batak itu keren

Pelaksanaan Lomba Karya Tulis TobaLover Diperpanjang

Posted by: tobadreams on: 17 November, 2009

Untuk memberi kesempatan kepada lebih banyak peserta, Lomba Karya Tulis TobaLover–yang sedianya berakhir 28 Oktober 2009, telah diperpanjang waktunya hingga akhir 30 November 2009.  Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 15 Desember 2009, sementara penyerahan hadiah akan dilaksanakan 21 Desember 2009 di Balige, Tobasa.

Keputusan memperpanjang masa pelaksanaan lomba diputuskan pertengahan Oktober lalu, setelah Dewan Juri di Medan yang diketuai Toga Nainggolan melaporkan bahwa naskah yang masuk hanya 17 karangan. Jumlah itu jelas terlalu sedikit,  karena hadiah yang disediakan panitia adalah untuk 20 pemenang. Selain itu daerah asal para peserta lomba juga belum mencakup Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, dan Tanah Karo.

“Sesuai dengan tujuan kita mengadakan lomba ini, yaitu mendorong tumbuhnya kepedulian para remaja dan pemuda terhadap krisis lingkungan di Danau Toba dan sekitarnya, maka kita putuskan memperpanjang pelaksanaan LKT TobaLover,”ujar Ketua Panitia Robert Manurung.

Diakuinya, rendahnya jumlah karya yang masuk adalah lantaran kurangnya promosi dari pihak panitia. “Kita memang mengalami kesulitan untuk mempromosikan lomba ini sampai tingkat sekolah. Problem utamanya adalah karena kita sendiri belum solid, dan sulit sekali mendapatkan relawan di daerah-daerah di seputar Danau Toba,”katanya.

LOMBA KARYA TULIS TobaLover : Jurus Baru Penyelamatan Danau Toba

Posted by: tobadreams on: 24 Agustus, 2009

TOBALOVER, sebuah komunitas berbasis jejaring sosial Facebook, akan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) bagi pelajar SLTP dan SLTA di tujuh kabupaten seputar Danau Toba. Lomba berhadiah total Rp 25.000.000 ini, bertujuan menanamkan sejak dini kepedulian terhadap pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.

Menurut Ketua Panitia LKT Tobalover, Robert Manurung, lomba bertema “Danau Toba Yang Kucinta” ini mencakup tujuh kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba, yaitu Simalungun, Tanah Karo, Tobasa, Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Dairi. Lomba ini berlangsung sejak 21 Agustus hingga 1 Oktober 2009. Pemenangnya akan diumumkan tanggal 22 Oktober, sedangkan penyerahan hadiah dilaksanakan pada perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009.

”Kita menyadari, upaya penyelamatan Danau Toba tidak akan berhasil selama penduduk setempat hanya sebagai penonton atau pelengkap penderita seperti selama ini,”jelas Robert Manurung seraya menegaskan, ”Melalui penyelenggaraan lomba ini, kita ingin mendorong tumbuhnya kepedulian di kalangan remaja dan pemuda di tujuh kabupaten itu untuk melestarikan Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.”

Ditegaskannya, melalui lomba ini TobaLover ingin mendorong upaya penyelamatan Danau Toba menjadi bersifat bottom up. “Jurus baru” ini diyakini lebih layak diandalkan dan diharapkan dibanding pendekatan top down, yang sifatnya elitis dan sarat KKN seperti dianut selama ini. “Kenapa sebelumnya tidak pernah diadakan lomba semacam ini ? Karena sumber dana organisasi-organisasi penyelamatan Danau Toba adalah pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut merusak danau itu dan Baca entri selengkapnya »

Cover Proposal LOMBA KARYA TULIS TobaLover

Posted by: tobadreams on: 24 Agustus, 2009

Oleh : Robert Manurung

COVER proposal Lomba Karya Tulis TobaLover ini hanyalah salah satu bukti. Bahwa, semua talenta dapat disumbangkan, demi usaha kita bersama untuk menyelamatkan, merawat, dan menjaga kelestarian Danau Toba dan alam sekitarnya.

