Posted by: tobadreams on: 16 April, 2008
Viky Sianipar & Justin “El Nino” Poree
Oleh : Raja Huta
Diam-diam, sebuah alat musik tradisional Batak–namanya hasapi, kini sedang “mengembara” sebagai duta budaya kita di Amerika Serikat. Instrumen akustik itu “ikut” bersama rombongan grup musik Ozomatli, yang baru merampungkan tur di Jakarta, Surabaya dan Palembang.
Hasapi itu merupakan souvenir paling berharga dari kunjungan mereka di Indonesia, selain penampilan bersama Slank yang sangat berkesan. Ozomatli, peraih Grammy Award untuk kategori Latin Rock pada 2005, tampil di Indonesia atas sponsor Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia. Pengusung genre musik latin rock, hip hop, reggae dan fussion ini cukup berhasil menggoyang penonton di Jakarta, Surabaya dan Palembang.
Hasapi yang “beruntung” menjadi memorablia Ozomatli itu adalah pemberian arranger Viky Sianipar. Ceritanya, ketika grup musik beranggotakan 9 orang ini mengunjungi markas Viky di TobaDream Café, Jakarta; dan kemudian mengajaknya jam session selama 2 jam; salah seorang personilnya, Justin “El Nino” Poree jatuh cinta pada hasapi yang dimainkan Viky.
Sebagai sesama pemusik Viky mengerti ketertarikan Justin, pemain gitar Ozomatli itu. Esok harinya, ketika Ozomatli manggung di kawasan bisnis Bellagio Atrium Complex, Jakarta, Viky menyerahkan hasapi tersebut sambil wanti-wanti mengenai cara perawatannya. Tanda persahabatan dari arranger yang sukses dengan album Indonesian Beauty ini diterima dengan terkejut bercampur senang.
Menurut Viky, hasapi yang diberikannya kepada personil Ozomatli itu adalah buatan pengrajin Samosir. Dia tidak tahu persis nama pembuatnya, tapi hanya menyebutkan pedagang souvenir bermarga Siallagan di Tuktuk, Samosir; tempat dia membeli alat musik tradisional itu. (www.tobadreams.wordpress.com)
Pemberian kecil ini saya yakin akan memberikan dampak positif di masa depan.
Bagus jg, biar belajar hasapi si Justin itu,,hehehehe dan musik tradisional Batak menjadi mendunia.
Waduh senang bacanya…dan naik kupingku. Soalnya saya Siallagan juga… Terimakasih Viky…
Semoga sukses..
Horasss… Bahh..
Bangga banget punya alat musik tradisional Batak HASAPI.
Maju terus musik Batak Tradisonal.
horasma tutuuuuuuuuu
piltik-piltik ni hasapi do tabo begeon, alai piltik-pilti ni hata hansit begeon
molo ndang porsea hamu sungkun hamu laenta Raja Huta
16 April, 2008 pada 8:49 pm
Bah … baguslah itu lae ku, supaya lebih banyak turis yang cari Hasapi ke Tuktuk.
Asalkan jangan sampai habis sampai dan tak ada lagi yang tinggal, nanti terbalik pula jadi kita yang harus pergi ke Amerika hanya untuk mencari Hasapi.
Contohna : Pustaha Laklak ( buku jaman dulu bersurat-batak ), capek aku mengalului di Internet barulah dapat foto-fotonya .
Horas
Anakni Raja