batak itu keren

Tongam Sirait, Preman Yang Religius

Posted on: 21 November, 2007

Dunia memang sudah terbalik-balik. Ketika sesama pendeta HKBP masih terus berkelahi rebutan jubah dan altar, sebagian bahkan sudah bertindak seperti preman, tiba-tiba muncul seorang preman asli lalu “berkotbah” mengenai kasih, persatuan dan kepedulian.

Siboan dame do ompunta si Nommensen, dipodahon tu hita haulion. Siboan dame do ompunta si Nommensen, tapaturema tongtong parrohaonta i.” Inilah salah satu petikan “kotbah” preman tersebut.

Terjemahan bebasnya : Nommensen itu pembawa damai. Dia mengajarkan kebaikan kepada suku batak. Karena itu marilah perbaiki sikap dan perilaku kita.

Sungguh mengejutkan, bahwa pesan itu disampaikan oleh seorang preman, yang umumnya tak peduli kegelisahan batin masyarakat di sekelilingnya. Lebih dari itu, preman yang satu ini cukup jenius dan cerdik. Dia mampu merekam jeritan batin mayoritas yang bungkam (silent majority) di kalangan warga HKBP, sekaligus mengimbau para pendeta HKBP untuk introspeksi, tanpa secara langsung mengatakannya. Dia hanya mengingatkan dedikasi dan pengorbanan Nommensen yang luar biasa, bagi masyarakat Batak.

“Kotbah” preman tersebut disampaikan lewat lagu ballada, judulnya Nommensen, yang dia ciptakan dan nyanyikan sendiri. Secara lirik maupun musikal, refrain lagu ini paling kuat merefleksikan duka yang tak terkatakan, rasa frustrasi yang terpendam dan sekaligus harapan jemaat HKBP.

Coba dengarkan. Seusai lirik,”…tapature ma tongtong parrohaonta be,” kemudian muncul lengkingan seruling yang sungguh menyayat hati. Sangat kontekstual.

Nommensen sangat dihormati oleh masyarakat batak, kurang lebih seperti para wali di Jawa. Sebagai tanda penghormatan tertinggi, Nommensen yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Tano Batak, diberikan gelar Ompu i. Pasalnya, orang Eropa ini dianggap sangat berjasa menghentikan sindrom “bunuh diri” yang merasuki Bangso Batak sekitar satu setengah abad silam, berupa perang antar marga dan antarkampung serta perbudakan.

Dengan mengingatkan kembali dedikasi dan pengorbanan Nommensen, secara tidak langsung, preman tadi menyindir para pendeta dan jemaat HKBP yang konon sedang dilanda krisis spiritual. Namun dia cukup bijak, tidak menuding siapa pun, melainkan mengajak semuanya untuk introspeksi dan memperbaiki perilaku.

Preman itu bernama Tongam Sirait. Domisilinya di Parapat, tepatnya di Tiga Raja. Sehari-hari dia kerja serabutan untuk menghidupi isteri dan empat anaknya. Mengangkat batu dari danau Toba ke pantai atau menjadi calo kapal danau. Kalau sedang musim turis, seperti pada lebaran kemarin, Tongam beralih profesi menyewakan tikar bagi wisatawan.

“Tapi sekarang tak ada lagi turis datang, Wak,”ujarnya dengan logat Medan yang kental, ketika bertemu di kafe TobaDream di kawasan Manggarai, Jakarta, akhir pekan lalu. Dia makin lesu ketika diberitahu, Danau Toba tidak termasuk obyek wisata unggulan dalam kampanye Visit Indonesia Year 2008.

Tobadreamer

Tongam sudah hampir sebulan berada di Jakarta, melakoni profesinya yang lain : penyanyi! Setiap malam Minggu, dia tampil bersama Viky Sianipar di kafe TobaDream, menghibur komunitas batak di Jakarta– yang nampak sangat haus hiburan bermutu dan familiar. Kehadiran keduanya membuat family cafe itu selalu penuh sesak.

Harus diakui, Tongam dan Viky telah menguak takdir baru musik batak, dengan lagu dan aransemen bernapas musik dunia. Mereka berhasil mengawinkan kekayaan warisan musik batak dengan kejayaan musik moderen. Mula-mula memang ada rasa terkejut, janggal dan menolak, mendengar hasil “perselingkuhan” uning-uningan dengan rock n roll, sarunai dengan biola , hasapi dengan gitar elektrik. Namun setelah mendengar dua tiga lagu, terutama lagu Nommensen dan Mengkel Nama Ahu, dijamin Anda akan mulai terbawa irama dan spiritnya.

Tongam selalu tampil prima sebagai penghibur profesional, membawakan lagu-lagu ciptaannya sendiri –termasuk lagu Nommensen yang kontemplatif itu. Maka tak usah heran, para tobadreamer kini mengidolakan Tongam dan Viky. Tobadreamer adalah istilah baru di kalangan perantau batak di Jakarta, sebutan bagi orang atau kelompok yang mencintai budaya batak dengan paradigma baru, bahwa budaya batak itu keren dan kelas dunia.

Kabarnya lagu “Nommensen” kini sangat populer di kalangan anak muda di Tapanuli. Tembang tersebut dirilis dalam album solo Tongam dengan judul yang sama, beserta sembilan lagu lain yang juga sangat digemari para pecinta musik, khususnya generasi muda. Di Jakarta, lagu-lagu Tongam yang paling populer adalah Taringot Ahu, Mengkel Nama Ahu, Nommensen, Ingotma dan Tapature.

Viky Sianipar mengaku sangat mengagumi talenta dan ketrampilan musikal Tongam. “Memang, waktu pertama kali diperkenalkan dengan Tongam aku ogah-ogahan. Tapi setelah dia memainkan gitarnya, kemudian menyanyikan Come To Lake Toba, wah aku jadi kagum sambil malu hati,”tutur Viky sembari memuji rekannya itu,”Kualitas musiknya kelas dunia. Dia punya talenta yang luar biasa.”

Preman yang religius

Sosok Tongam adalah gabungan dari kontradiksi-kontradiksi, talenta musik yang extraordinary (luar biasa) dan integritas yang kokoh di balik sikapnya yang bersahaja. Ada kalanya dia bertindak sangat naif, nekad merantau hanya untuk mempromosikan obyek wisata Parapat –yang indah namun sepi tanpa turis, lalu meminta Serevina boru Pasaribu menjadi isterinya, padahal baru kenal beberapa jam.

Tongam adalah manusia self-made, membentuk diri sendiri lewat pergulatan hidup yang berliku, dari proses panjang petualangannya di rantau. Terlahir di sebuah lapo di Parapat, di bawah bimbingan ayah yang tangannya dihiasi tato– Tuan Bos Sirait namanya, Tongam tumbuh di antara dunia keras para preman dan senandung melankolis biduan-biduan kampung.

“Bapakku preman habis. Tapi dia juga suka main gitar dan menyanyi. Untuk membuat orang betah di lapo, bapak sengaja membeli dua gitar,”tutur Tongam sembari menjelaskan, dengan millieu dan spirit lingkungan semacam itu, dia sudah mahir memainkan gitar pada usia delapan tahun. Semuanya terjadi begitu saja. Lihat, tiru lalu mainkan.

Tongam tak pernah bermimpi bakal meraih sukses seperti sekarang. Bakat bukanlah apa-apa kalau tidak ada kesempatan mengaktualisasikan. Itulah yang disadarinya dengan rasa pahit, ketika terpaksa menyerah di perantauan, Bali dan Jakarta, lalu pulang ke kampungnya, di tepian Danau Toba yang sangat dicintainya.

“Waktu aku mau merantau ke Jakarta, ibuku sudah mengingatkan, tak mungkinlah kau Tongam berhasil di perantauan, kalau cuma mengandalkan bakatmu bernyanyi,”tutur Tongam mengenang. Tak berapa lama setelah Tongam pulang, ibunya meninggal. Saat itulah dia melihat seorang gadis yang belum dikenalnya. Lalu dengan spontan dia melamarnya. Esoknya boru Pasaribu itu sudah menjadi isterinya.

“Sebenarnya aku sangat ingin upacara perkawinan dengan naik kuda. Begitulah adat batak yang benar. Tapi waktu itu aku tak punya uang. Mudah-mudahan nanti impian dari masa kecilku ini bisa terlaksana, untuk memberi contoh pada generasi muda batak,”ujarnya.

Talenta yang luar biasa 

Dengan cara hidup yang mengarus, mengikuti kata hati, preman Parapat ini seperti tak pernah merencanakan apapun dalam hidupnya. Mengalir saja mengikuti situasi, terbawa gejolak jiwa seninya. Menurut pengakuannya, kebanyakan lagunya tercipta secara instan, artinya ide muncul seketika lalu dia nyanyikan dengan iringan gitar.

Lagu Nommensen lahir lewat proses seperti itu. Ketika mendengar orang bercerita mengenai kelakuan sinting sekelompok pemeluk sekte kristen, yang belakangan makin gencar dan demonstratif membakar ulos, jiwa Tongam berontak dan geram. Seketika itu juga terciptalah lagu Nommensen.

Dikaitkan dengan latar belakang hidupnya yang keras, lagu-lagu Tongam terkesan kontradiktif. Tema umum lagu ciptaan alumni SMA I Parapat ini adalah tentang kasih, persahabatan dan kepeduliaan. Sebagian lagi bahkan sangat jenaka, meskipun liriknya mengisahkan orang-orang yang tak beruntung, seperti pada lagu O Doli Doli dan Mengkel Nama Au. “Itulah hebatnya Tongam, bahkan lagu sedihpun dia nyanyikan dengan macho,”kata Viky.

Kemudian, bagaimana menjelaskan ini, seorang pemusik kampung dari Parapat tiba-tiba tampil dengan lagu-lagu ciptaan sendiri yang liriknya kontekstual dan musiknya berirama rock, country dan jazz ? Kesannya seperti ahistoris dan tanpa akar. Namun jika ditelusuri perjalanan hidupnya, agaknya petualangannya di Bali berpengaruh paling besar. Disanalah dia “terkoneksi” dengan musik dunia.

Ada yang meramalkan, Tongam bakal menyamai kehebatan pencipta lagu batak legendaris, Nahum Situmorang. Namun yang pasti, pemusik otodidak yang bangga dengan seni budaya batak ini akan selalu merasa bagian dari HKBP. Jangan heran, tembang ciptaannya yang pertama adalah lagu koor, saat dia baru berusia 15 tahun.

Itulah sepenggal kisah Tongam Sirait, preman yang religius.

Catatan Raja Huta :

Versi ringkas tulisan ini telah dimuat di surat kabar Batak Pos, edisi sabtu 24/11/2007.

53 Tanggapan to "Tongam Sirait, Preman Yang Religius"

Salut buat Tongam Sirait.
Karyanya menyentuh, indah dan orangnya rendah hati.
Kemaren kami minum kopi bersama, dia banyak bercerita tentang semakin rusaknya Danau Toba. Saya merasakan Danau Toba itu dirusak orang Batak sendiri dan industri yang direstui orang Batak juga. Semoga lagu Tona ni Tao ciptaan Viky & Tongam dapat memberi inspirasi bagi anakmuda Tobadreamer, untuk dapat menyumbangkan kemampuannya untuk perbaikan lingkungan dan kehidupan di Tano Batak.
Horas

Lae Charlie M Sianipar,

Mauliate Lae atas kunjungannya di blog ini. Betul Lae, aku juga kagum dengan kepedulian Tongam terhadap masalah lingkungan di sekitar DanauToba. Tidak hanya mencipta lagu dan menyanyikan pesan tentang pentingnya memelihara lingkungan, Tongam juga berbuat nyata dengan menanam pohon di dekat rumahnya di Parapat.

Tapi sayang respon pemerintah setempat ternyata malah negatif. Kabarnya Tongam ditegur pejabat disana karena si pejabat kuatir perbuatan Tongam menanam pohon bakal ditiru oleh masyarakat luas. Mengkel nama ahu….