Cover proposal ini adalah karya Imelda Hutapea. Gadis asal Laguboti ini juga mendesain kop surat, poster dan semua bentuk grafis yang dibutuhkan oleh Panitia Lomba Karya Tulis TobaLover. Semuanya itu dia kerjakan dengan penuh dedikasi, bahkan terkadang hingga larut malam. Terkadang pula dia mengerjakannya di warnet atau coffee shop, padahal bukan saja tidak mendapat bayaran, mlaahan dia harus membayar sendiri semua pengeluarannya selama mengerjakan “proyek tengkiu” ini.

tobalovers

Perkenalkan : Komunitas TobaLover….

Posted by: tobadreams on: 23 Agustus, 2009

Logo Komunitas TobaLover

Logo Komunitas TobaLover

Oleh : Robert Manurung

Horas.

Apa kabar sahabat-sahabatku ? Aku sangat menghargai kesetiaan teman-teman yang tetap mengunjungi blog ini, meski sudah sangat jarang ada postingan baru. Mudah-mudahan saja setelah ini aku dapat mengupdate blog kita ini secara teratur.

Mungkin di antara teman-teman masih ada yang ingat, tahun lalu aku sudah berniat menutup blog ini. Bahkan, pada waktu itu, aku sudah siapkan domain penggantinya, yaitu tobalover.com. Namun kenyataannya, terutama berkat saran Anda semua, aku tetap mempertahankan keberadaan blog ini, Sementara itu situs tobalover pun tetap belum kuluncurkan.

Memang, dalam delapan bulan terakhir, waktuku banyak tersita oleh keasyikan baru di jejaring sosial Facebook. Salah satu hasil dari eksplorasiku di sana adalah terbentuknya Komunitas TobaLover.

Inilah gambaran singkat tentang TobaLover :

Visi
Penyelamatan/pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya hanya akan berhasil jika penduduk setempat berperan sebagai aktor, bukan hanya figuran, penonton atau malahan ikut merusak. Untuk itu masyarakat setempat perlu diedukasi dan diberdayakan, dengan pendekatan sosio-kultural yang tepat dan kegiatan-kegiatan yang memberikan insentif ekonomi. Baca entri selengkapnya »

Hari Pertama Jo Masuk Sekolah

Posted by: tobadreams on: 13 Juli, 2009

Untuk pertama kali sejak tahun lalu, aku merasa lega dan sedikit senang. Aku suka Ibu guru ini dan sekolah TK-nya, karena tidak ikut-ikutan menjadi “hewan ekonomi” yang mengkomersilkan pendidikan sampai ke ampas-ampasnya. Lebih senang lagi perasaanku setelah aku dan Jo sampai di rumah, lalu dia bercerita dengan antusias kepada ompungnya. “Gue senang sekolah, ompung. Gue dapat teman baru, namanya Adam,”ujarnya dengan mata berbinar. “Orang Batak ya?,”tanya ibuku. “Bukan, ompung, dia orang Jawa, dia Islam, tapi orangnya baik kok. Besok kami ketemu lagi di sekolah, ayiiik… Baca entri selengkapnya »

Pahlawan Nasional asal Tanah Batak, Raja Sisingamangaraja XII, gugur pada 17 Juni 1907 dalam kontak senjata melawan kolonial Belanda di Sionom Hudon, Dairi. Dalam pertempuran yang sengit itu, turut gugur dua putranya, Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi, serta putrinya Si Boru Lopian.

PERINGATAN 102 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII digelar secara sederhana, dengan melakukan upacara ziarah ke makam pahlawan asal tanah Batak ini di Jalan Pagar Batu Soposurung Balige Tobasa, Rabu (17/6),  dengan inspektur upacara Kapolres Toba Samosir AKBP Frenkie Radot Samosir P. Baca entri selengkapnya »

Warung Tuak Menuai Protes di Medan

Posted by: tobadreams on: 18 Juni, 2009

Suara musik yang keras dari warung tuak itu terdengar hingga dini hari dan masuk langsung ke dalam rumah, sehingga ketenangan masyarakat benar-benar terganggu pada malam hari. Apalagi penjualan tuak itu pada malam-malam tertentu non stop,  sejak pukul 17.00 hingga menjelang pagi. Baca entri selengkapnya »

Danau Toba di Mata Mahasiswa Malaysia

Posted by: tobadreams on: 18 Juni, 2009

Yang saya tahu penduduk di sini mayoritas adalah suku Batak. Mereka adalah penduduk asli yang tinggal di sekitar Danau Toba. Mereka ramah dan bersahabat.  Secara detail saya masih kurang mengenal kebudayaan mereka. Tapi masyarakat Batak terkenal dengan ulosnya.

toba

Baca entri selengkapnya »

Seandainya para keturunan perantau asal Mandailing di Malaysia itu bertujuan baik untuk menghidupkan  ikatan dan diplomasi budaya dengan tanah leluhur; seharusnya mereka tidak gegabah melancarkan perang persepsi; yang tak disukai oleh sebagian besar masyarakat Mandailing yang merasa dirinya Batak , dan melukai perasaan orang Batak Toba karena dilukiskan sebagai keturunan budak. Baca entri selengkapnya »

Bangkit (4,5) th adalah anak yatim piatu; bungsu dari 4 bersaudara. Ayahnya meninggal Desember lalu dan ibunya meninggal Februari lalu. Sepeninggal ibunya, dua kakaknya diasuh namborunya di Medan. Tinggallah Bangkit bersama Afles (12 th) di rumah inangtuanya di Tarutung.

Ketika Bangkit makin sakit, Bangkit dan Afles dibawa ke rumah neneknya yang sudah tua dan buta. Praktis hanya Afles yang mengasuh dan merawatnya. Ketika ketahuan bahwa Bangkit terkena AIDS mereka diusir dari kampung tersebut. Luar biasa.

Oleh : Pdt Paulina Sirait

Dear all,

SEJUJURNYA, saya baru mengetahui kabar ini Minggu pagi melalui SMS dari  pendeta Gomar Gultom (Persatuan Gereja Indonesia) - seusai mengikuti Ibadah Minggu pagi di HKBP Pematangsiantar. Berikut petikan SMS-nya : Baca entri selengkapnya »

Batak Keren Itu Bernama Sintong Panjaitan

Posted by: tobadreams on: 28 April, 2009

Dan kini, sebagian besar halak hita mungkin sudah melupakan detil peristiwa itu, sambil terus bertanya-tanya dalam hati mengenai nasib Sintong setelah karir militernya “diamputasi”. Namun cerita sedih “de-Batakisasi” yang mematikan karir ribuan orang Batak di berbagai instansi di republik ini, masih sering dituturkan dengan nada getir di kalangan Bangso Batak hingga saat ini.

Oleh : Robert Manurung

BAGI kalangan etnis Batak, jenderal yang lahir di Sigompulon, Tarutung, 4 September 1940, ini, adalah personifikasi nilai-nilai ideal Bangso Batak; yang meliputi daya juang, kecerdasan, keberanian, taat azas, integritas, dan solidaritas. Namun sebaliknya pula, dalam memori kolektif halak hita, Sintong juga merupakan “simbol kekalahan” etnis Batak di kancah nasional–sejak dekade 90-an hingga sekarang. Baca entri selengkapnya »

Mati Ketawa Gara-gara Pemilu 2009

Posted by: tobadreams on: 15 April, 2009

Perilaku caleg di Indonesia juga sangat cinta damai. Jika di negara-negara lain para politisi tega melakukan kekerasan, dan bahkan membunuh, demi memenuhi syahwat kekuasaan; di negeri tercinta ini para caleglah yang mati setelah gagal jadi anggota dewan, mulai dari yang terkena serangan jantung sampai yang ikhlas bunuh diri.

 Oleh :  Robert Manurung

1. Kita patut merasa lega dan bangga karena kesadaran politik rakyat Indonesia  ternyata sudah sangat tinggi. Buktinya jumlah caleg secara nasional dalam pemilu barusan tak kurang dari 1,7 juta orang. Artinya, di antara 100 pemilih ada satu caleg. Ini pasti rekor dunia. Sedangkan di negara jiran, Malaysia, rasionya 10.000 : 1. Baca entri selengkapnya »

Potret Tapanuli Untuk Para Calon Presiden

Posted by: tobadreams on: 9 April, 2009

butuh-perbaikan11

BUKAN KUBANGAN KERBAU !

Sekadar untuk  mengingatkan : “jalan raya”  yang tampak dalam foto di atas masih termasuk wilayah Republik Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Blog Stats

  • 178,202 hits

Arsip