Gambar yang pertama itu bisa diinterprestaikan sbg tipe orang Batak pada dasarnya. Kerja apa saja demi keluarga khususnya anak2nya. Pada gbr kedua itu isi doanya menggambarkan pekerjaan orang Batak umumnya, walaupun menurut saya mungkin kurang relevan untuk jaman sekarang khususnya orang Batak yg hidup di kota. 20 tahun lalu mungkin masih cocok; tapi saya gak tau apa memang masih banyak yang begitu sekarang ini? Hidup dari togel, renten uang dan potong B1? Pembuat kartunnya punya sense of humor juga…. anak anjingpun ikut berdoa takut dipotong ngkali ?! …hehehe….
Aduh Lae….Lussu nai poang…hahaha…gabe di panotnoti akka jolma au na mekkel so boi di tahan…hahahahaha
@Raja Huta..
Yang kutau.. lae Jephman itu mengerjakan karyanya disela-sela kesibukan mencari nafkah, nyolong2 waktu sikit (kala bos lagi tidak ronda) buat akses internet untuk upload gambar, mengerjakan sketch dalam bus pada perjalanannya menjumpai si buah hati di luar kota, mampir di warnet untuk moderasi comment, semuanya hanya karena kecintaan-nya sama habatakon.. padahal dulu, ia batak memble hehehe…
Salut liat perubahan positif pada dirinya..
@ Jepham (J. Simamora)
Teruskan Berkarya
dan Sukses
HORAS
Tidak hanya satir, tetapi juga cerdas! Dalem..
Saya merasa bangga dengan bermunculnya kaum yang membicarakan BONAPASOGIT(BANGSA Batak).
dengan mulai hal kecil seperti ini Bangsa Batak bisa bangkit dan bersuara, sehingga naninya akan berdiri sebuah forum legal berbadan hukum yang melindungi citra Batak.
Khusunya menanggapi, mengomentari, menyelidiki bahkan mengkritik pihak yang menyalahgunakan kebatakan, baik diumum khusunya di media media.
saya punya visi nantinya dalam hal apapun kebatakan tidak bisa sembarang copot khusunya pertelevisian indonesia dengan kita punya Badan resmi. ayo dukung…!
Selamat berkreasi.
maaf,baru mau gabung karna aq campuran batak/cina
Jepham ciayou
saya bener2 ketawa ter pingkal2 lihat gambar yan ke dua….bener2 gambar yang ke dua itu menggambarkan bahwa orang batak itu punya selera humor yg tingii.. MANTAP LAE kARTUN dan Ide-ide lucunya
horas …horas…horas
saya sedang melakukan penelitian tentang situasi perang batak sekitar 1877 sampai 1907, kajian saya lebih menitik beratkan kepada bentuk objek pada masa itu, tapi ada sesuatu yang selalu mengganjal hati saya, apakah benar wajah asli raja Sisingamangaraja XII itu seperti yang digambarkan pada uang Rp 1000, saya masih ragu.
Melalui beberapa literatur yang telah saya baca, baik tulisan DR. W.B Sidjabat, M.Said maupun Sitor Situmorang tidak ada satupun yang menggambarkan ciri raut muka maupun wajah raja Sisingamangaraja XII.
Yang sangat mengherankan bagi saya foto keluarganya dan beberapa panglima perang beliau justeru ada. nah sulita rasanya mempertanggung jawabkan secara ilmiah representasi raja Sisingamangaraja XII yang ada di Wikipedia maupun yang di Uang Rp 1000 tersebut. untuk itulah melalui forum ini saya mohon teman teman mau memberikan sumbang saran dan dokumen tekstual yang teman teman miliki atau bahkan dokumentasi visual yang pernah ada yang dapat memberikan dukungan terhadap proses visualisasi 3D yang lebih mendekati pahlawan kita tersebut, akhir kata saya ucapkan terima kasih pada teman teman ….