Setuju, dia memang pilot project Batak keren itu. :))

Menulis, Bersuara, Bertindak terhadap suatu hal yang tak bisa ditawar dengan apapun demi kepuasan bathin. Orang Abang sedang dan terus melakukannya… Bangga awak!. Tetaplah berkreasi Bang… Ntar aku boleh ikutan gak?. Ajari aku ya Bang, aku ingin berkolaborasi dgn memainkan perpaduan variasi seni lainnya ke dalam sebuah pertunjukan. Mauliate Bang, GBU

Horas buat appara (Tongam Sirait).
Salam kenal dan salut sian ahu bah….

mauliate.
Marihot Sirait/Palembang

@agaperos

Tentu saja boleh. Tulislah Lae apa saja yang ada di pikiranmu atau yang kau lihat di sekelilingmu. Kolaborasi seni itu ide yang bagus. Kutunggu action-mu Lae. Horas.

karakter vocal bung tongam sangat kuat, mengingatkan saya akan karakter vocal peter gabriel.
hati-hati dibajak ahmad dani. apa bung tongam menyukai genesis di masa peter gabriel, atau album peter gabriel sendiri?
andaikan bung viky bisa mengarahkan gaya bung tongam ke peter gabriel..
hanya saran …
bravo tongam dan viky

horas, salut buat lae tonggam sirait, lagu nomensen yang abang nyanyikan pernah membuat saya menangis, percis setelah kata “TAPATURE MA TONTONG” lalu masuk instrumen seruling benar2 musikalitasnya lae tonggam dan lae vicky NO.1.

lae tongam aku seorang musisi jalanan, selama ini saya tidak pernah membawakan lagu2 batak di bis, tapi semenjak aku dengar lagu lae,(taringot au,sidoli, come to lake toba,beta hita, dll) setiap awal mau nyanyi di bis wajib saya menyanyikan lagu batak, dan semua lagu abang membawa inspirasi bagi saya to say i like batak. thanks

horas ito tongam. sai di pasu@ TUHAN DEBATA ma hita ganup lao paturehon hutata dohot parrohaonta be. segera dong ito album baru di keluarin,dang sabar be hami ito paima2. mauliate
ondang

Horas ma Tongam..unang siasiahon naporak porak disude Lapo naadong di Ajibata Tigaraja Parapat Girsang Sipangan Bolon najolo..

horas ma dilae Tongam sai dipasu -pasu Tuhan i ma hamu sasudena sian ahu laem si Manik par porsea manang par majalah tapian ,saya tetap pendukung lae alana sarupa pencinta lagu do hita poang lae .Napuran ma inna tano tano ,rangging ma siranggingan ,Badan ma Padao -dao ,Tondi ta i ma si gom-goman botima .

Horas buat Tongam,congratulations buat lagu2nya especially Come To Lake Toba,jujur aku dengar lagu ini saat aku ada tugas didaerah medan dan si sopir puter lagu ini dan teringat kalo Tongam aku kenal..its nice song…jadi kangen ama Parapat,siburak2 khususnya..salute buat Tongam..teruslah berkarier…botima

Yang belum kenal Tongam, dia ada Di SINI

Bang Tongam emang kerennnnn….

Bakatnya luar biasa. Visinya lebih luar biasa lagi. Pengen kenal jauh dengan abang ini, cuman gak tau harus kontak ke mana. Penasaran juga, bagaimana bisa punya spirit yang begitu besar justru ketika sumberdaya sangat terbatas.

He is such an inspiration.

Lagu yang bagus. Ditopang aransemen yang bagus pula. Enak didengar. Bahkan untuk diputar berkali-kali tetap enak,.
Kapan, ya keluar kaset yang baru.

horas abang………………….kapan lagi keluar albumnya…………….

parapat kota tercinta

Salute bwt bang Tongam….!!!!
benar deh,,lagu nya TOP BGT deh

smoga bisa jadi inspirasi u penyanyi batak lain..(yg selama ini bernyanyi dgn gaya yg gitu2 aja..membosankan :) )..hehe

kembangkan sayapmu..tunjukkan karya2 terbaikmu..
ok’s bang..!!!
satu pesanku “ttp rendah hati”

Batak emang kreeen.!!!!

