Posted by: tobadreams on: 1 Maret, 2008
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.
Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.
Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.
“Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.
“Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.
“Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “
Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.
“Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”
“Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.
Hutan lindung
Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.
Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.
Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.
“Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel. (Raja Huta)
Deforestation Indonesia
…
Saya tidak bisa ikut demo…jadi melalui web ini…saya ikut bersuara… “SELAMATKAN dan PERJUANGKAN”
Horas.
Tentang hal ini memang sudah saya beritahu kemaren acara Arisan dengan teman2 dan ketua punguan kami…mereka pun berkomentar dan terkejut…
Komentar mereka….ya…bunga apa itu sampai harus menebang 2250 ha…Gila lah itu..dll.
Saya katakan bila Ito2 keberatan tentang hal ini …Ito2 bisa langsung kirim surat ke Pemda bersangkutan.
Horas.
Horass…..
Memang Kami bukannya tidak pro aktif atas masalah ini, akan tetapi sudah sering kami membuat beberapa wacana mengenai penebangan hutan disamosir dan akibat yang ditimbulkannya serta beberapa komentar seperti ini di surat kabar lokal atau diberbagi media lokal lainnya akan tetapi tanggapan dari PEMKAB sana masih jauh dari harapan kami.
Dan juga beberapa teman Mahasiswa Yang mengikuti PPLT disana bercerita bahwa mereka sering melakukan gerakan menanam beberapa bibit pohon di beberapa kecamatan di pulau samosir, tele dan sekitarnnya bersama dengan masyarakat setempat.
Akan tetapi karena masih minimnya pengetahuan masyarakat kita yang tinggal disana maka bibit tanaman yang ditinggalkan tersebut tidak dipelihara oleh masyarakat setempat.
memang benar perkatan saudara, itu memang tugas kita bersama.
mauliate
Horass…..
Memang Kami bukannya tidak pro aktif atas masalah ini, akan tetapi sudah sering kami membuat beberapa wacana mengenai penebangan hutan disamosir dan akibat yang ditimbulkannya serta beberapa komentar seperti ini di surat kabar lokal atau diberbagi media lokal lainnya akan tetapi tanggapan dari PEMKAB sana masih jauh dari harapan kami.
Dan juga beberapa teman Mahasiswa Yang mengikuti PPLT disana bercerita bahwa mereka sering melakukan gerakan menanam beberapa bibit pohon di beberapa kecamatan di pulau samosir, tele dan sekitarnnya bersama dengan masyarakat setempat.
Akan tetapi karena masih minimnya pengetahuan masyarakat kita yang tinggal disana maka bibit tanaman yang ditinggalkan tersebut tidak dipelihara oleh masyarakat setempat.
memang benar perkatan saudara, itu memang tugas kita bersama.
mauliate
Saya sangat prihatin wacana itu telah jadi kenyataan. Betapa arogannya pemerintah setempat tidak mau dengar masukan orang lain. Saya setuju, panggil saja bupatinya itu… Kalau bisa, langsung saja pak Cornel Simbolon yang panggil.
Buat rekan-rekan komunitas Toba Dream, jangan putus asa. Teruskan perjuangan penanaman pohon di pulo Samosir yang sama-sama kita cintai itu…
Mungkin ada yang ingin mengetahui….Saya berani memberi informasi ini kepada teman sepunguan.(Sydney) bukan berdasarkan satu sumber…Informasi tersebut saya ketahui dari beberapa sumber…tanobatak.wordpress, ayomerdeka.wordpress, bataknews.wordpress, tobadreams.wordpress dan harian sib tertanggal
23-02-2008–Walhi Sumut: Hutan Samosir masih kritis.Tolak Inventasi Rusak Lingkungan dan Harian Sib tertanggal 26-02-2008–Investor akan bangun perkebunan Hortikultura dan Bunga di Kec.Harian Samosir. Dari beberapa informasi yang saya dapat …Saya mengambil kesimpulan berarti Pembabatan Tele itu adalah benar. Walaupun saya tidak harus mencari tahu ke Pemda Samosir. Karena itu saya ingin tahu berhati-hati bagaimana maksudnya. Horas.
teruskan perjuangan mu..eehh..mari kita teruskan menyelamatkan hutan samosir…ngomong-ngomong gimana caranya supaya saya ikut berpartisipasi…sekarang hanya bisa baca-baca blog kalian aja nya awak nih…
horas…
siapakah orang yang punya saw mill (gargaji hau, gargaji na balga i do dang singso) di tele ?
jawab sandiri ma ate !!!!!!!!
Sudah pasti, kalo hutan tele dibabat dan diganti dengan entah apa itu namanya, maka kita harus siap2 untuk kehilangan “jalan TELE” yang terkenal unik dan megagumkan, karena tanah longsor akan melenyapkannya. Oleh karena itu, pemda kab.Samosir, bepikirlah sebelum bertindak. Mintalah hikmat dari Tuhan, agar setiap kebijakanmu adalah yang terbaik dan untuk kebaikan semuanya. Horas!!!
Horas,
Memang payah pak Bupati Mangindar ini, pikirkan efek dan dampak penebangan hutan Tele itu, amang!.
Unang manolsoli di pudi ni ari.
mauliate.
Sangat perlu kita lihat sejarah tanah Batak……. supaya kita bisa melihat tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan, merintis, dan memajukan tanah batak. (disana ada Nomensen,Raja Sisingamangaraja, dll.
Karena merekalah kita bisa seperti sekarang ini….
Saudaruku orang-orang Batak, dengan berbagai displin ilmu yang kita miliki mari kita berlomba-lomba untuk membuat sejarah di tanah batak (Menciptakan tanah Batak menjadi pusat perhatian dunia)
Kita pasti bisa…………….
Mudah-2 han semakin banyak putra batak peduli dengan alam lingkungan SAMOSIR karna saya percaya, TUHAN memberikan tanah ini untuk kita jaga dan pelihara serta kita nikmati keindahannya Amen.
SELAMATKAN HUTAN SAMOSIR DARI TANGAN-TANGAN YANG HANYA MEMENTINGKAN UANG HASIL KAYU HARAM!!!!!!!!!!!!!!!!!
JANGAN BERKEDOK IJIN PEMBUKAAN AREAL PERKEBUNAN BUNGA TAPI, MALAH MEMBUAT GUNDUL SEPERTI PADANG PASIR YANG BANYAK HEWAN UNTA DAN ULAR BERBISA!!!!!!!!
APAKAH MAU LAMBANG SATAHI SAOLOAN BERUBAH MENJADI LAMBANG BERGAMBAR UNTA DAN ULAR BERBISA???????????????????
PIKIRKANLAH ITU WAHAI ORANG2 BATAK!!!!!!!!BAGAIMANA NASIB ANAK DAN CUCU ORANG BATAK KALAU HUTAN TELE MENJADI PADANG PASIR YANG BANYAK TERDAPAT UNTA DAN ULAR-ULAR BERBISA???????????????
Saya bingung dengan kebijaksanaan pemkab Samosir, yang memberikan ijin kepada investor luar untuk menebang pohon dan menggantinya dengan taman bunga, dengan iming-iming ekspor. Pada saat Presiden RI Bpk. SBY mencanangkan GERAKAN SEJUTA POHON, Bapak Bupati kita yang tercinta justru membuat GERAKAN MENEBANG SEJUTA POHON demi bunga ekspor. Inilah yang membuat saya bingung.
1 Maret, 2008 pada 9:58 pm
Horassss………..
Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian bapak-bapak sekalian yang masih memberikan perhatiannya kepada kampung halaman kita Samosir tercinta.
Kami selaku (MMAS) Mahasiswa Medan Asal Samosir ingin turut serta membantu serta ikut mensukseskannya.
Mungkin bukan Bupati saja yang perlu diminta pertanggung jawabannya ” yang NB adalah mantan kepala kehutanan di wilayah samosir” akan tetapi beberapa pihak dibalik hilangnya 75% hutan di samosir yaitu para illegal logging yang bekerja sama dengan PEMKAB setempat.
Bukankah Samosir telah berubah dari Pulau surga wisata menjadi Pulau yang gersang…….