horas i hita sasudena
horas lae…horas ito,amang2,inang2 semuanya….BATAK KALI INI BLOG…kalau aku merantau nya di palu sulawesi tengah…hidup anak rantau…brrrangkat laaaay
Saya baca pemahaman anak bangsa terhadap orang batak seperti yg tercantum diatas. Seprti kata yg dikutip ” udah batak Kristen pula” saya pikir pandangan ini adalah salah, justru orang batak skrg sdh beda bahkan banyak kalangan mencari cari orang batak dipecayakan untuk memimpin instansi, organisasi, bahkan dalam menduduki kursi2 pentng dalan mengembangkan atau mengelola keprcayaan dalam pengembangan suatu perusahaan2 oleh yg bukan orang batak terutama di daerah ibu kota ini, karna menurut mereka orang batak itu adalah salah satu suku yg paling unik, beberapa keunikannya adalah berani, lantang/tegas, energik/semangat, pintar, transparan/terbuka alias bakbalkan, dan yg paling unik adalah orang batak dimana aja mampu bertahan hidup mulai dr sabang sampai merauke, mau di kota mana, propinsi mana aja yg bukan daerah asal orang batak ada ditemukan orang batak, orang batak untuk zaman sekarang ini sangat gampang untuk menemukan orang batak, ibarat kata orang batak itu seperti ” CICAK” nempel dimana aja tetap mampu memp
Salam kenal ito, tinggal dimana ya..
kegiatan dan aktifitas dibidang apa saja…
kelihatannya stetement itu persis Batak Tulen
….ini baru ok, tapi….tapi apa ya…..
nanti kita bahas
HORAS
horas lae…
luar biasa..itu kata yang bisa kuucapkan buat blog lae,,,
sungguh kita jad semua orang batak harus bangga dengan segala tradisi suku kita.terkadang memang masih ada diskriminasi suku dan agama terhadap orang batak,hal ini banyak saya temui didaerah jawa dan sumatra khususnya jambi..terkadang saya heran kenapa seh agama dijadikan hal untuk mendiskriminasikan suatu suku..kita berharap persatuan orang batak tetap terjaga walaupun terkadang diantara kita ada yang beda agama…
Horas Lae..
Salam Kenal dari Makassar
Blog yg Hebat
Pada umumnya orang yang tertekan dan punya beban berat yang dapat melihat dunia dan sekelilingnya dengan jernih. Hanya kesempatan untuk mengungkapkannya tidak semua orang mampu kecuali dengan goresan tangan yang menimbulkan bahan tertawa ataupun kepedihan bagi yang yang melihat dan membacanya.
saya mengagumi karya tersebut.
Horasss……..
wkwkwkw..gbr 1 tuh gambaran umum jadul. tp msh ada sampai sekarang.. demi kau dan si buah hati..inna di kode2 i..hape inanta i do na sibuki mangurus dakdanaki sambil mangula di balian. amang tahe akka ama2 on..udah capek di kode..pulang teler..manjalo aek las dope molo naing mandi..ba tamba ma attong tugas ni inanta i..wkwkwkw..
29 Mei, 2008 pada 12:20 pm
“Jarang sekali ditanggapi komentar yang masuk”
J : Sibuk lae
“dan sebagian dari tanggapannya yang terlalu sedikit itu terasa pedas sekali”
J : Kalau diperhatikan jawaban tidak pedas, tapi tegas, to the point tanpa embel-embel penghalusan padahal isinya pedas juga. Itupun untuk menanggapi komentar yang tidak ingin Batak-Kristen bersuara.
“hampir mendekati sinisme”
J : Satirisme lebih tepatnya. Sinisme menurut saya menganggap rendah padahal saya bangga jadi orang Batak. Satir, lebih kepada tertawa atas “keburukan” yang ada untuk mengkoreksi keadaan itu.
“namun sayang kurang berhasil divisualisasikan”
J : Benar. Saya lagi belajar
“tanpa penjelasan mengenai siapa pengelolanya dan kota domisilinya”
J : Mengelola blog yang kental SARA, saya pikir ada baiknya menyembunyikan identitas di negara yang banyak kambing liar ganas dan onta haus darah berkeliaran.
Terima kasih atas reviewnya. Masukan seperti ide2 bakal saya terima.
Mauliate,
J. Simamora