God Bless

HORAS…..!!!
memang tung mansai bagas do arti ni lagu mi lae. Molo songon tu hami, Lagu Mengkel na ma au, tung mansai tabo jala pas tu na dibagas roha. alai sai tarpaima do hami andigan do ro lae Show tu bandung.
Godang do hami penggemar ni lae di Bandung, pos roha ni lae kami tetap mendukung…..datang lae ke bandung, Pesta kita…….ribuan orang batak bandung menunggu…..( Toba Rider Community dan Batak-batak berekor lainnya)

horas,
mantap lagu nai, bage naeng mulak iba, masihol tuhuta…
salam
leonard
bogor

Salut u lagu-lagu lae Tongam! terutama lagu “mekkel nama au” yang sangat bagus, baik dari liriknya maupun arransemen Lae Viky (” Selamat lae atas sentuhan musiknya”).

Kalau boleh saya ngasih pendapat! lagu lae bisa dikategorikan musik batak modern yang tidak selalu mangandungi, atau mengandalkan lengkingan suara.

selamat lae.
Horas

Aku suka ada marga sirait penyanyi seperti Bobby Lamtama Group atau penyanyi Solu Bolon tahun 70 an. Horas

Pos roha namangoluon adongdope hape marga sirait naboi maredde, ia iba puang maredde kadang satonga kadang sapartolu takkea gok botima

Memang halak hita dimanapun suka marbada,mungkin sudah anak dan boru raja makanya semua mau raja.Jadi siapa lagi yang mau medengar perintah??Nga sursar molo songoni,ngga bisa maju,ba tanah Toba tetaplah begitu,sayang ya.
Horas jala Gabelah dari kami yang jauh.

Horasss,

Sukses selalu buat B’Tongam Sirait…

Sejak Abang mengisi acara Natal Teknik Mesin USU Desember 2007, aku jadi kagum sekali ama b’Tongam….
B’Tongam begitu semangat dan mau datang ke acara Natal Tekink Mesin USU,thank you so much.

Udah keluar album rohani B’Tongam ???

Mauliate,GBU

wah,
salut lah bt marga sirait.
salut juga bt bapa uda ni (Tongam Sirait).

sukses terus bt Uda,
buat tano batak,
buat toba dreams,
buat batak rantau yang ada d Jogja.

kapan2 datang lah main2 k jogja bt ngumpul ama Permaba (Persaudaraan Mahasiswa Batak) di Atma Jaya.

Tuhan Yesus Memberkati.

Horas…..

Sukses Slalu Buat Bang Tongam….

Aku pecinta lagu2 ciptaan abang….setiap aku mendengar Lagu2 abang rasanya ingin setiap hari mendengarkan…..

Banyak ajakan2 positif yang abang tuangkan dalam Lagu Abang…

Lagu favorit…. Taringot Au…

Aku baru punya Album yg pertama….
Album ke Dua udah keluar blum bang…???

Mauliate…Tuhan Yesus Berkati….

Sukses untuk Lae Tongam Sirait. Mudah-mudahan bisa menjadi agent of change untuk pengembangan lagu-lagu Batak. Horas!

salut atas perjuangannya ate lae. dulu(sekitar 10 thn lalu)saya pernah dengar lae nyanyi lagu, kirakira liriknya seperti ini;
MARDALAN MOTOR SEDAN, MARSIBOLUSAN DOHOT LERENG. MARDALAN SIPORIBAN BURIAPUS MOLO HUBERENG….
ANTAR SUMAN DO AU NAMORA,ANTAR SUMAN DO AU NAMORA,NAMOOORA…
waktu itu saya dengar di lapo M.Sirait di Ajibata.
iramanya mirip bluss, cuma saya belum tau judulnya,ato mungkin belum ada judul ya lae?

baen jo lae video ni come to lake toba tu youtube asa diboto halak sileban i namarsira,tolong jo da oppung

horas, abang…

salut buat abang tongam sirait,
aku ngefans berat sama abang,
bravo buat marga sirait khususnya, dan umumnya bangso batak.
salut……..salut……..

aku sukanya lagu Nomensen, Taringot Au, Mekkel nama au

Mauliate Godang Ba Bang….
Horas

Buat Abang Ku Tongam Sirait,

Ini Cuma Sekdar Saran,
Kalau Boleh Lae Viky Sianipar, Buat acara Tano Batak Di TV Lah.
Ok Lae

Abang……
Torus Doa Au To Cafe Toba Dream, Makan Malam Majo Hita Sahali Bah Bang.
Ok

Taigoit mai pengorbanan ni ompui Nomensen, jadi tiur dibahen roha ni halak batak. Tatamiangkon ma ompui sonang di iginanna. jla horass ma di hita halak batak.

Horass Tulang Tongam Sirait,

pertahankan dalam prinsip, berdoa dengan hati yang tulus Tuhan akan mendegar.

Untuk Ompui Nomensen, tung godang do basa ni ompui di hita halak batak. apalagi di iman hita HKBP, baik di pendidikan.
Alana sude halak batak namagaratto jala karejo di permiyakan, pertambangan, pemerintahan, perkebunan dohot naasing , sude do mandok ai anggo soro Ompui tu Toba anggo pendiidkan ni halak batak tertinggal do. Mungkin halak batak songon Halak melayu. Alana naung hudalani do Sian Sabang sampe to Merauke. Sude mandok ompuido Namagajari hita batak.

“..mengenai kelakuan sinting sekelompok pemeluk sekte kristen..”

dang kristen i abang, kh*rism*tik na kelewat batas do i. hehe. alai tong do hampir sude kh*rism*tik on naeng lewat tu batas na be. asal ma sai horas, ate?? hehehehe

Buat Ito Tongam Sirait,

Makasih untuk lagu ciptaan dan nyanyiannya….ada 2 berenya di rumah sangat menyukai lagu-2 tulangnya dan jadi rajin menyanyikannya …akhirnya bahasa bataknya makin lancar….
Untuk lagu yang sangat favorit…Nommensen dan Mauliate….sangat menyentuh….dan menguatkan iman….
Bahkan yang paling kecil( kelas V , sangat suka lagi O Doli…he he he….keren katanya….
Mauliate da ito….sirait sian dia do hamu?
Tuhan Yesus Memberkati…..Sukses Selalu

Horasma…ibotomuna

horas bang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

saya fans beratmu bang,..lagunya keren abis,..apalgi lagu nomensen..
saluuuuuuuuuutttt buat bng TONGAM nBNG VICKY.

batak mank kerennnnn!!!!!!!!!

horas!!!!!!!!!

Satu kata buat bang tongam.. ” Luar Biasa “. Ta pature ma tong-tong Par-roha-on ta be, memang itulah yang benar – benar dibutuhkan halak hita ini sangat bagus buat setiap orang terlebih lagi orang batak. Jadi buat kita semua tolong dengar dan lakukanlah pesan lagu Nommensen ” Ta pature ma tong-tong Par-roha-on ta be jala unang lupa martangiang “. Untuk bang tongam saya benar – benar salut karena, kalau pendeta saja khotbah hanya didengar satu ruangan saja… anda bisa berkhotbah lewat lagu didengarkan jutaan orang batak yang ada di berbagai daerah.. Hebat..!!!

horas lae tongam, au pe taringot do uju di huta, marmeam-meam di jambatan tigaraja…, manang marpinal di balerong dohot lae togam, minum tuak di lapo ujung ate…,selamat dilaekku sai lam turema nian hutai, mauliate

bang…na pas manapu halaman i abang na hari minggu i heran au..pas hu bereng abang songonna serius hian,dang sadar abang na godang nai hape na kotor i jolo ni halamn ni abangi…ima lokasi molo pokkan i ari sabtu!! maksdhu bang molo boi nian rap manapu ma akka na merasa marjualan pas hari sabtu i ate? asa tor ias sude..unang holang halaman ni abangi hehehehe…asa marroan akka tamu i..asa las rohana mangida na ias ate.. hehe!!

Horas Tao Toba!

Sugari adong 10 jari Jempolni pathu+tangan…..
Ikkon huacungkon tu Tongam Sirait di karya multi talenta

“Sebenarnya aku sangat ingin upacara perkawinan dengan NAIK KUDA. Begitulah adat batak yang benar. Tapi waktu itu aku tak punya uang. Mudah-mudahan nanti impian dari masa kecilku ini bisa terlaksana, untuk memberi contoh pada generasi muda batak,”ujarnya.

#
Aku baru tau dari tulisan Lae ini rupanya upacara perkawinan adat batak itu dengan MENUNGGANG KUDA….alamaaak KEREN kali BATAK itu !!!

Terimakasih Lae RH

Thumbs up to Tongam sirait.
Saya terkesima dengan gaya musical lagu “Taringot Ahu”. Saya baru ngeh dari blog ini kalau itu karya Tongam Sirait.

Mauliate Bro Robert, sesekali aku pengen mengutip artikel2 di blog ini untuk memperkaya content blog ku,…boleh tidak bro?
Tenang aja bro, sumber nya pasti dicantumkan…heheh.

Ito Tongam Sirait,
Bravo ito,,,welldone..tetep berkarya…..Masyarakat Batak akan selalu mengenang ito di dalam memajukan bangso Batak. Saya Bangga dan sangat salut atas kepedulian nya pada rakyat Batak khususnya dimanapun kini berada……HEBAT.
Sukses selalu….

tongam ,mantap bah dung hubege ho sukses di musik ,jala sering do hubege musikmu molo lagi suntuk au di jabu,ngomong2 dang di ingot hobera hita na mar trio di intercon najolo ate,di ingot to dope kamus naluccui di tikki hita marende dohot si nainggolan?

kemarin, aku ikut acara save toba laek community ganthering, dan liat performance tongam sirait, mansai indah do ubege lagu2na, dan sangat mengena sekali dengan kisah tano batak khususnya danau toba yg dulunya indah, asri sekarang menjadi gersang dan pepohonan gundul2, miris nian ate keadaan saonari, mansai lam denggan ma kedepanna tano batak on…
lanjutkan laek tongam dan dongan halak batak yg lainnya….

horas lae,
kami mahasiswa Unimed jurusan antropologi.mauliate buat lae atas karya-karya lae yang membuat motivasi bagi kami generasi muda untuk ikut mengembangkan budaya batak.oke lae.maju terus kembangkan budaya kita ke kancah internasional.mauliate,HORAS!!!!

Salut buat Lae Tongam,….maju terus untuk Toba Dream nya…kalo tidak kita batak yang buat maju Danau Toba siapa lagi…apa mungkin begu….kan tidak…..

HORAS APPARA…
Tdk sopan memang aku panggil appara soalnya aku msh anak2/ 19 thn..
Aku cuma sekali liat bang tongam manggung wktu d napak tilas nommensen..dan aku terhenyak mmyaksikannya..sekarang aku d jakarta, mangaranto layaknya anak muda toba yg minim pglaman
tapi semangat tetap membara..
aku jg ingin jadi pnyanyi batak, soalnya kata org suaraku lmyan dan pnah menjuarai fstval d balige..
skrg aku d jakarta dan pngn sekali ktemu dgn bang tngam..
btw,: au sirait na lilu do.dang hutanda amongku jala dang huboto taromboku.asal hu sian marom holan i do na huboto..milis dia ma na boi mangajari au taringot tusi ate .adong saran muna?
maulite…

Horas ma Lae, Laemdo ahu sian Garoga, molo boi ro ma jo lae marende tu HKBP Kuta Jaya Tangerang, tingki pesta gotilon.

Ai lae ise do tahe ibana? Sian tigaraja do?

maju terus bang Tongam… jadi lah salah satu musisi batak yang akan di kenalbanyak orang hingga menjadi seorang legendaris..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 446,630 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: