batak itu keren

Pakpak Bharat Terancam Rawan Pangan

Posted by: tobadreams on: 1 Juli, 2008

Kebahagiaan petani adalah saat melihat tanamannya tumbuh sumbur, kemudian berbuah melimpah. Namun kebalikannyalah yang kini dirasakan Rosma boru Berutu, penduduk Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Tanaman padi di sawahnya, seluas 6 rante, terlihat kerdil dan warna daunnya pucat; tidak hijau segar seperti biasanya.

Rosma, petani di Desa Tinada, Kecamatan Tinada, hanyalah satu dari ribuan petani di Pakpak Bharat yang terpaksa membiarkan tanaman padinya tanpa pemupukan. Sebagaimana dituturkannya kepada harian Sinar Indonesia Baru, hal itu terjadi lantaran mereka sulit mendapatkan pupuk di Pakpak Bharat.

Rosma menuturkan, lahan sawahnya seluas 6 rante biasanya membutuhkan 3 Zak pupuk Urea,KCL dan TSP dapat menghasilkan padi sekitar 70 Kaleng. Namun lantaran tidak mendapat pemupukan sama sekali, padinya tumbuh abnormal; kerdil dan kurus.

Ketiadaan pupuk telah menimbulkan gejolak besar, dan akan berbuntut masalah lain pasca musim panen tahun (2008). Kekuatiran itu diutarakan Kadis Pertanian Pakpak Bharat Mian Bancin kepada SIB, baru-baru ini.

Dikatakannya, sejak masa tanam padi, tidak ada pupuk sehingga tanaman petani kurang bagus. Hal itu menimbulkan kecemasan, krisis pupuk akan disusul dengan keadaan rawan pangan di Pakpak Bharat.

=====================================================================================

www.tobadreams.wordpress.com

1 Tanggapan ke "Pakpak Bharat Terancam Rawan Pangan"

Horas……….
syalooM

Horas ma di hita saluhutna
tarlumobi ma hudok tu angka
dongan2 niba na adong di Kota Tarutung ate
bo ado kabarmuNa Di san4
sehat2 do

Tinggalkan Balasan

tobadreams weblog

Robert Manurung's Facebook profile

Blog Stats

  • 155,494 hits

Arsip