batak itu keren

Warga Dairi Tolak Kehadiran Perusahaan Tambang Australia

Posted by: tobadreams on: 12 Juni, 2008

  • Ada kemungkinan dalam waktu dekat kepemilikan saham mayoritas Herald Resources Ltd akan berpindah tangan ke Grup Bakrie. Pengambil alihan itu dilakukan oleh Calipso Investment Pte.Ltd, anak perusahaan Bumi Resorces Tbk milik Aburizal Bakrie.
  • Berbeda dengan pernyataan para pengunjuk rasa, bahwa izin untuk PT.Dairi Prima Mineral belum keluar, pihak Herald Resources Ltd malah menyatakan sudah mendapat izin kontak karya untuk dua lokasi yaitu di kawasan Anjing Hitam, dan Lae Jehe.

PULUHAN warga yang menamakan diri Forum Peduli Aset Bangsa RI melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD dan Kantor Bupati Dairi, Senin (9/6) di Sidikalang. Mereka menentang rencana sebuah perusahaan Australia membuka proyek pertambangan di Dairi.

Dalam orasi mereka disebutkan, sebuah perusahaan Australia bernama Herald Resources Ltd saat ini menanam investasi berdasarkan sebuah kontrak karya untuk ijin penambangan di Dairi.

“Walaupun saat ini izinnya belum keluar, tapi PT Dairi Prima Mineral yang patungan dengan Herald Resources Ltd dan Aneka Tambang bakal merusak lingkungan,” ujar para pengunjuk rasa.

Karena itu, katanya, forum tersebut menyatakan protes atas penjualan kekayaan alam negeri kepada bangsa asing.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPRD Leonard S Samosir BA didampingi sejumlah anggota dewan antara lain Passiona Sihombing dan Robin Lingga yang menerima massa, mengatakan akan mengordinasikan tuntutan itu kepada instansi terkait. Usai berdialog dengan wakil rakyat, massa kemudian melanjutkan aksi di kantor bupati.

(Sumber : hariansib.online)

Catatan Raja Huta :

  • Ada kemungkinan dalam waktu dekat kepemilikan saham mayoritas Herald Resources Ltd akan berpindah tangan ke Grup Bakrie. Pengambil alihan itu dilakukan oleh Calipso Investment Pte.Ltd, anak perusahaan Bumi Resorces Tbk milik Aburizal Bakrie.
  • Berbeda dengan pernyataan para pengunjuk rasa, bahwa izin untuk PT.Dairi Prima Mineral belum keluar, pihak Herald Resources Ltd malah menyatakan sudah mendapat izin kontak karya untuk dua lokasi yaitu di kawasan Anjing Hitam, dan Lae Jehe.
  • Dalam kontak karya tersebut diatur pembagian saham Herald 80 % , PT Aneka Tambang 20 % . Sementara itu Pemerintah Republik Indonesia akan mendapat royalti 1-2 %, ditambah PPN 30 %.
  • Menurut keterangan Herald di situsnya www.herald.net.au, bahan tambang terbesar di dua lokasi itu adalah zinc, lead, perak, dan sedikit besi.
  • Herald sudah melakukan studi kelayakan di Anjing Hitam, April lalu.
  • Perusahaan ini merencanakan, material hasil tambang akan diangkut dengan truk ke Kuala Tanjung, di mana perusahaan itu akan membangun tempat penampungan berdekatan dengan lokasi industri aluminium PT Inalum.
  • Herald Resources Ltd tercatat di bursa Australian Securities Exchange (ASX) sejak tahun 1948.

=====================================================================================

www.tobadreams.wordpress.com

2 Tanggapan ke "Warga Dairi Tolak Kehadiran Perusahaan Tambang Australia"

Setiap perubahan menuju kemajuan pasti memakan korban. Sekarang tergantung kita, apa yang akan kita korbankan untuk perubahan itu dan bagaimana meminimalisir korban tersebut. jangan kita cuma melihat satu sisi saja yaitu dampak negatif dari penambangan itu, tapi mari kita lihat apa yang akan di sumbangkan oleh tambang itu bagi kemajuan DAIRI…Apa kita mau kabupaten kita yang sudah berdiri selama puluhan tahun itu tetap begitu-begitu saja? Apa kita sudah puas menjadi salah satu kabupaten tertua di Sumatera Utara sekaligus menjadi salah satu kabupaten yang terbelakang di Sumatera Utara???

Setiap perubahan menuju kemajuan pasti memakan korban. Sekarang tergantung kita, apa yang akan kita korbankan untuk perubahan itu dan bagaimana meminimalisir korban tersebut. jangan kita cuma melihat satu sisi saja yaitu dampak negatif dari penambangan itu, tapi mari kita lihat apa yang akan di sumbangkan oleh tambang itu bagi kemajuan DAIRI…Apa kita mau kabupaten kita yang sudah berdiri selama puluhan tahun itu tetap begitu-begitu saja? Apa kita sudah puas menjadi salah satu kabupaten tertua di Sumatera Utara sekaligus menjadi salah satu kabupaten yang terbelakang di Sumatera Utara???

Tinggalkan Balasan

tobadreams weblog

Robert Manurung's Facebook profile

Blog Stats

  • 153,115 hits

Arsip