!! kita org batak,mempunyai harga diri jauh lebih

tinggi dari suku manapun!!! manaada org batak mau jadi

budak org lain,,kalo perlu taruhan nyawa juga di ladenin!!!

mendingan ga usah makan,,dari pada ii suruh2 orang!!!

dang i lae??? unang hamu maila gabe halak batak>>>>

@tian simanjuntak
kalau orang batak tidak mau jadi budak orang lain, kenapa orang batak paling banyak jadi pegawai (pns dan swasta) jarang jadi pengusaha.
mending gak usah makan kalau disuruh2 orang ? banyak sekali orang batak sekarang jadi pengemis gak kentara, bahkan bawa2 plastik kalau ada pesta. ( kurang malu apa itu )
kita harus bangga jadi orang batak, tapi jangan pernah berpikir bahwa kita lebih hebat dari mereka dan sebenarnya itu sangat tidak bisa dibandingkan, karena pribadi2 dimasing2 suku juga sangat berbeda satu sama lain, misalnya banyak orang bilang orang siantar lebih berani dari orang toba sana, itupun tergantung latar belakang pendidikan, agama dan status sosial yang lain, dan saya yang paling tidak setuju kalau kita dikatakan lebih hebat dari mereka.

Parmombut !.
Seseorang itu takut atau tidak takut adalah berdasarkan cara dia memperhitungkan resiko yang akan diterimanya. Jadi kalau dia tidak bisa memperhitungkan resiko sesuatu tindakannya, dia mungkin tidak pernah takut. Tapi kalau dia sudah meperhitungkan bahwa dia akan susah atau menderita dengan tindakannya, makanya dia jadi takut. Atau, kalau dia sudah tahu bahwa resikonya tidak membuat dia bermasalah, jadinya dia berani.
Oleh karena itu, seseorang atau sekelompok yang sudah mulai bisa memperhitungkan efek dari tindakannya ( dalam hal ini tindakan nekad ) maka dia dianggap penakut.
Horas ma di hita sude – Ronny Siagian

bbatak itu indah dilihat,tp klau didengar kurang pas. karena o tano batak holan hu tatap tdk dilakukan tdk dibuat indah. krna org batak sombong dan angkuh setelah berhasil tdk berani berbuat dan tdk membangun seutuhnya batak Tapanuli membuat indah. batak arogan dan khas sombong dlm diri. keberanian hny faktor kepentingan aja. tidak berani berbuat org banyak dan tdk mau memikirkan org banyak

hpras..

unang lupa hita di tano hatubuan ni…i do tano naso boi muba i..gw bangga banget jadi orang batak…namun saya lebih bangga lagi jadi BATAK YANG TAKUT AKAN TUHAN.

horas ma di hita sude

10 | parbalige

Oktober 29th, 2008 at 9:41 am

horas..

daerah mana di Indonesia yg belum dijajah oleh BELANDA secara de facto dan de jure?
jawabannya hanya satu TANAH BATAK…

raja SISINGAMANGARAJA XII pun tahu dia tidak akan pernah mau bangsa BATAK menjadi BANGSA pengecut. sampai mati pun dia rela asal TANAH BATAK tidak dijajah oleh si bontar mata (terlepas dari persaingan MARGA2 untuk menjadi Raja di tanah BATAK)..

predikat BATAK itu pemberani,kesatria dan cerdik telah dibuktikan RAJA SISINGAMANGARAJA XII

orang sulawesi boleh mengatakan BATAK PENAKUT namun sejarah telah membuktikan…mengapa orang sulawesi sampai sekarang telah dipengaruhi budaya ASING?

mengapa DANAU TOBA tempat wisata masih belum terjamah menjadi komoditas pajak di SUMUT..padahal bali udah (kan orang BALI itu lebih nekat dan brani)…jawabannya hanya satu..seperti kisah

AHU SISINGAMANGARA

BATAK ITU PEMBERANI,TANGGUH,CERDIK DAN KESATRIA.

horas…
bangga menjadi BATAK

Horas saudaraku di Batak

Sekedar komentari pertanyaan “Bang parbalige”, saya orang Indonesia juga kebetulan asalnya dari makassar di Sulawesi.

Sejak dahulu, Sulawesi terkenal dengan Bandar Makassar sebagai daerah termaju di Indonesia Timur.

Sulawesi itu sempat di jajah oleh Belanda karena pada masa itu (abad ke-16) Sultan Hasanuddin raja di Makassar dihianati oleh saudaranya sendiri dari Bugis yaitu Arungpalakka yang bersekongkol dengan Belanda, Arungpalakka pada waktu itu termakan bujuk rayu Belanda dengan politik adu domba mereka, Belanda menyerang benteng pertahanan Somba Opu dari laut sedangkan pasukan Arungpalakka menyerangnya dari darat, sehingga kerajaan Makassar pada saat itu kalah namun tidak menyerah kepada Belanda.

Makassar lambang kotanya perahu Phinisi dengan tag lines “Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai”
artinya yaa kurang lebih begini “jika sudah diniatkan dan dipertimbangkan matang2, entah itu resikonya kecil atw besar maka pantang mundur kebelakang”
Dan masih banyak lagi petuah2/prinsip2 hidup di Sulawesi utamanya Makassar.

Dialek bahasa kami kasar kata orang Jawa, namun setiap orang yang pernah ke Sulawesi mereka kagum akan keramah-tamahan kami.

Horas…

Mohon maaf.

horassss!
salam kenal semua, wah, semangatnya emang bnr2 batak nih,,, tapi ga usah la kita maen pisik lagi, primitip kali itu, pake diplomasi dikitla….

kayanya emang perlu ada gerakan untuk nyelamatin bona pasogit, ga peduli yang lahir dimana kek, yg penting batak dan orang2 yang peduli dengan keindahan danau toba! sayang kali kalo dano kita itu sampe kering dan hutannya jadi gurun pasir, marah nanti junior2 yg akan datang itu sama kita!!

buatkan aja rekening khusus, trus dananya jelas untuk menghutankan dano toba lagi, setuju ga?? ato ada usulan laen??

o ya, semua suku itu berani2, ga ada orang Indonesia yang penakut, cuma masalah sudut pandang aja itu…

Mauliate

jangan ganggu anak atw istrinya.adik-adik yang pintar,sebenarnya semua suku itu sama saja.ada tg berani dan ada yg penakut.hanya saja perbandingan jumlah nya yg berbeda.klw bwt orang batak sendiri.yg jelas orang batak itu,sebagian besar tidak mau ditindas/tertindas.pasti dia akan melawan.karena tingkat emosional pada genetik oreng batk itu tinggi.itu pd umumnya.dan yang perlu adik2 ketahui,orang batak yg cenderung penakut adalah orang batak yg punya rasa sayang tinggi sama isteri dan anaknya.jadi kalau mau tau sifat orang batak itu coba gangu atw sakiti anak atw istrinya.98% pasti kena tangan atw mlh kena belati.

Jiwa orang batak itu “sportif, pembrani, takut bila salah, mengasihi”. tgl 20 nov 08 saya ke Balige (hutabulu gur-gur) dan di sana saya menemui tulang yang sangat pembrani, jd tdk benar orang batak itu penakut, tp kalau takut krn salah memang betul. alm bapak sy seorang pejuang 45 (veteran) dan saya lihat kebranian nya yg sangat luar biasa melawan penjajah dan pembrontak (di Aceh, pembrontak simbolon), semua dilakukan dengan jiwa yg brani sampai titik darah penghabisan.
Orang batak itu penakut bila merasa bersalah.

Horas!

sebuah topik perbincangan yang sangat menendang! keberanian untuk melakukan kritik oto kritik terhadap suku sendiri memanglah tak mudah, dan pastinya butuh keberanian.

namun saya tak akan mengomentari mengenai keberanian orang batak dalam pergaulan sosialnya.

saya ingin menyempitkan topik ini menjadi:

Benarkah Birokrat batak adalah Birokrat kanibal, oportunis dan sangat kapitalistik?

pancingan kecil ini akan diteruskan dengan artikel nantinya…

Raja Batak punya 2 anak yakni: Guru Tatea Bulan dan Raja Sumba. Dari Guru Tatea Bulan memiliki 5 anak, yakni: Raja Uti, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, dan MALAU RAJA.

its me…

Ah ….. akka Batak ratto saonari godangan batak nalilu do, akka parbiar, buriapus !

Nibuat bane-bane rahut-rahut ni napuran
Unang mabiar mate molo tikki pertempuran

Sekka nauli natti nerawan … natti nerawan … nati nerawan …
Anak nauli sanggup melawan … sanggup melawan …sanggup melawan .

jangan singgung harga diri orang batak…ntr keliatan siapa penakut atau gak?

itu aja..
salam damai

halak batak memang dang parbiar manang tuise
apalagi tu halak parhuta na asing .
alai mabiar do poang tu debata…….

Bagi saya. orang batak tetaplah orang batak.. entah Toba, Mandailing, Karo, Pakpak, Dairi, Simalungun. semuanya sama aj keras, diplomatis, religius, berani mengambil resiko, desentralistis dan tidak monopolistis, oportunis dan khusus bagi kami yang batak mandailing “agak licik sedikit”….. hahahahahahahahaha111x.

Terharu saya, pabila membaca semua coretan kalian. Semuanya itu benar-benar belaka apa yang berlkaku kepada saya. Cuma yang memanggil saya menulis ini apabila di sebut sebagai PENAKUT, benar juga apa yang saya dilabelkan sekarang biarpun telah saya buktikan keberanaian saya seperti yang tertulis oleh kalian. Namun saya masih dianggap Penakut juga. Pun begitu, jika tiada aral melintang pada bulan Marc ini saya akan membuat demonstrasi hanya seorang diri di empat tempat iaitu di sekitar Bandaraya Kuala Lumpur Malaysia kerana kekurangan Orang Batak di Malaysia yang bermarga. Saya mengharapkan seluruh Orang Batak memberi perhatian nanti apa akan terjadi kepada saya.
Ceritanya amat panjang, cuma jika ada kesempatan sila layari blog indigenous. Caranya mudah, taip nama saya ‘arsian napitoepoeloe’ dlm ruangan search akan keluarlah paparan nama saya yang keseorangan di rantauan.
Saya berasal dari Balige, orang Balige pasti kenal nama keluarga saya ini- rumah di hujung pabrik kain tepi Danau Toba itulah ahli keluarga saya, itu pun jika masih didiami lagi.
Sekian untuk semua……Horas….

email saya
rallnaz_04@yahoo.com

semua orang juga tau kalau orang batak itu pada umumnya berwatak keras tetapi yang pasti setiap orang berbeda. so it’s not about race.

SAYA KIRA HIDUP ITU PERLU ADANYA KESEIMBANGAN BEGITU JG DENGAN DEFENISI DARI KEBERANIAN. YANG JELAS HARUS BENAR BENAR MEMILIKI PERHITUNGAN AGAR KEBERANIAN TIDAK MENJADI KONYOL DAN GOBLOK. YANG MANA MENURUT SAYA ORANG BATAK PADA UMUMNYA MEMILIKI KEBERANIAN DENGAN TIDAK MENGABAIKAN DAMPAK-DAMPAKNYA . JD MENURUT SAYA ORANG BATAK ITU MEMILIKI KEBERANIAN DAN PEMIKIRAN YANG KUAT. DAN HAL INI HARUS MENJADI SATU KESATUAN YANG TAK DAPAT DIPISAHKAN . THANKS JELOY BATAKS

Juan Felix Tampubolon
Hotma Sitompul
Adnan Buyung Nasution
Ruhut Sitompul
Hotman paris Hutapea

Orang batak semua yaa

saya gak setuju dengan kata “orang batak penakut “, tampubolon ,sitompul,nasution ,hutapea dan rekan – rekannya semua berani membela kebenaran , dan kl di jakarta sopir metromini sangat berani mengendarai mobil yang mungkin remnya nyaris ga berfungsi , ah masih banyak kasus lain yang menunjukkan orang batak itu berani , (setuju dgn 81 Rey )ga perhitungan dgn matang ,makanya ada pepatah orang batak jika ngak berani , disebut parmudar ilik tank’s God Bless Wong Batak’s

BERANI DAN TAKUT bedanya hanya setipis kulit bawang.
Banyak orang yang berani membunuh, sebenarnya didasari oleh ketakutan, ketakutan yang berlebih karena jiwanya terancam, atau takut kehilangan seseorang yang disayang atau takut tersaingi dalam bisnis atau pekerjaan.
Daripada terbunuh, lebih baik berbuat duluan. Dan terjadilah pembunuhan sampai mayatnya di potong-potong (MUTILASI)
Ini kisah yang sering terjadi belakangan ini, dan pengakuan para pelaku MUTILASI mereka nekad berbuat hal itu adalah karena faktor takut-takut seperti saya jelaskan diatas.

Jadi keberanian dan ketakutan itu bukan sesuatu yang harus diperdebatkan. Beranilah karena menegakkan kebenaran, dalam posisi yang benar dan takut karena salah.
Kita tidak boleh menganggap remeh orang yang penakut, apalagi melecehkannya. Sebab orang yang kelihatan takut bisa berubah jadi pemberani dan beraninya membabi buta.

Horas, Mauliate.

KALAU SAYA BILANG ORANG BATAK ADALAH ISRAELNYA
INDONESIA PASTI BANYAK YANG SENTIMEN

TAPI KALAU SAYA BILANG ORANG BATAK PEMBERANI
MAKA BANYAK YANG LEBIH NEKAD

APAPUN YANG SAYA KATAKAN MENGENAI HAL YANG
UNGGUL DARI ORANG BATAK PASTI REAKSINYA (NEGATIVE)
JIKA ORANG TERSEBUT BUKAN ORANG BATAK DAN BELUM MENGENAL SAYA, SILAHKAN MEMBUKTIKAN SIAPA SAYA SEBENARNYA, APAKAH SAYA PEMBERANI ATAU PENAKUT MAU LEBIH BANYAK CONTOH NANTI SAYA PERKENALKAN.

KEBERANIAN ORANG BATAK ADALAH SESUATU YANG LOGIS
DAN PUNYA AKAL, …TIDAK MAU JADI PENGEMIS.
BAYANGKAN KALAU JADI PRESIDEN …GIMANA YA?????
KASIHAN DONK PARA PENGEMIS……..NAH NANTI DIA AKAN
MEMBERIKAN AKAL SEHATNYA….KAWAN-KAWAN….
BAGAIMANA MEMBANGUN NEGARA INI AGAR TIDAK ADA YANG TERTINDAS DAN MENJADI PENGEMIS……horas

horas lae….

saya mau bilang sedikit soal masalh keberanian seperti teman lae orang sangir itu…..
apa yang lae bilang bukan pemberani menurutku tapi orang bodonh, tolol, stupid etc….
pemberani bukan harus berkelahi bung….
kalo mau berkelahi banyak tempat dan banyak cara
tapi itu bukan keberanian.

thanks

GOd SAve BAtak

Kayaknya ada benarnya juga Orang Batak itu penakut, soalnya sudah lama mau bikin protap kok malah disalip sama orang lain! Kalau berani… yuk bikin negara yuk!

Kenangan masa lalu pada saat muda di rewind kembali oleh tulisan Raja Huta (saya kutip) “ Dulu, aku menyangkal habis-habisan, dan bahkan marah. Aku sodorkan contoh demi contoh, fakta demi fakta, untuk membuktikan kebalikannya, bahwa sejatinya orang Batak pemberani…. “. Kalau sekarang tentu tidak seperti itu lagi sikap Raja Huta, sama dengan perubahan sikap saya. Semua orang mengetahui bahwa penilaian stereotip seperti ini adalah pandangan dari manusia yang berpandangan sempit dengan STOK KECERDASAN YANG MINIM “ karena KURANG MENABUNG INFORMASI dalam otaknya.
Ungkapan hata Batak “Monang disurak-surak alai talu diolop-olop” adalah jawaban dari obsesi Raja Huta yang mempersoalkan “ Benarkah orang Batak penakut ? “. Biarlah mereka mengatakan seperti itu, karena CITRA TIDAK DIBENTUK OLEH KATA-KATA, MELAINKAN OLEH PERBUATAN NYATA. Pencitraan negatip melalui pembentukan opini masyarakat adalah hal biasa di negeri tercinta ini (lihat aja kampanye Pemilu sekarang ‼).
Ada beberapa fakta untuk menyangkal pandangan stereotip seperti itu, antara lain :
1. Dari Sabang sampai Merauke, dari Manado sampai Kupang ada orang Batak yang merantau; dan didaerah tsb membentuk komunitas Halak Hita mis HKBP dan punguan-punguan marga.
2. Umumnya daerah-daerah baru dengan “handicap tinggi” mis Sulawesi Utara dan Tengah, Irian Jaya, Nusa Tenggara (Kupang, Mataram termasuk ex – Timor Timur ) dan lain-lain, pejabat-pejabat yg menjadi perintis adalah Halak Hita; dan pada saat tiba masanya sudah stabil Halak Hita tidak dipakai lagi.
3. Halak Hita yang dirantau umumnya berani menunjukkan identitasnya sebagai orang Batak dengan tetap mencantumkan marganya dan mempertahankan dialeknya. ( Ini menjadi bahan lawakan dari para pelawak di acara TV )
4. Masih banyak lagi fakta-fakta lain, kita semua mengetahuinya, dengan pertimbangan untuk menghindari sifat menonjolkan ego-kesukuan, chauvinistic atau barangkali istilah blog / milis disebut “ narsis “ maka penguraiannya dibatasi.
Barangkali salah satu ciri Halak Hita yang kurang cocok menurut pandangan dari “non Batak ” adalah dimana-mana kita selalu “ kumpul bareng ”, dan biasanya riuh rendah, rame. ( Orang Batak suaranya tenor dan volume tinggi ). Kumpul bareng ini disertai dengan komunikasi dengan hata Batak, tanpa peduli dengan lingkungan sekitar yang tidak mengerti hata Batak. ( Saya kadang-kadang ikut juga larut, lupa diri ) Orang-orang ini akan mengira bahwa ada pertengkaran, padahal cuma bercanda.
Bagi halak hita yang dibesarkan dalam falsafah adat Dalihan Na Tolu , dan “dipraktekkan dengan benar ” dalam kehidupan paradaton maka hasilnya adalah manusia yang demokratis dan menghargai hak orang lain ( manat mardongan tubu, elek marboru dohot somba marhula-hula ), berani mengutarakan pendapatnya ( jambar hata ), dan dapat menyesuaikan diri , cepat membaur ( sidapothon solup do na ro ). Akan tetapi apabila Dalihan Na Tolu dipraktekkan diluar paradaton mis dalam hubungan bisnis, hubungan pekerjaan yang profesional; maka biasanya membuat orang Batak itu tidak tegas dan tidak profesional. Makanya dalam urusan utang – piutang ada istilah “ndang ditanda hepeng hula-hula manang boru songon i nang dongan sabutuha. “

Songon i ma jolo hata sian ahu, hataon hata tambaan ba asa ditambai angka dongan. Botima. Horas ma

lae orang batak tu bukanye penakut. klo dibandingkan di ketentaraan siapa yang mau mati klo bisa hidup jadi lbh baik berdiplomasi dari pada berperang jadi orang sulawesi jangan bandingkan dunk dengan masa pembrontakan dulu n satu lagi karena ajaran agama menyuruh untuk berdamai jadi orang batak suka akan kedamaian. maaf klo kata2 ini salah

belum sepakat…
orang batak ada yang penakut memang benar
tp banyak juga yang berani
orang batak begitu banyak
sedikit yang saya kenal belum cukup
merepresentasikan semua orang batak

orang batak terkenal dengan pemikiran
mungkin, orang batak banyak berpikir sehingga segala keputusan yang di ambil di pertimbangkan kembali (terkesan pendirian gampang berubah)

sebagian orang batak justru sebaliknya
karna terlalu berani
sapai yang salah tetap di pertahankan

walaupun d kampus gw mayoritas orang sangir…
ttp org batak yg d takutin….

kl dia blang org batak braninya keroyokan,smuanya itu bohong!
ad jg sebaliknya!
gw ud ngalamin lngsung kq!

waah..kalo temen gue tony (si batak) tau cerita ini…bisa-bisa itu orang di saksang lalu di lumat-lumat .. he he

semua manusia (suku apapun dia dan jenis kelamin apapun dimuka bumi ini (termasuk bencong/banci) pasti memiliki rasa takut.

tapi rasa takut yang terdahsyat adalah… takut Pada ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa.

makanya….jangan kelamaan dikandang

thanx atas cerita di atas….

pengetahuan q mkin bertambah neh.hehehe..

tapi bang,,,napa orang batak udah menyebr kemana-mana tapi napa danau toba dan tempat wisata yang lainnya tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal???kan pastiny orang kita dah punya penglaman yng sangat berarti di daerah-daerah yang di tempati.napa kita gak bisa rawat tempat wisata di kampung kit asana???

tahun lalu aq ke kampung.dan aq mandi di DANAU TOBA.selesai mandi,,,badanq langsung gatal-gatal dan kulitnya jdi putih-putih gitu.padahal seingatq waktu kecil dulu selalau mandi disna tapi gk pernah kayak gitu itu artinya kan danau toba udah terkontaminasi.

kalau emang masa sekrang orang batak berani,,,ayo kita bangun kampung halaman kita.

seperti lagu TONGAM SIRAIT ‘TAPATURE MA HUTA TA’

Horas..3X
1. Dikatakan berani jika seseorang itu berhasil mengalahkan ketakutannya , Contohnya: Saya takut jalan dikegelapan malam, tapi dengan segala upaya / usaha, saya berjalan dikegelapan malam. ( memang mutlak keteguhan hati harus dibutuhkan, tekad, perhitungan, DLL. )

2. Jika melihat peryataan diatas bahwa orang batak Penakut ( pintar membunglon, pintar ambil hati, tukang gertak, diplomatis ) peryataaanya bertolak belakang. karena penakut itu artinnya seseorang yang tidak mampu bertindak untuk mengalahkan ketakutanya . Seperti contoh diatas ( orangnya tidak mau jalan di kegelapan malam dia Diam aja dan sembunyi ) Nah kalua masih bisa membunglon, diplomasi Menggertak tentu semua ini adalah strategi untuk mencapai tujuan.

3. Orang batak sekarang persis seperti Domba di tengah serigala oleh karena itu ” Marbisuk mahita ” Jangan jadi BATAK SIPANGGARON , Contohnya ada orang batak bangga jika disebut makan orang ( bahkan ngancam orang dengan kata KU MAKAN KAU, Bangga kalau logatnya dilebih-lebihkan DLL ) Padahal semuanya ini adalah pembunuhan karakter

4. Karakter orang batak yang tepat dan yang lebih baik adalah karakter Kristen sejati yakni memiliki karakter 9 buah roh, mencontoh tokoh dalam alkitab seperti Yusuf, Daud, Maikle DLL

5. Songoni majo naboi ni patariashon tu angka dongan ” HORASMA ” warm and best regards .

Horas untuk rekan semua yang baca, terima kasih untuk artikel diatas yang semuanya menarik.

Kalau ditanyakan benarkah orang Batak penakut, jawaban saya tentunya tidak. Orang batak itu aslinya pemberani dan tegas yang tentunya ini karena faktor keturunan ditambah lingkungan.

Coba kita ingat dalam pertemuan misalnya rapat di kelas, kemahasiswaan, kantor, kemasyarakatan, juga rapat keluarga, kita dapat melihat kalau kita orang Batak akan mempertahankan gagasan yang lebih benar dan berani, katakan akan paling akhir mempertahankan yang walaupun pada akhirnya nanti akan setuju karna suaranya lebih sedikit.

Saya ceritakan satu pengalaman yang menunjukkan kalau orang Batak itu pemberani.

Saya pernah merantau beberapa tahun lalu ke negeri seberang. Kami bekerja di salah satu warung yang cukup besar, kebetulan ada beberapa kawan yang kerja diantaranya kami ada 2 orang yang dari Tapanuli ada juga beberapa yang dari suku lain. kebetulan saat itu kami kerja shift malam katakanlah saat itu tengah malam lewat, sebenarnya warung sudah tutup tinggal bersih-bersih. Memang saat saat seperti ini sering terjadi rampok. Jadi lampu dibagian lobby/depan sudah dimatikan, temanku ini sedang ada disana dengan beberapa yang lainnya. Saat mereka kerja rupanya temannya yang lain ngagetin dia dari belakang. Saya kurang percaya dia fasih bahasa inggrisnya, tapi saat dia dikagetin yang dia ucapkan dengan sangat lantang sattabi hita sudena “B1 B2 KUHABISI KAU!”. Ini kan menunjukkan kalau kita orang Batak bukan penakut.

Salam

keberanian seseorang bukan dr berani bunuh/tidak setiap orang takut mati klo pikiranya lagi senang tapi kalo lgi stress jng coba2 tak peduli suku apa,mendingan sukses dr pikiran yg baik aja

what a suck topic…yang jelas yg buat topics ga pede.

Apa Khabar,
Saya razeman dari Kuala Lumpur, Malaysia ingin mengetahui lebih lanjut tentang kehidupan,kepercayaan dan lokasi dominan tempat tinggal orang batak di sumatera. perkara ini ingin saya ketahui adalah untuk tujuan studi saya di peringkat doktor falsafah, usm. saya mohon pihak tuan dapat respond dengan segera. saya sangat berhutang budi jika sekiranya pihak tuan dapat membantu saya.
terima kasih.

daripada hansrazman, malaysia

S

Sifat pemberani atau penakut orang Batak sangat bergantung pada konteks dan situasi apa yang dimaksud. Semua manusia punya rasa takut dan juga rasa berani, bergantung motifnya.
Yang pasti dalam konteks yang rasional rata-rata orang batak pemberani dalam mengambil tanggung jawab, punya integritas dan motivasi diri untuk selalu berhasil dalam tugas apapun. Buktinya sangat banyak baik dalam bidang pemerintahan, wira swasta hingga preman. Orang Batak memang selalu menggunakan nalar dan tidak mau mati konyol yang lebih identik dengan ketololan. Banyak figur orang Batak yang dikenal patriotis baik dalam medan perang maupun masa damai, rasa setia kawannya tinggi dan loyalitas pada tugas tidak diragukan. Tapi Orang Batak ngak mau dikibulin, dikadalin apalagi dijajah** no way man **
Tentu saja dari sekian banyak orang Batak ada yang memiliki sifat diluar rata-rata gen yang dimilikinya dan mereka tentu tidak bisa mewakili rata-rata karakter orang Batak umumnya.
Hingga saat ini saya masih yakin karakter dasar orang Batak akan mendorong mereka mampu unggul dalam persaingan antar ras baik di Indonesia maupun di dunia, ** lets go better **

@ rarazerazeman

encik yg berbudi- budi dan bersopan-sopan. encik ni amat elok jikalau bisa nanya-nanya para TKW di negeri encik. Tanya para budak-budak dan hamba belia yang jadi pembantu di negeri encik itu. Pelajari aja kehidupan mereka disana, cara pandangan hidup mereka. Mereka semua kan budak-budak yang asalnya dari Indonesia. Baik Batak atau suku lain kan tidak ada harganya di mata kelian ? Apa encik mau mempelajarin kaum Batak supaya bisa mengklaim Batak adalah suku bangsa kelian ? Kemarin pulau Sipadan sudah kelian ambil, lalu mau ngambil pulau Ambalat. Kemarin ketupat dan nasi tumpengpun mau diakui bangsamu berasal dari Malaysia, Manohara disiksa paduka raja kelian yg ganteng itu, para TKW dari Indonesia kelian sebut dgn Indon… jadi pelajarin aja sukumu itu ya encik ? Atau tanya aja si Mandailing yg menjadi warga negara kelian yg mengatakan Mandailing bukanlah Batak . Udah ya encik, capek aku merepet lihat bejatnya bangsamu itu . Capek deh….

Untuk Razeman di Malysia,

Mungkin dengan e-mail tulis saya pertanyaan Batak

guna disertasi falsafah anda.

Banyak info Batak, tetapi saya memberikan info berdasar kesimpulan membaca banyak dalam tatanan logika IT Ilmiahteknologi berkaitan keterangan sekular itu dengan yang sakral.

Salam
ND Hutabararat
ERopa

apa maksudnya bilang orang batak penakut????????????

melihat keberanian harus relativ tapi bisa juga dari track recordnya. Masalahnya adalah objetivitas tetap harus menjadi tujuan yang didapat…kalo jadi tentara Nasional Indonesia ya harus memberikan hasil nyata yang berguna seperti pembebasan sandera pembajakan di Don Muang….yang menjadi catatan sejarah TNI yang memiliki putra terbaiknya dari Batak. Jadi harus obyektif karena ini sangat sensitiv sifatnya…trims lae catatan anda.

melihat keberanian relativ tapi bisa juga dari track recordnya. Masalahnya adalah objetivitas tetap harus menjadi tujuan yang didapat…kalo jadi tentara Nasional Indonesia ya harus memberikan hasil nyata yang berguna seperti pembebasan sandera pembajakan di Don Muang….yang menjadi catatan sejarah TNI yang memiliki putra terbaiknya dari Batak. Jadi harus obyektif karena ini sangat sensitiv sifatnya…trims lae catatan anda.

jujur aja orang Batak ada yang pemberani ada juga yang penakut….hehehe…..

Sebetulnya banyak petunjuk nyata dari suatu suku untuk mengenali sifat dari suku tersebut.

1. Sejata Tradisonal: Senjata tradisonal suku batak adalah podang, yang bermata satu dan lurus. Itu pertanda bahwa bahwa suku batak itu tidak banyak neko2. Bukan sperti sejata tradisional suku lain (Rencong, clurit, keris). Anda lihat sendiri bagaimana sifat dari suku yang memakai senjata tradisional tersebut.

2. Lagu Tradisional: Kebanyakan lagu tradisional batak adalah andung2. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sebetulnya batak itu orangnya sensitif ataupun perasa. Dari luar memang kasar tapi coba dalami lagi hatinya. Bukan seperti sku lain yang luarnya lembut tapi dalamnya entah berantah.

3. Tarian Tradional: Tarian tradisonal suku batak tidak banyak pergerakannya terkadang hanya menggarakkan tagan dan jarinya aja. Itu pertanda bahwa batak itu tidk banyak tingkah.

orang batak penakut..????
kalau aku sendiri fine2 aja..
sekarang penakutnya dilihat dari mana….
lagian apa salahnya kalau kita jadi penakut..?
bagi saya penakut atau pemberani sama saja….
bisa saja kan takut berbuat dosa dan berani untuk berbuat baik atau sebaliknya….
yang penting kita sebagai orang batak harus menjaga moral itu yang terpenting…..

salom smuanya..
saya tertarik mengenail topik2 lae2/anda2 sxlian,..
Batak Penakut??
-bukan mslh Batak PENAKUT?itu bisa BENAR dan TIDAK tergantung dari sisi Orangnya..bukan karena dia Dari suku BATAK atau suku JAWA,BALI,SULAWESI.etc.
Saya bangga dilahirkan DISUKU BATAK.
tapi jgn sxli2 kita meninggikan suatu kehebatan atau hal apaun itu yang menonjol karena pepatah bilang TUPAI melompat SETINGGI-TINGI apaun pasti AKAN JATUH.
GAJAH saja bisa kalah sama semut!!
^_^ saya cuma numpang kasih saran saja.tidak untuk mengktrik,
maav yach klo ada kta2 say slah/menyinggung.
Horas.

hansrazman, malaysia,

sya memang berada di Malaysia
tapah perak
satu-satunya orang batak dengan minoritas yang tertindas di malaysia
memang orang batak itu berani
ttpi bukan berani berpaksikan terorisme
berani menegakkan kebenaran
ttpi ada juga KETAKUTAN buat saya di malaysia
kerana malaysia b ukan negara demokrasi malah negara demekrazy keperkaumanan

nak studi hal orang batak saya alu-alukan
tetapi studi minoritas malaysia juga menarik
saya sudi memberi sumbangan jika saudara mahu
hubungi/sms +6 0169757353 atau email rallnaz_04@yahoo.com
(cuma saya jarang mengakseskan internet kerana kesempitan hidup….hehe…..Horas semua batak

di negara-negara rantau asia (setahu saya) hanya malaysia sahaja yang masih mengamalkan corak politik demokrasi berpaksikan kaum/warna kulit ala apartheid peninggalan Afrika Selatan. maka itu jika orang indon yang merasa kelat dengan panggilan itu hanya disebut oleh satu kaum saja, kaum-kaum lain di malaysia masih menyebut INDONESIA…….
kaum-kaum lain tidak terlalu ETHNOSENTRISME
HORASSS….

shalom,
posting yang berani buat dipublikasikan ditengah cauvinisme yang masih kental di kepala kita-kita ya.
saluuut…-

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 454,239 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: