batak itu keren

Berita Yang Menyesatkan di Situs Suratkabar SIB

Posted on: 15 Juli, 2008

Seandainya si wartawan melakukan check and recheck, dia akan tahu bahwa Consolatio hanya menempati urutan ke-6 dari 20 peserta dalam kategori Mixed Youth Choir; dengan nilai 84, 88. Juara kategori ini adalah Okazaka High School dari Jepang, dengan nilai 93, 25.

Oleh : Raja Huta

SIAPA saja yang terlanjur membaca berita suratkabar Sinar Indonesia Baru (SIB), yang aku kutip di bawah ini, pasti akan ikut-ikutan membanggakan sebuah prestasi “palsu”. Dan boleh jadi, berita menyesatkan ini akan menyebar dari mulut ke mulut. Lalu, jika tidak ada ralat dari pihak yang diberitakan atau yang memberitakan, informasi yang salah itu akan dianggap benar untuk selamanya.

Informasi yang kumaksud mengenai prestasi Consolatio-USU dari Medan, dalam The 5th World Choir Games di Graz, Austria, beberapa hari lalu. Suratkabar SIB memberitakan, Consolatio berhasil merebut gelar juara dunia di dua kategori, dalam lomba paduan suara paling bergengsi di dunia itu. Apakah ini hoax atau berita bohong ?

Faktanya : paduan suara asal Medan itu, yang tampil di Graz dengan nama lengkap Consolatio of Universitas Sumatera Utara, memang berhasil memenangkan medali emas di dua kategori, yaitu Mixed Youth Choir, dan Musica Sacra. Tapi bukan berarti Consolatio menjadi juara dunia.

Kalau di dunia olahraga, memang bisa dipastikan, pemenang medali emas otomatis jadi juara. Inilah pegangan wartawan SIB ketika menulis berita yang menyesatkan itu. Begitu tahu Consolatio memenangkan dua medali emas, si wartawan langsung menarik kesimpulan sendiri bahwa itu sama dengan merebut gelar juara dunia. Benar-benar kesalahan fatal.

Seandainya si wartawan melakukan check and recheck, dia akan tahu bahwa Consolatio hanya menempati urutan ke-6 dari 20 peserta dalam kategori Mixed Youth Choir; dengan nilai 84, 88. Juara kategori ini adalah Okazaka High School dari Jepang, dengan nilai 93, 25.

Ada tujuh grup paduan suara yang memenangkan medali emas dalam kategori ini. Perak diraih i1 regu, sisanya kebagian perunggu. Artinya, semua peserta lomba ini kebagian medali, kecuali satu grup dari Inggris yang terkena diskualifikasi dalam kategori Youth Choirs of Equal Voices.

Sementara itu di nomor Musica Sacra, prestasi Consolatio memang lumayan bagus yaitu menempati urutan kedua dengan nilai 84, 50. Selain Consolatio, ada tiga grup lagi yang menggondol medali emas. Juaranya adalah Pro Cantu Youth Choir dari Afrika Selatan, dengan nilai 86, 88. Semua informasi ini aku dapat dari situs resmi The 5th World Choir Games

Mudah-mudahan saja tulisan ini dibaca oleh pihak SIB atau ada yang menyampaikan kepada mereka, supaya berita yang menyesatkan itu segera diralat. Bukan apa-apa, Consolatio paling cepat semingu lagi baru kembali ke Tanah Air. Kemungkinan besar jarak waktu yang terlalu lama itu, akan membuat SIB enggan untuk meralatnya. Kasihan Consolatio nantinya, bisa dianggap sengaja mendiamkan kabar bohong, lantaran “menguntungkan” mereka.

Berikut ini kutipan lengkap berita  Sinar Indonesia Baru yang menyesatkan itu :

Paduan Suara Consolatio Medan Juara Dunia di Austria, Raih 2 Gold Medal

Graz, Austria (SIB)

Paduan Suara (PS) Consolatio dari Medan, Indonesia juara dunia di The 5th World Choir Games di Graz, Austria. Dua kategori yang diikuti, dua-duanya menghasilkan gold medal. Minggu (13/7) dewan juri mengumumkan hal tersebut namun penganugerahan kemenangan, masih diagendakan menyusul penutupan kegiatan dua tahunan tersebut.

Mantan dirigen PS Consolatio Binahar Hutapea SH SpN yang ikut bersama rombongan, Minggu malam memberitahukan, kali ini PS Consolatio ikut pada dua kategori yakni Musica Sacra dan Mixed Youth Choir. Binahar Hutapea yang kini sebagai notaris di Dairi itu mengatakan, persiapan PS Consolatio di kejuaraan dunia kali ini benar-benar spartan.

Misalnya, begitu sampai di Austria dan mondok langsung latihan delapan jam sehari. Latihan langsung diamati guru besar musik dunia seperti Dr William Locke dan Prof Andre DeQuadros dari Amerika Serikat dan diarahkan pakar musik gereja Daud Kosasih dari Medan yang kini  sedang berada di Austria.

PS Consolatio berlaga di kategori Mixed Youth Choir pada pukul 15.15 waktu setempat atau pukul 22.15 WIB pada Sabtu (12/7) dan untuk kategori Musica Sacra pada Minggu. “Kami sujud syukur dan berterima kasih atas semua doa, dukungan materil dan sampaikan salam hormat kami pada Pak GM, ya,” tambah konduktor PS Consolatio untuk kategori Mixed Youth Choir Makarios Karosekali. “Tuhan mendengar doa kita bersama,” ujar pria baby face yang familiar tersebut.

Dikonduktori Makarios Karosekali, PS Consolatio membawakan lagu Lux Arterna, disusul I Thank You God for Most this Amazing Day serta Pentatonic Halleluyah diklimaksi Kalinda.

Berlomba di kategori Musica Sacra dengan konduktor Jhon R Sinaga membawa lagu Miserere Nestri disusul Hear My Prayer O Lord dan Sehaffe on Mr Gott diklimaksi Hosana Inexcelsis.

Prestasi tahun ini melebihi pencapaian dua tahun lalu di mana saat ikut di The 4th World Choir Games di Xiamen, China pada 2006, PS Consolatio meraih juara dunia untuk kategori Musica Sacra dan satu perak untuk kategori Male Choir.

=================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

47 Tanggapan to "Berita Yang Menyesatkan di Situs Suratkabar SIB"

saya bangga ama paduan suaranya, wartawan nya.. mmm.. aahhh..

Perlu dijelaskan lagi kepada publik, mungkin bisa dengan berita susulan dengan penjelasan yang lebih mudah dimengerti. Saya juga bangga atas prestasi paduan suara Consolatio, semoga bertahan dan suatu saat dapat diteruskan para penggantinya.

wahhh terobosan baru nih mas :D

Njuah njuah banta karina

Bang Raja,
Wajar Suratkabar SIB melakukan kesalahan reportase karen tidak mengetahui sistem penilaian yang dilakukan oleh musica mundi, kejadian serupa pernah terjadi diharian lokal kotaku di Manado waktu PS Gema Sangkakala meraih gold medal, pers setempat langsung memberi tajuk pada halaman depan PS Gema Sangkakala Juara Dunia di Bremen, sejak itu harian lokal di kotaku mulai belajar, tahun ini juga di Graz ada tiga PS dari Manado yang mendapatkan Gold di kategory Gospel spiritual, Music Religion & Male Choir. Lucunya sampai saat ini tidak ada pemberitaan tentang itu di harian lokal manado. he,..he,….! anyway check and recheck dalam dunia pers memang menjadi keharusan, selamat buat PS Consolatio yang berhasil meraih prestasi, tetap semangat bernyanyi untuk kemuliaan Tuhan Yesus. Horas!

kenalan saya memplesetkan SIB sebagai sumber informasi bohong.hi..hi..hi..

setuju ama mba ulan….
bangga ama paduan suaranya,,,,

boeat wartawannya,,,,

hmmmmmmm,,,ati2 aja deh,,,sekarang banyak pembaca yang lebih pinter,,,jadi jangan coba2 “bodohin” pembaca…..

boeat anak kok coba2….

dimana bisa dilihat video paduan suara ini lae..??
mauliate

kok bisa ya…mungkin sakin semangatnya kali bang tuh wartawan

wahhhh terobosan baru di dunia tarik suara tuh mas

komentar bang raja baik. tapi aku sih gembira pada hasil dari paduan suaranya di kelas dunia. yang jelas maju terus PS Usu. Gbu

Horas,

para Pembaca
Pernah kah kalian membaca Koran yang terkenal di Sumatera Utara (3 Huruf) yang beritanya hanya memuat Pergerakan yang akhir-akhir ini bagus-bagus saja dari si Mr. TLT ?!

Sementara berita dari Calon Bupati lainnya dan Fraksi-Fraksi Partai lainnya tidak dimuat ?!
Dasaran Pers apa ini?! Kampungan….

Sejak Kapan contohnya Partai PIB memberikan dukungan kepada calon ToBa.
coba lihat kalian isi Koran Harin Sumut (3 huruf) pd tgl 04/08/2008.

Yang ternyata kalau kita lihat kenyataan aslinya adalah berbunyi:
——–
Dewan Pimpinan Nasional Partai PIB, menetapkan Ir Sanggam Hutapea MM menjadi calon Bupati Taput periode 2009-2014. Penetapan Ir Sanggam Hutapea MM sebagai calon Bupati Taput tertuang dalam surat keputusan No.057/VII/SK-Partai PIB/2008/DPN tentang penetapan calon bupati Kabupaten Tapanuli Utara tertanggal 18 Juli 2008 yang ditandatangani Ketua DPN Partai PIB DR Kartini Sjahrir, wakil Sekjen Drs Fachzenil dan Drs Alex Messakh selaku koordinator tim Pilkada.
———

Lihat di dalam situs perusahaan Kami
Sponsor dana yang kami berikan untuk Partai PIB
dalam Pencalonan Ir. sanggam Hutapea MM untuk menjadi Balon Bupati tgl 27.10.2008 mendatang di Kota Tarutung

http://www.hutabarat-consulting.webs.com/apps/photos/album.jsp?albumID=1815841

Harapan Kami, semoga Rakyat Taput tidak buta dengan Penipuan Pers selama ini, seperti halnya yang dikutip oleh Harian (3 Huruf) …
ya, …mungkin saja pemilik Koran ini, martondong dengan Mr. TLT

Tidaklah diherankan bahwa Masyarakat di Taput sangat suka membaca Harian umum Koran si (3 huruf) ini hanya karena ini yang beredar dan dominan di Taput

Jadi Pengetahuan diumpamakan seperti Katak dalam tempurung dengan hanya membaca isi harian (3 Huruf) ini (*red-maaf*), yang isinya tentang keindahan dari Prilaku Mr. TLT juga membuahkan banyak pendukung untuk calon ToBa pada Pilkada 2008 ini.

Jadi Para pembaca yang terhormat,
khususnya yang di Tapanuli Utara sebelum memutuskan Calon Wakil Rakyatmu dalam Pemilihan Pilkada nanti tidak ada salahnya mencari Informasi dari Media lainnya, Teman, dll demi kesuksesan kalian sendiri dan kesejahteraan Hidup dimasa mendatang

Mauliate

Horas ma,

HCS Groups International
Hutabarat Consulting & Services

1. Aku sangat setuju bahwa kita harus kritis terhadap pemberitaan di media masa. Penilaianku pribadi terhadap beberapa media: kebebasan pers yang over limit, provokasi menjurus negatif, liputan yang tidak lengkap dan tidak tuntas, orientasi iklan.

2. Tentang World Choir Games 5th (silahkan kunjungi web nya):
awalnya aku dapat info dari sebuah milis yang menyatakan PS Consolatio menjadi juara dunia seperti kutipan di atas. Beberapa hari kemudian di MetroTV ditayangkan ulasan tentang Elfa’s Singer yang menjadi juara dunia dalam kompetisi ini (untuk Popular Choral Music – open category dan Jazz – open category). Demi mencari informasi yang benar, aku langsung ke alamat web kompetisi ini. Nah, baru ketahuanlah bahwa dalam kompetisi ini banyak kategori yang dipertandingkan. PS Consolatio mendapat emas di 2 kategori, urutan 6 dan 2. Ketahuan pula, ternyata peserta dari Indonesia banyak juga: 29! Negara peserta ada 39. Sayangnya MetroTV hanya meliput Elfa’s Singer. Tampak di TV, saat personil Elfa’s maju ke podium, teriakan “(E)INDONESIA, (E)INDONESIA, (E)INDONESIA”, menggema kencang sekali seperti suasana kejuaraan Uber-Thomas Cup.

3. Aku pikir semua peserta dari Indonesia perlu diliput pada ajang internasional seperti ini. Total Indonesia mendapat 14 Medali. Selamat bagi semua peserta dari Indonesia bisa tampil dalam kompetisi dunia, tetap semangat untuk kompetisi berikutnya. Terima kasih untuk TobaDream sebagai tempat bertukar informasi.

Salam,

Depay

nagk nyambung si hutabarat konsultan ini…
malah memburuk-burukkan calon bupati…
tusada an ma ho.
Klo si sanggam yg menang..yah menang lah..itu..
yah klo kalah..yah kalah lah dulu

wah,seru ya komentar2nya…..
sebenarnya kesalah pahaman terjadi disini.benar adanya kalau PS Consolatio juara dunia, benar pula apa yg dikatakan oleh raja huta.
menanggapi berita di koran SIB,hal wajar jika surat kabar mengatkan hal demikian,karena memang bahasa iklan memang harus seperti itu.agar koran yang dijual laku..
benar pula yang di katakan oleh raja huta,karena memang PS Consolatio tidak juara dunia,melainkan peringkt 6 & 2.
sebenarnya hanya permasalahan di bahasa saja yang menjadi kendala,seharusnya kata “JUARA” diganti menjadi “TERBAIK”
jika demikian bahasa yang dipakai oleh harian SIB,mkin tidak terjadi kesalah pahaman.krn kita tau bahwa masih bnyk orang awam yang tidak mengerti/tau cara mencari informasi yang sebenarnya.
jd yang orang banyak harapkan adalah,penjelasan mengenai prestasi yang di raih oleh PS Consolatio ke publik,sehingga orang banyak tidak salah menilai..
tp yang menjadi catatan adlah bahwa PS Consolatio,telah menorehkan prestasi yang luar biasa di bidang tarik suara.
semoga kita orang awam dapat mengerti & lebih menghargai apa yang telah dicapai oleh PS Consolatio
tetap semangat buat PS Consolatio, & buat abang kita Bang Raja Huta,tetap selalu kritis,sehingga membuat orang lebih maju….
HORAS….HORAS…..HORAS…

horas buat anak2 usu. Semonga tetap berkarya dan jangan lupa kampung halaman setelah berhasil.

YTH. RaJa Huta

Komentar anda mengenai hasil yang diraih PS Consolati USU begitu sinis, kalau saya sih ikut bangga aja atas prestasi mereka. Khusus mengenai pemberitaan koran lokal yang anda sebut koran ‘tiga huruf’ memang sering tidak akurat dan cenderung tidak objektif. Contohnya mengenai pemberitaan mengenai Bupati Tapteng sekarang ini. Terima kasih.

Horas…Horas…..horas
Selamat buat PS consolatio USU atas keberhasilannya di pentas International…..sekali lagi Selamat….!
Memanglah orang Medan Suaranya “o.k buangeet”
Dan utk Bang Wartawan selamat juga dan terimakasih.Walaupun kesalahan itu ada.
Saran dr kami pembaca setia koran SIB, dari dulu hingga sekarang kesalahan itu selalu ada “berbelit2 beritanya”dan yg terbaru ada kesan “berita bohong” kata lae Hutabarat.
Tak apalah Bang dikoreksi “sazza” itu kesalahan.
Mauliate ma,Horass

@ jona sitepu

Sebaiknya Anda baca lagi artikel di atas dengan cermat, dan kalau boleh aku sarankan : usahakanlah selalu bersikap obyektif dan fair. Jangan menyerang seorang penulis jika apa yang ditulisnya benar, meski terasa tidak menyenangkan buat Anda.

Komentar Anda mengandung kesalahan yang fatal karena Anda menuduh aku berkomentar sinis mengenai keberhasilan PS Consolatio USU. Faktanya : dalam tulisan di atas aku tidak berkomentar sama sekali mengenai PS Consolatio USU. Yang aku komentari dan aku koreksi adalah berita SIB mengenai hasil yang dicapai oleh PS Consolatio pada The 5th World Choir Games di Austria.

Mungkin Anda berharap agar aku memuji-muji PS Consolatio USU, dan Anda menjadi kecewa karena aku tidak melakukannya. Maaf, bukannya aku tak bersedia memuji, tapi aku tidak melakukannya karena tak mengenal paduan suara itu.

Jika Anda punya bahan-bahan yang akurat mengenai perkembagan paduan suara itu, dan alangkah baiknya jika disertai “peta” paduan suara se-Indonesia, akan kupertimbangkan menulisnya jika aku sendiri sudah mengerti. Kalau tidak, silakan Anda tulis sendiri, nantinya akan aku periksa akurasi dan obyektivitasnya, dan akan kutampilkan di blog ini jika memenuhi dua syarat minimum tersebut.

Akhir kata, perlu aku tegaskan, aku buta sama sekali mengenai PS Consolatio USU; maka dengan sendirinya aku tidak punya penilaian suka atau tidak suka terhadap paduan suara itu. Anda paham sekarang ?

Horas

Raja Huta

SIB (Semua Itu Bohong)

Kejadian di atas sebagai pembelajaran.

Di Dairi pun, wartawan Sib (HS) sering ketinggalan berita. Kadang berita yang suidah lewat satu minggu dinaikkan pula. Khan malu kita pembaca Sib.

Sudah naik di koran lain, satu minggu lagi baru naik. Macam koran mingguan jadinya.

Kurang gaul pula itu!!!!!…..

Nggak independen lagi wartawannya…!!!!.

horas,,,buat komentator2 kita. acungan jempol buat PS Consolatio USU. Untuk SIB,,,ya gitu deh,,!!
Untuk PS Unimed,,kapan nih ikut unjuk gigi. kok cuman ikut pesperawi doang??? blum juara pula. Bravo

horas ma di hita saluhutna…

saya punya teman mantan personil PS Consolatio,jujur saya bangga terhadap mereka…
hidup PS Consolatio..
semoga di kejuaraan internasional berikutnya tidak hanya mendapat medali emas pada kategori 2&6, tetapi juga mendapat medali emas pada semua kategori.
tetap Semangat PS Consolatio..

Salam Buat anak NHKBP Pagaran Nauli Medan.
GBU

Horas!!!!!!!!!!

Seru juga kamentator2 kita ini,
yang jelas saya bangga dengan prestasi putra/i Medan dengan tampilnya PS Consolatio.
koran SIB juga salah satu produk anak medan,tetap eksis dengan liputan-liputan yang akurat terpercaya dan berimbang.
Para komentator sukses,teruskan perjuangan,Merdeka.

Horas ma dihita ,mauliate.

Saya menilai koran 3 huruf itu (bukan TBC) disimpulkan dalam kata : unik.

Unik karena stiap hari menulis tentang kehebatan pemiliknya dan orang2 di sekitarnya. Tapi aneh bin ajaib, orang masih saja mau membacanya.

Unik karena beritanya sangat tidak berimbang, tapi sekali lagi banyak orang membaca dan mempercayainya.

Unik, karena biasanya koran yang berbau ‘sektarian’ tidak berumur panjang, ternyata sampe sekarang masih eksis dan banyak di baca orang.

Saya sangat bangga dan senang dengan berita mengenai prestasi yang diraih dan dicapai oleh PS. (Paduan Suara ) Consolatio USU , walau bagaimanapun .
Masih ber – Untung ada Wartawan yang mem – blow-up ( memberitakan prestasi dunia dari PS.Consolatio USU tersebut . Pastinya memang merebut 2 ( dua ) medali emas .
Setiap prestasi dalam hal yang positif dan berguna wajib kita syukuri dan banggakan . Apalagi ini PRESTASI kelas DUNIA .

Terima kasih sebelum dan sesudahnya .

YAH SUDAH LAE NAMA JUGA MANUSIA BISA SALAH YANG PENTING UNTUK MEMAJUKAN ORANG BATAK. MASA KITA ORANG BATAK MENJELEK-JELEKAN ORANG BATAK MENDINGAN TIDAK USAH MENGAKU ORANG BATAK. MAAF KRITIK INI KERAS

@ Batak world Community.

Hebat kali nick name-mu kawan.! tapi komen-mu NOL BESAR.
Dimana logika anda,? artikel ringan seperti ini saja tidak bisa anda mengerti. Aku sarankan anda utk membaca ulang artikel ini,sesudah anda baca ulang saya mau tanya,

1. siapa orang batak yg dijelek-jelekkan itu,?
2. dimana ada statemen yg menunjukkan ada itikad utk menghambat kemajuan bangso batak,?

Terakhir,maaf klo anda saya nilai sbg orang tidak punya prinsip. SALAH tetap SALAH,tidak bisa ditawar hanya karena satu suku,marga atau apalah.

tenang…..tenang….jgn saling menjelekkan sesama org batak>>malu kita. nanti betul yg dikatakan orang orang bhw orang batak itu sukanya berantam/berkelahi. Mari kita berdoa kpdNya spy orang batak itu tambah maju dimanapun berada. Amin.

ya Bapa Ampunilah mereka-mereka ini…sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Amin.

sudah, lah bang !

biasa laitu namanya juga kesilapan, tapi teringat aku, orang kita memang juara terusss.

termasuk korupsi. Jangan salah bang dan perlu dibanggakan , kita kalau soal korupsi memang diakui,

terhebat di dunia, itu tandanya kita negara kaya. sudah di curi sama maling dari tingkat pusat sampai tingkat desa. masih saja kita bisa bagi – bagi duit, BLT. Bantuan Langsung jadi TAIK.

inilah malas aku kasih komen, aku idelis bang, jadi gampang kalai ngelantur.

maaf la bang yaa..aa.

Menarik membaca artikel ini termasuk tanggapan yang masuk. artikel ini memang sudah lama dilansir yaitu pada 15 juli 2008 tapi cukup mengusik untuk terlibat didalamnya. Soal kualitas penyiaran wartawan SIB sudah banyak dikomentari rekan-rekan juga soal kredibilitas koran SIB dimata pembaca yang lebih terpelajar.
Saya justru ingin mengomentari Lembaga USU sendiri yang miskin prestasi akademis dan pamornya yang merosot tajam dilingkungan elit perguruan tinggi Indonesia beberapa dekade ini. Prestasi ekstra kurikuler boleh saja tapi bisnis intinya jangan kedodoran dong. Dulu jaman saya SMP saya dengar SUMUT banyak mengekspor dosen-dosen ke Malaysia dan Singapura dan banyak mahasiswa Asia belajar di USU tapi dua puluh tahun belakangan ini prestasinya sangat memilukan. Di perusahaan saya ( perusahaan baja terkemuka di Asia tenggara ) lulusan USU yang diterima hanya lulusan tahun 80 an kebawah. Diatas angkatan ini hampir tidak satupun yang mampu lulus test akademis. Penyebabnya menurut saya adalah degradasi kualitas belajar-mengajar disana yang dialami oleh adik kandung saya sendiri sehingga perlu di self improve. Dia menceritakan praktek=praktek main uang/sogok yang menyebabkan mahasiswa malas belajar karena kurang berarti mendukung sukses akademis. Orang yang tidak menguasai materi ujian tapi main uang malah diluluskan sedangkan mahasiswa yang sejatinya lulus diperangkap her agar lapor dan setor uang ke dosennya. Hal ini menyebabkan timbulnya rasa frustasi bagi mahasiswa yang mengandalkan otak dan kerja keras serta membuai anak orang kaya untuk tidak belajar karena bisa lulus tanpa perlu belajar. Proses belajar mengajar yang salah ini pasti membuat USU terperosok kelembah kenistaan dan terbukti lulusannya sulit bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya di pulau Jawa. Kualitas calon mahasiswa di SUMUT cukup menjanjikan tetapi lembaga pendidikan yang rusak ini mengakibatkan lulusannya”under perform”.
Pertanyaannya : siapa yang bertanggung jawab atas kondisi ini ? Kita berharap ada point of return untuk merajut kembali prestasi akademis USU melalui perbaikan sistem internalnya sehingga bisa menunjukkan eksistensi dan kemajuannya dimasa yang akan datang. Horas jala gabe.

tertarik baca artikel ni termasuk responnya,
tapi kalau bisa kita saling menjaga jangan sampai kita berkelahi,
soal beda pendapat itu soal biasa
kita harus saling membangun,bagaimana caranya agar bangsa batak lebih maju,kita harus ingat kalau bukan kita yang bangun siapa lagi?????
dan kita harus saling mendukung selagi yang kita dukung tu berjalan di jalan yang benar
Horas …….

mau maju? kritik terusssss……
harus! tidak bisa maju tanpa kritik, bahkan ada yang maju karena dijelek-jelekkan.
prestasi paduan suara yesss.
koran sib? tunggu dulu, belajar dulu ya

soal koran SIB, pada awalnya saat baru tahu baca-tulis aku sangat gemar membacanya karena koran itu langganan orang tuaku.
tapi lama-lama aku bosan juga, karena hampir tiap hari ada berita tentang pemiliknya yang terkesan “membesar-besarkan” dirinya sendiri.
sikap fanatis terkadang membuat orang sulit membedakan kebenaran dan kesalahan dari sesuatu yang digemarinya (dianut, disukai secara fanatis). sikap ini pula-lah yang membuat sulit menggeser koran SIB dari tangan Halak Batak, sama sulitnya menggeser koran Analisa dari tangan orang Tionghoa.
Tapi, semakin lama kutelusuri, ternyata koran ini punya andil besar terhadap munculnya konflik-konflik yang ada di Tano Batak dan komunitas Halak Batak (tapi tak bisa dipungkiri juga punya andil terhadap kemajuan Tano Batak meskipun tersamar).
Kucoba merunut berbagai kejadian, ternyata pemilik koran SIB ini pun mencoba membentuk pola pikir dan merubah “haluan” Halak Batak dari apa yang ada sebelumnya ke arah “yang diinginkannya”. Bahkan, demi ambisi bisnisnya, pemilik SIB tak segan-segan menyerang orang/komunitas lainnya dengan pemutar-balikan fakta, bahkan fitnah. beberapa kejadian yang sempat terekam memoryku tentang sepak terjang (pemilik) koran ini yang menurutku kurang elegan adalah;
-“menyerang” habis-habisan Universitas Dharma Agung (UDA) di era akhir 80-an hingga awal 90-an lewat pemberitaan yang terkesan “membabi-buta” untuk menjatuhkan kredibilitas universitas ini. Saya tafsirkan, tujuan penyerangan UDA ini adalah; di saat kredibilitas UDA jatuh, sang pemilik SIB berharap Halak Batak yang tak masuk PTN akan memilih untuk kuliah di Universitas Sisingamangaraja XII (USXII) yang notabene miliknya.
-Mendompleng keiinginan “penguasa” dalam pendirian PT Inti Indorayon Utama (PT IIU) yang berbuntut konflik di tubuh HKBP, koran SIB memblow-up secara berlebihan tentang konflik internal HKBP dalam pemberitan “tak berimbang”, yang membuat konflik tersebut menjadi semakin besar. Lagi-lagi, tujuan “penyerangan” HKBP ini adalah; agar institusi HKBP “goyang” dan secara tak langsung Universitas HKBP Nomensen (UHN) yang terkenal itu juga “turut” hancur kredibilitasnya. Nah, di saat kredibilitas UHN jatuh, sang pemilik SIB berharap Halak Batak yang tak masuk PTN akan memilih untuk kuliah di Universitas Sisingamangaraja XII (USXII) yang notabene miliknya. Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain. Orang-orang Batak yang “termakan” dengan pemberitaan SIB dan anaknya tak lulus ke PTN justru memilih Universitas Katolik Santo Thomas dan Universitas Methodist. Malah salah satu kampus USXII (kalau tidak salah yang berlokasi di dekat rumah dinas walikota) harus ditutup.
-dalam konflik berkepanjangan antara PT IIU –yang kemudian “berganti baju” menjadi PT Toba Pulp Lestari (PT TPL)– dengan penduduk Tobasa, khususnya Porsea, koran ini (bersama 2 koran cetakan Medan lainnya yang mengaku punya oplah terbesar di Sumut) sama sekali tak memberikan “pembelaan” (atau setidaknya pemberitaan yang berimbang) terhadap rakyat Porsea yang “sungguh-sungguh” tertindas.
-Lalu, dalam “proses” pendirian Provinsi Tapanuli (Protap), koran ini terlalu banyak mengakomodir “keinginan” sang pemiliknya, yang menginginkan agar Ibukota Protap di Siborong Borong, harapannya, agar kelak USXII yang ada di Siborong Borong menjadi satu-satunya universitas pilihan warga Tapanuli di Bonapasogit, setidaknya dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Dan ada rencana sang pemilik SIB bakal “membesarkan” salah seorang anaknya untuk dimajukan menjadi “calon Gubernur Protap”. Padahal jika mau jujur, ditinjau dari letaknya, maka Sibolga atau Pandan adalah pilihan Ibukota yang paling tepat.
-Tapi lagi-lagi Tuhan berkehendak lain. Yang sedikit berbeda, karena ulah (pemilik) koran SIB ini dan gagalnya pendirian Protap tahun 2009 membuat mayoritas Halak Batak yang mendukung Protap dan “sejalan” dengan koran SIB juga menjadi sangat kecewa.
-Untuk itu, saya berharap kepada (pemilik) koran SIB dan seluruh kru-nya agar segera “bertobat” dan merubah “paradigma kerja” anda. “Sebelum semuanya terlambat dan waktu anda berakhir”

sib BOLEH SAJA KEMBALI CEMERLANG DENGAN SYARAT: JADILAH HARIAN YANG INDEPENDEN, JANGAN JADI HARIAN KELUARGA, JANGAN JADI HARIAN SALAH SATU PTS, JANGAN HANYA MENGOPINIKAN PROTAP, OK????????????!!!!!!!

Kita beri saran dan didoakan aja deh Sib nya agar lbh baik dan sadar sbg media kebanggaan Sumut utamanya orang Batak krn selalu memuat berita pesta. Jangan saling menghujatlah saudaraku…Memang Sib itu sangat bangga kepada bosnya,dirinya,Batakna,Sumutnya,Indonesianya. Lanjutkan Sib,kritikan terima aja,jgn ngambeg. Ada yang bilang bertobatlah… ha3x…apa dia sdh bertobat????

sesat tidak sesat itu urusan belakangan bro….
itu pun dilihat dari kaca mata siapa…
kesalahan bisa dilakukan oleh sapa saja termasuk si raja huta kita ini…(sejak kapan pula dia diangkat jadi raja huta, ini yang lebih sesat dari kaca mata saya)
jadi yang terpenting adalah fakta bahwa memang Consolatio bisa banyak bicara di level dunia…
saya juga jadi agak ragu atas motivasi si raja huta terlalu meblowup berita ini seakan2 ada maksut terselubung…
udah lah friend urus sajalah tobadream mu itu…
sambil cari formula baru gimana buat saksang yang enak untuk dijual di tobatabo….
pisss…..

raja huta…??? kelaut aja….
masih banyak berita yang patut didiskusikan di wordpress ini. tapi sayang sekali dipakai hanya unt membahas berita tak bermakna ini…
lihat kemiskinan di tapanuli… bagaimana caranya mengatasinya githcu dong…
kalo yang dibahas diatas hanya menimbulkan perpecahan di generasi muda batak… berani kritik orang lain, maka Tobadream juga harus siapkan telinga dari kritikan…
btw menurut saya gelar raja huta tolong diganti deh… karna ga pernah ada pemilihan tuh….
raja huta ke laut aja….

pagodang hu gayam raja huta-huta……

MEMANG
1. Diakui sndirikalangan SIB banyak kekuaanagannya.
2. Karena sayakelahiran sbelum PD II, dan
2.1.edukatip pada diri dan lingkungan, maka
2.2.sejak belummasu SD sudah pikir memeliharanya
2.3.untukkelak kalau tioba masanya saya studi lengkap
2.4.menjawab pertanyaan saya uur 4 tahun, yaitu: (sistematik kini)
2.5.darimana vegetatip, animalia, hmany serta Tuhan sendiri ?
2.6.sudah saya jawab, turut kini usaha pencerah generasipenerus
2.7.dalam global
2.8.di interkontinental

3.Termasuk usaha makna tubuh usaha DR GMP
4.Filsafat Joh 17:21

NDH

MEMANG
1. Diakui sendiri kalangan SIB banyak kekurangannya.
2. Karena saya kelahiran sebelum PD II, dan
2.1.edukatip pada diri dan lingkungan, maka
2.2.sejak belum masuk SD sudah pikir memeliharanya
2.3.untuk kelak kalau tiba masanya saya studi lengkap
2.4.menjawab pertanyaan saya umur 4 tahun, (sistematik kini):
2.5.darimana vegetatip, animalia, humany serta Tuhan sendiri ?
2.6.sudah saya jawab, turut kini usaha pencerah generasipenerus
2.7.dalam global
2.8.di interkontinental

3.Termasuk usaha makna tumbuh usaha DR GMP
4.Filsafat Joh 17:21

SELAMA TIDAK ADA YG DIRUGIKAN, KENAPA HRS DIRIBUTKAN. YG PENTING CONSOLATIO MANTAP DAN BERPRESTASI. YG NULIS NGIRI KALI YA. SELAMAT BUAT CONSOLATIO

ngga salah mmg kl org batak bnyk yg sukses jd pengacara, kl soal berdebat semuanya jago.
filsafat org cina: cara terbaik memenangkan sebuah perdebatan adlh dgn menghindarinya. stlh bc threadnya, aku liat ada beberapa poin yg mgkn bs disimak (sambil santai aja lae):
1. pemberitaan di HS ttg prestasi Consolatio USU didasari oleh rasa bangga sebagai putra/i sumut (krn blm tentu semua anggota Consolatio org batak toh?), kalaupun ada kekeliruan menerima dan mengolah informasi dari sumbernya, itu bukan hny dilakukan oleh wartawan HS dan mmg tugas kita sbg pembaca untuk mengoreksi apbl ada berita ys tdk sesuai dgn keadaan sebenarnya (jd jgn lah terlalu cepat menyimpulkan bhw pembaca sudah “disesatkan”). bs sj kekeliruan itu tdk disengaja kan?
2. sikap curiga dapat menyebabkan akal sehat tdk berfungsi dgn baik, dan naluri tdk berjalan. si pembuat thread ini mgkn hny bermaksud meluruskan berita yg ada bukan utk “mendiskreditkan” siapa2, aplg mau “menganggap” rendah prestasi anak2 Consolatio.
3. orang batak mmg hebat dan itu sdh terbukti serta “diakui” dunia. ahli nuklir/atom pertama di Indonesia jebolan Rusia adlh org batak, jendral bnyk org batak, guru2 ilmu pasti/eksakta bnyk org batak, soal nyanyi org batak jg hebat, anda2 semua jg org2 hebat. tp dibalik “kehebatan” itu, cb kt ingat2, barapa bnyk org batak yg bisa sampai ke dan duduk di “puncak”? ngga bnyk bl dibandingkan dgn org dr suku lain diluar batak. kenapa begitu? cb anda sendiri yg merenungkan dan menyimpulkan.
4. sebagai ganti berdebat, yok kt saling dukung, koreksi yg salah dgn niat tulus, dukung yg benar dgn iklas, mudah2an kelak bnyk (ato lbh bnyk) lg org batak yg “menentukan” di negeri ini.
hormat saya buat saudara2 sy orang batak…horas.

Consulatio bagus punya lah.. Waltawan waltawan juga hebat hebatlah, ngapa kita libut sana sini tak tentu alah, plotap gak jdi pejuang melana, olang batak halus belsatulah, kalian bisa baca pelnyataan pak sihombing yang duduk di kulsi legislatip, mali kita loakan agar plotap bisa telujud, agal tulang, nambolu, amangula,oppung kita lapat sejahtela, hae…nya..

Horas, horas, horas.

Mari kita rapatkan barisan untuk mempersiapkan diri maju kedepan dengan saling mendukung, bukan saling tuding, bukan saling kritik. ketika anda menuding itu salah ini benar maka jarimu lebih banyak menuju ke arahmu…….maka berhati-hati……
Marilah kita berfikiran positif, memberikan nuansa dan aroma jauh maju kedepan…
Orang BATAK sangat dikenal sebagai “PEMIKIR” yang hebat dan handal serta terpuji……..
Jadi orang BATAK bukan PILIHAN tapi TUJUAN.
Syalom….

namanya juga sib..
diambil hanya kutipan saja
harap maklumlah dengan kwalitas wartawanya..
slamat untuk consolatio

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 445,744 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: